32 research outputs found
Mise au point d'un modèle élémentaire pluie-débit au pas de temps journalier
Attempt to identify the simplest mechanism that can describe rain-flow transformation by a watershed. A systematic research was conducted to build such mechanism based on operators that are also simple to define. Using data from 114 French watersheds, this type of model was validated with three parameters to be adjusted on each watershed. A parameter sensitivity study was conducted under the form of the definition of an approximate matrix of parameter variances and covariances. A brief statistical analysis was conducted to demonstrate the influence of climatic and morphological characteristics on these 3 parameters. The relationships help transpose a measured watershed to a nearby one. / Essai d'identification du mécanisme le plus simple qui puisse rendre compte de la transformation pluie-débit effectuée par un bassin versant. Une recherche systématique a été entreprise pour bâtir un tel mécanisme à partir d'opérateurs simples également à construire. A partir des données de 114 bassins versants français, on a pu valider un tel modèle en se limitant à trois paramètres à caler sur chaque bassin. Une étude de sensibilité des paramètres a été entreprise sous la forme de l'établissement d'une matrice approchée des variances et covariances des paramètres. Une analyse statistique sommaire a été entreprise pour essayer de mettre en évidence l'influence des catactéristiques climatiques et morphologiques usuelles sur ces 3 paramètres. Les relations obtenues permettent la transposition d'un bassin jaugé à un bassin voisin
Mise au point d'un modèle élémentaire pluie-débit au pas de temps journalier
Attempt to identify the simplest mechanism that can describe rain-flow transformation by a watershed. A systematic research was conducted to build such mechanism based on operators that are also simple to define. Using data from 114 French watersheds, this type of model was validated with three parameters to be adjusted on each watershed. A parameter sensitivity study was conducted under the form of the definition of an approximate matrix of parameter variances and covariances. A brief statistical analysis was conducted to demonstrate the influence of climatic and morphological characteristics on these 3 parameters. The relationships help transpose a measured watershed to a nearby one.Essai d'identification du mécanisme le plus simple qui puisse rendre compte de la transformation pluie-débit effectuée par un bassin versant. Une recherche systématique a été entreprise pour bâtir un tel mécanisme à partir d'opérateurs simples également à construire. A partir des données de 114 bassins versants français, on a pu valider un tel modèle en se limitant à trois paramètres à caler sur chaque bassin. Une étude de sensibilité des paramètres a été entreprise sous la forme de l'établissement d'une matrice approchée des variances et covariances des paramètres. Une analyse statistique sommaire a été entreprise pour essayer de mettre en évidence l'influence des catactéristiques climatiques et morphologiques usuelles sur ces 3 paramètres. Les relations obtenues permettent la transposition d'un bassin jaugé à un bassin voisin
ESTIMASI IMBUHAN AIRTANAH DAS CIDANAU MENGGUNAKAN MODEL NERACA KESETIMBANGAN AIR
Airtanah merupakan faktor penting bagi pembangunan ekonomi di wilayah Serang Barat dan Kota Cilegon, dimana kedua wilayah ini terletak di dalam DAS Cidanau. Selain itu, imbuhan airtanah sangat dibutuhkan untuk memastikan keberlanjutan dan pengelolaan airtanah di suatu wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi resapan airtanah DAS Cidanau menggunakan metode Thornthwaite, Dingman, Dingman−Hamon dan Edijatno−Michel. Keempat metode estimasi pengimbuhan airtanah tersebut merupakan metode kesetimbangan air yang berlandaskan model neraca kesetimbangan air. Software ESPERE version 2 digunakan untuk menganalisis kesetimbangan air berdasarkan keempat metode tersebut. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga klaster nilai imbuhan airtanah di lokasi penelitian yaitu Thronthwaite (157 mm/tahun), Dingman−Hamon (125 mm/tahun), dan Edijatno−Michel (186 mm/tahun). Ketiga perbedaan nilai ini disebabkan oleh adanya perbedaan kalkulasi nilai hujan efektif metode- metode tersebut, dimana metode Dingman dan metode Edijatno−Michel memiliki kecenderungan pola kalkulasi yang sama. Imbuhan airtanah hanya sekitar 7,8 – 11,6 % dari jumlah hujan tahunan yang ada di lokasi penelitian. Sekitar 80 % dari hujan tahunan di konversikan menjadi evapotranspirasi potensial dan sisanya menjadi limpasan permukaan. Dengan mempertimbangkan kondisi geologi - hidrometeorologi Indonesia yang cenderung kompleks, metode Thornthwaite dan metode Dingman−Hamon direkomendasikan untuk perhitungan nilai imbuhan airtanah yang ada di Indonesia. ABSTRACT − Groundwater Recharge Estimation using Water Budget Method in Cidanau Watershed. Groundwater is an important factor for economic development in West Serang and Cilegon City. These areas are located within the Cidanau watershed. Moreover, groundwater recharge is crucial to ensure the sustainability and the management of groundwater in an area. This study aims to estimate groundwater recharge in the Cidanau watershed using the Thornthwaite, Dingman, Dingman−Hamon, and Edijatno−Michel methods. These four groundwater recharge estimation methods are water budget method based on the water balance model analysis using the ESPERE version 2 software. The results show three clusters of annual groundwater recharge values in the research location, which are Thronthwaite (157 mm/year), Dingman−Hamon (125 mm / year), and Edijatno−Michel (186 mm / year). The three different values were derived from differences in the effective rainfall values calculations in those three methods. The Dingman and the Edijatno−Michel method tend to have a similar calculation pattern. The groundwater recharge is only 7.8 − 11.6 % of the total annual rainfall in the study area. It is estimated that 80% of the annual rainfall is converted into potential evapotranspiration, and the rest becomes surface runoff
Perencanaan Embung Gunung Rancak 2, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang
Embung Gunung Rancak 2 terletak di Sungai Umbaran Desa Gunung Rancak Kecamatan Robatal Kabupaten Sampang. Pembangunan Embung Gunung Rancak 2 dengan daerah aliran sungai (DAS) seluas 0,3871 km2 ini diharapkan mampu menyediakan air baku untuk penduduk Desa Gunung Rancak. Dalam suatu perencanaan embung diperlukan pertimbangan dan perhitungan – perhitungan sehingga didapatkan suatu hasil yang efisien dan paling ekonomis. Pertimbangan-pertimbangan yang perlu diperhatikan adalah kebutuhan air baku yang sesuai dengan proyeksi pertumbuhan masyarakat, volume curah hujan yang dapat memenuhi embung, dan kondisi topografi pada lokasi. Sehingga pada akhirnya akan diperoleh bangunan embung yang efisien untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat sesuai kondisi di lapangan. Hasil perencanaan pada tugas akhir ini adalah debit banjir rencana yang digunakan dengan periode ulang 100 tahun adalah sebesar 9,55 m3/dt dan tinggi muka air di atas pelimpah saat kondisi banjir adalah 0,681 m. Elevasi puncak spillway yang digunakan +106,18 m. Spillway direncanakan dengan tipe Ogee lengkap dengan bangunan pelengkapnya. Bangunan spillway beserta bangunan pelengkapnya sudah dianalisa stabilitasnya meliputi : kontrol guling, kontrol geser, kontrol daya dukung tanah, dan kontrol daya dukung bangunan peredam energi. Dengan hasil bangunan yang direncanakan masih tergolong aman
Irrigation System Performance Evaluation of Sub Irrigation Area of Jejeruk Kiri Tambran Using Public Works Minister’s Regulation No. 32 in 2007 and Fuzzy Set Theory
Analisis Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Dalam Penilaian Kinerja Sistem Jaringan Irigasi Pada Daerah Irigasi Wawotobi di Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara
PERENCANAAN ULANG SISTEM DRAINASE PERUMAHAN SUKOLILO PARK REGENCY DI SURABAYA TIMUR
Perumahan merupakan salah satu contoh pertumbuhan fisik yang menjadi kebutuhan papan manusia. Akses jalan yang semakin baik di wilayah Surabaya Timur, membuat pengembang properti mendirikan Perumahan Sukolilo Park Regency. Perubahan tata guna lahan yang sebelumnya merupakan daerah tambak dan kondisi drainase yang kurang memadai mengakibatkan di lokasi studi masih terjadi banjir. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, perlu dilakukan perencanaan ulang sistem drainase dengan cara mengevaluasi saluran eksisting.Analisis yang dilakukan dalam pengerjaan tugas akhir ini yaitu analisis hidrologi untuk mendapatkan debit banjir rencana dan analisis hidrolika untuk mengevaluasi debit saluran eksisting dengan debit rencana. Untuk menghitung curah hujan rencana menggunakan metode distribusi Normal, Log Normal, Log Pearson III, dan Gumbel. Hasil pengolahan data hujan diperoleh metode uji parameter terpilih yaitu Distribusi Normal dengan besarnya curah hujan 5 tahun sebesar 127,981 mm. Setelah dilakukan kontrol kapasitas, saluran eksisting tidak mampu mengalirkan debit banjir rencana sehingga direncanakan penampang baru serta analisis kolam tampung dan pompa air. Berdasarkan hasil analisis hidrologi, didapatkan curah hujan rencana periode ulang 5 tahun sebesar 127,981 mm. Kapasitas saluran eksisting tidak mampu mengalirkan debit banjir rencana sehingga direncanakan penampang baru menggunakan U-ditch. Dimensi terbesar U-ditch untuk saluran tersier 1,0 meter × 1,2 meter sedangkan untuk saluran sekunder 1,0 meter × 1,2 meter. Dimensi kolam tampung eksisting 50,35 meter × 175,5 meter dengan kedalaman 1,38 meter. Pengoperasian kolam tampung direncanakan dilengkapi pintu air dan pompa berkapasitas 0,139 m 3 /detik dan 0,100 m 3 /detik Dengan demikian masalah banjir yang terjadi dapat diselesaikan.
A Comparative Study of Water Quality Characteristics at East Java River
Water is the natural resources have the function of very importance for human life and also as authorized capital in development. Water will influence by the other component. Exploiting of water to support all human life must done with wise action to management so that not result damage at water resource. As place relocation of water hence river have the selected capacities that able to change because natural activity and antropogenik. This research was conducted in nine major rivers in East Java. The objectives of this study were: 1) Identifying the characteristics and concestration range of water quality parameter, 2) Comparison the level of pollution in rivers in East Java. The results of this study indicated that the characteristic of water quality parameter of rivers in East Java were generally physical, chemical and biological. The comparison result of water quality parameter basically showed that in general the pH was still under threshold that had been determined, that was pH from 6 to 9. In general, DO concentration ranged from 0.5 mg/l to 7 mg/l, BOD concentration ranged from 3 mg/l to 11 mg/l and the COD concentration ranged between 0.5 mg/liter to 35 mg/l
PERENCANAAN BENDUNG AMOHALO DI KECAMATAN BARUGA KOTA KENDARI
Bendung Amohalo berlokasi di Kecamatan Baruga Kota Kendari. Dengan luasan DAS (daerah aliran sungai) 38,63 km2. Adapun sungai yang dibendung adalah sungai Amohalo. Alasan yang mendasari perlunya dibangun bendung tersebut antara lain tingginya elevasi sebagian area sawah yang ada di DAS sungai Amohalo, sehingga tidak dapat langsung diairi. Maka dalam hal ini dengan adanya bendung tersebut, diharap areal sawah seluas 577 ha dapat terairi. Dampak sebelum adanya bendung berakibat buruk terhadap pertanian dan kondisi ekonomi penduduk.Perencanaan bendung didasarkan pada debit banjir rencana dengan periode ulang T=100 tahun, Dalam hal ini, pembahasan meliputi analisa hidrologi, perhitungan kebutuhan air sawah, perencanaan teknis tubuh bendung, dan perhitungan stabilitas bendung.Dari perhitungan digunankan metode Nakayasu yang kemudian didapat besar debit banjir periode ulang 100 tahun (Q100) = 149,368 m3/dtk, elevasi muka air banjir pada ketinggian +17,686 m, elevasi mercu bendung pada ketinggian +16,7 m, elevasi dasar sungai pada ketinggian +13,45 m, pola tanam padi-palawija-bero, kebutuhan air untuk lahan sebesar 1,0187 m3/dtk. Mercu bendung direncanakan tipe bulat, kolam olak tipe ambang ujung dan bangunan ukur yang digunakan adalah ambang lebar. Dari analisis stabilitas tubuh bendung dalam kondisi stabil terhadap geser, guling, retak dan bangunan tidak turun
