1,720,961 research outputs found
Integrasi Islam dan Budaya: Studi Budaya Bakar Batu Masyarakat Papua Pegunungan di Kota Jayapura
This study aims to determine the process of stone-burning culture for the Papuan Muslim Mountain community in the city of Jayapura where the process is carried out by making pigs as game animals to be burned in stone-burning culture. This research is a qualitative descriptive study, which tries to describe objectively and accurately about the tradition of burning stones in the Muslim highlands of Papua. Conducting interviews with informants who have lived in high-rise areas in the city of Jayapura. The results of this study indicate that the culture of burning stones in the Muslim Papuan community is carried out as a form of gratitude for the gift from God for this gift. Burning stones is done by stacking chicken and meat as the main dishes on a stone that has been burned first, then sweet potatoes, cassava, and vegetables in the next section. At the last or the very top will be given a stone that has been burned. In the implementation of this stone burning is carried out by the people of Papua in the central mountains who are Muslim, especially those who live in the city of Jayapura. This activity has been carried out since the second generation of mountainous Papua converted to Islam where the meat that is burned is chicken as a substitute for pork which is an animal that will be burned in stone-burning cultural activities. Islam has brought about a change in the Papuan Muslim Mountain community living in Jayapura. However, the residents until now still maintain their ancestral customs. Traditions that are still valid and preserved in the Bakar Batu tradition
Peranan Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Toleransi Beragama Siswa di SMA Negeri 4 Jayapura Provinsi Papua
Hasil penelitian menunjukkan Pertama, pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 4 Jayapura telah berjalan sesuai dengan kurikulum yang ditetapkan oleh sekolah. Sikap toleransi yang ditunjukkan oleh siswa muslim terhadap siswa muslim maupun non muslim adalah sikap saling mendukung, menghargai dan mempersilahkan siswa non muslim untuk menjalankan rutinitas ibadahnya. Kedua, pembelajaran materi sikap toleransi beragama, perpaduan antar standar kompetensi adalah bentuk pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan sikap toleransi beragama. Ketiga, guru profesional, pembelajaran materi Pendidikan Agama Islam, peraturan dan lingkungan sekolah dan masyarakat majemuk adalah faktor pendukung sikap toleransi beragama. Faktor penghambatnya adalah jumlah jam pelajaran, kelas yang gemuk, pengetahuan agama, jumlah guru Pendidikan Agama Islam dan pakaian sekolah. Solusi dalam meningkatkan sikap toleransi beragama adalah penambahan alokasi waktu Pendidikan Agama Islam melalui kegiatan ekstrakurikuler, pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang terpadu dan variatif, dialog dan musyawarah dan profesionalisme guru Pendidikan
Agama Islam
PENDIDIK DALAM PENDIDIKAN ISLAM PADA MASYARAKAT
Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan fungsi seorang pendidik di masyarakat. Pada dasarnya pendidikan Islam merupakan suatu proses yang berlangsung secara terus menerus dan mengalir ke dalam kehidupan manusia dan berlangsung sepanjang hayat. Tugas dan fungsi pendidikan ditujukan kepada anak sekolah yang berkembang danberkembang secara dinamis dari isi sampai akhir hayat dan yang tidak dapat memisahkan keberhasilan pendidikan dari sisi pedagogis. Pendidik pada hakikatnya adalah orang yang diamanahkan yang bertanggung jawab atas dunia akhirat dengan mendidik, membimbing,membimbing dan menuntun peserta didik ke pintu gerbang kesuksesan baik dunia maupun akhirat. Untuk menjadi berkualitas dan profesional, kriteria dan persyaratan tertentu harus dipenuhi dalam konteks tujuan hidup dan juga kualitas yang harus dibawa oleh pendidik dalam melaksanakan tugasnya dan sebagai pendidik. Metode yang dipakai didalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan, atau dapat digunakan dalam bahan pustaka sebagai sumber informasi untuk menjawab permasalahan tentang pendidik dalam pendidikan. Sebagai seorang pendidik seorang guru memainkan peran yang sentral bagipeserta didik. Peran guru dalam membina siswa agar menjadi manusia yang berkarakter sangat dibutuhkan. Pertama sebagai pendidik dan pengajar. Kedua sebagai pemberi keteladanan dan menjadi teladan. Ketiga, menjadi solusi di tengah-tengah masyarakat.Kata Kunci: Pendidik; Pendidikan Islam
Peranan Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Toleransi Beragama Siswa Di SMA Negeri 4 Jayapura
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Bagaimana gambaran pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 4 Jayapura; (2) Bagaimana gambaran toleransi beragama siswa di SMA Negeri 4 Jayapura; (3) Bagaimana bentuk pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan toleransi beragama siswa di SMA Negeri 4 Jayapura. Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif dan pendekatan penelitian meliputi pendekatan pedagogis, sosio-kultural, dan teologis normatif. Sumber data adalah warga sekolah dan masyarakat sekitar sekolah. Sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan melalui: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengolahan dan analisis data dilakukan dalam bentuk reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data atau pengambilan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan: Pertama, pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 4 Jayapura telah berjalan sesuai dengan kurikulum yang ditetapkan oleh sekolah walau demikian masih ada kekurangan yang terjadi diantaranya kelas yang gemuk, kurangnya jam pelajaran, terbatasnya guru PAI. Kedua, sikap toleransi yang ditunjukkan oleh siswa muslim terhadap siswa lain di sekolah tidak lepas dari pemahaman terhadap agamanya dan juga lingkungan sekolah yang mendukung sikap toleransi beragama. Ketiga, pembelajaran materi sikap toleransi beragama, integrasi antar standar kompetensi adalah bentuk pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan sikap toleransi beragama. Solusi dalam meningkatkan sikap toleransi beragama adalah penambahan alokasi waktu Pendidikan Agama Islam dengan kegiatan ekstrakurikuler, pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang integratif dan variatif, dialog dan musyarawarah dan profesionalisme guru Pendidikan Agama Islam. Kata kunci: Toleransi Beragama Siswa melalui pemberian pelajaran Pendidikan Agama Islam
HAK ASASI MANUSIA DI DUNIA ISLAM
Tulisan dari penelitian ini adalah Hak Asasi Manusia di Dunia Islam yang bertujuan untuk mengetahui (1). Hak manusia di dalam Deklarasi Human Right di kota Paris. (2) Hak Asasi Manusia di dalam Islam dan (3) dan Penerapan Hak Asasi Manusia di Dunia Islam pada abad 21. Penelitian ini adalah penelitian pustaka dengan pendekatan deskriptif sosiologis. Hasil penelitian ini ialah pertama di dalam deklarasi HAM PBB itu terjadi setelah perang dunia kedua untuk memberikan hak hidup, hak bekerja dan mendapatkan keamanan dan kenyamanan. Hak ini bersifat universal dan egaliter (berlaku untuk semua orang) baik yang pribumi maupun non pribumi. Kedua, Hak Asasi Manusia di dalam Islam termuat di dalam tiga dokumen penting yaitu Piagam Madinah, Deklarasi Universal HAM dalam Islam (tahun 1981), dan Deklarasi Kairo (1991). yang mendasar bahwa Islam mempunyai konsep yang kuat dan mendasar di dalam HAM. Dan yang ketiga adalah bersama-sama untuk kembali ke konsep dan deklarasi, demi tercapainya kedamaian di dunia. Agar tujuan hak asasi manusia tercapai maka bersama membangun sumber daya manusia di abad 21 melalui pendidikan. Kata Kunci: Hak Asasi Manusia di Dunia Islam dan Pendidika
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA PADA PEMBELAJARAN PAI DI YAPIS KOTA JAYAPURA: Implementation of Independent Curriculum in Islamic Religious Education Learning at Yapis Jayapura City
This research is related to the implementation of the independent curriculum in high schools that teach PAI subjects, especially in Yapis Jayapura. The research method is descriptive qualitative. The research object chosen was teachers teaching PAI subjects. Observations, documentation and interviews were carried out to collect data. The results obtained show that PAI has become a subject taught in schools under the Jayapura City Islamic Education Foundation in accordance with Law 20/2003 and PP/55 of 2007. The findings of this research show that the implementation of PAI learning in the independent curriculum is carried out by teachers in schools. have been done. Considering that the independent curriculum is the curriculum followed by schools under Yapis Jayapura where PAI subjects are included in the independent curriculum. The obstacles faced in implementing this subject are limited time, diverse understanding, complex material, and work evaluation. The obstacles encountered by the teacher were caused by two things. Learning is carried out by grouping children to discuss sub-sub-material, so that discussion of the material is more efficient and learning objectives can be achieved according to time. Apart from learning, by adding religious activities other than classroom learning time, involving students in competition activities that can increase religious knowledge such as MTQ, making PHBI at school
- …
