15 research outputs found
Proses Pengolahan Dan Pengiriman Energi Listrik
kata kunci: pengolahan dan pengiriman energi listri
EVALUASI PERBANDINGAN KABEL NYM 3 x 1,5mm² MERK ‘A dan B’ DI TINJAU DARI TAHANAN PANAS ISOLASI KABELNYA
Isolasi kabel akan mengalami degredasi atau penurunan performa saat diberi panas melebihi batasyang ditolerir. Dalam penulisan ini diuji dua merk Kabel yakni merk A dan merk B yang kemudiandiberikan perlakuan panas sehingga diketahui degradasi isolasi kabel sampai meleleh. Padapengujian Panas Ekesternal, kabel NYM 3x1.5mm² merk A, isolasi kabel single core meleleh, didetik ke 65 saat temperatur plat 92ºC. Pada kabel NYM 3x1.5mm² merk B, isolasi kabel single coremelelehdi detik ke 95 saat temperatur plat 111ºC. Pada pengujian ini kabel dialiri arus sebesar36.9A selama kurang lebih 10 menit. kemudian didapat hasil pertama pada kabel NYM 3x1.5mm²merk A, isolasi kabel single core akan meleleh di menit ke 17 (di detik 1020). Ke dua pada kabelNYM 3x1.5mm² merk B, isolasi kabel single core akan meleleh di menit ke 50 (di detik 3000)
Perbandingan Kinerja Konverter Buck Boost Dan Konverter Sepic Sebagai Charger Baterai Berbasis Panel Surya
Pemilihan konverter harus memiliki beberapa kriteria, yaitu integrasi konverter yang mudah, dapat mengurangi komponen yang tidak terlalu diperlukan, rippel arus keluaran yang rendah, dan kemudian terjaganya karakteristik DC– DC. Pada penelitian ini akan membandingkan kinerja konverter buck boost dengan konverter sepic dengan menggunakan baterai yang me(1)miliki kapasitas 6 AH, 12 V. Pada pengisian baterai menggunakan buck boost konverter peningkatan tegangan yang signifikan pada awal pengisian baterai yaitu saat tegangan 12.25 V sampai tegangan mencapai 12.55 V dan pengisian baterai mencapai maksimal pada 12.71 V. Waktu yang diperlukan untuk melakukan proses pengisian baterai yaitu 130 menit. Sedangkan pengisian baterai menggunakan sepic konverter peningkatan tegangan yang signifikan pada awal pengisian baterai yaitu saat tegangan 12.22 V sampai tegangan mencapai 12.56 V dan pengisian baterai mencapai maksimal pada 12.71 V. Waktu yang telah dibutuhkan untuk melakukan proses pengisian menggunakan konverter sepic lebih lama bila dibandingkan dengan konverter buck boost yaitu 135 menit. Sehingga Konverter buck boost memiliki keandalan yang lebih baik dari konverter sepic. Selain rangkaian buck boost lebih sederhana, lebih murah,pengisian baterai dengan buck boost juga lebih cepat dari konverter sepic yaitu 5 menit lebih cepat
PERANCANGAN PROTOTYPE PEMILAH SAMPAH ORGANIK DAN ANORGANIK MENGGUNAKAN SOLAR PANEL 100 WP SEBAGAI SUMBER ENERGI LISTRIK TERBARUKAN
Sampah merupakan masalah yang sering menjadi trending topik di hampir semua negara berkembang. Dengan melakukan pengolahan sampah seperti pemilahan sampah, proses daur ulang sampah dan memanfaatkannya, diharapkan mampu mengurangi masalah-masalah di masyakat kita. Kondisi sampah yang ada di lingkungan di sekitar kita, saat ini sampahnya masih dalam kondisi tercampur jenisnya, belum dilakukan pemilahan sampah. Sehingga menjadi masalah ketika dilakukan daur ulang.Dari permasalahan tersebut dirancang prototype alat pemilah sampah secara otomatis, sampah jenis organik dan jenis anorganik dengan menggunakan Solar Panel 100 WP sebagai sumber energi listrik terbarukan. Dengan perancangan prototype alat ini diharapkan alat mampu memilah-milah sampah secara otomatis dan masing-masing langsung masuk ke dalam box sampah, baik sampah jenis logam maupun sampah jenis anorganik dan organik.Penggunaan Solar Panel 100 WP sebagai sumber energi listrik diharapkan mampu menekan penggunaan energi fosil dan keselamatan lingkungan terhadap dampak polusi CO2.. Maka diharapkan mampu menunjang program penggunaan energi terbarukan yang dicanangkan oleh pemerintah dapat terwujudkan
MANAJEMEN KONSUMSI ENERGI LISTRIK DENGAN MENGGUNAKAN SENSOR PIR DAN LM 35
Seiring dengan kemajuan jaman pembangunan gedung – gedung bertingkat semakin meningkat sehingga pemakaian energi listriknya pun akan meningkat pula. Pemakaian energi listrik yang tidak bijaksana bisa mengakibatkan pemborosan energi dan pengeluaran biaya yang besar. Untuk menghemat dalam pembayaran energi listrik yang di gunakan maka semuanya harus di kendalikan dengan baik. Dengan latar belakang permasalahan tersebut dibuatlah sebuah rangkaian kontrol automatis untuk menghemat energi listrik pada gedung bertingkat menggunakan mikrokontroler Arduino UNO R3 , sensor PIR dan sensor LM35 dengan menggunakan program bahasa C untuk mengolah data pengontrolan. Tehnik penghematan dilakukan dengan cara mengontrol semua peralatan listrik yang akan hanya berfungsi jika ada keberadaan orang di tempat tersebut dengan menggunakan sensor PIR dan sensor LM35 untuk mengontrol temperatur ruangan. Dengan menggunakan sistem ini penghematan energi listrik minimal 10 % akan tercapai bahkan bisa mencapai 50 % dibanding sistem operasi manual secara umum pada gedung bertingkat</jats:p
Analisi Partial Discharge pada Generator 18 kv Dengan Metode High Frequensi Current Transformator (HFCT)
Partial discharge merupakan peluahaan elektris yang tidak sepenuhnya menjembatani elektroda. Efek komulatif yang disebabkan oleh pelepasan secara bertahap akan memperburuk sifat dielektrik insulasi dan memperluas cacat apapun, sehingga menyebabkan kerusakan/kegagalan insulasi. Selain itu, sebagian besar kerusakan mekanis juga dapat menyebabkan pelepasan sebagian. Sistem tegangan tinggi memerlukan sistem isolasi modern untuk memperpanjang masa pakai bahan isolasi yang terpapar medan listrik tinggi. Dalam banyak aplikasi, harmonik dapat menyebabkan lebih banyak gelombang yang dihasilkan, mempercepat penuaan isolasi dan meningkatkan pelepasan sebagian. Partial Discharge (PD) biasanya terjadi pada celah-celah inti stator atau insulasi yang terdapat pada belitan luar stator. Beberapa teknik pengukuran PD kini telah ditingkatkan dan telah diterapkan pada kabel listrik dan aksesori kabel termasuk sambungan kabel dan terminasi. Diantaranya adalah teknologi High Frequency Current Transformer (HFCT), yang digunakan untuk mendeteksi dan melokalisasi sumber gangguan PD. Kata kunci: Partial Discharge , Isolasi , HFC
Pengujian Desain Model Piezoelektrik Pvdf Berdasarkan Variasi Tekanan
Piezoelektrik adalah material yang menghasilkan energi listrik berdasarkan pengaruh tekanan yang diberikan. Pada penelitian ini piezoelektrik diaplikasikan dengan memanfaatkan tekanan air hujan, hal ini bertujuan untuk mengurangi penggunaan listrik dari pemerintah untuk skala kecil di rumah tangga. Bahan dasar yang digunakan dalam membuat piezoelektrik adalah baking soda, distilled water dan cream of tartar. Penelitian ini dilakukan dengan menentukan ukuran cetakan piezoelektrik yang terbaik menggunakan CAD Code, yaitu 1 x 1 x 0.5 cm3. Selanjutnya dilakukan pembuatan material piezoelektrik dengan mereaksikan beberapa bahan, lalu hasilnya diuji dengan multimeter digital dan osciloscop. Hasil tegangan pada osciloscop berurutan dari tekanan rendah, normal dan tinggi adalah 0.104 DC Volt, 0.496 DC Volt, dan 0.720 DC Volt. Setelah didapatkan hasil tegangan selanjutnya, dilakukan pembuatan rangkaian listrik seri dan menghasilkan tegangan sebesar 2.0 DC Volt, 2.10 DC Volt dan 2.34 DC Volt. Kemudian dibuat rangkaian listrik dan pengujian model piezoelektrik agar dapat diketahui kinerja piezoelektrik pada sistem
ANALISIS DESAIN PICKUP PIEZOELEKTRIK DARI MODEL HYBRID SOLAR CELL-PIEZOELECTRIC UNTUK DAYA RENDAH
Indonesia merupakan negera yang memiliki sumber energi baru dan terbarukan yang belum dikembangkan secara optimal dan besar-besaran digali dan digunakan, terutama energy sel surya dan energi air hujan. Kelebihan dari iklim tropis, yaitu hujan dan panas, sudah seharusnya dikembangkan secara masif dan secara diversifikasi energy. Bukan hanya energy fosil yang digunakan, tetapi energy yang ada disekitar kita. Salah satunya energy air hujan dengan menggunakan Piezolektrik. Bahan piezoelektrik yang mampu mengubah energi mekanik menjadi energi listrik menjadi sumber utama pembahasan dalam penelitian ini. Banyaknya energi yang dihasilkan dari benturan air hujan dapat dihitung menggunakan model mekanik-elektrik. Besarnya energi yang bisa dihasilkan bergantung secara langsung kepada ukuran membran piezoelektrik, ukuran titik air hujan dan frekuensinya. Dan juga sel surya yang digunakan sebagai penghasil listrik. Apabila kedua energy ini digabungkan seperti apakah hasilnya. Dalam penelitian ini akan dikaji mengenai analisis desain pickup Piezoelektrik dari model hybrid pembangkit listrik ini.</jats:p
ANALISIS DESAIN OPTIMUM MODEL HYBRID SOLAR CELL-PIEZOELECTRIC DENGAN CAD PROGRAM
Indonesia merupakan negara yang memiliki sumber energi baru dan terbarukan yang belum dikembangkan secara masif, terutama energi sel surya dan energi air hujan. Kelebihan dari Indonesia yang terbentang di garis khatulistiwa adalah memiliki iklim tropis, yaitu hujan dan panas, sudah seharusnya dikembangkan secara masif dan secara diversifikasi energi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan desain model hybrid untuk energi hujan dan energi sel surya, yaitu piezoelektrik dan sel solarcell. Metode penelitian yang dilakukan adalah membuat desain model desain model hybrid untuk energi hujan dan energi sel surya menggunakan bantuan CAD (Computer Aided Design) program. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah komposisi susunan dari penggabungan sel piezoelektrik dan sel solarcell untuk model prototype mini yaitu 1 solarcell dan 4 piezoelektrik. Kesimpulan yang didapatkan yaitu desain untuk piezoelectric akan membentuk 4 titik piezoelektrik sebagai tumpuan untuk mengatasi perbedaan gaya resultan yang terjadi, sehingga 1 solarcell ditempatkan ditengah model
