10 research outputs found
ANALISIS PERBEDAAN WAKTU BAKU PRODUKSI KEMEJA BATIK ANTARA JABIER TAILOR DENGAN MATAKULIAH TAILORING S1 PENDIDIKAN TATA BUSANA UNIVERSITAS NEGERI MALANG
ABSTRAK Indriati, Diani. 2018. Analisis Perbedaan Waktu Baku Produksi Kemeja Batik Antara Jabier Tailor Dengan Matakuliah Tailoring S1 Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Dra. Sri Eko Puji Rahayu, M.Si., (II) Anik Dwiastuti, S.T., M.T. Kata Kunci : Waktu Baku, Sistem Produksi Kemeja Batik Motif Sambung, Allowance, Performans Rating Busana adalah salah satu kebutuhan pokok yang harus dipenuhi oleh manusia selain pangan dan papan. Seiring dengan berkembangnya IPTEK usaha dibidang busana pun kini ikut berkembang pesat, karena semakin tinggi per-saingan dalam industri busana, maka produsen industri busana dituntut untuk menciptakan efisiensi dalam proses produksinya.Di dunia industri, waktu kerja merupakan salah satu faktor yang penting dan perlu mendapat perhatian dalam sistem produksinya. Agar dapat membandingkan waktu kerja dibutuhkan suatu waktu baku atau waktu standar sebagai acuan untuk penentuan metode kerja yang terbaik.Menurut hasil pengamatan peneliti di tanggal 6 September 2017 pada matakuliah Tailoring mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Malang (UM) angkatan 2015 offering A, B dan Jabier Tailor Kota Malang terdapat perbedaan waktu baku produksi. Produk yang dikerjakan adalah produk yang sama yakni kemeja batik motif sambung. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisis perbedaan waktu baku produksi kemeja batik motif sambung dalam hal sistem produksi, faktor kelonggaran (allowance) dan penyesuaian (performans rating) antara matakuliah Tailoring S1 Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Malang dengan Jabier Tailor Kota Malang.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, dan bersifat ex-post facto. Penelitian ini menggunakan sumber data primer yang diperoleh dari pengamatan langsung oleh peneliti pada matakuliah Tailoring S1 Pendidikan Tata Busana dan Jabier Tailor dengan data yang diambil pada bulan Agustus sampai dengan bulan Oktober tahun 2017.Penelitian ini menggunakan instrumen berupa jam henti (stopwatch). Hasil dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan yang sangat signifikan pada waktu baku produksi kemeja batik motif sambung antara Jabier Tailor dengan matakuliah Tailoring S1 Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Malang.Perbedaan waktu baku produksi kemeja batik motif sambung antara Jabier Tailor dengan matakuliah Tailoring S1 Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Malang jika ditinjau dari sistem produksinya, perbedaan yang sangat signifikan terletak pada proses memasang lengan pada kerung lengan kemeja dengan jumlah koefisien perbedaan sebesar 84,4%.Perbedaan waktu baku produksi kemeja batik motif sambung antara Jabier Tailor dengan matakuliah Tailoring S1 Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Malang jika ditinjau dari performans rating, perbedaan yang sangat signifikan terletak pada usaha (effort) dengan jumlah koefisien perbedaan sebesar 60%. Perbedaan waktu baku produksi kemeja batik motif sambung antara Jabier Tailor dengan matakuliah Tailoring S1 Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Malang jika ditinjau dari faktor kelonggaran (allowance), perbedaan yang sangat signifikan terletak pada minum sekedarnya hanya untuk menghilangkan rasa haus dengan jumlah koefisien perbedaan sebesar 94%. Saran peneliti kepada peneliti selanjutnya yang tertarik dengan tema penelitian ini agar mengadakan penelitian lanjutan pada matakuliah praktik lainnya, dan meminta izin kepada dosen pengajar matakuliah untuk membentuk kelompok-kelompok pada mahasiswa sebelum mengambil data, agar memudahkan proses pengambilan data
APLIKASI TEKNIK BATIK TULIS DENGAN MOTIF RUMAH ADAT DAYAK KANAYATN PADA PEMBUATAN TAS WANITA
Indriati, 2013. Aplikasi Teknik Batik Tulis Dengan Motif Rumah Adat Dayak Kanayatn Pada Pembuatan Tas Wanita, Jurusan Seni Pendidikan Rupa di Universitas Pendidikan Indonesia.
Proses pembuatan batik pada zaman sekarang perlu mempertimbangkan aspek teknis maupun estetisnya. Aspek teknis berkaitan dengan cara pembuatan batik sedangkan aspek estetis berkaita dengan fungsi penciptaan batik bagi kehidupa sehari-hari.
Pembuatan tas untuk wanita dengan teknik batik tulis perlu memperhatikan sasaran penciptaan karya dengan tepat, hal ini di maksudkan supaya karya yang di ciptakan dapat sesuai dengan permintaan konsumen.
Metode penciptaan karya dilaksanakan dalam bentuk praktek, untuk mendukung metode tersebut maka dilakukan studi literature (membaca buku, majalah, dan browsing internet). Selain itu, untuk menambah wawasan dalam proses penciptaan karya di lakukan juga kunjungan atau observasi lapangan.
Tahap berkarya aplikasi batik dilakukan dengan dimulai dari membuat desain model, menstilasi motif rumah betang, burung enggang, dan batang garing dengan memperhatikan aspek keselarasan, keseimbangan, kesatuan keseuruhan sesuai desain, sehingga dapat memberikan hasil yang memuaskan.
Dalam penciptaan karya TA ini penulis membuat 4 karya tas wanita dengan beberapa warna khas Kalimantan Barat akan tetapi warna latar pada karya menggunakan sama yaitu hitam, warna lainnya yaitu, merah, kuning, putih dan warna tambahan cokelat. Dari proses penciptaan seni batik dapat disimpulkan batik tulis dengan motif hias rumah betang dapat diterapkan dengan motif hias yang menarik. Dengan menstilasi bentuk rumah betang, burung enggang dan batang garing memberikan kesan natural, dekoratif, dan memiliki kesan estetika yang baik. Bentuk stilasi rumah, burung enggang, dan batang garingnya komposisi yang sederhana dengan memperhatikan keselarasan, keseimbangan dan keseluruhan sesuai dengan pola sehingga menghasilkan karya yang menarik.
Indriati, 2013. Engineering Applications With Motif Batik Dayak Traditional House Kanayatn In Handbag Making, Department of Fine Arts Education at Universitas Pendidikan Indonesia.
The process of batik-making in contemporary times need to consider the technical and aesthetic aspects. Technical aspects related to the way of making batik while the aesthetic aspect berkaita with batik creation function for day-to-day lives of those.
Making handbags for women with batik techniques need to pay attention to the goal of creating the right work, this in order to work in the mean can be made according to customer demand.
The method of creating the work carried out in practice, to support the method is carried out studies literature (reading books, magazines, and internet browsing). Moreover, to add insight in the process of creating the work is done well visits or field observations.
Stage work done by batik application starts making model design, motif menstilasi betang, hornbills, and crisp stems with consideration harmony, balance, unity keseuruhan appropriate design, so as to give a satisfactory result.
In the creation of works of this author TA makes 4 reticule works with several colors typical of West Kalimantan but the background color using the same work that is black, other colors namely, red, yellow, white and brown color added. Of the process of creating batik art batik concluded with ornamental motifs betang can be applied with an attractive decorative motif. With menstilasi form betang, hornbills and crisp stems give the impression of natural, decorative, and have a good aesthetic impression. Stylized form of the house, hornbills, and stem garingnya simple composition with respect to harmony, balance and overall fit with the pattern to produce interesting work
Comparison of tests of non-nested hypotheses with application to phenology
This thesis was scanned from the print manuscript for digital preservation and is copyright the author.
Researchers can access this thesis by asking their local university, institution or public library to
make a request on their behalf. Monash staff and postgraduate students can use the link in the References field
Complex frequency analysis Tornillo earthquake Lokon Volcano in North Sulawesi period 1 January-17 March 2016
Subduction zone in Java Island using primary wave tomography from Jacobian relocation method based on ak135 velocity model
KEBIJAKAN SISTEM PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA KORPORASI DALAM PERUNDANG-UNDANGAN LINGKUNGAN HIDUP
Corporation became as criminal law's subject was phenomena of legislative policy in institution's product in time. In connection with it what the author want to know far with makes observation about liability of corporation criminal responsibility system in legislations of environment. As regards the problem that the author wants to write is about policy of corporation criminal responsibility system in the environment legislation this time (factual policy) and for future (perspective policy or ideals policy).
The main target of this research is legislative policy defining corporation criminal responsibility system in environment legislation so the main of approach to this problem is legal-normative approach. For suporting the legal-normative approach is done the social legal approach too. The data was submitted then to analisys with normative-qualitative way with use descriptive-analysis explanation
ethode.
Besides the research that policy system responsibility criminal corporation in the environment legislation that this time to conduct not over to discuss until complycated about the problem what must could. Responsibility, when corporation we says done the criminal problem, in the casus how corporation could responsibility and the kinds of sanction that can divorseced to corporation especially in the sectoral legislation.
After that besides a change new world international the opinion from the scholar that we see from the thearty of corporation we can accepted to be a subject criminal law's (not again to be fiction) with the a phenomena legislatif policy that contributed corporation to be a subject criminal laws that usually it will contribute also the rule so clearly that it have relationship with the problem criminally system (responsibility corporation). Besides that with the idea about the primary law's manages environments it's a umbrella provision (umbrella act) that why this matter also to manage into sectoral environment legislations.
Korporasi dijadikan sebagai subjek hukum pidana merupakan fenomena kebijakan legislatif dalam produk perundang-undangan dewasa ini. Sehubungan dengan hal tersebut maka penulis ingin mengkaji lebih jauh dengan mengadakan penelitian tentang kebijakan sistem pertanggungjawaban pidana korporasi dalam perundang-undangan lingkungan hidup. Adapun permasalahan yang penulis angkat adalah mengenai kebijakan sistem pertanggungjawaban pidana korporasi dalam perundang-undangan lingkungan hidup saat ini (kebijakan faktuai) dan kebijakan sistem pertanggungjawaban pidana korporasi daiam perundang-undangan lingkungan hidup untuk masa yang akan datang (kebijakan perspektif atau kebijakan ideal).
Sasaran utama penelitian ini adaiah kebijakan legislatif dalam menetapkan sistem pertanggungjawaban pidana korporasi dalam perundang-undangan lingkungan hidup maka pendekatan yang utama terhadap masaiah ini adaiah pendektan yuridis-normatif Untuk menunjang pendekatan yuridis-normatif tersebut dilakukan juga pendekatan yuridis-empiris. Data yang teiah berhasil dikumpuikan dianalisis secara normatificualitatif dengan mempergunakan metode penguraian deskripticanalitts.
Berdasarkan hasil penelitian maka kebijakan sistem pertanggungjawaban pidana korporasi dalam perundang-undangan lingkungan hidup yang soot ini oerlaku belum diatur secara lengkap mengenai permasalahan siapa yang dapat dipertanggungjawabkan, kapan korporasi dikatakan melakukan tindak pidana, daiam hal bagaimana korporasi dapat dipertanggungjawabkan dan jenis-jenis sanksi yang dapat dijatuhkan untuk korporasi terutama dalam perundang-undangan sektoral.
Kemudian berdasarkan perkembangan dunia internasional, pendapat para sarjana maka secara teoritis korporasi dapat diterima sebagai subjek hukum pidana (bukan lagi suatu fiksi). Seiring dengan adanya fenomena kebijakan legislatif yang mencantumkan korporasi sebagai subjek hukum pidana seyogyanya diatur pula ketentuan secara rinci yang berkaitan dengan permasalahan sistem pemidanaan (pertanggungjawaban korporasi). Disamping itu sehubungan dengan ide bahwa Undang-Undang Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup merupakan undang-undang payung (umbrella act) maka seyogyanya hal tersebut juga diatur dalam perundang-undangan lingkungan hidup sektoral
SOCIAL CLASS CONFLICT REFLECTED IN “FAR FROM THE MADDING CROWD” NOVEL BY THOMAS HARDY
This research aimed to analyze social class conflict reflected in novel of Far from the Madding Crowd by Tomas Hardy. This descriptive qualitative research focuses on the social class conflict in England which is reflected in this novel. This study uses a sociological approach and analyzes the distribution of social classes in this novel and the social class conflicts that occur in this novel. The method used in writing this thesis is a qualitative descriptive method, namely the author describes, memorizes, and analyzes existing data. Quotations from books in libraries and the internet related to this research. The theory used is the theory of sociology with experts Max Weber and Karl Max.. The theory proposed by Karl Marx is an explicit theory, based on Marx's description of the laws of historical development, capitalism and socialism. Theory of sociology is used to analyze the social class divisions that exist in this novel while Maxisme class theory analyzes the conflicts. The results are have featured three male characters who became the main characters are Mr. Boldwood, Mr. Troy and Mr. Oak coming from three different classes of lower classes, middle classes, and upper classes. The social that happen among of three male character are: First, Bribery are shown conflict between Mr. Boldwood and Mr. Troy are representation to Upper Class and Middle Class. Second, Arrogance are shown conflict between Mr. Boldwood and Mr. Troy are representation to Middle Class and Upper Class. Third, are shown conflict between Mr. Troy and Mr. Oak are representation to Middle Class and Lower Class
Deteksi Risiko Komplikasi Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) Melalui Image Classification Menggunakan Pendekatan Deep Learning pada Dataset Citra Effluent Dialysate
Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) merupakan alternatif terapi pengobatan untuk pasien dengan Penyakit Ginjal Tahap Akhir (PGTA) di Indonesia. CAPD memungkinkan pasien melakukan dialisis mandiri tanpa perlu ke rumah sakit dengan kualitas hidup yang lebih tinggi dibanding metode lainnya. Namun, risiko kematian pada pasien CAPD tinggi akibat komplikasi yang disebabkan oleh kelalaian dan kesalahan teknis. Salah satu indikator awal untuk mendeteksi komplikasi adalah perubahan effluent dialysate (cairan buangan) pada pasien CAPD. Penelitian terkait masih terbatas. Oleh karena itu, diusulkan pengembangan model pendeteksi risiko komplikasi CAPD melalui image classification dengan menggunakan deep learning terhadap dataset citra effluent dialysate. Dataset dikumpulkan secara langsung melalui rumah sakit di Surabaya dan berbagai jurnal karena ketersediannya yang sangat terbatas. Citra menjadi input model deep learning dengan menggunakan metode transfer learning terhadap model pre-trained VGGNet-16, InceptionV3, ResNet50, InceptionResNetV2, EfficientNetB7, dan MobileNetV2. Kemudian, model tersebut dilakukan fine-tuning dengan penambahan beberapa layer disertai eksperimen berbagai skenario resampling dataset, augmentasi, optimizer, dan learning rate. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa model terbaik dicapai oleh InceptionResNetV2 dengan recall sebesar 80% dan F1-score sebesar 89% terhadap data test-II, yaitu data yang diperoleh dan divalidasi oleh dokter CAPD yang merupakan unseen dan real-world data. Dengan begitu, sistem ini diharapkan dapat membantu pendeteksian risiko komplikasi CAPD dalam sistem SahabatCAPD sehingga dapat mencegah lebih dini terjadinya komplikasi yang lebih serius pada pasien CAPD.
=================================================================================================================================
Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) is an alternative treatment therapy for patients with End-Stage Renal Disease (ESRD) in Indonesia. CAPD allows patients to perform self-dialysis without the need to go to the hospital, resulting in a higher quality of life compared to other methods. However, the risk of death for CAPD patients is high due to complications caused by negligence and technical errors. One early indicator to detect complications is the change in effluent dialysate (waste fluid) in CAPD patients. Research related to this is still limited; therefore, the author proposes the development of a risk detection system for CAPD complications through image classification using deep learning and a dataset of effluent dialysate images. The dataset was collected directly by researchers from hospitals in Surabaya and various journals due to its limited availability. The image serve as input to the deep learning model using transfer learning with pre-trained models VGGNet-16, InceptionV3, ResNet50, InceptionResNetV2, EfficientNetB7, and MobileNetV2. Subsequently, the model underwent fine-tuning by adding additional layers along with experiments involving various dataset resampling scenarios, augmentation, optimizers, and learning rates. The experimental results showed that the best model was achieved by InceptionResNetV2 with a recall of 80% and an F1-score of 89% on test-II data, which was obtained and validated by CAPD doctors and represents unseen and real-world data. Thus, it is expected that this system will help in detecting the risk of CAPD complications in the SahabatCAPD system, thereby preventing more serious complications in CAPD patients at an earlier stage
THE BIBLIOMETRIC NETWORK TO IDENTIFY RESEARCH TRENDS IN MULTI-INPUT TRANSFER FUNCTION
Bibliometrics has become one of the most widely used approaches to examining academic publications. Bibliometric analysis helps researchers obtain references from other researchers, strengthening recent research. In a bibliometric analysis, VOSviewer made the analysis process easier. VOSviewer is used to build and visualize bibliometric networks. This study aims to present and visualize an overview of the development of multi-input transfer function research trends and collaboration networks. The research method used is a literature review from Scopus using VOSviewer in 2007-2023. This study shows a growing trend in multi-input transfer function research, with China leading in publications. The development map of the multi-input transfer function is based on nine co-words and ten co-author clusters. The study's results are dominated by applying the model to real data. However, the estimation of multi-input transfer function parameters has yet to be carried out using a numerical approach
Analisis Bibliometrik Riset PID Speed Control pada Rentang 2013-2022
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran terkait perkembangan riset PID speed control dalam satu dekade terakhir (2013-2022). Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah analisis bibliometrik dengan menggunakan VOSviewer, Tableau Public dan Rstudio Biblioshiny. Database yang digunakan adalah Scopus. Dengan kata kunci pencarian “PI* speed control*”, diperoleh 258 dokumen publikasi yang terdiri dari 105 artikel jurnal dan 153 artikel prosiding yang menjadi dataset utama yang digunakan dalam artikel ini. Dari hasil analisis terlihat bahwa jumlah publikasi riset PID speed control berfluktuasi setiap tahunnya. Top 10 dokumen dengan jumlah sitasi terbanyak juga dibahas dalam artikel ini. Author paling produktif dan author paling berpengaruh dalam riset PID speed control terungkap yaitu Verma, A dan Choi, H.H. Topik yang sedang tren dan menjadi hotspot dalam riset PID speed control adalah particle swarm optimization, direct torque control, extended Kalman filter, current predictive control, sliding mode control, model predictive control dan disturbance observer. Akhirnya, artikel ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi para peneliti empiris untuk menentukan kebaruan dan research gap untuk penelitian selanjutnya dalam tema utama PID speed control
