1,721,022 research outputs found
PERILAKU KONSUMEN GULA MERAH TEBU
Kabupaten Jember merupakan salah satu daerah produsen tebu. Di kabupaten Jember, selain digunakan sebagai bahan baku gula pasir, tebu juga digunakan
sebagai bahan baku gula merah tebu. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui karakteristik konsumen gula merah tebu, (2) Mengetahui faktor-faktor yang
mempengaruhi perilaku konsumen gula merah tebu, (3) Mengetahui hubungan antara pendapatan dengan jumlah pembelian gula merah tebu. Penentuan daerah penelitian
dilakukan dengan menggunakan metode secara sengaja (purposive method) di Kabupaten Jember dengan mengambil sampel di empat pasar tradiisional yaitu Pasar Tanjung,
Pasar Arjjasa, Pasar Jenggawah, dan Pasar Bangsalsari. Metode penelitian yang digunakan adalah metode dekriptif dan korelasional. Metode pengambilan contoh
menggunakan Convinience Sampling. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif, analisis faktor dan chi square. Hasil penelitian menunjukkan:
(1) Karakeristik konsuen gula merah tebu adalah perempuan (100%), berusia 42-53 tahun (43,75%), mayoritas responden berpendidikan tamat SMA (37,50%), bekerja
sebagai ibu rumah tangga (39,58%), memiliki tingkat pendapatan keluarga rendah Rp. 950.000 - Rp. 1.484.000 (50,00%), jumlah pembelian gula merah tebu 100gr (52,08%)
dan frekuensi pembelian gula merah tebu kurang dari atau sama dengan sama dengan dua (≤ 2) (87,50%), (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen gula
merah tebu ada 2 (faktor) yaitu, faktor 1 meliputi, variabel pendidikan, variabel usia, variabel warna, variabel tekstur, variabel aroma, variabel rasa, variabel kebersihan, dan
variabel kandungan gizi, dan faktor 2 meliputi variabel harga dan pendapatan, (3) Tidak ada hubungan nyata antara pendapatan dengan jumlah pembelian gula merah tebu
PERILAKU KONSUMEN GULA MERAH TEBU
Kabupaten Jember merupakan salah satu daerah produsen tebu. Di kabupaten Jember, selain digunakan sebagai bahan baku gula pasir, tebu juga digunakan
sebagai bahan baku gula merah tebu. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui karakteristik konsumen gula merah tebu, (2) Mengetahui faktor-faktor yang
mempengaruhi perilaku konsumen gula merah tebu, (3) Mengetahui hubungan antara pendapatan dengan jumlah pembelian gula merah tebu. Penentuan daerah penelitian
dilakukan dengan menggunakan metode secara sengaja (purposive method) di Kabupaten Jember dengan mengambil sampel di empat pasar tradiisional yaitu Pasar Tanjung,
Pasar Arjjasa, Pasar Jenggawah, dan Pasar Bangsalsari. Metode penelitian yang digunakan adalah metode dekriptif dan korelasional. Metode pengambilan contoh
menggunakan Convinience Sampling. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif, analisis faktor dan chi square. Hasil penelitian menunjukkan:
(1) Karakeristik konsuen gula merah tebu adalah perempuan (100%), berusia 42-53 tahun (43,75%), mayoritas responden berpendidikan tamat SMA (37,50%), bekerja
sebagai ibu rumah tangga (39,58%), memiliki tingkat pendapatan keluarga rendah Rp. 950.000 - Rp. 1.484.000 (50,00%), jumlah pembelian gula merah tebu 100gr (52,08%)
dan frekuensi pembelian gula merah tebu kurang dari atau sama dengan sama dengan dua (≤ 2) (87,50%), (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen gula
merah tebu ada 2 (faktor) yaitu, faktor 1 meliputi, variabel pendidikan, variabel usia, variabel warna, variabel tekstur, variabel aroma, variabel rasa, variabel kebersihan, dan
variabel kandungan gizi, dan faktor 2 meliputi variabel harga dan pendapatan, (3) Tidak ada hubungan nyata antara pendapatan dengan jumlah pembelian gula merah tebu
HUBUNGAN TINGKAT KEPUASAN, TINGKAT MOTIVASI DAN PRODUKTIVITAS TEBU
Salah satu pabrik gula yang ada di Indonesia adalah tersebut adalah PG Djombang Baru. Kepuasan petani mitra kredit PG Djombang Baru diharapkan mampu
meningkatkan motivasi petani mitra kredit PG Djombang Baru dalam menjalin dan mempertahankan kemitraan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui
karakteristik, (2) mengetahui tingkat kepuasan dan faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kepuasan, (3) mengetahui tingkat motivasi dan faktor-faktor
yang berhubungan dengan tingkat motivasi, (4) mengetahui hubungan tingkat motivasi dengan produktivitas tebu yang dihasilkan. Metode penelitian
menggunakan metode deskriptif dan metode korelasional. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan metode simple random sampling. Metode analisis
data dilakukan dengan metode deskriptif, rating scale, dankoefisien korelasi rank Spearman (rs). Hasil analisis menunjukkan (1) karakteristik sosial ekonomi
terbentuk akibat interaksi dan hubungan yang terjadi antar karakteristik, (2) tingkat kepuasan tergolong tinggi dan faktor-faktor yang berhubungan dengan
tingkat kepuasan adalah kinerja PG dan sistem bagi hasil, (3) tingkat motivasi tergolong sangat tinggi dengan motivasi utamanya adalah kebutuhan motivasi
untuk prestasi atau kebutuhan akan prestasi dan faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat motivasi adalah pengelolaan tebang-angkut-giling dan tingkat
kepuasan, (4) terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat motivasi dengan produktivitas tebu yang dihasilka
ANALISIS PELUANG PILIHAN SALURAN PEMASARAN KOPI RAKYAT DI
Kopi merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki peluang pasar cukup besar, baik pasar dalam negeri maupun luar negeri.
Peluang tersebut dapat dilihat dari peringkat kopi Indonesia sebagai pengekspor kopi terbesar ketiga didunia setelah Brazil, Vietnam, dan
Colombia. Sedangkan untuk pasar dalam negeri konsumsi kopi terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Penguasaan lahan perkebunan
kopi di Indonesia didominasi oleh masyarakat yang bermatapencaharian utama sebagai petani kopi atau disebut juga dengan perkebunan
kopi rakyat. Jenis komoditas kopi yang banyak diusahakan oleh perkebunan kopi rakyat adalah kopi robusta. Oleh sebab itu kopi rakyat
identik dengan jenis kopi yang diusahakan adalah kopi robusta. Penelitian ini dilakukan pada petani kopi rakyat di Kecamatan Sumberbaru
Kabupaten Jember dengan tujuan yaitu: (1) mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi peluang pilihan saluran pemasaran kopi
rakyat ; (2) mengetahui efisiensi pemasaran pada masing – masing saluran pemasaran kopi rakyat. Metode penelitian yang digunakan dalam
penelitian ini adalah metode analitik deskriptif dan metode pengumpulan data menggunakan data primer dan sekunder. Alat analisis data
yang digunakan adalah (1) efisiensi margin pemasaran dan (2) analisis logit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) faktor –faktor yang
berpengaruh nyata terhadap peluang pilihan saluran pemasaran adalah luas lahan, pendapatan dan penguasaan lahan; (2) margin pemasaran
saluran pemasaran 1 (petani – tengkulak – pedagang pengecer – konsumen) adalah Rp 2.322, sedangkan saluran pemasaran 2 (petani –
tengkulak – pedagang besar – eksportir) adalah Rp 3.074 dan saluran pemasaran yang lebih efisien adalah saluran pemasaran 1
KAJIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DAN KEBERLANJUTAN AGROINDUSTRI TAPE DI
Ubi kayu merupakan pangan alternatif potensial yang bisa meningkatkan pendapatan
petani. Produksi ubi kayu di Kabupaten Jember dari tahun ke tahun mengalami penurunan
produksi. Varietas ubi kayu di Kabupaten Jember adalah ubi kayu manis.. Agroindustri tape di
Kabupaten jember sering mengalami kesulitan dalam hal harga bahan baku yang berfluktuasi
terjadi pada agroindustri tape tersebut. Untuk itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui : 1)
Tingkat Pemesanan Ekonomis Ubi Kayu pada Agroindustri Tape di Kabupaten Jember, 2) Tingkat
Pemesanan Kembali Ubi Kayu pada Agroindustri Tape di Kabupaten Jember, 3) Keberlanjutan
Agroindustri Tape di Kabupaten Jember.Metode penelitian yang digunakan kuantitatif deskriptif.
Metode pengambilan sampel yaitu sampel jenuh. Metode analisis data yang digunakan adalah
Economic Order Quantity (EOQ), Reorder Point (ROP) dan Rap-Tape.Hasil analisis menunjukkan
bahwa: (1) nilai EOQ lebih besar dari jumlah kebutuhan bahan baku ubi kayu per produksi, (2)
nilai ROP menunjukkan tidak terjadi kekurangan bahan baku dengan nilai ROP lebih kecil dari
jumlah pemesanan bahan baku per produksi, (3) agroindustri tape di Kabupaten Jember secara
multi dimensi berada pada posisi cukup berkelanjutan dengan nilai indeks 66,71
Peningkatan Kemampuan membacakan Puisi dengan Model Parade Puisi Siswa Kelas VII A SMP Negeri 1 Wungu Tahun Pelajaran 2009/2010
Estuning Dewi Hapsari* Abstrak: Membaca puisi merupakan salah satu kompetensi yang menjadi tuntutan di 2006. Berdasarkan panduan pembelajaran yang terdapat dalam kurikulum, materi puisi telah tertera mulai kelas III SD. Namun, tidak jarang materi puisi masih dianggap asing dan sulit. Hal tersebut dialami pula oleh siswa kelas VII A SMPN 1 Wungu. Membaca puisi sering dihindari siswa. Mereka merasa takut jika disuruh membacakan puisi di depan kelas. Pembelajaran membacakan puisi selalu disambut oleh siswa dengan ekspresi kaget dan takut. Siswa enggan untuk membaca puisi karena mereka beranggapan bahwa membaca puisi merupakan pekerjaan yang sulit. Rasa percaya diri yang belum tumbuh menyebabkan pembelajaran membacakan puisi mengalami kendala. Masalah tersebut menyebabkan guru mengalami kesulitan untuk mengendalikan kelas ketika pembelajaran membacakan puisi. Dalam pembelajaran membacakan puisi dibutuhkan model yang mampu menumbuhkan rasa percaya diri siswa. Dalam penelitian ini dipilih model parade puisi. Model parade puisi dipilih disebabkan siswa akan membacakan puisi secara kelompok. Dengan adanya latihan membaca puisi secara berkelompok, diharapkan pada kesempatan lain siswa mampu membaca sendiri
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Pola Kemitraan dan Tingkat Kepuasan Petani Padi Beras Merah Organik yang Bermitra dengan PT. Sirtanio Organik Indonesia di Kabupaten Banyuwangi
Sistem pertanian organik merupakan sistem dimana dalam usahanya
memproduksi hasil pertanian dengan mengaplikasikan manajemen produksi yang
bertujuan untuk memproduksi hasil pertanian yang sehat tanpa menggunakan
bahan kimiawi untuk menghindari pencemaran udara, air dan tanah. Usaha dalam
penerapan sistem pertanian organik sebagai realisasi nyata pertanian yang
keberlanjutan dilakukan oleh PT. Sirtanio Organik Indonesia yang telah mendapat
sertifikat organik dari lembaga sertifikasi organik LeSOS pada tahun 2012. PT.
Sirtanio sebagai perusahaan swasta, memproduksi beras putih organik, merah
organik, dan beras cokelat organik dengan melakukan kemitraan dengan petani
padi dengan sistem kontrak. Sistem kontrak kerja ini memungkinkan untuk petani
mitra mendapat kemudahan dalam mendapatkan sarana produksi yang dibutuhkan
dan adanya kepastian pasar. Namun masa berlaku kontrak hanya satu kali musim
tana saja, sehingga jumlah petani padi beras merah mitra tidak tetap pada setiap
musim tanamnya. Konversi lahan konvensional menjadi lahan pertanian organik
setidaknya membutuhkan minimal tiga musim tanam atau satu tahun. Lamanya
masa konversi lahan akan bergantung pada tingkat keorganikan lahan hingga
dapat dikatakan sebagai lahan organik. Adanya sistem kontrak gantung yang
diberlakukan oleh PT. Sirtanio Organik Indonesia mendorong peneliti untuk
mengkaji proses kemitraan dan pola kemitraan yang dilakukan. Diberlakukannya
kontrak gantung tersebut menjadikan jumlah petani padi beras merah organik
tidak tetap pada setiap musim tanamnya sehingga peneliti tertarik untuk
mengidentifikasi tingkat kepuasan petani padi beras merah mitra
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
- …
