1,721,027 research outputs found

    Suatu Konsep Tentang Stabilitas Serta Kemungkinan Penerapannya Dalam Analisa Sistem Pertanian. (Stability Concept and The Possibility of Its Application in Agticultural System Analysis)

    Full text link
    ABSTRAK This paper briefly describes the concept of stability, in which its mathematical theorems were developed by Liapunov some years ago in the field of electrical engineering. Using a relatively simple mathematical model, the author tries to explain the possibility of its applications in agricultural system analysis. Key words: Stabilitas, teori Liapuno

    USAHA MENEMUKAN JENIS UNGGUL TANAMAN SALAK (Salacca zalacca (Gaertner) Voss.)

    No full text
    Salak pondoh walaupun telah cukup lama dipromosikan sebagai produk hortikultura andalan dari Propinsi D.I.Yogyakarta tetapi sampai sekarang produk ini belum mampu menembus pasaran ekspor dan baru dikenal pada skala nasional. Hal ini disebabkan salak pondoh masih memiliki berbagai kelemahan seperti: (1) daging buah tipis, (2) ukuran biji relatif besar, (3) penampilan yang kurang menarik (kusam) dan lain sebagainya. Untuk mengatasi kelemahan tersebut di atas dibutuhkan suatu program pemuliaan tanaman salak yang bersifat sinambung, sistematis untuk mendapatkan kultivar-kultivar baru yang lebih baik. Tujuan jangka pendek dari penelitian ini adalah mendapatkan klon/kultivar salak lokal unggulan yang mampu bersaing dalam skala nasional sedangkan tujuan jangka panjangnya adalah mendapatkan kultivar-kultivar salak baru yang memiliki sifat-sifat: (1) daging buah tebal, ukuran biji kecil, (2) rasa enak (manis dan renyah), (3) warna kulit menarik (mengkilat), (4) ukuran buah besar, (5) masak serempak, (6) berbuah sepanjang tahun dan (7) tahan terhadap hama dan penyakit utama, sehingga diharapkan mampu menembus pasar ekspor. Penelitian ini merupakan bagian dari serangkaian kegiatan program pemuliaan tanaman salak untuk mendapatkan kultivar baru yang unggul. Salah satu cara pendekatan yang dilakukan adalah dengan memperbesar keragaman genetik tanaman salak yang sudah ada melalui kegiatan penyinaran dengan sinar gamma. Penyinaran sinar gamma dilakukan terhadap biji yang sudah berkecambah. Dosis penyinaran bervariasi dari 0 (kontrol) hingga 90 Gy dengan interval 10 Gy. Hasil iiradiasi menunjukkan bahwa dosis penyinaran lebih besar dari 60 Gy mengakibatkan kematian bibit. Sedangkan dosis penyinaran 20 Gy hingga 50 Gy memperlihatkan pertumbuhan bibit yang tertekan. Oleh karena itu perlu dilakukan kajian ulang penyinaran sinar gamma dengan dosis antara 0 hingga 20 Gy dengan interval yang lebih sempit. Usaha lain yang dilakukan pada penelitian ini adalah perbanyakan tanaman salak melalui kultur jaringan. Bahan tanam (eksplan) yang digunakan adalah tunas vegetatif dari tanaman terpilih. Langkah pertama dalam penelitian ini adalah mencari metode yang sesuai untuk sterilisasi eksplan. Hal ini sangat penting karena untuk mencegah terjadinya kontaminasi dalam penanaman. Sterilisasi ini sangat sulit dilakukan mengingat eksplan yang digunakan berasal dari tunas vegetatif yang diambil langsung dari lapangan sehingga kemungkinan adanya penyakit terbawa tanaman sangatlah besar. Namun demikian dengan sterilisasi menggunakan kombinasi alkohol dan pembakaran dapat diperoleh eksplant yang tumbuh tanpa mengalami kontaminasi. Selanjutnya eksplan yang tumbuh dikulturkan dengan medium yang berbeda-beda dan mengandung zat pengatur tumbuh yang berbeda pula. Hasil kultur ini belum dapat dilaporkan karena belum diperoleh data yang memadai untuk dianalisis. Selain melakukan usaha penyinaran dengan sinar gamma dan perbanyakan secara in vitro, penelitian ini juga telah melakukan seleksi terhadap tanaman-tanaman yang tumbuh dan berumur lebih dari 50 tahun di kebun bulk. Pemilihan (seleksi) individu tanaman ini adalah berdasarkan sifat-sifat morfologi yang teramati. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa sifat yang memiliki keragaman fenotipik tinggi adalah panjang pelepah, jumlah anakan daun per pelepah panjang anak daun terpanjang, lebar thothok, panjang daun pada thothok dan jumlah duri. Keragaman fenotipik yang tinggi ini merupakan sumber keragaman yang dapat dijadikan bahan persilangan (material breeding) dalam program selanjutnya. Oleh karena itu langkah selanjutnya adalah melakukan konservasi plasma nutfah dan melakukan persilangan dari tanaman-tanaman terpilih

    A Proposed Crop Yield Model

    Full text link
    ABSTRAK Tulisan ini merupakan suatu usulan model produksi tanaman yang merupakan salah satu bagian dari model analisis sislem untuk pembangunan pertanian. Dalam model ini digunakan tanaman padi sebagai contoh untuk membahas pengaruh interaksi antara derajat pengelolaan, faktor lingkungan dan sifat tanaman.terhadap produksi. Beberapa patokan yang digunakan dalam penyusunan model ini antara lain 1. Pendekatan yang digunakan harus bersifat "convergence of evidence", artinya, produksi diduga melalui lebih dari satu cara. Hasil yang sama akan meningkalkan kepercayaan terhadap model tersebut, sedang basil yang berbeda akan memberikan umpan batik bagi koreksi dan perbaikan model. 2. Mengandung berbagai persyaratan minimal yang harus dipenuhi. 3. Bersifat dinamis. Konsep model produksi tanaman yang diajukan tersusun alas tiga sub-model yaitu (I) model pengurangan basil, (2) model fenologi, dan (3) model keragaman basil, yang satu sarda lain berkaitan erat.dan bersifat saling mendukung. Penulis menyadari bahwa model yang dikemukakan masih sangat kasar sifatnya, serta perlu penjabaran lebih lanjut bagi setiap sub-modelnya. Key words: Crop yield mode

    A Theoritical Framework).

    Full text link
    ABSTRAK A model for optimizing crop production in transmigration area, where farmers have a lirnitedala.nds (about two hectares) was developed .0 sing a multistage programming the model try to optimize farmer\u27s net income through :(1) optimizing the management packages for each crop, and (2) optimizing the land allocation It is belief that in some cases the model is not fitted. However, at least this can be used as a starting point in looking for a better solution on developing the transmigration areas. Key word: musim tanam, produksi tanaman, pola tana

    USAHA MENEMUKAN JENIS UNGGUL TANAMAN SALAK (Salacca edulis Reinw.)

    No full text
    Salak pondoh, walaupun telah cukup lama dipromosikan sebagai produk hortikultura andalan dari propinsi DIY tetapi sampai sekarang produk ini belum mampu menembus pasaran ekspor, dan baru dikenal pada skala nasional. Hal ini disebabkan salak pondoh masih memiliki berbagai kelemahan seperti (1) daging buah tipis, (2) ukuran biji yang relatif besar, (3) penampilan yang kurang menarik (kusam) dan lain sebagainya. Untuk mengatasi kelemahan tersebut di atas dibutuhkan suatu program pemuliaan tanaman salak yang bersifat sinambung, sistematis, untuk mendapatkan kultivar kultivar baru yang lebih baik. Tujuan jangka pendek dari penelitian ini adalah mendapatkan klon/kultivar salak lokal unggulan yang mampu bersaing pada skala nasional, sedangkan tujuan jangka panjangnya adalah mendapatkan kultivar kultivar salak baru yang memiliki sifat sifa

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
    corecore