1,720,965 research outputs found

    ANALYSIS OF RATOON CLEARING PROGRAM OF SUGARCANE CROPS TO ACCELERATE INCREASING OF SUGAR PRODUCTIVITY (CASE STUDY IN SEMBORO SUGAR FACTORY, JEMBER REGENCY PROVINCE EAST JAVA)

    Full text link
    The aims of this research is to know the difference of sugarcane productivity, yield and crystalproductivity between sugar cane crops and ratoon unloading system and ratooncane system.The research was conducted on July 17, 2017 to July 31, 2017 at PT. Perkebunan Nusantara XISemboro Sugar Factory in Rejoagung Semboro, Jember, East Java. The research method usedin this research is descriptive analysis method. Data types use primary data and secondary data. Variable in this research consist of two independent variable that is sugar cane discharge system of ratoon and sugarcane crop of ratoon cane system. The parameters observed were:productivity of sugarcane (ton / ha) during last 4 years (2013 - 2016), Rendement (%) during last 4 years (2013-2016), crystal productivity (ton / ha) during last 4 years (2013 -2016). The data were analyzed by using T test two independent variables were T independent sample test. The results showed that the productivity of sugarcane with ratoon unloading system is highercompared with keprasan system. Or in other words, unloading ratoon can increase theproductivity of sugar cane significantly. The yield of sugar cane with ratoon unloading system ishigher compared with ratoon cane system. Or in other words, unloading ratoon can increase the rendement of sugar cane significantly. The productivity of sugar cane with ratoon unloadingsystem is higher than the keprasan system. Or in other words, unloading ratoon can increase the productivity of sugar cane significantly

    PEMANFAATAN AIR KELAPA DAN APLIKASI PUPUK ORGANIK UNTUK MERANGSANG PERTUMBUHAN BIBIT TEBU G3 KULTUR JARINGAN

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis pupuk organik dan kosentrasi penyemprotan air kelapa yang memberikan pertumbuhan terbaik pada tanaman tebu G3 kultur jaringan. Penelitian dilaksanakan di Kebun Penelitian KPTR Manis Harum Kab. Pasuruan . Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2018 sampai Desember 2018. Racangan percobaan menggunakan rancangan faktorial yang diatur dalam rancangan acak lengkap (completely randomized design) yang terdiri atas dua faktor yaitu jenis pupuk (P), konsentrasi air kelapa (K). Faktor yang pertama yaitu jenis pupuk, terdiri dari:P0 Kontrol (Tanpa Pupuk), P1 (Kompos), P2 ( Kotoran sapi ), P3 ( Kascing) . Faktor yang kedua yaitu penyemprotan dengan  air kelapa, terdiri dari 4 aras  K0 ( tanpa penyemprotan), K1 (penyemprotan dengan 100 ml/l) , K2 ( penyemprotan dengan 200 ml/l),  K3 (penyemprotan dengan 300 ml/l).  Data dianalisis dengan sidik ragam (analysis of variance).  Apabila ada beda nyata maka dilanjutkan dengan uji jarak berganda (Duncan’s Multiple Range Test) pada jenjang nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata perlakuan berbagai jenis pupuk  berbeda nyata, tetapi perlakuan penyemprotan air kelapa tidak berbeda nyata. Hasil pengamatan saat muncul daun membuka pertama dengan perlakuan jenis pupuk kascing menunjukkan kecepatan tumbuh yang lebih cepat sehingga kecepatan membukanya daun yang muncul pertama juga lebih cepat. Perlakuan tanaman yang dipupuk dengan pupuk kompos dan  yang dipupuk dengan pupuk kotoran sapi tidak berbeda nyata. Sedangkan perlakuan kontrol (tanpa pupuk) menunjukkan hasil yang lebih lambat.   Pada  perlakuan berbagai jenis pupuk organik dan konsentrasi penyemprotan air kelapa menunjukkan adanya interaksi pada parameter berat segar daun. Berat  segar daun tertinggi dihasilkan oleh perlakuan kompos sebesar  327,16 gram dengan perlakuan penyemprotan air kelapa dengan konsentrasi 100ml/l, tetapi pada perlakuan lain juga terdapat rerata yang berbeda tidak nyata. Perlakuan    kompos sebesar 246,50 gram dan kotoran sapi sebesar 302,66 gram menunjukkan interaksi yang nyata pada perlakuan penyemprotan air kelapa  kontrol (tanpa penyemprotan)

    EFEKTIVITAS AIR KELAPA MUDA SEBAGAI ZPT DAN PUPUKANORGANIK DALAM MERANGSANG PERTUMBUHAN BIBIT STEK TEBU G3 KULTUR JARINGAN

    Full text link
    Penelitian bertujuan untuk mendapatkan perendaman air kelapa dan jenis pupuk yang memberikan pertumbuhan terbaik tanaman tebu G3 asal kultur jaringan. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan November 2017 sampai Februari 2018 di Kebun Pendidikan dan Penelitian (KP2) Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (Completely Randomized Design) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah perendaman air kelapa yaitu kontrol (tanpa perendaman air kelapa), perendaman dengan konsentrasi 150 ml/L,perendaman dengan konsentrasi 300 ml/L, dan perendaman dengan konsentrasi 450 ml/L. Faktor kedua adalah berbagai jenis pupuk yaitu tanpa pupuk, pupuk standart ( pupuk urea 6g + SP36 4g + KCL 4g), pupuk NPK 9 g, dan pupuk formula 150 ml/L. Data dianalisis dengan sidik ragam (analysis of variance). Apabila ada beda nyata maka dilanjutkan dengan uji jarak berganda (Duncan’s Multiple Range Test) pada jenjang nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkanpengaruh perendaman air kelapa dan pemberian berbagai macam pupuk yang memberikan hasil baik adalah pada perendaman konsentrasi 150 ml/L dengan pemberian pupuk formula 150 ml/L, perendaman kosentrasi 150 ml/L dengan pemberian pupuk standart dan perendaman dengan kosentrasi 450 ml/L dengan pemberian pupuk formula.kombinasi ini memberikan hasil berat segar batang tinggi yaitu 30,33g, 328,33 g , dan 327,17 g.Â

    ANALISIS EFEKTIVITAS PENERAPAN METODE SINGLE BUD PLANTING DAN METODE KONVENSIONAL PADA PENANAMAN TEBU PLANT CANE DI KABUPATEN BOJONEGORO

    Full text link
    Bibitan bud chips merupakan salah satu bibitan yang saat ini mulai dikembangkan di Indonesia.  Teknologi ini berasal dari Brazil dan Columbia.   Keunggulan dari SBP adalah mempunyai daya tumbuh seragam, jumlah anakan yang dihasilkan lebih banyak dibanding sistem pembibitan konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan produktivitas tebu dengan metode single bud planting dengan metode konvensional, untuk menganalisis perbandingan rendemen tebu dengan metode single bud planting dengan metode konvensional, untuk menganalisis perbandingan pendapatan petani tebu dengan menerapkan metode single bud planting dan metode konvensional. Penelitian dilakukan di kabupaten Bojonegoro bulan April sampai Agustus 2020, yang diwakili oleh  beberapa wilayah sebagai sampel, yang dipilih dengan cara  Purposive Sampling Method. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif komparasional. Hasil yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk data kuantitatif. Hasil Penelitian Menunjukkan bahwa Produktivitas tebu dengan metode single bud planting lebih tinggi dibandingkan dengan metode konvensional. Atau dengan kata lain, metode single bud planting mampu meningkatkan produktivitas tebu secara significan. Rendemen tebu dengan metode single bud planting lebih tinggi dibandingkan dengan metode konvensional. Atau dengan kata lain , metode single bud planting mampu meningkatkan rendemen tebu secara significan. Pendapatan petani tebu dengan metode single bud planting lebih tinggi dibandingkan dengan metode konvensional. Atau dengan kata lain , metode single bud planting mampu meningkatkan pendapatan petani tebu secara signifikan

    PENDAMPINGAN UMKM KRIPIK TEMPE MELALUI INOVASI KEMASAN PRODUK SEBAGAI UPAYA STRATEGI PEMASARAN DI DESA BENDO KEC. KAPAS KAB. BOJONEGORO

    Full text link
    Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu bagian penting dari perekonomian suatu negara ataupun daerah, tidak terkecuali di Indonesia.Peranan UMKM di Indonesia dalam menopang perekonomian di Indonesia cukup signifikan. Permasalahan yang dihadapi mitra saat ini adalah Peralatan dan teknologi yang digunakan dalam proses pengemasan produk masih sangat sederhana sehingga kurang produktif dan hasilnya kurang bagus.,Mitra masih belum memiliki pengetahuan yang memadai tentang cara mengelola usaha dengan baik dan bagaimana memasarkan produknya secara luas. Adapun tujuan dari Kegiatan Pengabdian Kepada masyarakat (PKM) ini antara lain adalah memperbaiki proses produksi dan pemasaran menjadi lebih baik, produktif, dan lebih cepat dengan menggunakan peralatan yang lebih modern , memperkenalkan produk mitra kepada masyarakat yang lebih luas dan meningkatkan pengetahuan mitra tentang mengelola usaha yang baik dan cara memperluas jaringan pemasaran bagi produk yang dihasilkan. Solusi yang ditawarkan pada program pengabdian masyarat ini adalah Pendampingan terkait pengemasan produk, mulai dari desain kemasan hingga pacaking , memberikan pelatihan dan pendampingan terkait proses pemasaran dengan digital marketing. Hasil yang di dapatkan adalah UMKM sudah memiliki kemasan produk dan kemasan produk. UMKM keripik tempe mukadas Sudah memiliki media promosi melalui offline yaitu berupa papan nama, dan mempunyai media online berupa wa bisnis, facebook, dan Instagram

    PENERAPAN GHP (GOOD HANDLING PRACTICES) TERHADAP MUTU TEMBAKAU

    Full text link
    Tobacco is one of the most important trading commodities and a source of state revenue through taxes, foreign exchange, excise, and is a source of income for farmers. Tobacco production is usually used for the manufacture of domestic cigarette products. The Kedungadem District area which tends to be hilly, allows tobacco to grow more optimally. Because the soil structure in hilly areas generally does not store much water, it is very suitable for growing tobacco plants. The purpose of this study was to determine the application of GHP to tobacco quality in Megale Village, Kedungadem District, Bojonegoro Regency. To determine the effect of GHP application on tobacco quality in Megale Village, Kedungadem District, Bojonegoro Regency. This research method is interview, observation, questionnaire, literature study. Data analysis used in this research is six sigma and multiple linear regression analysis. Based on the results of the study, it was shown that the implementation of Good Handling Practices (GHP) by tobacco farmers in Megale Village, Kedungadem District, Bojonegoro Regency was in accordance with the applicable GHP guidelines and SOPs. Quality variable 1 (X1) partially has a significant effect on tobacco GHP. This is evidenced by the results of the tcount 3.028 > ttable 2.048. Quality variable 1 has also passed the classical assumption test. Quality variable 2 (X2) partially has a significant effect on tobacco GHP. This is evidenced by the results of the tcount 2.199 > ttable 2.048. Quality variable 2 has also passed the classical assumption test. Quality variable 3 (X3) partially has a significant effect on tobacco GHP. This is evidenced by the results of the tcount -0.530 <ttable 2.048. This variable has also passed the classical assumption test. The Fcount value is smaller than Ftable (1.340 <2.93) at a significance level of 0.05 (a = 5%). H1 is rejected and H0 is accepted, which means that the variable quality 1 (X1), quality 2 (X2), and quality 3 (X3) simultaneously or together have a significant effect on the GHP variable (Y).INTISARITembakau menjadi salah satu komoditas perdagangan yang sangat penting dan menjadi salah satu sumber pendapatan negara melalui pajak, devisa negara, cukai, dan merupakan sumber pendapatan petani. Produksi tembakau biasanya di gunakan untuk pembuatan produk rokok domestik. Wilayah Kecamatan Kedungadem yang cenderung perbukitan, memungkinkan tembakau bisa tumbuh lebih maksimal. Karena struktur tanah didaerah perbukitan yang umumnya tidak menyimpan banyak air, sehingga sangat cocok untuk pertumbuhan tanaman tembakau. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui penerapan GHP terhadap mutu tembakau di Desa Megale, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.Untuk mengetahui pengaruh penerapan GHP terhadap mutu tembakau di Desa Megale, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro. Metode penelitian ini adalah wawancara, observasi, kuisioner, study pustaka. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah six sigma dan analisis regresi linear berganda. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Penerapan Good Handling Practices (GHP) oleh petani tembakau di Desa Megale Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro sudah sesuai dengan pedoman GHP dan SOP yang berlaku,. Variabel mutu 1 (X1) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap GHP tembakau. Hal  ini dibuktikan dengan hasil nilai thitung 3,028 > ttabel 2,048. Variabel mutu 1 juga telah lolos uji asumsi klasik.Variabel mutu 2 (X2) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap GHP tembakau. Hal ini dibuktikan dengan hasil nilai thitung 2,199 > ttabel 2,048. Variabel mutu 2 juga telah lolos uji asumsi klasik. Variabel mutu 3 (X3) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap GHP tembakau. Hal ini dibuktikan dengan hasil nilai thitung -0,530 < ttabel 2,048. Variabel ini juga telah lolos uji asumsi klasik. Untuk nilai Fhitung lebih kecil dibandingkan Ftabel (1,340 < 2,93) dalam taraf signifikansi 0,05 (a = 5%). H1 ditolak dan H0 diterima yang berarti variabel mutu 1 (X1), mutu 2 (X2), dan mutu 3 (X3) secara simultan atau bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap variabel GHP (Y).

    STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA PETERNAKAN AYAM PETELUR DI DESA SIMBATAN KECAMATAN KANOR KABUPATEN BOJONEGORO

    Full text link
    Usaha peternakan ayam petelur merupakan usaha sebagai penghasil sumber protein yang murah dibandingkan dengan sumber protein hewani lainnya, sehingga siklus perputaran usaha sangat besar dan cepat.  Namun demikian usaha peternakan ayam petelur masih sangat fluktuatif harganya karena komponen yang mendukung proses produksinya sangat bergantung pada faktor produksi lainya seperti pakan dan lain-lain. Pengembangan usaha adalah proses yang melibatkan upaya untuk memperluas atau meningkatkan bisnis yang sudah ada, baik melalui ekspansi produk atau layanan, penetrasi pasar baru, diversifikasi portofolio, atau inovasi produk dan proses. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pengembangan peternakan ayam petelur di Desa Simbatan Kecamatan Kanor. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Analis SWOT dan Analisis QSPM. Analisis SWOT dan QSPM merupakan metode yang digunakan untuk menentukan strategi yang tepat bagi perusahaan saat ini. Hasil dari penelitian ini  menunjukkan bahwa strategi tepat yang dapat diterapkan oleh usaha peternakan ayam petelur di Desa Simbatan saat ini adalah strategi grow and build (tumbuh dan bina) dengan cara menjalin kerjasama dengan instansi terkait. Dikarenakan alternatif strategi ini memperoleh Total Attractive Score (TAS) sebesar 6,33 yang paling tinggi dibandingkan dengan alternatif strategi lainnya

    PEMANFAATAN AIR KELAPA DAN APLIKASI PUPUK ORGANIK UNTUK MERANGSANG PERTUMBUHAN BIBIT TEBU G3 KULTUR JARINGAN

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis pupuk organik dan kosentrasi penyemprotan air kelapa yang memberikan pertumbuhan terbaik pada tanaman tebu G3 Hasil kultur jaringan. Penelitian dilaksanakan di Kebun Penelitian KPTR Manis Harum Kab. Pasuruan . Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2018 sampai Desember 2018. Racangan percobaan menggunakan rancangan faktorial yang diatur dalam rancangan acak lengkap (completely randomized design) yang terdiri atas dua faktor yaitu jenis pupuk (P), konsentrasi air kelapa (K). Data dianalisis dengan sidik ragam (analysis of variance).  Apabila ada beda nyata maka dilanjutkan dengan uji jarak berganda (Duncan’s Multiple Range Test) pada jenjang nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa.pada  perlakuan berbagai jenis pupuk organik dan konsentrasi penyemprotan air kelapa menunjukkan adanya interaksi pada parameter berat segar daun. Berat  segar daun tertinggi dihasilkan oleh perlakuan kompos sebesar  327,16 gram dengan perlakuan penyemprotan air kelapa dengan konsentrasi 100ml/l, tetapi pada perlakuan lain juga terdapat rerata yang berbeda tidak nyata. Perlakuan kompos sebesar 246,50 gram dan kotoran sapi sebesar 302,66 gram menunjukkan interaksi yang nyata pada perlakuan penyemprotan air kelapa  kontrol (tanpa penyemprotan). DOI: 10.37637/ab.v3i1.41

    SOLUSI PENCEGAHAN KERUSAKAN PRODUK TEH KERING DI PT CANDI LOKA

    Full text link
    Daya saing produk teh kering salah satunya dilihat dari kualitas teh tersebut. Oleh karena itu, untuk menghasilkan teh berkualitas baik diperlukan usaha mengurangi kerusakan pada hasil teh kering. Pelaksanaan Good Agricultural Practices (GAP) saat proses pemetikan pucuk teh basah dan Good Manufacturing Practices (GMP) saat pengolahan untuk menghasilkan teh kering merupakan cara untuk memperoleh teh yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab kerusakan teh selama   proses produksi. Studi kasus dilakukan di PT, Candi Loka Ngawi Jawa Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus (case study) dan desain kualitatif. Beberapa penyebab kerusakan yang terjadi pada proses produksi teh kering tadalah kebiasaan buruk petani saat memetik pucuk teh, kecerobohan pekerja pabrik saat melakukan sortasi, dan kegiatan proses produksi yang dilakukan oleh pekerja tidak sesuai dengan GAP dan GMP. Berdasarkan tiga penyebab tersebut, penyebab utama kerusakan produk teh kering yaitu pekerja yang tidak  menerapkan GAP dan GMP saat proses produksi, sehingga kualitas teh kering yang dihasilkan kurang baik. Solusi pencegahan kerusakan produk teh kering adalah dengan menambah satu sampai tiga petugas grading, dan membayar petikan pucuk petani sesuai dengan hasil grading-nya

    PELATIHAN TEKNIK DAN MANAJEMEN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT BAGI GURU DAN SISWA SMK PERTANIAN DI SUMATERA SELATAN

    No full text
    Kegiatan pelatihan teknik dan manajemen perkebunan kelapa sawit bagi guru dan siswa smk pertanian di Provinsi Sumatera Selatan telah dilakukan pada bulan November 2018. Pelatihan ini melibatkan 60 Guru dan 60 Siswa SMK Pertanian yang tersebar pada 9 sekolah di Provinsi Sumatera Selatan. Tujuan pelatihan ini adalah untuk memberikan wawasan, pengetahuan dasar agronomi sesuai SOP, budaya kebun, gambaran prospek bisnis perkebunan kelapa sawit & pengetahuan teknis berhubungan dengan keterampilan sehingga mampu mensosialisasikan kepada keluarga/masyarakat disekitarnya. Metode kegiatan dilakukan dalam dua tahap: tahap pertama sesi penyuluhan tentang manajaemen pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang dilakukan selama 5 hari (Inclas) dan tahap kedua adalah praktik langsung dengan mengunjungi Perkebunan Besar Swasta terdekat selama 1 hari. Respon peserta sangat antusias karena banyak mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru selama kegiatan dan telah menarik minat para siswa SMK untuk terjun di dunia Industri Kelapa Sawit didaerahnya, sedangkan terhadap guru SMK telah berdampak sampai dengan pembukaan prodi baru khusus mempelajari kelapa sawit di SMK Gelumbang Kabupaten Muara Enim
    corecore