4 research outputs found
PENGARUH PEMBERIAN KARBOL SEBAGAI DESINFEKTAN TERHADAP JUMLAH ANGKA KUMAN PADA LANTAI RUANG PARIKESIT KELAS III RUMAH SAKIT TK III.04.06.01 WIJAYAKUSUMA PURWOKERTO TAHUN 2017
Kementerian Kesehatan Republik IndonesiaPoliteknik Kesehatan Kemenkes SemarangJurusan Kesehatan Lingkungan PurwokertoProgram Studi Diploma III Kesehatan LingkunganKarya Tulis Ilmiah, Juli 2017AbstrakStylla Vonch Endiyono ([email protected])PENGARUH PEMBERIAN KARBOL SEBAGAI DESINFEKTAN TERHADAP JUMLAH ANGKA KUMAN PADA LANTAI RUANG PARIKESIT KELAS III RUMAH SAKIT TK III 04.06.01 WIJAYAKUSUMA PURWOKERTO TAHUN 2017xvi + 91 Halaman : gambar, tabel, lampiranPasien di rumah sakit sangat rentan terhadap penyakit, sehingga kebersihan lantai rumah sakit perlu diperhatikan. Lantai rumah sakit yang kotor menjadi tempat pertumbuhan mikroorganisme patogen, maka dari itu perlu dilakukan pelaksanaan desinfeksi dengan menggunakan desinfektan. Desinfektan merupakan bahan kimia yang digunakan untuk membunuh mikroorganisme patogen. Apabila desinfektan dosisnya kurang efektif, kemungkinan mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme yang ada di lantai rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan jumlah angka kuman pada lantai sebelum dan sesudah pemberian desinfektan di Ruang Parikesit Kelas III Rumah Sakit TK III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian analitik. Pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, pengukuran, pemeriksaan dan perhitungan jumlah kuman. Data dalam penelitian disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Analisis data yang digunakan adalah uji t test (pre-post). Berdasarkan hasil uji t test pada penelitian ini, menunjukkan terdapatnya perbedaan jumlah kuman lantai antara sebelum dan sesudah pemberian desinfektan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah kuman pada lantai Ruang Parikesit Kelas III belum memenuhi standar yang disyaratkan, berdasarkan Kepmenkes RI No.1204/Menkes/SK/X/2004, yaitu 5-10 koloni/cm2 dan hasil penelitian pada Ruang Parikesit Kelas III, yaitu sebelum pemberian desinfektan memiliki rata-rata mencapai 314,8 koloni/cm2 dan sesudah pemberian desinfektan memiliki rata-rata mencapai 22,8 koloni/cm2.Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian desinfektan pada saat pengepelan dapat menghambat perkembangan jumlah kuman pada lantai. Peneliti menyarankan dalam pengepelan ruang perawatan selalu menggunakan desinfektan, dan untuk menjaga agar angka kuman lantai tetap dibawah standar, dengan dilakukan pemeriksaan angka kuman secara teratur maksimal tiga bulan sekali oleh petugas.Kepustakaan : 20 (1987-2015)Kata Kunci : Rumah Sakit, Kuman Lantai, Desinfektan,Kesehatan LingkunganKlasifikasi :
Analisis Dampak Keberadaan Tempat Pembuangan Akhir Sampah Penujah terhadap Upaya Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup
Keberadaan TPA dapat memberikan manfaat, yaitu menciptakan lapangan pekerjaan untuk masyarakat sekitar, selain itu ada juga kerugian, diantaranya masyarakat rentan mengalami masalah kesehatan, rendahnya kualitas air dan kualitas udara. TPA Penujah merupakan TPA yang berada di Desa Penujah, Kabupaten Tegal yang telah beroperasi sejak tahun 1987. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi permasalahan sampah di Kabupaten Tegal, diantaranya peningkatan jumlah penduduk yang diikuti dengan meningkatnya volume sampah, bak penampung air lindi tidak tersedia, sehingga rentan mencemari sumber air masyarakat, kualitas udara buruk berasal dari pembusukan bahan organik terutama saat petugas melakukan aktivitas pengerukan, rendahnya partisipasi aktif dari masyarakat dalam mengatasi permasalahan sampah sehingga masih sedikit masyarakat yang sadar akan pengelolaan sampah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keberadaan TPA Penujah, untuk mengetahui kualitas lingkungan hidup di sekitar TPA Penujah, untuk menganalisis dampak keberadaan TPA Penujah terhadap upaya peningkatan kualitas lingkungan hidup dan untuk membuat strategi pengelolaan TPA Penujah.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode campuran kualitatif dan kuantitatif. Pengumpulan data dengan cara observasi, penelitian menggunakan teknik obsevasi berperan serta, dimana peneliti akan terlibat langsung dengan aktivitas orang yang sedang diteliti, wawancara mendalam, peneliti melakukan wawancara mendalam dengan pegawai TPA Penujah dan pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tegal,penyebaran kuisioner, peneliti menyebarkan kuisioner kepada responden, yaitu masyarakat Desa Penujah dan Desa Dermasuci,pengukuran, dilakukan untuk mengukur kualitas air secara fisik dan kimia, pemeriksaan sampel, peneliti melakukan pemeriksaan sampel ke laboratorium untuk megukur parameter kualitas air secara mikrobiologi dan dokumentasi, pengumpulan berupa foto lokasi sebagai pendukung dari wawancara dan observasi. Data dalam penelitian disajikan dalam bentuk tabel dan narasi.
Hasil penelitian ini adalah : 1) Estimasi nilai manfaat yang diperoleh sebesar 45.600.000/ tahun dan estimasi nilai kerugian yang diperoleh sebesar `16.428.000/tahun sedangkan nilai Benefit Cost Ratio (BCR) sebesar 1,95, 2) Kualitas lingkungan hidup berupa kualitas fisik air memenuhi persyaratan sedangkan kualitas mikrobiologi ada beberapa yang tidak memenuhi syarat, berdasarkan Permenkes RI Nomor 32 Tahun 2017, yaitu 0 CFU/100 ml untuk E.coli dan 50 CFU/100 ml untuk total coli, sedangkan rata-rata masyarakat di sekitar TPA Penujah yang menjadi responden mengeluhkan mengalami sakit tenggorokan, batuk, ISPA, demam, sakit kepala, dan diare, 3) Hasil uji regresi linear menunjukkan hasil bahwa ada pengaruh positif antara dampak keberadaan TPA terhadap upaya peningkatan kualitas lingkungan hidup, 4) SWOT menghasilkan strategi SO (Strenght – Opportunity) pada kuadran I, yaitu melibatkan masyarakat dalam program pengelolaan sampah dan pendidikan lingkungan, mengoptimalkan penggunaan sarana dan prasarana, menyediakan program pelatihan bagi masyarakat
WORK ACTIVITIES AFFECTING MYOPIA PREVELENCE
Introduction: One of the eye diseases experienced by children, adults, and the elderly is Myopia. Myopia is a refractive error in the eye where the resulting image point falls in front of the retina. Time spent on near vision work and lack of outdoor activities are environmental factors of great concern .The purpose of this scoping review is to find out how work activities affect the prevalence of myopia. The method in this study uses the literature study method. The data was carried out by searching the Science Direct database, the Oxford Journal and Google Scholar. The result of this scoping review is that myopia is caused by using computers at a young age and sitting too much to read indoors which causes myopia and efforts to prevent myopia are by limiting the use of computer screens and doing outdoor activities
Edukasi Masyarakat Millennial Pedesaan Melalui Transfer Teknologi Vertiminaponik
Salah satu misi Desa Gumelar, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas adalah mengembangkan potensi unggulan desa yang berbasis pada komoditi hasil-hasil pertanian. Misi tersebut belum sepenuhnya didukung oleh sumber daya manusianya, hal ini antara lain karena semakin menurunnya minat generasi muda untuk berprofesi di bidang pertanian. Krisis petani banyak dihadapi oleh sebagian besar masyarakat pedesaan. Image petani bagi generasi muda adalah identik dengan kegiatan yang memeras keringat, membajak dan menanam padi atau sayuran di bawah terik matahari, menghalau hama dan mengairi sawah, merupakan suatu pekerjaan yang menguras tenaga dan melelahkan. Persepsi seperti inilah yang harus didekonstruksi agar maindset generasi muda memiliki penilaian baru terhadap petani. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan adalah melalui pendekatan IPTEKS menggunakan inovasi teknologi tepat guna seperti halnya hidroponik dan vertiminaponik. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah mengenalkan dan meningkatkan minat masyarakat khususnya generasi muda warga Desa Gumelar terhadap profesi petani khususnya petani modern yang mampu mengupdate teknologi budidaya produk-produk seperti aplikasi vertiminaponik. Metode tersebut dapat digunakan sebagai sarana mengembangkan komoditas pertanian khususnya sayur-sayuran. Pendekatan metode pengabdian masyarakat yang digunakan adalah studi kasus melalui survey dan observasi secara langsung, pengukuran persepsi responden terhadap profesi petani dilakukan menggunakan metode skor rerata yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan persepsi responden terhadap profesi petani termasuk dalam kategori cukup baik dengan skor rerata 2,98. Kriteria persepsi terhadap aplikasi teknologi budidaya vertiminaponik termasuk dalam kategori baik dengan skor rerata 3,58
