1,720,974 research outputs found

    Kuantitas kandungan logam berat dan minyak solar di estuaria Krueng Cangkoi, Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kuantitas kandungan logam berat jenis timbal (Pb), kadmium (Cd), besi (Fe), merkuri (Hg), dan minyak solar di estuaria Krueng Cangkoi. Pengambilan sampel dilakukan di Krueng Cangkoi, Desa Padang Seurahet, Kecamatan Meureubo, Meulaboh, Aceh Barat. Analisa data dan proses penelitian dilaksanakan di Laboratorium Badan Riset dan Standardisasi Industri Daerah (BARISTAND) Kota Banda Aceh pada bulan Desember 2014 sampai dengan Januari 2015. Penelitian menggunakan metode purposive sampling dan data diperoleh berdasarkan uji Spektrofotometri Serapan Atom terhadap kandungan logam berat jenis Pb, Cd, Fe, Hg, dan minyak solar di 5 (lima) titik sampel. Di dapatkan hasil tingkat kandungan logam berat Cd (0,14 mg/L) dan Fe (0,56 mg/L) di Krueng Cangkoi telah melampaui ambang batas baku mutu berdasarkan Peraturan Pemerintah No: 82/2001 yaitu 0,01 mg/L pada Cd dan 0,3 mg/L pada Fe. Hasil indeks pencemaran di Krueng Cangkoi didapatkan nilai indeks pencemaran Fe yaitu 1,76 mg/L tergolong cemar ringan dan nilai indeks pencemaran Cd yaitu 3,91 mg/L tergolong cemar sedang berdasarkan baku mutu KeMenLH No: 115/2003.The objective of research to analyzed quantity of heavy metals types of: lead (Pb), cadmium (Cd), iron (Fe), mercury (Hg) and diesel fuel in estuaries of Krueng Cangkoi. Sampling was conducted on December 2014 until January 2015 in estuaries Krueng Cangkoi, Meulaboh, West Aceh. The data analyzed and research process at the Laboratory Research and Standardization Industry (BARISTAND) Banda Aceh. The research used purposive sampling method and the data was obtained by Atomic Absorption Spectrophotometry method test for heavy metal content types of: Pb, Cd, Fe, Hg and diesel fuel at 5 (five) sites sampling. The results of level of heavy metals Cd (0,14 mg/L) and Fe (0,56 mg/L) in Krueng Cangkoi has exceeded the quality standard threshold base on Government Regulation No: 82/2001 was 0,01 mg/L in Cd and 0,3 mg/L in Fe. The results of pollution index in Krueng Cangkoi obtained pollution index values of Fe was 1,76 mg/L classified of lightly-polluted and pollution index values of Cd was 3,91 mg/L classified of moderately-polluted based on quality standard of KemenLH No: 115/2003.</jats:p

    STATUS KEBERLANJUTAN KETERSEDIAAN SUMBERDAYA PERIKANAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis) DI PERAIRAN ACEH BARAT

    Full text link
    Fisheries production in West of Aceh was still insufficient to provide the local community consumption. However, fisheries resources in  West of Aceh water  are abundant. But utilization of fisheries particularly skipjack tuna (cakalang) hasn’t been yet optimalized. This aiming to analyse the status of sustainablity of skipjack (Katsuwonus pelamis) fisheries in West of Aceh water.  The study was conducted in November to Desember 2012 at the Fish Landing  Port of  Kuala Bubon  and Fish Landing Bases (PPI) Ujong Baroh. The result shown that sustainability index value by using multidimensional scaling is 88,42 with stress value is  0.12 and coefisien of determination (R2) is 0,95 or 95%. Such index value show that sustainablity of skipjack resources were good status. It means that multidimensional of skipjack stock were still paid attention in fisheries management sustainable. Beside that, it shown from water condition and fishing gears were still support viability of such comodity

    Kuantitas kandungan logam berat dan minyak solar di estuaria Krueng Cangkoi, Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kuantitas kandungan logam berat jenis timbal (Pb), kadmium (Cd), besi (Fe), merkuri (Hg), dan minyak solar di estuaria Krueng Cangkoi. Pengambilan sampel dilakukan di Krueng Cangkoi, Desa Padang Seurahet, Kecamatan Meureubo, Meulaboh, Aceh Barat. Analisa data dan proses penelitian dilaksanakan di Laboratorium Badan Riset dan Standardisasi Industri Daerah (BARISTAND) Kota Banda Aceh pada bulan Desember 2014 sampai dengan Januari 2015. Penelitian menggunakan metode purposive sampling dan data diperoleh berdasarkan uji Spektrofotometri Serapan Atom terhadap kandungan logam berat jenis Pb, Cd, Fe, Hg, dan minyak solar di 5 (lima) titik sampel. Di dapatkan hasil tingkat kandungan logam berat Cd (0,14 mg/L) dan Fe (0,56 mg/L) di Krueng Cangkoi telah melampaui ambang batas baku mutu berdasarkan Peraturan Pemerintah No: 82/2001 yaitu 0,01 mg/L pada Cd dan 0,3 mg/L pada Fe. Hasil indeks pencemaran di Krueng Cangkoi didapatkan nilai indeks pencemaran Fe yaitu 1,76 mg/L tergolong cemar ringan dan nilai indeks pencemaran Cd yaitu 3,91 mg/L tergolong cemar sedang berdasarkan baku mutu KeMenLH No: 115/2003. The objective of research to analyzed quantity of heavy metals types of: lead (Pb), cadmium (Cd), iron (Fe), mercury (Hg) and diesel fuel in estuaries of Krueng Cangkoi. Sampling was conducted on December 2014 until January 2015 in estuaries Krueng Cangkoi, Meulaboh, West Aceh. The data analyzed and research process at the Laboratory Research and Standardization Industry (BARISTAND) Banda Aceh. The research used purposive sampling method and the data was obtained by Atomic Absorption Spectrophotometry method test for heavy metal content types of: Pb, Cd, Fe, Hg and diesel fuel at 5 (five) sites sampling. The results of level of heavy metals Cd (0,14 mg/L) and Fe (0,56 mg/L) in Krueng Cangkoi has exceeded the quality standard threshold base on Government Regulation No: 82/2001 was 0,01 mg/L in Cd and 0,3 mg/L in Fe. The results of pollution index in Krueng Cangkoi obtained pollution index values of Fe was 1,76 mg/L classified of lightly-polluted and pollution index values of Cd was 3,91 mg/L classified of moderately-polluted based on quality standard of KemenLH No: 115/2003

    Indek dan Status Keberlanjutan Pulau Kecil Terluar: Studi Kasus Pesisir Pulo Raya Aceh Jaya

    Full text link
    Pulau-pulau kecil merupakan sebuah kawasan yang memiliki risiko dan terkena dampak dari perubahan lingkungan. Keterbatasan pulau kecil seperti ukuran yang kecil, marginalitas, dan insularitas yang dimiliki menjadikan pulau kecil memiliki risiko yang sangat tinggi terhadap perubahan lingkungan. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi potensi sumberdaya alam pesisir Pulau Pulo Raya dan menilai status indeks keberlanjutan pesisir Pulau Pulo Raya. Analisis keberlanjutan dilakukan dengan pendekatan Rapfish. Analisis Rapfish yang dilakukan pada lima dimensi (ekologi, ekonomi, sosial budaya, teknologi, dan kelembagaan). Atribut pada tiap-tiap dimensi/faktor yang paling berpengaruh adalah kondisi lingkungan perairan (dimensi ekologi); tingkat keuntungan budidaya rumput laut (dimensi ekonomi); kebersamaan sosial (dimensi sosial budaya); jenis kenderaan (dimensi teknologi); serta ketersediaan kelompok perikanan

    STATUS KEBERLANJUTAN EKOLOGI PADA PENGELOLAAN HUTAN MANGROVE DI PESISIR ACEH BARAT

    Full text link
    Almost mangrove forest in West of Aceh have already been destroyed by Tsunami in 2004. Urgently, we strive to recover the mangrove forest gradually. Prevously, we must study about sustainablity of mangrove forest in West of Aceh. This study aims to analyse the sustainability index and status of mangrove forest in multidimensional scaling. This research was conducted in December to February 2013 in West of Aceh of mangrove coastal. Mangrove Forest Sustainability Index Value of ecological dimensionworth 63.50. The results shown that good enough to used as one tool to evaluate policy Mangrove Forest sector in the region or regions rapidly (rapid appraisal). According to analysis of levelage shown that the high sensitivity of attributes is level of concord of  RTRW/RZWP3-K

    Teknologi Penangkapan Rajungan (Portunus pelagicus spp.) Ramah Lingkungan dengan Bubu Kubah di Kabupaten Aceh Barat Provinsi Aceh

    Full text link
    Fishermen of West Aceh District is still using a tool of unfriendly for environment namely mini trawl for blue swimming crab (Portunus pelagicus spp) fishing, so that it will impact the ecosytem of the sea and the damage to the fish resources such as blue swimming crab. For that reason, there needs to be an alternative of eco-friendly fishing technology to catching blue swimming crab and replace fishing gear unfriendly for environment i.e. mini trawl and exposing the blue swimming crab fishing is as main activity in West Aceh District where Ujong Baroh Village as pilot projetc location for this activity.  The community service program has carried out with IbM activity (Ipteks bagi Masyarakat). The activity was done on February – Agustus 2017, where education, practice and accomponiment was used as methods.  IbM program is expected to increase skill and business managerial as well as improving the economic situation of the coastal communities

    TINJAUAN KONDISI FISIK ATLET WUSHU KABUPATEN KERINCI

    Full text link
    The problem in this study was the athletes’s failureinthe game due to tiredness, even though the game time has not run out. Furthermore, in competing, Wushu athletes often lose speed in attacking or defending, the body was less agile to dodge and even punches, kicks and kickbacks were less powerful and not so hard.The type of the research was descriptive research. The population were all Wushu Athletes in Kerinci Regency in 2018. 15 samples were chosen. The sampling technique was done through "total sampling". The data consisted of primary and secondary data. The technique of data analysis was descriptive statistical analysis.The results shown that: 1) The level of limb muscle explosive power wushu athletes in Kerinci Regency was in the category of Prima and good, 2) The level of agility possessed by the Wushu athletesin Regency Kerinci was in the good category. It could be proved by the score. 7 out of 15 athletes scored were &lt;15.5 which categorized in the excellent category, 3) Level of speed of Wushu athletes in Kerinci Regency were in good category, this was indicated by the acquisition of a value between 6.44-7.31 that owned by 8 athletes with a percentage of 53.33 %. These were classified as a good classification.Masalah dalam penelitian ini adalah seringkali para atlet kalah dikarenakan faktor kelelahan, padahal waktu pertandingan belum habis. Selanjutnya pada baik itu disaat bertanding, para atlet Wushu sering kehilangan kecepatan dalam menyerang atau bertahan, tubuh kurang lincah untuk menghindar dan bahkan pukulan, tendangan dan bantingan kurang bertenaga dan kurang keras.Jenis penelitian ini tergolong pada penelitian deskriptif. Populasi adalah seluruh Atlet Wushu di Kabupaten Kerinci tahun 2018. Sampel yang diambil berjumlah sebanyak 15 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan “total Sampling”. Jenis data terdiri dari data primer dan sekunder. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis statistik deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Tingkat daya ledak otot tungkai atlet wushu Kabupaten Kerinci berada pada kategori Prima dan baik, 2) Tingkat kelincahan yang dimiliki oleh atlet Wushu Kabupaten Kerinci barada pada kategori baik dengan bukti bahwa sebanyak 7 orang dari 15 orang atlet memperoleh nilai &lt;15,5 yang masuk pada kategori baik sekali, 3) Tingkat kecepatan Atlet Wushu di Kabupaten Kerinci berada pada kategori baik, hal ini ditandai dengan perolehan nilai antara 6,44-7,31 dimiliki oleh 8 orang atlet dengan persentase sebesar 53,33% yang digolongkan pada klasifikasi baik

    SOSIALISASI TEKNOLOGI FISSION SEBAGAI ALTERNATIF PEMBIAKAN TERIPANG (Holothuria sp) BAGI MASYARAKAT SIMEULUE ACEH

    Full text link
    Perairan pulau Simeulue dianugrahi oleh sumberdaya alam yang berlimpah, seperti ikan karang, lobster, teripang dan organisme akuatik lainnya. Organisme akuatik selalu jadi target pemburuan nelayan karena memiliki harga jual yang tinggi terutama teripang. Eksplorasi yang berlebihan membuat populasi teripang di alam menurun dan terancam kelestarianya. Produksi budidaya teripang masih rendah karena benih diperoleh dari alam dan kegiatanya dilakukan secara tradisional. Pengetahuan nelayan juga rendah dalam hal pembiakan teripang. Disisi lain pembiakan teripang secara seksual membutuh fasilitas dan biaya operasional yang tinggi. Solusi yang diberikan adalah pembiakan teripang secara aseksual dengan teknologi fission. Teknologi ini sangat sederhana tanpa perlu fasilitas canggih, mudah di pahami oleh masyarakat dan biaya operasional murah. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan edukasi terhadap masyarakat simeulue. Transfer Iptek ini dilakukan kepada nelayan/masyarakat dengan metode sosialisasi pelestarian teripang dan teknik fission. Masyarakat antusias dalam mengikuti sosialisasi dan adanya peningkatan pengetahuan/wawasan baru tentang Teknik fission dan kesadara dalam menjaga kelestarian teripang di alam

    Rumpon Atraktor Ijuk: Teknologi Alat Bantu Penangkapan Ikan untuk Nelayan Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh

    Full text link
    Traditional fish aggregating devices (FADs) as fishing aids for surface gill net to catch pelagic fish were used by fishery community partner at Kuala Pesisir Sub District Nagan Raya District, so that operational/maintenance is high cost and those incomes of gill net’s fishermen obtains small.  Therefore, palm fiber FADs technology is expected to alternatively increase income of surface gill net fishermen. Education, training, and accompaniment is approached to accomplish fishermen problems. Community partnership programe (PKM) was conducted in March until November 2018. Community partnership programe has increased knowledge and skill for fishery community. In addition, the quality of palm fiber FADs technology is better than the traditional FADs and production of fish catching

    Hubungan Panjang Berat Hasil Tangkapan Jenis Lobster di Perairan Teluk Sinabang, Aceh

    Full text link
    Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek biologi lobster yang tertangle dengan perangkap atau secara langsung yang meliputi hubungan panjang berat setiap jenisnya. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilaleun dengan metode observasi, yaitu suatu teknik yang dinilai akurat dalam pengumpulan data. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai Juni 2024. Hasil tangkapan lobster yang didapatkan diperairan Teluk Sinabang sebanyak 3 spesies yaitu spesies lobster bambu, spesies lobster batik dan spesies lobster batu. Nilai pertumbuhan spesies lobster yang tertangkap diperairan Teluk Sinabang adalah b<3 menyatakan bahwasanya dinamika pertumbuhan pada hubungan panjang berat tergolong Allometrik negatif dengan nilai b masing-masing 2,7328, 2,9636 dan 2,9917.Kata kunci: Hubungan panjang dan berat. Teluk Sinabang, Lobste
    corecore