1,720,962 research outputs found

    Bambu Sebagai Alternatif Penerapan Material Ekologis: Potensi dan Tantangannya

    No full text
    Bidang industri konstruksi disinyalir menjadi pelaku kedua dalam menyumbang pemanasan global. Pemakaian bahan material yang tidak dapat diperbaharui dalam jangka waktu tertentu akan habis dan efek yang ditimbulkan merusak lingkungan. Penerapan material ekologis yang merupakan pemenuhan aspek pada konsep green building menjadi topik yang terus dikaji oleh peneliti atau praktisi. Bambu memenuhi kriteria sebagai alternatif penerapan material ekologis. Berbagai potensi bambu baik unsur kekuatan, cepat tumbuh, rendah energi, dan bahan melindungi ekosistem bumi termasuk peningkatan ekonomi. Kendala bambu adalah mulai tergerus oleh perkembangan teknologi modern. Bambu sebagai penopang kehidupan sehari-hari mulai kehilangan identitasnya yang mengakibatkan pasokan material bambu atau keberlangsungan material bambu, perlahan di masyarakat mulai langka/sulit dicari. Oleh sebab itu, material bambu dapat digunakan sebagai material ekologis dengan terobosan dalam hal modernisasi pemanfaatan bambu dalam konteks industri. Dimensi bambu harus dapat mengakomodir kesulitan perancang dalam mendisain bambu. Membangun identitas budaya bambu modern dalam konteks industri. Sehingga, bambu sustainable dengan terjadinya harmoni bahan baku bambu dengan budaya terhadap arus kemajuan teknologi. Dalam rangka mengurangi efek global warming dan terwujudnya kelestarian alam demi generasi mendatang</jats:p

    Bambu Sebagai Alternatif Penerapan Material Ekologis: Potensi dan Tantangannya

    No full text
    Bidang industri konstruksi disinyalir menjadi pelaku kedua dalam menyumbang pemanasan global. Pemakaian bahan material yang tidak dapat diperbaharui dalam jangka waktu tertentu akan habis dan efek yang ditimbulkan merusak lingkungan. Penerapan material ekologis yang merupakan pemenuhan aspek pada konsep green building menjadi topik yang terus dikaji oleh peneliti atau praktisi. Bambu memenuhi kriteria sebagai alternatif penerapan material ekologis. Berbagai potensi bambu baik unsur kekuatan, cepat tumbuh, rendah energi, dan bahan melindungi ekosistem bumi termasuk peningkatan ekonomi. Kendala bambu adalah mulai tergerus oleh perkembangan teknologi modern. Bambu sebagai penopang kehidupan sehari-hari mulai kehilangan identitasnya yang mengakibatkan pasokan material bambu atau keberlangsungan material bambu, perlahan di masyarakat mulai langka/sulit dicari. Oleh sebab itu, material bambu dapat digunakan sebagai material ekologis dengan terobosan dalam hal modernisasi pemanfaatan bambu dalam konteks industri. Dimensi bambu harus dapat mengakomodir kesulitan perancang dalam mendisain bambu. Membangun identitas budaya bambu modern dalam konteks industri. Sehingga, bambu sustainable dengan terjadinya harmoni bahan baku bambu dengan budaya terhadap arus kemajuan teknologi. Dalam rangka mengurangi efek global warming dan terwujudnya kelestarian alam demi generasi mendatang</jats:p

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Pengujian Kuat-Lentur Bambu Petung Yang Diawetkan Dengan Metode Perebusan

    Full text link
    Penggunaan material bambu telah dikenal penggunaannya sejak jaman dahulu. Namun bambu juga dikenal memiliki beberapa kelemahan, diantaranya rentan terhadap serangan rayap dan jamur bila terkena air. Oleh karenanya diperlukan perlakuan khusus untuk memperpanjang usia penggunaan bambu bila hendak digunakan sebagai material konstruksi. Metode pengawetan dengan perebusan adalah salah satu metode baru yang diterapkan dilapangan untuk memenuhi pasokan bambu awet, selain metode Visual Soak Diffusion (VSD) yang cenderung memakan waktu yang lebih lama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat mekanik kuat-lentur bambu Petung dengan metode pengawetan perebusan. Hasil pengujian memperlihatkan peningkatan kuat-lentur bambu yang signifikan (dua puluh persen lebih kuat-lentur) setelah diawetkan dengan metode perebusan, meskipun kadar air dalam bambu meningkat yang berimbas pada potensi serangan jamur. Hal ini dapat diatasi dengan cara menambahkan bahan anti jamur pada larutan pengawetan. Metode pengawetan dengan perebusan ini mampu menjadi alternatif utama pengganti bahan pengawet kimia

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Bambu Sebagai Alternatif Penerapan Material Ekologis: Potensi dan Tantangannya

    Full text link
    Bidang industri konstruksi disinyalir menjadi pelaku kedua dalam menyumbang pemanasan global. Pemakaian bahan material yang tidak dapat diperbaharui dalam jangka waktu tertentu akan habis dan efek yang ditimbulkan merusak lingkungan. Penerapan material ekologis yang merupakan pemenuhan aspek pada konsep green building menjadi topik yang terus dikaji oleh peneliti atau praktisi. Bambu memenuhi kriteria sebagai alternatif penerapan material ekologis. Berbagai potensi bambu baik unsur kekuatan, cepat tumbuh, rendah energi, dan bahan melindungi ekosistem bumi termasuk peningkatan ekonomi. Kendala bambu adalah mulai tergerus oleh perkembangan teknologi modern. Bambu sebagai penopang kehidupan sehari-hari mulai kehilangan identitasnya yang mengakibatkan pasokan material bambu atau keberlangsungan material bambu, perlahan di masyarakat mulai langka/sulit dicari. Oleh sebab itu, material bambu dapat digunakan sebagai material ekologis dengan terobosan dalam hal modernisasi pemanfaatan bambu dalam konteks industri. Dimensi bambu harus dapat mengakomodir kesulitan perancang dalam mendisain bambu. Membangun identitas budaya bambu modern dalam konteks industri. Sehingga, bambu sustainable dengan terjadinya harmoni bahan baku bambu dengan budaya terhadap arus kemajuan teknologi. Dalam rangka mengurangi efek global warming dan terwujudnya kelestarian alam demi generasi mendatan

    Kajian Terhadap Variasi Metode dan Bahan Pengawet pada Proses Pengawetan Bambu-Kayu di Indonesia

    Full text link
    Bamboo and wood are natural materials, each of which has a variety of uniqueness. Among its uniqueness is an irreplaceable building material between one another. However, weaknesses are also found in them especially related to termites or powder beetles. To be able to obtain maximum results in the use of these two materials, the preservation process was needed as a special treatment. With a variety of Bamboo preservation techniques, this paper tries to identify and examine various studies and best practices related to the Bambu-kayu preservation method in Indonesia. A qualitative approach was used with literature study techniques, field observations and in-depth interviews with entrepreneurs in preserving bamboo. From the results of the study obtained an illustration that the preservation method carried out depends on the needs of the user. It is also known that 10% Borak Boric concentrate has been able to be a chemical preservative that can be trusted to maximize material age. There should also be research on other preservatives, both chemical ones such as pyrolysis oil from plastic waste, as well as natural ones such as coconut shell liquid smoke and  tobacco. Further research can also be focused on the strength of bamboo preserved by the preservation / boiling method. In addition to optimal material service age, it is necessary to consider several other criteria such as the ability to be mass produced / according to industry needs and able to be implemented significantly. Thus, it is expected that preservatives will be obtained that are safe for humans, environmentally friendly, workable and economical
    corecore