2 research outputs found

    AKIBAT DAN CARA MEMBERANTASNYA FASCIOLOPSIS BUSKI

    No full text
    Fasciolopsiasis adalah penyakit kecacingan yang disebabkan oleh Trematoda (Fasciolopsis buski). Penyakit ini yang ditularkan melalui kontak langsung dengan tinja manusia dan babi, termasuk dalam tumbuhan air, dan siput. WHO mengatakan bahwa Fasciolopsiasis masih tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat diberbagai negara dan merupakan program dari WHO pengendalian yang berkelanjutan. Meskipun pemerintah menganggap Fasciolopsiasis masih menjadi masalah kesehatan karena masyarakat sering berubah dalam kebiasaan makan, perubahan dalam praktek-praktek sosial dan pertanian, pendidikan kesehatan, industrialisasi, dan perubahan lingkungan. Perubahan iklim sekarang dan global tampaknya semakin mempengaruhi kecacingan Fasciolopsis buski, siput-borne, yang sangat tergantung pada faktor lingkungan. Fasiolopsiasis adalah contoh yang baik dari penyakit parasit yang muncul atau re-emerging dibanyak negara. Fasciolopsiasis ini sebagian besar menginfeksi pada anak-anak. Penulisan ini bertujuan: untuk mengembangkan atau mendalami materi penulisan dan menganalisis kejadian serta pemberantasan yang komprehensif dan efektif. Penelitian menggunakan metode pengambilan laporan tahunan Sudin Kesehatan Hulu Sungai Utara dan Anorital 2004 / 2008. Caranya adalah tinja diambil dengan lidi (seujung lidi) didicampur dengan NaCl 0,9% ditambah 1 tetes Eusin 2% kemudian dicampur rata dan ditutup dengan kaca penutup. Selanjutnya dibaca dibawah mikroskup dengan pembesaran awal 10x kemudian 40x untuk melihat telur atat cacing. Hasilya bisa dilihat diagram balok dimulai suvei sejak tahun 1985 sampai tahun 2007 telah diperiksa sebanyak 48.005 orang atau sampel dengan jumlah sampel yang positif Fasciolopsiosis sebanyak 2.211 orang dan sisanya negatif. Pada awal survei tahun 1985 ditemukan Fasciolopsiosis 148 sampel positif (prevalensinya 27%) dan 548 sampel negative. Pada diagram balok kosong dan diagram prevalensinya menunjukan nol atau 0,00% adalah tidak dilakukan survei terhadap kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) tersebut dan daerah lainnya tidak ikut dalam penelitian. Kesimpulan: dengan memutus mata rantai siklus kehidupan F. buski. Caranya: memberikan pendidikan dan pengetahuan untuk tidak mengkonsumsi bahan makanan mentah dan air mentah, mencuci tangan sebelum makan serta selalu memakai alas kaki merupakan cara yang efektif mencegah penyebaran fasciolopsiasis

    Early environmental quality and life-course mental health effects : The Equal-Life project

    No full text
    Background: There is increasing evidence that a complex interplay of factors within environments in which children grows up, contributes to children’s suboptimal mental health and cognitive development. The concept of the life-course exposome helps to study the impact of the physical and social environment, including social inequities, on cognitive development and mental health over time.Methods: Equal-Life develops and tests combined exposures and their effects on children’s mental health and cognitive development. Data from eight birth-cohorts and three school studies (N = 240.000) linked to exposure data, will provide insights and policy guidance into aspects of physical and social exposures hitherto untapped, at different scale levels and timeframes, while accounting for social inequities. Reasoning from the outcome point of view, relevant stakeholders participate in the formulation and validation of research questions, and in the formulation of environmental hazards. Exposure assessment combines GIS-based environmental indicators with omics approaches and new data sources, forming the early-life exposome. Statistical tools integrate data at different spatial and temporal granularity and combine exploratory machine learning models with hypothesis-driven causal modeling.Conclusions: Equal-Life contributes to the development and utilization of the exposome concept by (1) integrating the internal, physical and social exposomes, (2) studying a distinct set of life-course effects on a child’s development and mental health (3) characterizing the child’s environment at different developmental stages and in different activity spaces, (4) looking at supportive environments for child development, rather than merely pollutants, and (5) combining physical, social indicators with novel effect markers and using new data sources describing child activity patterns and environments.</div
    corecore