37 research outputs found
APLIKASI PUPUK BORON DAN PENGAYAAN TRICHODERMA PADA MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI VARIETAS CABAI BESAR (Capsicum annuum L.)
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi beberapa varietas tanaman cabai besar (Capsicum annuum L.) dengan aplikasi pemupukan mikro Boron dan pengayaan Trichoderma. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin, Makassar dan berlangsung dari bulan Juni-September 2017 dalam bentuk percobaan rancangan petak terpisah (RPT) faktorial dengan 2 faktor. Sebagai petak utama adalah varietas cabai besar yang terdiri dari varietas Karina (V1), varietas Tombak (V2), dan varietas Panex 100 F1(V3). Anak petak adalah kombinasi pengayaan Trichoderma dan pemupukan mikro Boron yang terdiri dari 6 kombinasi perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan varietas secara nyata menunjukkan perbedaan pertumbuhan yakni pada jumlah cabang produktif dengan jumlah terbanyak ditunjukkan oleh varietas Karina (58,54 buah) dan bobot basah dan bobot kering akar tertinggi oleh varietas Panex 100 yakni masing-masing 6,67 g dan 4,83 g. Pada komponen produksi, varietas Karina secara nyata menunjukkan hasil tertinggi pada jumlah buah per tanaman (51,09 buah) dan panjang buah per tanaman pada umur panen 90 HST (10,69 cm) dan 100 HST (10,68 cm). Kombinasi aplikasi pupuk Boron-Trichoderma secara nyata meningkatkan panjang buah per tanaman pada umur panen 110 HST (9,93 cm) dengan perlakuan terbaik diperoleh oleh aplikasi Trichoderma asperellum 4 g tan-1 + Boron 1 mg L-1. Kata Kunci : Boron, Trichoderma sp., Capsicum annuum L., Varieta
Tomat Unggul
Buku ini membahas mengenai karakteristik dari 10 varietas tomat unggul beserta keunggulannya masing-masing, yaitu Permata F1, Mitra F1, Tymoti, Tantyna, Lentana, Ratna, Destyne, Arthaloka, Sakura dan Karunia. Selain itu buku ini juga membahas budidaya tomat dilahan dan pot/polibag, pemilihan benih dan pembibitan, pengendalian hama penyakit, analisis usaha tani, serta dilengkapi dengan kiat-kiat agar tanaman tomat tetap prima di musim hujan dan kiat-kiat agar tanaman tomat bisa panen tiap hari.iv + 108 p.; ilus.; 23 cm
BIMBINGAN TEKNIS TEKNOLOGI TANAMAN HIDROPONIK DI LAHAN PEKARANGAN MENGGUNAKAN BARANG BEKAS DI KABUPATEN BONE
Tujuan kegiatan adalah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar mengenai cara bercocok tanam sayuran sehat dengan menggunakan teknik hidroponik. Teknologi hidroponik yang diperkenalkan diharapkan dapat diterapkan dalam skala rumah tangga dengan memanfaatkan halaman rumah yang mungkin terbatas. Mitra kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah warga masyarakat Kelurahan Cellu, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone. Materi penyuluhan yang diberikan meliputi tentang jenis-jenis sayuran hidroponik dan materi tentang pembuatan nutrisi. Selanjutnya dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan nutrisi, penyemaian benih dan pembuatan instalasi hidroponik sederhana. Kegiatan pengabdian ini berhasil mentransfer ilmu dan keterampilan dasar dalam membuat instalasi hidroponik sederhana, yaitu dalam bentuk rakit apung dan wick system kepada ibu-ibu yang mendominasi sebagai peserta di lokasi mitra. Dari kegiatan pengabdian ini dapat disimpulkan minat ibu-ibu untuk memanfaatkan pekarangan rumah dengan penanaman secara hidroponik cukup besar, dimana sebagian besar peserta memiliki lahan yang bisa dimanfaatkan dan waktu luang untuk melakukan kegiatan budidaya dengan sistem hidroponik. Kegiatan ini juga didukung oleh pemerintah setempat karena adanya aspek pemanfaatan sampah, dimana penggunaan bahan dari barang bekas membantu program kebersihan dari pemerintah setempat yaitu untuk mengurangi sampah baik organik maupun anorganik. Kata kunci: hidroponik, pekarangan, barang bekas, tanaman sayu
Penetapatan Metode Ekstraksi Fosfor dan Kalium untuk Tanaman Cabai pada Tanah Andisol
Penetapan metode ekstraksi P dan K-tanah di Andisol merupakan langkah awal yang penting dalam menyusun rekomendasi dosis pemupukan untuk penanaman cabai. Penelitian dilakukan di rumah plastik Kebun Penelitian PKHT IPB, Tajur Bogor pada posisi 6038’12.9”S 106049’25.2.9”E pada ketinggian 388 mdpl. Sampel tanah yang digunakan berasal dari tanah Andisol, asal Desa Cikandang, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut pada posisi 7021’46.7”S 107045’13.1”E. Uji tanah dilakukan di Laboratorium Pengujian, Departemen Agronomi dan Hortikultura dan Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah, Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB. Penelitian disusun berdasarkan rancangan kelompok lengkap teracak dengan 1 faktor yaitu tanah Andisol dan diulang sebanyak 5 ulangan. Parameter yang diamati adalah korelasi antara lima metode ekstraksi P dan K-tanah (Mechlich-1, Bray-1, Morgan-Wolf, Ammonium asetat, dan HCl-25%) dengan bobot kering biomassa relatif (BKR) tanaman cabai. Keeratan hubungan antara kelima metode ekstraksi dengan BKR tanaman cabai ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi (r). Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan keeratan hubungan metode ekstraksi P dan K-tanah Andisol terhadap bobot kering relatif tanaman cabai. Metode ekstraksi Morgan-Wolf menunjukkan korelasi terbaik dalam mengekstrak P-tanah Andisol (r=0.94) sedangkan pada uji korelasi K-tanah Andisol, metode ekstraksi Ammonium asetat menunjukkan hasil terbaik (r=0.97). Metode ekstraksi Mechlich-1 dapat dijadikan metode ekstraksi alternatif untuk P dan K-tanah Andisol untuk tanaman cabai.
Kata kunci: Ammonium asetat, koefisien korelasi, Morgan-Wolf, uji tanah, sayuranDetermination of the P and K-soil extraction method on Andisols for chili cultivation is an important step in formulating fertilizer recommendations. The research was conducted in the plastic house of the PKHT Experimental Farm IPB, Tajur, Bogor at position 6038’12.9”S 106049’25.2.9”E and 388 m above sea level. The soil sample came from Cikajang Village, Garut Regency at position 7021’46.7”S 107045’13.1”E. Soil tests were carried out at the Chemistry and Soil Fertility Laboratory, Faculty of Agriculture, IPB. The study was arranged based on a randomized complete block design with 1 factor, namely Andisols and repeated in five replications. The parameter observed was the correlation between five extraction methods of P and K-soil (Mechlich-1, Bray-1, Morgan-Wolf, Ammonium acetate, and HCl-25%) and the relative dry weight of biomass of chili plants. The results showed that there were differences in the correlation between the P and K extraction methods and the relative dry weight of chili plants. The Morgan-Wolf showed the best correlation in extracting P-Andisols (r=0.94) while in the K-Andisols correlation test, the Ammonium acetate showed the best results (r=0.97). The Mechlich-1 can be used as an alternative extraction method for P and K-soil Andisol for chili plants.
Keywords: Ammonium acetate, coefficient correlation, Morgan-Wolf, soil test, vegetable
PENERAPAN TRASHPONIC DALAM PENGELOLAAN LORONG GARDEN (LONGGAR) DI KOTA MAKASSAR
Tujuan kegiatan adalah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada kelompok mitra dalam pengelolaan lorong garden (LONGGAR) berbasis trashponic. Konsep trashponic sebagai alternatif untuk menjawab masalah penghijauan lorong yang memiliki lahan terbatas dimana penanaman dapat dilakukan dengan menggunakan kompos atau pupuk organik cair (POC) yang terbuat dari sampah organik. Selain itu, sampah anorganik dapat dimanfaatkan sebagai wadah penanaman. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan pelatihan dengan materi konsep dasar trashponic, pembuatan kompos dan POC serta perakitan instalasi hidroponik sederhana berbahan dasar barang bekas. Metode yang diterapkan untuk mencapai luaran seperti meningkatnya pengetahuan kelompok mitra dalam penataan dan pengelolaan LONGGAR berbasis trashponic serta potensi pemanfaatan sampah organik sebagai media tanam dan pupuk dalam bentuk kompos dan POC. Selain itu diharapkan adanya peningkatan keterampilan mitra dalam membuat instalasi hidroponik sederhana berbahan dasar barang bekas dari sampah anorganik.Dari kegiatan yang dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa konsep trashponic mendapat sambutan yang baik dari warga dalam pengelolaan dan penataan LONGGAR di lingkungan pemukiman warga. Bahan dasar yang digunakan dalam sistem trashponic merupakan bahan sisa yang mudah ditemukan dan sudah tidak lagi dipergunakan oleh warga. Dengan demikian selain dapat mewujudkan tujuan program LONGGAR dalam menciptakan lingkungan yang asri, indah, nyaman dan sehat, penerapan sistem trashponic pada pengelolaan LONGGAR ini juga dapat membantu mengurangi permasalahan sampah di perkotaan. Kata kunci: trashponic, hidroponik, lorong garden, sampa
PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI (KWT) MELALUI PEMANFAATAN LALAT TENTARA HITAM DAN Trichoderma sp. SEBAGAI AGEN BIOFUNGISIDA DAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK DI MAKASSAR, SULAWESI SELATAN
Chili cultivation activities in various regions encounter many problems. Therefore, this encouraged us to develop technology transfer on utilization of black soldier fly (Hermetia illucens), Trichoderma , and organic fertilizer through community service activities. This activity was a collaboration between Institut Teknologi Bandung and Hasanuddin University to transfer knowledge and skills to farmer women group members on utilization of black soldier fly and beneficial microorganisms such as Trichoderma . Both agents could be employed in converting organic waste into organic fertilizer for chilli plantation plants in Makassar, South Sulawesi. The methodology used in this activity including explanation of the important role of both black soldier flies and Trichoderma sp. in the chili cultivation system, compost making practices, as well as training and assistance during chili cultivation. Outputs in this activity were increased knowledge and skills of farmer women groups regarding the utilization of black soldier flies and Trichoderma , the ability to make compost, and increased skills of farmer women group members in chili cultivation. It can be concluded that the introduction of black soldier flies and Trichoderma was responded very well by farmer women group members as well as fully supported by village officials and stakeholders at the activity site. Not only did farmer group members get new information and insights, but they also gained skills in the use of black soldier flies and Trichoderma as biodecomposers and biofungicide agents. This activity was expected to increase the motivation of farmer women groups in improving the quality of life and independence in the family by optimizing their backyard for the cultivation of horticultural crops such as chili. The harvested chili was successful and subsequently delivered to consumers. The results of this activity were also disseminated at the National Seminar on Community Services, carried out by the Jurnal Dinamika Pengabdian, UNHAS in August 2019.Keywords: Farmer women group, black soldier fly, Trichoderma, organic fertilizer. ABSTRAKKendala yang dihadapi pada kegiatan budidaya cabai di berbagai daerah mendorong alih teknologi pemanfaatan lalat tentara hitam atau Black Soldier Fly (Hermetia illucens), Trichoderma serta pupuk organik melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini merupakan kolaborasi dari Institut Teknologi Bandung dan Universitas Hasanuddin yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada anggota kelompok wanita tani (KWT) dalam memanfaatkan lalat tentara hitam dan mikroorganisme bermanfaat seperti Trichoderma. Kedua agen hayati ini dapat dimanfaatkan untuk mengkonversi limbah organik menjadi pupuk yang bermanfaat untuk budidaya tanaman cabai di Makassar, Sulawesi Selatan. Metode yang digunakan berupa penjelasan tentang peran lalat tentara hitam dan mikroorganisme Trichoderma spp. dalam sistem budidaya tanaman cabai, praktik pembuatan kompos, serta pelatihan dan pendampingan dalam budidaya cabai. Luaran pada kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan anggota KWT mengenai pemanfaatan lalat tentara hitam dan Trichoderma, kemampuan dalam membuat kompos, serta meningkatnya keterampilan anggota KWT dalam budidaya cabai. Dari kegiatan yang dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa konsep pengenalan lalat tentara hitam dan Trichoderma kepada anggota KWT mendapat respons yang sangat baik serta didukung penuh oleh aparat desa dan berbagai pemangku kepentingan di lokasi penyuluhan. Anggota kelompok tani tidak hanya mendapat informasi dan wawasan baru, tetapi juga mereka mendapatkan keterampilan dalam pemanfaatan lalat tentara hitam dan Trichoderma sebagai biodekomposer dan agen biofungisida. Budidaya cabai yang yang dilaksanakan oleh anggota KWT berproduksi dengan baik dan hasilnya dapat dijual kepada konsumen. Hasil kegiatan ini juga diseminarkan dalam Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan oleh Jurnal Dinamika Pengabdian Pengabdian, UNHAS pada Agustus 2019.Kata kunci: Kelompok Wanita Tani, lalat tentara hitam, Trichoderma, pupuk organik
PENILAIAN PARTISIPATIF DALAM ANALISIS POTENSI AGROWISATA KECAMATAN TOMPOBULU KABUPATEN MAROS SULAWESI SELATAN
The main activity is a survey aimed to analyze the potential of agro-tourism in Tompobulu Sub-district of Maros Regency which is represented by two villages: Benteng Gajah and Pucak. The survey was performed by empowering students who are underdoing community service activities (KKN) in the area. They conducted survey through visual and participative observation. The method consisted of physical and non-physical analysis. Physical aspects include landscape character, natural potential, physical constraints, hazard (danger signal) and support of existing facilities and infrastructure. While non-physical aspects related with vegetation and the use of vegetation by the community and its social relevance. The result of observation and participative interaction of the students described in descriptive narrative shows that Pucak Village and Benteng Gajah Village have some type of landscape character which has potential to be developed as agro-tourism. Potential characters include: mountain/hills, rivers with waterfalls, natural forests as well as rice fields and farms. Each character has the same percentage of observations that is 14.56%. This value is the largest among the percentage of observations of other characters. The reason that these characters generally have potential is that they are all accessible (23.65%) have interesting views (22.20%) with good hydrological networks (20.12). The perceived obstacles include poor road physical condition (28.00%) and no electricity grid (28.00%). For certain characters (hills and rivers) surveyors are concerned about threats of endemic disruption of local factors (60.61%), flooding threat (21.21%) and landslide (18.18%). Vegetation is used by the general public for food and housing materials. Based on the result of this survey, it can be concluded that the District of Tompobulu especially in the village of Pucak and Benteng Gajah have some landscape character which have potential to be developed into agro-tourism, supporting Pucak Teaching Farm which has already been established. Keywords: Agro-tourism, potential analysis, landscape characters, Tompobulu, Maro
PENINGKATAN PERAN BANK SAMPAH DALAM PENANGGULANGAN SAMPAH ORGANIK PERKOTAAN PADA BANK SAMPAH PUSAT DI KOTA MAKASSAR
ABSTRAKSebagai upaya dalam penanggulangan masalah sampah perkotaan, Pemerintah Kota Makassar telah mendirikan bank sampah untuk mengurangi volume sampah yang terbawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Tamangapa. Namun demikian, pengelolaan sampah pada bank sampah pusat di Toddopuli Kelurahan Kelurahan Paropo hanya terbatas pada sampah anorganik. Sebaliknya sampah organik belum dikelola secara optimal. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pemahaman dan keterampilan pengelola bank sampah terkait pengolahan sampah organik khususnya limbah organik rumah tangga warga perkotaan untuk dijadikan kompos. Kegiatan pengabdian pada masyarakat yang dilakukan terdiri dari penyuluhan dan pelatihan yang diikuti oleh pihak pengelola bank sampah pusat dan beberapa pengelola dari bank sampah unit. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari kegiatan pengabdian ini memberikan motivasi bagi pihak pengelola untuk melaksanakan pengolahan sampah organik pada bank sampah unit. Model alternatif untuk pengelolaan bank sampah di kota Makassar yang memasukkan aktifitas pengomposan dipaparkan. Kata kunci: kompos, bakteri anaerob, bank sampah, limbah organik.
