271 research outputs found

    HUBUNGAN DUKUNGAN ORANG TUA DENGAN PERILAKU BULLYING PADA SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI 2 SUMBERINGIN KABUPATEN TRENGGALEK

    No full text
    Skripsi dengan judul “Hubungan Dukungan Orang Tua dengan Perilaku Bullying pada Siswa Sekolah Dasar Negeri 2 Sumberingin Kabupaten Trenggalek” ini ditulis oleh Mohammad Galang Januamansur, NIM 126308212142, pembimbing Erwan Efendi, S.Psi., MA. Kata Kunci: Dukungan Orang tua, Perilaku Bullying, Siswa SD Latar belakang penelitian didasarkan pada fenomena maraknya berita kasus bullying di lingkungan sekolah dasar yang bisa berdampak negatif terhadap perkembangan psikologis dan sosial anak. Dukungan orang tua dipandang sebagai faktor penting terhadap fenomena perilaku bullying pada anak. Tujuan penelitian ialah: 1) Untuk mengetahui tingkat dukungan orang tua pada siswa sekolah dasar 2 Sumberingin Kabupaten Trenggalek, 2) Untuk mengetahui tingkat perilaku bullying pada sekolah dasar negeri 2 Sumberingin Kabupaten Trenggalek, 3) Untuk mengetahui hubungan antara dukungan orang tua dengan perilaku bullying pada Siswa Sekolah Dasar Negeri 2 Sumberingin Kabupaten Trenggalek. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Populasi berjumlah 32 dan menggunakan teknik pengambilan sampel berupa total sampling. Uji validitas dilakukan dengan menggunakan teknik corrected item-total correlation melalui program SPSS, uji reliabilitas, uji asumsi klasik dengan uji normalitas, dan uji hipotesis dengan uji spearman. bahwa nilai koefisien korelasi Spearman sebesar -0.828 yang menunjukkan adanya hubungan yang negatif kuat antara dukungan orang tua dengan perilaku bullying. Nilai signifikansi sebesar 0.001 (lebih kecil dari 0.05), menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang kuat dan signifikan antara dukungan orang tua terhadap perilaku bullying pada siswa Sekolah Dasar Negeri 2 Sumberingin yang berarti bahwa semakin tinggi dukungan orang tua, semakin rendah kecenderungan siswa untuk melakukan bullying

    STUDI KASUS: MOTIVASI KERJA KADER POSYANDU DALAM PROGRAM ILP (INTEGRASI LAYANAN PRIMER) DI DUSUN RINGINANOM

    No full text
    Skripsi dengan judul “Motivasi Kerja Kader Posyandu Dalam Program Integrasi Layanan Primer (ILP) Di Dusun Ringinanom” yang ditulis oleh Eka Febriana Widyawati, NIM. 126308213268, dengan Pembimbing Bapak Erwan Efendi, M. Si. Kata kunci: Motivasi Kerja, Kader Posyandu, Integrasi Layanan Primer Transformasi program Posyandu menjadi Integrasi Layanan Primer (ILP) membawa perubahan signifikan terhadap cakupan tugas dan tanggung jawab kader posyandu. Kader tidak hanya dituntut untuk melayani ibu dan balita, tetapi juga seluruh siklus kehidupan masyarakat. Dalam konteks ini, tantangan seperti peran ganda kader, penyesuaian terhadap program baru, serta dinamika sosial ekonomi menjadi faktor penting yang memengaruhi pelaksanaan tugas kader di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan motivasi kerja kader posyandu serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya dalam pelaksanaan program ILP di Dusun Ringinanom, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap kader yang telah aktif minimal satu tahun. Validitas data diuji melalui triangulasi sumber dan metode, dan analisis data dilakukan secara induktif melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja kader terdiri dari motivasi intrinsik seperti rasa tanggung jawab sosial, kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, dan kepuasan pribadi saat melayani, serta motivasi ekstrinsik seperti penghargaan dari masyarakat, hubungan baik antar kader, dan insentif non-material. Motivasi yang kuat terbukti mendorong kader untuk tetap aktif meskipun dihadapkan pada beban kerja ganda, keterbatasan pemahaman terhadap program ILP, dan kurangnya pelatihan teknis. Sebaliknya, kader dengan motivasi rendah cenderung menunjukkan ketidakteraturan dalam kehadiran, kurang partisipatif, dan mengalami kesulitan dalam adaptasi terhadap kebijakan baru. Oleh karena itu, keberhasilan implementasi ILP sangat dipengaruhi oleh stabilitas dan kekuatan motivasi kerja kader di lapangan

    La performance opérationnelle des ONG humanitaires : une analyse en termes d'enjeux institutionnels

    No full text
    [eng] MISCELLANEOUS Erwan Quéinnec — The operational performance of humanitarian NGOs ; an analysis featuring institutional stakes . After two decades of almost unconditional success, ngos are now being questioned on their operational success mainly by funding agencies. So while the need for humanitarian services for beneficiary societies remains unchallenged, consensus still lacks on ways to conceive them. Indeed, beyond exhortations, humanitarian action is also belied by incentives, sanctions and institutional constraints. The author maintains that humanitarian action could in fact thrive without being really assessed, and as such appears to be resorting to a « resource economy » model.

    Macedonia - A country in crisis. CEPS Policy Brief No. 299, 13 September 2013

    No full text
    Macedonia is a country in deep trouble. There is a climate of mistrust between all the political parties; intolerance of minority groups is increasing and fear is also generated by the all-pervasive control of the main governing party. In 2009 the European Commission recommended that a date be set for accession negotiations to start, but since then the country's efforts to join the EU (and NATO) have been blocked. Author Erwan Fouéré sets out ten clear recommendations for both Macedonia and the EU on the way forward

    The OSCE marks 40 years since the Helsinki Final Act: Its principles are more valid than ever. CEPS Essay No. 19, 24 July 2015

    No full text
    Forty years after world leaders from Vancouver to Vladivostok signed up to the ten principles of the Helsinki Final Act, in this CEPS Essay Erwan Fouéré considers the historic significance of the agreement that laid the foundations for today’s Organization for Security and Co-operation in Europe. The author concludes with a number of recommendations that recall the principles of the Helsinki Final Act of 1975 and argues that, if participating states are willing to uphold them, these principles have even greater relevance today for the resolution of Europe’s complex and protracted conflicts

    Menyoal Kebijakan Pemkab Batubara

    No full text

    Memilih, Wajib Seakidah

    No full text

    Ijazah Bupati Di Era Reformasi

    No full text
    corecore