1,720,977 research outputs found
Begini cara menggunakan data wawancara dan observasi pada penelitian skripsi dan tesis mahasiswa
Pada bagian ini dimulailah paragraf pembuka yang mendeskripsikan persepsi mahasiswa kampus A terhadap Ustad B. Kemudian, perkuat pernyataan tersebut dengan kutipan langsung wawancara minimal satu kutipan langsung. Perkuat wawancara dengan sumber lain, namun tidak perlu dituliskan kutipan langsungnya. Setelah mencantumkan kutipan wawancara minimal dua kutipan wawancara dari sumber yang berbeda. Mengapa harus dua dan dari sumber yang berbeda. Ini dilakukan untuk memenuhi uji keabsahan data dengan triangulasi. Jadi, minimal harus ada dua sumber berbeda yang memperkuat pernyataan kita pada paragraf pembuka tadi itu
Menata laboratorium dakwah terintegrasi
Laboratorium adalah tempat para akademisi untuk merancang, membangun, mengembangkan, dan mengevaluasi program riset atau pembelajaran. Kalau definisi ini dikaitkan dengan Dakwah, yang pada satu sisi dakwah adalah ilmu sosial berbasiskan pada nilai dan perspektif agama. Maka secara sederhana, laboratorium dakwah identik dengan laboratorium sosial. Dengan begitu, laboratorium dakwah itu adalah tempat untuk akademisi dakwah (dosen peneliti) untuk merancang, mengembangkan, dan mengevaluasi dakwah, baik dakwah praktis maupun dakwah teoretis. Laboratorium dakwah tempat bagi para dosen Fakultas Dakwah untuk merancang model, metode, materi, dan media dakwah. Bahkan, dampak (impact) dakwahpun dirumuskan di sini. Singkatnya, laboratorium dakwah itu sebagai wadah untuk dosen dakwah berkreativitas dan berinovasi
Pemberdayaan kelompok usaha peningkatan pendapatan keluarga sejahtera (UPPKS) dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga di Pasaman
Kabupaten Pasaman memiliki populasi besar mencapai 263,800 jiwa, dengan
komposisi penduduk pasangan usia subur sebanyak 46,311 rumah tangga.
populasi yang besar, ada sebuah keluarga yang dikategorikan sangat miskin dan
miskin, sebanyak 23,861 rumah tangga. Ancaman overpopulasi dan kemiskinan
siap untuk menghantam wilayah tersebut. pengendalian penduduk dapat
dilakukan untuk memaksimalkan program keluarga berencana di Pemberdayaan
Perempuan dan Keluarga Berencana. Di sisi lain, program keluarga berencana
memiliki sekelompok Pendapatan Usaha Kesejahteraan Keluarga untuk
menambah sumber pendapatan untuk peserta program keluarga berencana.
Dengan asumsi upaya integrasi program keluarga berencana dengan program
untuk meningkatkan pendapatan dari keluarga yang dapat menghemat Pasaman
dari ancaman kelebihan populasi dan kemiskinan
URGENSI ETIKA PROFESI PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM
Ethics becomes a guiding tool in running a profession. Profession is not only defined as work done with skill or expertise, because in fact the profession includes mastery of theoretical knowledge, theoretical (practical) and experiential implementation. Similarly, the work of the community facilitator profession, which requires an ethical standard to be used as a guide in carrying out its work.Using ethical comparative analysis according to Western and Islamic philosophy, which then attempts to formulate the urgency of the ethical profession of Islamic community facilitator, which includes (a) Guidelines for community facilitator to carry out their duties and responsibilities, (b) the system of norms for professional development and personality, c) benchmark in evaluating the professionalism of community facilitator work
PARADIGMA PERUBAHAN SOSIAL PERSPEKTIF CHANGE AGENT DALAM AL-QURAN (Analisis Tematik Kisah Nabi Yusuf as)
Social change can be studied through the classical theory of sociology, which is known as the theory of historical circle. This theory explains that history is a recurring process.Social change is not moving along a straight line but rather it follows a circle. According to the theory, history becomes a decisive factor in the process of social change. Historical events cannot be separated from the actors of history (actor), namely the leaders that ultimately affect the course of changes that occur in society. This paper attempts to present the study of social change perspective of history of a great man, namely the Prophet Yusuf. The success of the Prophet Yusuf inrescuing the Egyptians from the long drought deserves to be studied, both his position as the messenger of Allah and his status as a human being who has its own charm. Using the thematic interpretation method to interpret Quranic verses and fenomenological analysis methods to analyze topics related to the social phenomena contained in the story of Prophet Yusuf, this research founds that the concept of social change in the story of Yusuf lies on three aspects, namely the integrity of solid sturdiness, the concept of clear social change, and the planned process of social change. Perubahan sosial dapat dikaji melalui teori klasik sosiologi yakni teori lingkar sejarah. Teori ini menjelaskan bahwa sejarah merupakan proses yang berulang, perubahan sosial tidak bergerak menurut garis lurus melainkan melingkar. Menurut teori tersebut, sejarah menjadi faktor penentu dalam proses perubahan sosial. Peristiwa sejarah tidak dapat dipisahkan dari pelaku sejarah (actor), yakni profil orang besar yang pada akhirnya mempengaruhi jalannya perubahan-perubahan yang terjadi pada masyarakat. Dalam paper ini penulis berupaya menyajikan kajian perubahan sosial perspektif sejarah orang besar, yakni Nabi Yusuf as. Keberhasilan Nabi Yusuf as menyelamatkan rakyat Mesir dari masa kemarau yang panjang patut untuk dikaji, baik posisinya sebagai utusan Allah dan statusnya sebagai manusia biasa yang memiliki daya tarik tersendiri. Dengan menggunakan metode analisis tafsir tematik untuk menafsir ayat-ayat al-Quran dan metode analisis fenomenologi untuk menganalisis topik yang terkait dengan fenomena sosial yang ada dalam kisah Nabi Yusuf. Penulis mendapatkan konsep perubahan sosial dari kisah Yusuf as atas tiga aspek, yaitu integritas ketokohan yang mantap, konsep perubahan sosial yang jelas dan proses perubahan sosial yang terencana
Problematika pendamping desa profesional dalam pemberdayaan masyarakat desa di Kota Padangsidimpuan
Kepemimpinan komunitas : kepemimpinan komunitas muslim menurut hadis Rasulullah SAW
Artikel ini membahas tentang hadis-hadis yang menyatakan bahwa urusan kepemimpinan dipegang oleh Bani Quraisy yang terdapat dalam kitab-kitab hadis shahih. Dengan menggunakan kajian studi kepustakaan melalui pendekatan metode pemahaman hadis dan pendekatan sosiologis terhadap sumber data berupa kitab-kitab hadis klasik dalam kitab Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Musnad Imam Ahmad dan
Musnad Abu Daud, buku-buku dan artikel ilmiah, didapatkan hasil kajian bahwa ulama sepakat atas keshahihan hadis-hadis tentang kekhalifahan (kepemimpinan) di tangan
Quraisy, namun para ulama itu berbeda pendapat dalam menginterpretasikan hadis, antara afdlaliyyah (syarat keutamaan) dengan in‟iqad (syarat mutlaq). Pada masyarakat kontemporer dengan pendekatan sosiologis terhadap hadis-hadis shahih tersebut didapatkan pemahaman bahwa pemimpin itu harus memiliki rasa keadilan, berkasih
sayang, menepati janji, menegakkan agama dan mengajak kepada kabajikan serta mencegah kemaksiatan. Pemimpin yang memiliki persyaratkan itu wajib ditaati oleh
rakyatnya (komunitasnya)
Zakat sebagai pendanaan program pengembangan masyarakat Islam
Zakat merupakan salah satu dana filantropis Islam, yang memiliki dua dimensi yaitu peribadatan dan kemanusiaan. Pada aspek peribadatan, zakat tidak bisa dilepaskan dari pemahaman bahwa zakat adalah perintah Allah dan kewajiban bagi setiap muslim. Pemahaman kita tentang suatu kewajiban adalah dalil Quran dan Sunnah sehingga kewajiban itu harus ditunaikan sesuai dengan dalil-dalil Naqli tersebut. Pada aspek lain, zakat merupakan wujud ekspresi keimanan kita untuk peduli kepada manusia. Dua aspek yang melekat pada zakat ini mempengaruhi perspektif kita terhadap zakat, antara perspektif konvensional dengan perspektif kontemporer
Pembentukan manhaj jamaah dalam pengembangan masyarakat Islam
Islam as the religion of rahmatanlil'alamin means that Islam is universal and
flexible to all aspects of life, including the life of mankind. Da'wah of Islam touches on
the development of the resources of the Muslim community and the global community
in humanizing humans, achieving a decent standard of living materially and immaterial
(hasanah fid-dunya wal akhirat). However, the availability of potential natural
resources has not been maximally utilized because of the low capacity and weak work
ethic. Therefore, the establishment of Manhaj Jama'ah in development and
empowerment activities is important to implement. Development that is centered on
pilgrims can have a broader impact in efforts to build people's welfare and can build
"peer networks" in community development activities. This paper is not an applicative
study of a study but contains theoretical-academic exposures, which explain the efforts
to develop Islamic society in congregation. In this article, it was explained the reason
for the need for community development activities carried out in congregation, what
strengths the pilgrims have and the stages of forming strong and independent jama'ah
Peranan dakwah dalam proses pengembangan masyarakat Islam
Islam is the religion of rahmatan lil 'alamin, coming to the world bringing peace and tranquility for all human beings. Islam teaches adherents to safeguard and preserve the environment. Islam teaches how to maintain relationships with people who have different faiths with moslem. It is impossible that Islam can not find a solutions for modern, plural and global human problems like this era. Islam coming brings grace must be conveyed for all natural seekers. Da'wah frees marginalized groups such as women and children. Islam teaches that all human beings are equal (rights and obligations) before Allah SWT, which distinguishes man from other human being is piety. By using comparative analysis method (comparison) work da'wah with community development work, the authors to study how the role of da'wah in community development? The results of the study show that the role of da'wah in community development involves the initiators who will streng then the basic principles of society according to the guidance of the Qur'an and the Sunnah of the Muhammad, the motivator of the individual's care for the social environment, the extensionist will be answer for people in facing life's problems, and the adhesive of human brotherhood
- …
