1,720,972 research outputs found

    Ilen-ilen seni pertunjukan Bali

    No full text
    Buku ini adalah hasil revisi dan pengembangan dari buku selayang pandang seni pertunjukan Bali yang ditulis dan diterbitkan oleh MSPI tahun 1999. Buku ini akan menjelaskan perkembangan seni pertunjukan Bali dari masa yangterdahulu samapai saat ini

    Puspasari Seni Tari Bali

    No full text
    Dalam kurun waktu sejak tahun 1960-an hingga sekarang, gairah masyarakat untuk belajar tari Bali menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Munculnya sanggar-sanggat tari Bali, berbagai sekolah dan perguruan tinggi di dalam maupun luar negeri adalah bukti nyata dari peningkatan animo masyarakat luas terhadap seni tari Bali. Namun peningkatan gairah masyarakat untuk belajar menari tampaknya belum menjamin terjadinya peningkatan kualitas seni tari Bali. Masyarakat yang belajar tari Bali ternyata banyak yang belum memiliki penguasaan serta pemahaman yang baik dan benar terhadap patokan-patokan dasar tari Bali. Masih banyak yang tampil tanpa sikap dasar tubuh, tehnik dan rasa gerak, bentuk dan struktur, tata ruang, rasa musikal, serta penjiwaan yang baik terhadap tarian yang dibawakan. Sementara itu masih cukup banyak penari Bali yang baru mampu menampilkan keindahan eksternal (olah tubuh) tari Bali namun kurang bisa menyertakan olah rasa dalam, kekuatan internal dan spiritual yang menjadi salah satu kekuatan tari Bali. Dalam buku ini penulis mengurai ltar belakang budaya, rahasia tehnik dan prinsip estetik tari Bali yang sangat dibutuhkan bagi kepenarian, penyajian, dan pengkajian terhadap tarian Bali

    Selayang pandang seni pertunjukan Bali

    No full text
    Seni pertunjukan Bali hingga kini memiliki tempat yang istimewa di kalangan masyarakat Hindu Bali. Karena pentingnya peranan pertunjukan dalam berbagai aspek keagamaan dan ritus sosial. Upacara keagamaan belum lengkap dan sempurna tanpa kehadiran panca gita atau lima bunyi-bunyian yang meliputi: mantra, genta, kidung, kentongan dan tetabuhan. Buku ini memaparkan dengan ringkas namun jelas tenang dunia serta elemen-elemen seni pertunjukan Bali

    Taksu in and beyond the arts

    No full text
    Taksu adalah niskala (tidak berwujud, tidak berwujud). Dengan demikian, hampir tidak mungkin untuk menggambarkannya sebagai kepositifan, atau menganalisisnya secara ilmiah. Masyarakat Bali cenderung mempersepsikan taksu sebagai konsep yang berkaitan dengan agama mereka-Hindu Bali. Anggota masyarakat setempat menerapkan konsep ini dalam hubungannya dengan praktik keagamaan mereka dan dengan keberadaan dewa dan dewa Hindu. Ketika ditanya tentang persepsi mereka tentang taksu, sebagian besar seniman, pendeta, dan praktisi penting lainnya di berbagai bidang, akan memulai dengan menjelaskan keberadaan tempat suci taksu di pura keluarga mereka. Tiga aspek merupakan pilar taksu: aspek fisik dan teknis, aspek mental dan moral, spiritual dan magis. Aspek-aspek tersebut sejalan dengan prinsip bayu-sabda-idep dalam tradisi budaya Hindu Bali

    Dramatari Sunda Upa-Sunda

    Get PDF
    Semenjak dianugerahinya suatu kesaktian yang dapat mengalahkan Tribhuana oleh Batara Brahma Daitya Suncla barsama adiknya Upasunda menjadi serakah. Semua raja-raja telah ditaklukan dan timbullah niat untuk menghancurkan sorga. Dengan diiringi oleh .para .anak buah meraka, dua daitya ini berangkat ke sorga menggempurnya. Tidak ada dewa Yang dapat menahan serangan dua daitya bersaudara ini hingga hancurlah Sorga-loka. Melihta kehancuran sorga ini para •dewa sangat sedih, dan kemudian dewa Indra dengan diiringi oleh dewa Wiswakarma menghadap Batara Brahma guna memohon kematian dua daitya tersebut. Berkat pormohonan para dewa ini, Batara Brahma memerintahkan dewa Wiswakarma untuk menciptakan seorang bidadari cantik yang nantinya dapat memikat hati kedua dai tya- t ersebut sebagai sarana kematiannya. Kata kunci: dramatari, daity

    Kecak dari Ritual ke Teatrikal

    No full text
    Buku ini adalah hasil renungan panjang setelah melihat perkembangan Kecak yang begitu pesat di masyarakat. Buku ini menyajikan bagaimana proses peralihan atau perubahan kecak (sajian ritual) yang terintegrasi dengan tari Sanghyang menjadi Kecak (tontonan teatrikal) yang berdiri sendiri. Buku ini sebagian besar ditulis di Taiwan ketika penulis menjalankan cuti (selama empat bulan) untuk mengajar sambil menulis buku teks di Departemen Tari, Tipei National University of The Art (TNUA)

    Kecak : The vocal chant of Bali

    No full text
    Cak, atau Kecak, adalah salah satu bentuk seni pertunjukan paling terkenal di Bali yang dilihat oleh turis dan telah menjadi bagian yang tak terlupakan dari kunjungan setiap pengunjung ke pulau itu. Terlepas dari popularitas besar Kecak, sangat sedikit yang telah ditulis tentang subjek yang akan memberikan informasi komprehensif yang sangat berharga untuk menghargai sejarah dan estetika budayanya yang unik.Buku ini bermaksud memberikan informasi dan dokumentasi ekstensif tentang Kecak sambil tetap dapat diakses oleh penonton umum pertunjukan Kecak. Dalam buku ini terdapat informasi tentang: perkembangan Kecak, unsur tradisional pementasannya, epos Ramayana seperti yang dipentaskan dalam Kecak, dan beberapa catatan tentang inovasi dan perubahan baru dalam bentuk. Di bagian akhir, buku ini mencakup daftar master Kecak dan kelompok Kecak yang aktif saat ini di pulau itu.Buku ini di tulis untuk memberikan panduan kepada mereka yang tertarik untuk memiliki apresiasi yang lebih baik dari fitur unik dari bentuk dramatis dan karena itu menikmati sepenuhnya keindahan artistik dari pertunjukan Kecak. Selain itu mempersembahkan buku ini sebagai bahan bacaan bagi mahasiswa dan dosen Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Denpasar, dan kepada pihak lain yang tertarik dengan seni pertunjukan Bali

    Menapak Jejak Tiga Seniman Seni Pertunjukan Bali: Cokorda Oka Tublen, I Wayan Geria, I Made Kredek

    No full text
    Buku ini ditulis sebagai wujud penghargaan terhadap tiga seniman Bali asal Singapadu, Cokorda Oka Tublen, I Wayan Geria, dan I Made Kredek, yang telah berjasa besar baik dalam pelestarian maupun pengembangan seni pertunjukan Bali. Selain sebagi pelaku (penari, aktor, penabuh), mereka juga banyak membina dan melatih para seniman muda generasi penerus, serta sebagai kreator atau inovator dari beberapa jenis seni pertunjukan Bali

    Upacara gren mahe (penghormatan leluhur) di kabupaten Sikka provinsi Nusa Tenggara Timur

    No full text
    Buku ini adalah salah satu hasil kajian perlindungan ekspresi keragaman budaya dan inventarisasi perlindungan karya budaya yang ditulis oleh para peneliti dari Balai pelestarian nilai budaya badung (Bali, NTB dan NTT) bekerjasama dengan pusat pusat Bali univ Udayana serta beberapa sarjana perguruan tinggi lain di Bali. Buku ini mengkaji upacara penghormatan kepada leluhur di kabupaten Sikka NTT. Di dalam buku ini juga dijelaskan mengenai kondisi masyarakat dan geografis masyrakat Sikka, sejarah, kependudukan, kekerabatan dan kepercayaan masyarakat. Selanjutnya dijelaskan emngenai proses dan implikasi upacara gren mahe
    corecore