1,720,969 research outputs found

    PENGISIAN AIRTANAH BUATAN (ARTIFICIAL RECHARGE) DALAM RANGKA MENGATASI BENCANA BANJIR LONGSOR DAN KETERSEDIAAN AIR TANAH DI KOTA PADANG

    Full text link
    Problem of flooding and landslides in Indonesia are already an issue ordinary and natural, is due to geological conditions, geomorphological and meteorological Indonesia is very appropriate, ditambahlagi with the increasing number of population so many changes in land use of natural land into land settlements and land courts work. As a result, the problem of floods and landslides remain overshadow our lives. Several methods of flood and landslide risk reduction that can be done is to increase the capacity of infiltration of rainwater into the ground, therefore naturally infiltration process is reduced, then the artificial infiltration also can be done by methods as follows; Methods of spreading water on the surface "Water spreading", include; Methods basin.  "Basin Method), Method trenches "Furrow method", Method of natural channel "Natural channel method", Method immersion "Flooding method" , method of irrigation (irrigation method), method of replenishment of groundwater through pits, charging method of groundwater through wells injekasi, method "induced recharge". With this method, the risk of flooding and landslides will be reduced and even stopped with the help of other technical methods, in addition to the availability of the amount of groundwater can also be maintained.Keywords; Flood, Infiltration and Groundwate

    Analisis Potensi Objek Wisata Kara Sangadulo (Batu Bertelur) Di Kecamatan Alasa Kabupaten Nias Utara

    Full text link
    Tujuan dari penelitian ini adalah : (1) untuk menganalisis potensi objek wisata Kara Sangadulo (2) untuk mengetahui kendala yang ada di objek wisata Karasangadulo sehingga kurang diminati (3) untuk mengetahui strategi pengembangan objek wisata Kara Sangadulo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dan menggunkan analisis SWOT sebagai strategi pengembangan objek wisata. Teknik pengumpulan data dari penelitian ini adalah observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil dari penelitian ini adalah : (1) objek wisata Kara Sangadulo memiliki potensi sumber daya alam dan potensi kebudayaan, sedangkan untuk potensi sumber daya manusia pada objek wisata ini sangat terbatas (2) objek wiasata Kara Sangadulo memiliki kendala sehingga mengurangi minat wisatawan yakni:  kurangnya peran masyarakat dalam sektor pariwisata, sarana dan prasarana yang belum ada,  aksesbilitas yang belum : memadai, belum adanya sistem promosi objek wisata kara sangadulo, dan kurangnya prioritas pemerintah terhadapat sektor pariwisata. (3) strategi pengembangan objek wisata Kara Sangadulo dengan menggunakan : kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman. &nbsp

    Pola Keruangan Peternak Ayam Pedaging (Broiler) Di Kecamatan Situjuah Limo Nagari Kabupaten Lima Puluh Kota

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik profil peternak ayam pedaging (Broiler), pola keruangan Kandang ayam Pedaging, seta sistem pemasaran yang digunakan oleh peternak ayam pedaging di Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Lima Puluh Kota. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pola sebaran kandang ayam di Kecamatan Situjuah Limo Nagari, menggunakan tools Nearest Neighbor Analysis (NNA). Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian Deskriptif Kuantitatif di lokasi penelitian. Hasil penelitian yang di dapatkan menunjukkan bahwa peternak ayam didominasi oleh laki-laki dengan usia produktif dan tingkat pendidikan tamatan Sekolah Menengah Atas (SMA). Analisis terhadap pola persebaran lokasi kandang ayam pedaging menunjukkan pola mengelompok (Clustered), dengan nilai T yang dihasilkan pada persebaran kandang ayam pedaging sebesar 0,007001. Dalam distribusi pengiriman ayam pedaging lebih banyak menggunakan kendaraan pribadi karena dianggap lebih fleksibel dan praktis

    KEHIDUPAN SOSIAL PENAMBANG EMAS DI KELURAHAN PASAR HILIR KECAMATAN PANYABUNGAN KABUPATEN MANDAILING NATAL

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data, mengolah, menganalisis dan membahas tentang Kehidupan Sosial Masyarakat Penambang Emas Kelurahan Pasar Hilir Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal ditinjau dari: 1) hubungan kekerabatan masyarakat penambang emas, 2) cara pandang penambang emas terhadap pergaulan masyarakat, 3) cara pandang penambang emas terhadap budaya gotong royong masyarakat, 4) kehidupan rumah tangga masyarakat penambang emas. Jenis penelitian ini tergolong pada penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga yang memiliki profesi sebagai penambang emas di Kelurahan Pasar Hilir Kecamatan Panyabungan. Sampel penelitian diambil dengan teknik Proportional Random Sampling yakni pengambilan sampel dari anggota populasi dengan menggunakan acak tanpa memperhatikan strata dalam populasi. Pengumpulan data menggunakan angket terbimbing, Skala pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan metode Likerts Summated Rating (LSR), dengan menggunakan 5 (lima) kategori jawaban setiap jawaban responden menggunakan interval 1 sampai dengan 5.Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa Kehidupan Sosial Masyarakat Penambang Emas Kelurahan Pasar Hilir Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal sebagai berikut: 1) Hubungan kekerabatan masyarakat penambang emasdalam kategori baik dengan skor 1890, 2) Cara pandang penambang emas terhadap pergaulan masyarakat dikategorikan cukup baik dengan skor rata-rata 1442, 3) Cara pandang penambang emas terhadap budaya gotong royong masyarakat dikategorikan cukup baik dengan skor rata-rata 1434,  4)  Kehidupan rumah tangga masyarakat penambang emas dikategorikan baik dengan skor rata-rata 841.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data, mengolah, menganalisis dan membahas tentang Kehidupan Sosial Masyarakat Penambang Emas Kelurahan Pasar Hilir Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal ditinjau dari: 1) hubungan kekerabatan masyarakat penambang emas, 2) cara pandang penambang emas terhadap pergaulan masyarakat, 3) cara pandang penambang emas terhadap budaya gotong royong masyarakat, 4) kehidupan rumah tangga masyarakat penambang emas. Jenis penelitian ini tergolong pada penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga yang memiliki profesi sebagai penambang emas di Kelurahan Pasar Hilir Kecamatan Panyabungan. Sampel penelitian diambil dengan teknik Proportional Random Sampling yakni pengambilan sampel dari anggota populasi dengan menggunakan acak tanpa memperhatikan strata dalam populasi. Pengumpulan data menggunakan angket terbimbing, Skala pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan metode Likerts Summated Rating (LSR), dengan menggunakan 5 (lima) kategori jawaban setiap jawaban responden menggunakan interval 1 sampai dengan 5.Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa Kehidupan Sosial Masyarakat Penambang Emas Kelurahan Pasar Hilir Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal sebagai berikut: 1) Hubungan kekerabatan masyarakat penambang emasdalam kategori baik dengan skor 1890, 2) Cara pandang penambang emas terhadap pergaulan masyarakat dikategorikan cukup baik dengan skor rata-rata 1442, 3) Cara pandang penambang emas terhadap budaya gotong royong masyarakat dikategorikan cukup baik dengan skor rata-rata 1434,  4)  Kehidupan rumah tangga masyarakat penambang emas dikategorikan baik dengan skor rata-rata 841

    Pengaruh Kapasitas Tampung Sungai terhadap Ketinggian Banjir Batang Sumani Solok

    Full text link
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui debit banjir maksimum Batang Sumani, (2) Mengetahui debit Batang Sumani, (3) Mengetahui kapasitas tampung Batang Sumani, dan (4) Mengetahui pengaruh kapasitas tampung sungai terhadap banjir Batang Sumani. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik analisis data menggunakan metode rasional yang memanfaatkan data curah hujan, luas DAS dan penggunaan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Debit banjir maksimum Sub DAS Buluh 7,51 m3/s, Sub DAS Lembang 48,01 m3/s, Sub DAS Cupak 55,76 m3/s dan Sub DAS Lubuk Selasih 60,8 m3/s. (2) Debit sungai Sub DAS Buluh 2,98 m3/s, debit sungai Sub DAS Lembang 3,4 m3/s, Debit sungai Sub DAS Cupak 3,36 m3/s dan debit sungai Sub DAS Lubuk Selasih 4,2 m3/s. Total debit Batang Sumani 13,8 m3/s. (3) Kapasitas tampung sungai Sub DAS Buluh 7,46 m3/s, kapasitas Sub DAS Lembang 5,26 m3/s, kapasitas Sub DAS Cupak 5,88 m3/s dan kapasitas Sub DAS Lubuk Selasih 6,96 m3/s. Kapasitas tampung sungai rata-rata Batang Sumani 6,39 m3/s. (4) Kapasitas tampung sungai terhadap banjir Batang Sumani memiliki pengaruh negatif sangat kuat. Setiap penambahan 1 m3/s kapasitas tampung sungai, ketinggian banjir akan berkurang 0,634 cm

    PARTISIPASI MASYARAKAT PASCA BANJIR DI KAMPUNG AKAD KECAMATAN LENGAYANG KABUPATEN PESISIR SELATAN

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data, informasi, menganalisis dan membahas tentang: Partisipasi masyarakat terkait harta benda pasca banjir, partisipasi masyarakat terkait tenaga pasca banjir, dan partisipasi masyarakat terkait buah pikiran pasca banjir. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan penelitian adalah masyarakat Kampung Akad. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Observasi menggunakan catatan lapangan serta rekaman video, wawancara dilakukan terhadap warga guna memperoleh data lebih lengkap. Hasil penelitian tentang partisipasi masyarakat pasca banjir yaitu: 1) kurang berpartisipasinya masyarakat dalam harta benda seperti iuran, makanan, P3K, peralatan gotong royong dan transportasi. Terlihat bahwa masyarakat kebanyakan hanya menunggu bantuan datang dari pemerintah daerah. 2) partisipasi masyarakat dalam bentuk tenaga pasca terjadi banjir yaitu banyaknya partisipasi masyarakat dalam bergotong royong membersihkan lingkungan Kampung Akad Kenagarian Kambang Utara, serta adanya bantuan dari luar daerah yang ikut berpartisipasi membantu masyarakat Kampung Akad seperti Tim SAR dan sanak-saudara yang ikut membantu. 3) pasca terjadi banjir adanya bentuk partisipasi masyarakat dalam buah pikiran dengan melakukan musyawarah dan mufakat, terlihat di lapangan sesama warga kurang berpartisipasi. Di kampung Akad ini tidak memiliki kotak suara sama sekali dalam memberikan pendapat atau saran, warga Kampung Akad hanya membicarakannya langsung kepada Kepala Kampung, sehingga Kepala Kampunglah yang akan mengajukan saran warga ke pihak yang lebih tinggi seperti Kenagarian, Camat dan Bupati.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data, informasi, menganalisis dan membahas tentang: Partisipasi masyarakat terkait harta benda pasca banjir, partisipasi masyarakat terkait tenaga pasca banjir, dan partisipasi masyarakat terkait buah pikiran pasca banjir. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan penelitian adalah masyarakat Kampung Akad. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Observasi menggunakan catatan lapangan serta rekaman video, wawancara dilakukan terhadap warga guna memperoleh data lebih lengkap. Hasil penelitian tentang partisipasi masyarakat pasca banjir yaitu: 1) kurang berpartisipasinya masyarakat dalam harta benda seperti iuran, makanan, P3K, peralatan gotong royong dan transportasi. Terlihat bahwa masyarakat kebanyakan hanya menunggu bantuan datang dari pemerintah daerah. 2) partisipasi masyarakat dalam bentuk tenaga pasca terjadi banjir yaitu banyaknya partisipasi masyarakat dalam bergotong royong membersihkan lingkungan Kampung Akad Kenagarian Kambang Utara, serta adanya bantuan dari luar daerah yang ikut berpartisipasi membantu masyarakat Kampung Akad seperti Tim SAR dan sanak-saudara yang ikut membantu. 3) pasca terjadi banjir adanya bentuk partisipasi masyarakat dalam buah pikiran dengan melakukan musyawarah dan mufakat, terlihat di lapangan sesama warga kurang berpartisipasi. Di kampung Akad ini tidak memiliki kotak suara sama sekali dalam memberikan pendapat atau saran, warga Kampung Akad hanya membicarakannya langsung kepada Kepala Kampung, sehingga Kepala Kampunglah yang akan mengajukan saran warga ke pihak yang lebih tinggi seperti Kenagarian, Camat dan Bupati

    DEVELOPING ASSESSMENT DEVICES ON DISASTER GEOGRAPHY COURSE TO IMPROVE CRITICAL THINKING ABILITY

    Full text link
    This study was aimed at developing valid learning assessment device in Disaster Geography courses. The research method used was research and development model. The study was carried out at the College of Teacher Training and Education (STKIP) PGRI, West Sumatra. This study was conducted in 2017 with the subject of education students who took disaster geography courses. The development device in this study followed the general design proposed by Plomp which consists of 3 phases namely preliminary research, prototyping, and assessment phases. The result shows that product development need to be evaluated from the material and evaluation experts. The developed assessment must be equipped for all material. In the assessment of activities, self-assessment and peer assessment are an integral part of the evaluation process in disaster geography course. In order to develop practical product as demanded by university curricullum, the device must be harmonized with the assessment process contained in Indonesian National Qualifications Framework and National Standards and also focuses to all authentic aspects of assessment. PENGEMBANGAN PERANGKAT ASESMEN PEMBELAJARAN GEOGRAFI BENCANA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITISPenelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat asesmen pembelajaran yang valid dalam matakuliah Geografi Bencana. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan dengan model pengembangan. Tempat dilaksanakan penelitian ini di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Sumatera Barat. Waktu dilaksanakannya penelitian yaitu pada tahun 2017 dengan subjek penelitian yaitu mahasiswa pendidikan geografi yang sudah mengambil mata kuliah geografi bencana. Perangkat pengembangan dalam penelitian ini mengikuti perangkat umum desain penelitian menurut Plomp yang terdiri atas 3 fase yaitu preliminary research, prototyping, dan assessment phases. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan pengembangan produk membutuhkan ahli evaluasi dan ahli untuk materi yang dikembangkan. Asesmen yang dikembangkan harus dilengkapi untuk seluruh materi. Pada asesmen aktivitas, penilaian diri dan penilaian teman sejawat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses evaluasi dalam perkuliahan geografi bencana. Agar produk yang dikembangkan praktis digunakan dan mengikuti proses asesmen yang dituntut oleh tujuan perkuliahan agar dalam menyusun perangkat menyelaraskan dengan proses penilaian dalam KKNI- SN Dikti dan memperhatikan seluruh aspek penilaian yang otentik

    IDENTIFIKASI PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DISEMPADAN BATANG ARAU TAHUN 2005-2015 KOTA PADANG

    Full text link
    Abstract This study aims to: 1) Know the land use in Batang Arau border in 2005-2015 2) Know the changes in land use in Batang Arau border in 2005-2015.                 This research is a quantitative research using descriptive approach. Date used Quickbird Image in 2005 and Image SPOT 6 2015. Analysis using overlay method of land use map with the help of ArcGis 10.1 software. In this research, 1) Land use in river  Arau Border in 2005 is dominated by settlement covering 236,639 Ha, mixed plantation covers 100,409 Ha, rice field covers 91,946 Ha and forest is 15,266 Ha. While the dominant land use in 2015 is still the same as the land use in 2005, the settlement covers 250,295 ha, the area of ​​mixedplantation land is increased by 130,096 Ha with the width of rice field decreasing about 43,48 Ha and the forest land area is increasedabout 20,428 Ha. 2)The change of land use are reduce with widespread rice fields -14,412 Ha, while the expansion of land use is a settlement with an area of 22,986 Ha, a forestwith an area of 10,104 Ha, a mixed garden with an area of 17,072 Ha.   Keywords: Land Use, Change, Border Lin

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
    corecore