3 research outputs found
HUBUNGAN ANTARA STRES KERJA DENGAN WORK ADJUSTMENT PADA KARYAWAN PT. ASTRA HONDA MOTOR DI KOTA MALANG
ABSTRAK Cahyo, Adam Dwi. 2015. Hubungan antara Stres Kerja dengan Work Adjustment pada Karyawan PT. Astra Honda Motor di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Sudjiono, S.Pd., M.Si, (2) Indah Yasminum Suhanti S.Psi., M.Psi. Kata Kunci: stres kerja, work adjustment. PT. Astra Honda Motor merupakan perusahaan motor yang terus berkembang dengan pesat. Karyawan dituntut untuk bekerja terus menerus guna memenuhi target perusahaan, hal ini menimbulkan beban kerja yang berat dan kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah terdapat hubungan yang signifikan antara stres kerja dengan kemampuan work adjustment pada karyawan PT. Astra Honda Motor di kota Malang. Keseluruhan jumlah karyawan PT. Astra Honda Motor di kota Malang sebanyak 300 orang yang kemudian diambil sampel dengan metode simple random sampling dan ditemukan bahwa sampel dalam penelitian ini berjumlah 90 orang karyawan. Skala yang digunakan dalam penelitian ini yaitu skala stres kerja dan juga skala work adjustment. Pada uji reliabilitas, diperoleh data bahwa skala stres kerja memiliki nilai reliabilitas sebesar 0,737 sedangkan skala work adjustment memiliki nilai reliabilitas sebesar 0,971. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif. Dari 90 subjek yang diteliti, diperoleh data bahwa 72 orang (80%) karyawan memiliki stres kerja tinggi, sementara 54 orang (60%) karyawan memiliki tingkat work adjustment tinggi. Pada uji hipotesis yang menggunakan analisis korelasi product moment diperoleh data bahwa nilai rxy = -0,536. Sehingga hasil uji analisis korelasi product moment menunjukkan hasil bahwa adanya hubungan yang negatif antara dua variabel. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu hasil uji hipotesis diterima. Artinya, stres kerja berhubungan secara signifikan dengan work adjustment pada karyawan PT. Astra Honda Motor di Kota Malang. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat melakukan pengembangan skala yang lebih baik lagi pada skala stres kerja dan skala work adjustment. Serta diadakan penelitian kembali dengan memperluas populasi dan jumlah sampel penelitian agar didapatkan hasil yang lebih akurat dan reliabel
PERAN SKEMA WARNA KOMPLEMENTER UNTUK PENGUATAN MOOD DAN LOOK DALAM FILM AMÉLIE
The film Amelie is a romantic comedy film from France. The film Amelie tells the story of a shy waitress who tries to change her identity to become a valuable person in the surrounding community. The film Amelie presents beautiful visuals with contrasting colors that are harmonious or complementary in the artistic elements. The complementary color scheme of the film Amelie is characteristic and conveys the mood and look of comedy and romantic genre films. The research method used was a qualitative descriptive method with a literature study to analyze the role of complementary color schemes in the artistic elements of strengthening the mood and look of the film Amelie. The research data is in the form of the film Amelie with analysis techniques in the form of data reduction, data presentation and drawing conclusions. Complementary color schemes reinforce seven types of mood and look, namely earthy, playful, provocative, robust, tribal, power-clashing, and active. The role of complementary color schemes in artistic elements can strengthen the mood and look of a film so that the atmosphere and feel of the story in a film become stronger and more memorable
Pengembangan Aktivitas Fisik Berbasis Gerak Multilateral Untuk Meningkatkan Motorik Kasar Disabilitas Grahita Ringan
The implementation of this research aims to analyze the teaching module based on a multilateral movement approach to improve gross motoric disabilities. The method in the research implements R&D (Research & Development) based on the ADDIE model. From the research data, the results of validation by experts showed a score of 96.93% (very valid). Multilateral motion-based teaching modules are declared effective as indicated by a significance value of 0.00 obtained from a hypothesis test based on one sample t-test
