51 research outputs found
Contextual Aspects of Style and Translation: With Particular Reference to English-Arabic Translation
Some activities are easier to practice than to talk about, translation is one of them. This is simply because translation as a practice existed long before translation as a theoretical discipline. Most translators with no doubt wish to see their role in such a positive way: “opening a window” for TT readers, in order to illuminate for them an unfamiliar culture. In today’s translation circles, the translations accepted by mainstream translation norms more often than not share such features as fluency, smoothness and transparency. The target text is free of the slightest trace of translation and reads as if it had been written by the original author in the target language. The differences, including the strangeness, and otherness, are replaced by something familiar to the target reader. This paper, is basically devoted to shedding light on the impact of Abu Deeb’s style, in translating Orientalism, and how Abu Deeb’s style effect his translation
Pengaruh Metode Bercerita Terhadap Peningkatan Kosakata Anak Usia Dini di TK Berdikari Sukorambi Jember
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh metode bercerita terhadap kosakata anak usia dini pada siswa kelompok A TK Berdikari, Sukorambi, Jember, Tahun Ajaran 2015 – 2016. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Responden yang digunakan sebanyak 15 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, angket, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan rumus Chi-Kuadrat, yaitu untuk mencari perbedaan antara satu variabel dengan variabel lainnya. Artinya apakah ada atau tidak ada perbedaan antara variabel X dengan Y. berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa nilai X2 hitung (6,003) lebih besar (>) dari nilai X2 tabel (3,841). Dengan demikian hipotesis nihil ditolak dan hipotesis kerja diterima yang berarti ada pengaruh penggunaan metode bercerita terhadap peningkatan kosakata anak usia dini pada siswa kelompok A TK Berdikari Jember
Pengaruh Permainan Flash Card Terhadap Kemampuan Membaca Pada Siswa Usia 4-6 Tahun di RA Ar-Ridlwan Ajung Jember Tahun Ajaran 2015/2016
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tuntutan orang tua dan sekolah dasar yang ingin anak atau siswanya untuk dapat membaca akan tetapi para pendidik dan orang tua masih banyak yang menggunakan cara atau metode yang memaksakan kepada anak sehingga anak tidak suka dengan pelajaran membaca. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh permainan flash card terhadap kemampuan membaca pada siswa usia 4-6 tahun di RA Ar-Ridlwan. Berdasarkan hasil analisis Chi-kuadrat menghasilkan X2 hitung = 5,85 lebih besar dari X2 tabel= 3,84 pada taraf signifikan 5%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh permainan flash card terhadap kemampuan membaca pada siswa usia 4-6 tahun di RA Ar-Ridlwan Kecamatan Ajung Kabupaten Jember. Dengan adanya penelitian ini diharapkan para pendidik dapat menerapkan permainan untuk mengembangkan kemampuan membaca siswa. Pendidik juga diharapkan dapat mengembangkan kreativitas dan membuat suasana yang menyenangkan dalam kegiatan belajar mengajar di kelas agar siswa merasa antusias ketika mengikuti pembelajaran
PENGARUH MEDIA SOSIAL YOUTUBE TERHADAP PERKEMBANGAN MORAL SISWA KELAS VIII DI MTS NEGERI KALIBARU SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2015 – 2016
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Media Sosial Youtube terhadap Perkembangan Moral Siswa Kelas VIII di MTs Negeri Kalibaru Semester Genap Tahun Pelajaran 2015-2016, peneliti menggunakan metode Purposive Sampling Area yaitu teknik penentuan daerah penelitian dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2015: 85). Adapun tempat penelitian yang ditentukan peneliti adalah MTs Negeri Kalibaru. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh positif yang signifikan media sosial youtube terhadap perkembangan moral siswa kelas VIII di MTs Negeri Kalibaru semester genap tahun pelajaran 2015/2016. Hal ini dapat dilihat pada hasil perhitungan angket yaitu dengan bantuan SPSS yang dapat dilihat pengaruh antara media sosial youtube dan perkembangan moral siswa kelas VIII MTs Negeri Kalibaru
Development of E-Book Learning Media in Introducing Science for Early Childhood
The issue of science knowledge comprehension among early childhood children is a complex matter that requires serious attention in many countries, including Indonesia. Several studies indicate that the understanding of science knowledge among early childhood children in Indonesia is still relatively low. One of the efforts to provide a solution to these issues is the development of electronic book (e-book) instructional media. This development research employs the ADDIE model. The ADDIE model's developmental stages include analysis, design, development, implementation, and evaluation. The target audience is Kindergarten Group B children aged 5-6 years from TK Lab.School IKIP PGRI Jember. The instruments used for this research are expert media review, expert design review, expert content review, responses from small and large focus groups. Based on the response results, the understanding of participants reached 90,6%, the appeal was rated at 90,4%, with an overall average of 90,5%. The e-book's development results, based on the participants' responses, indicate that the usage of the e-book is highly suitable and effective in enhancing the understanding of science among children aged 5-6 years
Pengaruh Metode Bercerita terhadap Peningkatan Kosakata Anak Usia Dini di TK Berdikari Sukorambi Jember
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh metode bercerita terhadap kosakata anak usia dini pada siswa kelompok A TK Berdikari, Sukorambi, Jember, Tahun Ajaran 2015 – 2016. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Responden yang digunakan sebanyak 15 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, angket, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan rumus Chi-Kuadrat, yaitu untuk mencari perbedaan antara satu variabel dengan variabel lainnya. Artinya apakah ada atau tidak ada perbedaan antara variabel X dengan Y. berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa nilai X2 hitung (6,003) lebih besar (>) dari nilai X2 tabel (3,841). Dengan demikian hipotesis nihil ditolak dan hipotesis kerja diterima yang berarti ada pengaruh penggunaan metode bercerita terhadap peningkatan kosakata anak usia dini pada siswa kelompok A TK Berdikari Jember
Pengaruh Permainan Simpai Terhadap Peningkatan Kecerdasan Kinestetik Anak Kelompok B TK Negeri Pembina Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember
Dunia anak adalah dunia bermain, dari mulai bangun tidur sampai tidur kembali yang ada dalam fikiran anak adalah bermain. Stimulasi kecerdasan kinestetik terjadi pada saat bermain. Simpai (hulahop) sangat mudah digunakan pada aktivitas gerak tertentu yang berkaitan dengan pengembangan kelincahan (agility), kelenturan (flexibility) dan juga daya tahan (endurance), serta mengembangkan aspek lainnya seperti ritme gerakan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif. Penelitian ini mempunyai variabel bebas yaitu permainan simpai dan variabel terikatnya yaitu kecerdasan kinestetik. Metode analisis data menggunakan analisis Chi-Kuadrat (X2). Berdasarkan hasil analisa data didapatkan nilai X2 hitung = 6,427. Sedangkan bila dilihat nilai X2 tabel Chi-Kuadrat dengan responden (N) = 30, dengan taraf signifikan 5% diperoleh = 3,841. Dengan demikian dapat diketahui bahwa hipotesis kerja diterima yaitu ada pengaruh permainan simpai (hulahop) terhadap peningkatan kecerdasan kinestetik anak kelompok B TK Negeri Pembina Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember
CONSENT DECREE SEBAGAI SALAH SATU CARA DALAM UPAYA PENEGAKAN HUKUM PERSAINGAN USAHA DI INDONESIA ( Perbandingan dengan Negara Amerika Serikat)
CONSENT DECREE SEBAGAI SALAH SATU CARA DALAM UPAYA PENEGAKAN HUKUM PERSAINGAN USAHA DI INDONESIA (Perbandingan dengan Negara Amerika Serikat) M Fadil Imaddudin, Dr. Sukarmi, SH.,M.Hum., Moch. Zairul Alam, S.H., M.H. Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Email: [email protected]  ABSTRAK Consent Decree adalah perjanjian yang disetujui para pihak (dalam penegakan hukum persaingan usaha adalah penegak hukum dengan terduga pelanggar) yang berisikan kesepakatan dari terduga untuk menghentikan dugaan pelanggarannya dan didalamnya terdapat campur tangan hakim sebagai perintah dari pengadilan, metode ini merupakan penyelesaian perkara di Amerika yang dilakukan diluar persidangan. Metode ini digunakan oleh Federal Trade Commission (FTC) dan Departement of Justice (DOJ) dalam penyelesaian perkara persaingan usaha. Metode consent decree dapat memberikan efisensi dalam hal SDM dan biaya serta dapat mempercepat penanganan kasus persaingan usaha. Penggunaan consent decree di Amerika telah menjadi suatu alat penegakan hukum persaingan usaha yang sangat penting. KPPU memiliki kendala-kendala yang membuat penegakan hukum persaingan usaha tidak maksimal. KPPU dapat menggunakan metode consent decree sebagai solusi dari permasalahan yang dihadapi. Saat ini KPPU memiliki metode menyerupai consent decree yang bernama Perubahan Perilaku yang diatur dalam Peraturan Komisi Nomor 1 Tahun 2019, namun dasar penggunaan metode tersebut masih belum diatur dalam undang-undang. Perubahan Perilaku yang saat ini diatur dalam Perakom Nomor 1 Tahun 2019 memiliki perbedaan-perbedaan dengan consent decree. Berdasarkan hal tersebut dalam skripsi ini penulis mengkaji mengenai urgensi pengaturan consent decree di Indonesia kemudian membandingakan pengaturan dan analisis perbedaan antara consent decree dengan perubahan perilaku. Kata Kunci: Consent Decree, KPPU, Perubahan Perilaku  ABSTRACT Consent Decree is an agreement that is approved by the parties and in which there is a judge\u27s interference as an order from the court, this method is a settlement of cases in America carried out outside the trial. This method is used by the Federal Trade Commission (FTC) and the Department of Justice (DOJ) in resolving business competition cases. The consent decree method can provide efficiency in terms of human resources and costs and can speed up the handling of cases of business competition. The use of consent decree in America has become a very important business competition law enforcement tool. The Business Competition Supervisory Commission as a business competition law enforcement agency has obstacles that make law enforcement of business competition not optimal. KPPU can use the consent decree method as a solution to the problems faced. At present KPPU has a consent decree-like method called Behavior Change. Behavior changes currently regulated in Perkom Number 1 of 2019 have differences with consent decree. Based on this matter, in this thesis the author examines what constitutes the urgency of the adoption of consent decree in Indonesia and then comparisons and consent decree analysis with behavioral changes.   Keywords: Consent Decree, KPPU, Behavior Chang
EKSPLORASI KONSEP DILATASI ETNOMATEMATIKA PADA BATIK TEMBAKAU JEMBER
Etnomatematika merupakan ragam cara yang berbeda dalam melakukan matematika yang memperhitungkan penggunaan konsep-konsep matematika dalam sistem akademik yang dikembangkan di berbagai lapisan masyarakat dengan tetap memperhatikan tujuan yang berbeda – beda, dimana perbedaan budaya akan menciptakan perbedaan dalam praktek matematikanya (cara berhitung, mengelompokkan, mengukur, merancang bangunan atau alat, bermain dan lainnya). Berdasarkan hal tesebut penelitian ini bertujuan mendeskripsikan hasil eksplorasi etnomatematika pada batik tembakau Jember. Metode analisis dalam penelitian ini dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi dan wawancara. Penelitian ini dilakukan di Rumah Batik Rolla Jember dan Rezti’z Batik Tegalsari Ambulu Jember. Penelitian dilaksanakan selama satu minggu. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Etnomatematika pada batik motif tembakau khas Jember mempunyai konsep matematis berupa konsep dilatasi
Muslim Girls in Belgium Individual Freedom through Religion?
Research on Muslim communities in Europe has recently shifted focus from labor and social policy concerns to issues of 'religion' and 'culture'. In particular, there has been a growing interest in the possible emergence of a specifically 'European Islam'. Through examining the religious attitudes and practices of Muslim girls in Belgium, the author investigates the viability of a 'European Islam' and in so doing poses questions about the nature of secularization, free will and individualization of religious practice and belief
- …
