3 research outputs found
ULIKAN STRUKTURAL JEUNG AJÉN ÉTNOPÉDAGOGIK DINA RUMPAKA TEMBANG CIANJURAN WANDA PANAMBIH KARYA MANG BAKANG PIKEUN BAHAN PANGAJARAN SASTRA DI SMA
Ieu panalungtikan dikasangtukangan ku kurangna pangaweruh masarakat kana rumpaka tembang Cianjuran, hususna wanda panambih karya Mang Bakang. Tujuan panalungtikanna nyaéta maluruh perkara rumpaka panambih karya Mang Bakang, struktur jeung ajén étnopédagogikna, sarta pikeun bahan pangajaran sastra di SMA. Ieu panalungtikan ngagunakeun métodeu déskriptif-analitik. Data dikumpulkeun ngagunakeun téhnik studi pustaka jeung wawancara. Hasil panalungtikan manggihan tilu puluh tilu rumpaka panambih karya Mang Bakang anu diulik tina jihat struktur jeung ajén atikan karakter. Tina kajian struktur kapaluruh 10 rumpaka nu dianggit dina wangun pupuh, 18 rumpaka anu diangggit dina wangun sajak bébas, jeung 5 rumpaka anu dianggit dina wangun sisindiran. Kapaluruh ogé imaji anu nyampak nyaéta lolobana imaji taktil, téma anu nyampak lolobana ngeunaan kamanusaan, nada nu nyampak lolobana pangarang ngadidik, ngélingan nu maca. Basa figuratif anu nyampak lolobana ngagunakeun gaya basa ébréhan (peripraseu). Tina jihat étnopédagogik kapaluruh aya 71 karakter. Éta hal téh nyoko kana ajén atikan karakter budaya jeung bangsa nurutkeun pusat kurikulum. Satuluyna, éta hal téh bisa dipakébahan pangajaran sastra di SMA. Ieu panalungtikan bisa nambahan pangaweruh ngeunaan tembang jeung sastra sarta ayana rasa reueus ti masarakat kana tembang Cianjuran. Saran dina ieu panalungtikan téh ditujulkeun ka mahasiswa, guru, pamaréntah, jeung masarakat.;---Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pengetahuan masarakat terhadap lirik tembang Cianjuran, khususnya dalam wanda panambih karya Mang Bakang. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rumpaka panambih karya Mang Bakang, struktur dan pendidikan karakter berdasarkan nilai etnopedagogi, serta bahan ajar yang dibuat untuk pembelajaran sastra di SMA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitik. Data dikumpulkan melalui tekhnik studi pustaka dan wawancara. Hasil penelitian ditemukan 33 lirik tembang Cianjuran wanda panambih karya Mang Bakang yang dikaji dari segi struktur dan nilai pendidikan karakter. Dari segi struktur ditemukan 10 lirik dalam bentuk pupuh, 18 lirik dalam bentuk puisi bebas, dan 5 lirik dalam bentuk sisindiran.Di dalam rumpaka tersebut, kebanyakan ditemukan imaji rasa, tema yang paling dominan yaitu kemanusiaan, nada yang paling dominan yaitu mendidik, mengingatkan pembaca. Basa figuratif yang paling dominan yaitu gaya basa Periprase. Dari segiétnopédagogik ditemukan 71 karakter. Hal tersebut merujuk pada nilai pendidikan karakter budaya dan bangsa yang berdasar pada pusat kurikulum. Selanjutnya, hal tersebut dijadikan sebagai bahan pembelajaran sastra di SMA. Penelitian ini bisa menambah wawasan tentang tembang dan sastra serta timbulnya rasa bangga dari masyarakat terhadap tembang Cianjuran. Saran dalam penelitian ini ditujukan kepada mahasiswa, guru, pemerintah, dan masyarakat.;---This research is motivated by the lack of people knowledge about Cianjuran lyrics, especially in Wanda Panambih by Mang Bakang. Because of that, this research aims to determine about Rumpaka Panambih by Mang Bakang, structural and character education based on the etnopedagogik, and the material prepared for learning literature in Senior High School. The study analyzed uses the descriptive-analytic methode. Data collected through literature study technique and interview.The results of the researchwerefound 33 lyrics of Cianjuran wanda panambih by Mang Bakang examined in terms of the structure and the character of education. In terms of structure 10 lyrics was found in form of pupuh, 18 lyrics in form of free poems, and 5 lyrics in form of sisindiran. Inside of rumpaka was found the imagination, as follows feeling imagination, sight imagination and hearing imagination, the themes most dominant of religious, the tone most dominant about author remind the readers. Figurative language most dominant of parallelism or purwakanti. In terms of etnopedagogik was found 71 characters. It refers to the value of education culture and character of the nation based on the center of the curriculum. Furthermore, it is used as the basis of literature in high school. This research will be able to add perspectives concerning tembang and literature and also the incurrence proud of the community for tembang sunda cianjuran. The recommendations for this research aims to students, teachers, the government, and the society
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. E UMUR 35 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAKIS AJI KABUPATEN JEPARA
Proses kehamilan, persalinan dan nifas adalah proses fisiologis. Dalam prosesini tidak sedikit ibu mengalami problem kesehatan yang dapat meningkatkanjumlah mobiditas dan mortalitas ibu dan bayi. AKI dan AKB di Indonesia masihtinggi dibandingkan negara ASEAN lainnya. Menurut pernyataan organisasikesehatan dunia WHO pada tahun 2010 mencapai 585.000/tahun saat hamil danbersalin yang masih tinggi dibandingkan tahun 2005 sebanyak 536.000 ibumeninggal dalam masa kehamilan dan persalinan.Penulis Karya Tulis Ilmiah ini dalam bentuk studi kasus dengan menggunakanpendekatan proses kebidanan menggunakan 7 langkah varney dan dokumentasiSOAP.Hasil penelitian ini diperoleh diagnosa G2P0 usia kehamilan 39 minggudengan kehamilan fisiologis, dengan keluhan nyeri punggung, dengan persalinantanpa adanya penyulit dan komplikasi yang diikuti masa nifas fisiologis dengankeluhan ASI keluar sedikit yang mendapatkan penanganan pemberiak KIE pijatoksitosin, bayi baru lahir fisiologis, serta berencana menggunakan KB Suntik 3bulan. Pada penerapan asuhan kebidanan terdapat kesenjangan pada kehamilanyaitu tidak dilakukan penilaian berdasarkan Skor Poedji Rochjati, pada persalinandidapatkan kesenjangan yaitu tidak melakukan pertolongan persalinan sesuaistandar 60 langkah APN dan APD tidak sesuai dengan prosedur.Kesimpulan dari hasil studi kasus ini yaitu semua proses kehamilan, persalinan,nifas, BBL, dan KB adalah fisiologis. Asuhan yang diberikan penulis berdasarkanevidence based terlaksanan dengan baik, namun terdapat kesenjangan antara teoridan praktik asuhan kebidanan yang ada di lahan. Kesenjangan terdapat padaperencanaan dan dalam proses melakukan tindakan asuhan
LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK LAPANGAN TERBIMBING (PLT)
Magang III terintegrasi dengan mata kuliah Praktik Lapangan Terbimbing
(PLT) mempunyai kegiatan yang terkait dengan pembelajaran maupun kegiatan yang
mendukung berlangsungnya pembelajaran. Mata kuliah PLT diharapkan dapat
memberikan pengalaman belajar bagi mahasiswa, terutama dalam hal pengalaman
mengajar, memperluas wawasan, pelatihan dan pengembangan kompetensi yang
diperlukan dalam bidangnya, peningkatan keterampilan, kemandirian, tanggung
jawab, dan kemampuan dalam memecahkan masalah.
Secara umum, pelaksanaan PLT meliputi empat tahapan yaitu tahap
persiapan, pelaksanaan, evaluasi dan penyusunan laporan. Tahapan pelaksanaan PLT
meliputi tahap pembekalan, penerjunan, dan praktik mengajar. Pelaksanaan program
PLT dimulai dari tanggal 15 September 2017 sampai dengan 15 November 2017
yang diisi dengan observasi kelas dan lembaga, konsultasi, pembuatan Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran, pembuatan materi ajar dan media pembelajaran, praktik
mengajar, dan evaluasi. Dalam praktik mengajar, kelas yang diampu adalah kelas X
Teknik Pemesinan 1 dan X Teknik Pemesinan 2. Mata pelajaran yang diampu adalah
teknologi mekanik dan praktik kerja bangku.
Penyelenggaraan PLT untuk mendukung pengembangan kompetensi
mahasiswa sebagai calon guru atau tenaga pendidik. Melalui program ini, praktikan
diharapkan memiliki keterampilan dalam mengelola kelas sehingga kegiatan
pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan lulusan yang
berkompeten. Pelaksanaan PLT di SMK Muhammadiyah 1 Bantul ini juga
diharapkan dapat menjadi salah satu fungsi kehumasan mahasiswa sehingga sekolah
dapat menjadi mitra Universitas Negeri Yogyakarta untuk melaksanakan PLT tahun berikutnya
