7 research outputs found
Analisis Netnografi Pengalaman Pelanggan Café White Forest
Pertumbuhan bisnis UMKM makanan di Indonesia terus mengalami perkembangan yang mengesankan dalam beberapa tahun terakhir. Café White Forest merupakan salah satu kafe yang cukup terkenal berlokasi di Pamulang Square, Pamulang Tangerang selatan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisis sumber ketidakpuasan pelanggan di Café White Forest pada ulasan atau penilaian pelanggan pada google review. Mengingat pada saat ini adanya penilaian pada google review dapat menjadikan pertimbangan bagi calon pelanggan untuk berkunjung ke Café White Forest. Metode penelitian yang digunakan adalah studi netnografi, metode Netnografi digunakan dengan mengamati teks-teks yang terdapat pada penilaian rating bintang 1 dan 2 di café White Forest Pamulang Square. Setelah itu data dioleh mengunakan software atlas.ti guna melakukan pengkodean kata atau kalimat dalam setiap penilaian pada google review. Hasil analisis terhadap 30 reviews pelanggan dapat diidentifikasi bahwa terdapat 9 kategori penting yang diperoleh dari review pelanggan. Frasa, yang paling banyak muncul adalah pelayanan buruk, makanan tidak enak, dan makanan lama disajikan. Untuk itu perlu adanya beberapa strategi peningkatan kualitas layanan dan makanan, guna memberikan pelayanan yang terbaik bagi pelanggan, sehingga dapat meningkatkan pelanggan yang berkunjung ke Café White Forest.
Keywords: Café, Studi Netnografi, Kualitas Pelayanan
 
EVALUASI TAMAN JANGKRIK SEBAGAI RTRA DI CIGANJUR, JAKARTA SELATAN
Taman Jangkrik terletak di Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Taman ini rencananya akan dijadikan salah satu ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA). Tujuan dari artikel ini yaitu mengevaluasi kondisi eksisting Taman Jangkrik untuk mendukung perencanaan RPTRA. Hal-hal yang dievaluasi antara lain, tautan lingkungan, daya dukung, sosial, visual, vegetasi, dan bangunan lanskap. Data dikumpulkan dengan pendekatan observasi, wawancara mendalam, dan studi literatur. Data dianalisis dengan statistika deskriptif. Khusus untuk analisis visual, digunakan analisis scenic beauty estimation (SBE). Hasil yang diperoleh antara lain 1) daya dukung kawasan sudah mencukupi, 2) belum ada pembagian ruang yang jelas, 3) sirkulasi dalam tapak belum optimal, 4) jenis dan cara penanaman vegetasi sudah sesuai, 5) elemen amphitheater pada tapak tidak sesuai dengan standar, 6) kualitas visual masih dapat ditingkatkan dengan pengindahan, 7) material pada playground sudah mulai rusak dan cenderung membahayakan anak
STRUKTUR JALAN LAYANG PROVINSI DKI JAKARTA: SEBUAH KAJIAN EVALUASI KUALITAS VISUAL
Rapid urban development demands a lot of infrastructure development. The development aims to support the activities of urban communities. Many research has been done on the structure, but the assessment of the visual quality of these structures is still very rarely done, especially in Indonesia. Flyovers are one of the structures that are often present in cities to solve congestion problems. Jakarta as the capital city, has many of these structures. Unfortunately, unwittingly adding structures can affect the visual quality of the surrounding environment. There are many ways to beautify these structures such as by adding plants, giving ornaments in the form of reliefs, to painting with mural art. The purpose of this article is to evaluate the visual quality of flyover structures. The methods used in this article include scenic beauty estimation (SBE), semantic differential (SD), factor analysis, multidimensional scaling, and Kendall’s W. The results obtained are different levels of visual quality of flyover structures based on the appearance of complementary ornaments. Based on SBE analysis, the structure with reliefs that were not colored showed poor visual quality with an SBE value of -46,483. High visual quality based on SBE analysis, namely the structure with the softscape element in the form of landscape plants (89,777). The impression caused by the structure with softscape elements in the form of landscape plants is considered shadier and attractive
Visual Quality Protection of Ciboer Rice Fields to Maintain the Attraction of Bantar Agung Tourism Village
Bantar Agung Village in Majalengka Regency, West Java Province, is developing agriculturally-based tourism. The Ciboer Rice Fields area is one of the attractions in the village of Bantar Agung that presents the visual beauty of the rice field landscape. New agrotourism opportunities will be developed in this area. The study has aimed to evaluate the visual quality of the Ciboer Rice Fields and how it would be affected by agrotourism-related changes. Data were analyzed using Kendall’s W test, scenic beauty estimation (SBE), semantic differential (SD), factor analysis, and multidimensional scaling (MDS). It is found that when more objects are added to the Ciboer Rice Fields landscape, the value of beauty is diminished. Village regulations are needed to protect the visual experience of the Ciboer Rice Fields
ANALISIS TAPAK LANSKAP WISATA CURUG CIPEUTEUY SEBAGAI ZONA PEMANFAATAN TAMAN NASIONAL GUNUNG CIREMAI
Taman Nasional Gunung Ciremai sebagai salah satu taman nasional yang ada di Indonesia memiliki 30% area zona pemanfaatan. Oleh masyarakat setempat, area zona pemanfaatan ini dikelola secara swadaya dan diperuntukan sebagai tempat wisata. Salah satu area yang dikembangkan yaitu area Curug Cipeteuy. Sejauh ini, pengembangan area wisata di zona tersebut belum memiliki perencanaan yang matang sesuai tahapan perencanaan lanskap pada umumnya. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis tapak agar dapat digunakan sebagai data dasar dalam proses perencanaan lanskap wisata. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan studi literatur. Data dianalisis secara deskriptif baik kualitatif maupun kuantitatif. Konsep yang direkomendasikan yaitu area lanskap wisata Curug Cipeteuy yaitu penerapan konsep selaras alam karena berdasarkan hasil analisis scenic beauty estimation (SBE), sebanyak 88,9% area memiliki kualitas visual yang tinggi karena keasriannya. Dalam perencanaan tata hijau, tidak diperkenankan mengintroduksi vegetasi dari luar untuk menjaga sistem ekologi di dalamnya. Material yang direkomendasikan yaitu material-material yang ketersediaanya ada dalam tapak atau tidak jauh dari tapak untuk mendukung konsep selaras alam. Material-material tersebut antara lain kayu pinus, bambu, batu kali, dan batu andesit
Pengaruh Jenis Kemasan terhadap Kualitas Pisang Cavendish pada Periode Pascapanen
Penanganan pascapanen pada pisang tidak hanya dapat dilakukan dengan cara mengatur pemananen atau dengan perlakuan kimia. Perlakuan fisik seperti pengemasan juga dapat menjaga kualitas pisang. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh tipe kemasan dalam mempertahankan kualitasbuah pisang cavendish. Penelitian dilaksanakan selama tujuh hari dengan menilai 10 parameter.Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap faktor tunggal dan dianalisis dengan sidik ragam. Datanonparametrik dianalisis dengan uji Kruskal Wallis H. Hasil yang diperoleh susut bobot dan indeks warnaterbaik terdapat pada perlakuan pengemasan dengan menggunakan plastik polietilen (PE) dan plastikwrap. Meskipun demikian, kedua perlakuan tersebut tidak dapat mempertahankan daya simpan buah.Perlakuan tanpa pengemasan dan dikemas dengan menggunakan kertas hampir unggul pada semua ujiorganoleptik. Hasil skoring menunjukkan pisang cavendish dengan perlakuan tanpa pengemasan danyang dikemas dengan kertas merupakan perlakuan yang direkomendasikan untuk menjaga kualitaspascapanen.Kata kunci: daya simpan, organoleptik, polietilen, susut bobot.Â
Pengaruh Jenis Kemasan terhadap Kualitas Pisang Cavendish pada Periode Pascapanen
Penanganan pascapanen pada pisang tidak hanya dapat dilakukan dengan cara mengatur pemananen atau dengan perlakuan kimia. Perlakuan fisik seperti pengemasan juga dapat menjaga kualitas pisang. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh tipe kemasan dalam mempertahankan kualitasbuah pisang cavendish. Penelitian dilaksanakan selama tujuh hari dengan menilai 10 parameter.Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap faktor tunggal dan dianalisis dengan sidik ragam. Datanonparametrik dianalisis dengan uji Kruskal Wallis H. Hasil yang diperoleh susut bobot dan indeks warnaterbaik terdapat pada perlakuan pengemasan dengan menggunakan plastik polietilen (PE) dan plastikwrap. Meskipun demikian, kedua perlakuan tersebut tidak dapat mempertahankan daya simpan buah.Perlakuan tanpa pengemasan dan dikemas dengan menggunakan kertas hampir unggul pada semua ujiorganoleptik. Hasil skoring menunjukkan pisang cavendish dengan perlakuan tanpa pengemasan danyang dikemas dengan kertas merupakan perlakuan yang direkomendasikan untuk menjaga kualitaspascapanen.Kata kunci: daya simpan, organoleptik, polietilen, susut bobot.
