660 research outputs found
Book Review: Die Bram Fischer Wals
Book Title: Die Bram Fischer WalsBook Author: Harry Kalmer Johannesburg: Wits University Press, 2016. 67pp. ISBN 978-1-77614-005-3
KESOPANAN BERBAHASA DALAM TEKS PASAMBAHAN TINJAUAN PRAGMATIK
Pasambahan is a two party conversation between host (sipangka) and guest (alek) to convey intentions and objectives with respect. This study aimed to reveal the politeness form contained in the text pasambahan of writing Datuek Tonggak Sati. To identify the politeness form in the passage,the theory of politness proposed by Leech was used. Leech divides the principle of politeness into six maxims, namely the Tact Maxim, generosity maxim, approbiation maxim, modesty maxim, agreement maxim, and sympathy maxim. Method of data provision used is identity method. Method of data analysis used is referential identity method and translational identity method. The method of presentation of research results used is the informal method. The results of this study revealed that the Minangkabau public speech in bapasambahan found in many forms of taxt maxim. Because the Minangkabau people in bapasambahan use allegories in communicating with interlocutor said. That Minangkabau people are required to be someone who is wise and prudent. Wise in understanding the speech delivered by his interlocutor in the form of figuratively and prudent in responding to the figurative delivered by his interlocutorPasambahan merupakan percakapan dua pihak yang bersangkutan antara tuan rumah (sipangka) dan tamu (si alek) untuk menyampaikan maksud dan tujuan dengan hormat. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bentuk kesopanan yang terdapat pada teks pasambahan. Untuk mengungkapkan bentuk kesopanan dalam pasambahan, digunakan teori kesopanan berbahasa yang dikemukakan oleh Lecch. Leech membagi prinsip kesopanan menjadi 6 maksim, yaitu maksim kearifan, maksim kedermawanan, maksim pujian, maksim kerendahan hati, maksim kesepakatan, dan maksim simpati. Metode penyediaan data yang digunakan adalah metode simak. Metode analisis data yang digunakan adalah metode padan referensial dan translasional. Metode penyajian hasil penelitian yang digunakan adalah metode informal. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa tuturan masyarakat Minangkabau dalam bapasambahan banyak ditemukan dalam bentuk maksim kearifan karena masyarakat Minangkabau dalam bapasambahan menggunakan kiasan dalam berkomunikasi dengan mitra tuturnya. Sehingga masyarakat Minangkabau dituntut untuk menjadi seseorang yang arif dan bijaksana. Arif memahami tuturan yang disampaikan oleh mitra tuturnya dalam bentuk kiasan dan bijaksana dalam merespon kiasan yang disampaikan oleh mitra tuturnya.</p
STRUKTUR INFORMASI KALIMAT BAHASA INDONESIA: Kajian Fitur-fitur Fungsi Pragmatis dalam Struktur Kalimat
Penelitian ini bertujuan menjelaskanstruktur informasi yang dikemas dalam konstruksi gramatikal kalimat bahasa Indonesia.Struktur informasi memperhatikan bentuk ujaran dalam hubungannya dengan asumsi penutur dan pendengar. Asumsi ini berhubungan dengan bentuk teks yang diproduksi dan bentuk dasar tertentu yang dipilih oleh penutur dan mitra tutur. Semua hal tersebut tercermin dalam struktur gramatikal kalimat.
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kalimat tunggal dan kalimat majemukyang terdapat dalam teks pidato Presiden Jokowi, buku pelajaran bahasa Indonesia dan talkshow kick Andy.Data dikumpulkan menggunakan metode simak dengan teknik simak bebas libat cakap (SBLC), teknik sadap dan teknik catat. Analisis data dilakukan menggunakan metode agih. Teknik yang digunakan adalah teknik bagi unsur langsung, teknik lesap dan teknik baca markah. Hasil analisis data disajikan menggunakan metode informal dan metode formal.
Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan bahwa unsur topik kalimat tunggal bahasa Indonesia dapat diisi oleh subjek dan keterangan. Topik dapat dibubuhi penanda berupa penanda demonstratif, seperti leksikal ini dan itu yang berkaitan dengan konteks. Pemarkah takrif inidan itu menjadikan topik bersifat terbatas, sedangkan komen dapat diisi oleh subjek, predikat, komplemen, keterangan dan objek.Dalam kalimat majemuk bahasa Indonesia terdapat 2 buah topik dan komen.Kedua topik komen yang terpisah dihubungkan oleh konjungsi koordinatif dan subordinatif.Struktur fokus-praanggapan dalam kalimat tunggal bahasa Indonesia terdapat tiga jenis struktur fokus, yaitu struktur fokus kalimat, struktur fokus argumen dan struktur fokus predikat. Struktur fokus-praanggapan dalam kalimat majemukbahasa Indonesia terdapat dua jenis struktur fokus, yaitu struktur fokus argumen dan struktur fokus predikat.
Kata kunci: struktur informasi, bahasa Indonesia, kalimat tunggal, kalimat majemuk
BENTUK KESOPANAN YANG TERDAPAT PADA TEKS PASAMBAHAN TULISAN DATUK TONGGAK SATI TINJAUAN PRAGMATIK
Latar belakang ini bertujuan untuk mengungkapkan bentuk kesopanan yang terdapat
pada teks pasambahan tulisan Datuek Tonggak Sati. Untuk mengungkapkan bentuk
kesopanan didalam pasambahan, peneliti menggunakan teori kesopanan berbahasa yang
dikemukakan oleh Lecch. Leech membagi prinsip kesopanan menjadi 6 maksim, yaitu
maksim kearifan, maksim kedermawanan, maksim pujian, maksim kerendahan hati, maksim
kesepakatan, dan maksim simpati.
Metode dan teknik penelitian yang digunakan adalah metode yang dikemukakan oleh
Sudaryanto (1993:133). Sudaryanto membagi metode dan teknik penelitian dalam tiga tahap.
Ketiga tahap itu terdiri atas metode dan teknik penyediaan data, metode dan teknik analisis
data, dan metode penyajian hasil data.
Metode dan teknik penyediaan data yang digunakan adalah metode simak. Metode ini
memiliki seperangkat teknik, yakni teknik dasar dan teknik lanjutan. Teknik dasarnya adalah
teknik sadap. Teknik lanjutan yang digunakan adalah teknik simak bebas libat cakap. Metode
analisis data yang digunakan adalah metode padan. Metode penyajian hasil penelitian yang
digunakan adalah metode informal.
Hasil penelitian ini, ditemukannya tuturan yang mengandung maksim kesopanan,
yaitu maksim kearifan sebanyak 22 tuturan, maksim kedermawanan sebanyak 3 tuturan,
maksim pujian sebanyak 6 tuturan, maksim kerendahan hati sebanyak 1 tuturan, maksim
kesepakatan sebanyak 3 tuturan dan maksim simpati sebanyak 1 tuturan.
Kata Kunci : Pasambahan, kesopanan berbahasa, prinsip kesopanan Leech
HARMONY VALUE IN THE MINANGKABAU PROVERB (NILAI HARMONI DALAM PRIBAHASA MINANGKABAU)
Tawuran di kalangan antarpelajar sering menjadi berita di media masa, baik media cetak maupun media cetak elektronik. Bahkan pada media elektronik aksi tawuran itu sering di tayangkan. Sangat terlihat bahwa nilai harmoni itu telah kritis di kalangan masyarakat. Penyebab tawuran itu ada yang disebabkan oleh perebutan pacar misalnya yang terjadi di kalangan remaja merupakan sesuatu yang tak patut untuk dipermasalahkan. Aksi tawuran dan sejenisnya bisa membahayakan kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia. Jika kita tidak cepat menanggapi keadaan ini bisa saja integritas bangsa dan negara ini terganggu. Minangkabau memiliki peribahasa yang sangat kaya dengan ajaran-ajaran positif bagi berkehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Peribahasa ini merupakan salah satu kearifan lokal yang harus digali atau diteliti dan kemudian hasilnya dapat dimanfaatkan untuk pembinaan-pembinaan terhadap kepribadian, pembentuk karakter bangsa, terutama generasi muda. Pribahasa Minangkabau ada yang berbentuk bidal, pameo, perumpamaan, sindirian, mamangan, petuah dan sebagainya.Kata kunci: nilai harmoni, pribahasa minangkabau
Bram Stoker and the stage: reviews, reminiscences, essays and fiction
Though best known as the author of Dracula (1897) Bram Stoker had a successful career in the theatre. This collection brings together all Stoker’s theatrical reviews from Dublin’s Evening Mail, his published essays and interviews on the theatre, selections from Reminiscences of Henry Irving (1906) and a fictional work on the theatre
KESOPANAN BERBAHASA DALAM TEKS PASAMBAHAN TINJAUAN PRAGMATIK
Pasambahan is a two party conversation between host (sipangka) and guest (alek) to convey intentions and objectives with respect. This study aimed to reveal the politeness form contained in the text pasambahan of writing Datuek Tonggak Sati. To identify the politeness form in the passage,the theory of politness proposed by Leech was used. Leech divides the principle of politeness into six maxims, namely the Tact Maxim, generosity maxim, approbiation maxim, modesty maxim, agreement maxim, and sympathy maxim. Method of data provision used is identity method. Method of data analysis used is referential identity method and translational identity method. The method of presentation of research results used is the informal method. The results of this study revealed that the Minangkabau public speech in bapasambahan found in many forms of taxt maxim. Because the Minangkabau people in bapasambahan use allegories in communicating with interlocutor said. That Minangkabau people are required to be someone who is wise and prudent. Wise in understanding the speech delivered by his interlocutor in the form of figuratively and prudent in responding to the figurative delivered by his interlocutorPasambahan merupakan percakapan dua pihak yang bersangkutan antara tuan rumah (sipangka) dan tamu (si alek) untuk menyampaikan maksud dan tujuan dengan hormat. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bentuk kesopanan yang terdapat pada teks pasambahan. Untuk mengungkapkan bentuk kesopanan dalam pasambahan, digunakan teori kesopanan berbahasa yang dikemukakan oleh Lecch. Leech membagi prinsip kesopanan menjadi 6 maksim, yaitu maksim kearifan, maksim kedermawanan, maksim pujian, maksim kerendahan hati, maksim kesepakatan, dan maksim simpati. Metode penyediaan data yang digunakan adalah metode simak. Metode analisis data yang digunakan adalah metode padan referensial dan translasional. Metode penyajian hasil penelitian yang digunakan adalah metode informal. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa tuturan masyarakat Minangkabau dalam bapasambahan banyak ditemukan dalam bentuk maksim kearifan karena masyarakat Minangkabau dalam bapasambahan menggunakan kiasan dalam berkomunikasi dengan mitra tuturnya. Sehingga masyarakat Minangkabau dituntut untuk menjadi seseorang yang arif dan bijaksana. Arif memahami tuturan yang disampaikan oleh mitra tuturnya dalam bentuk kiasan dan bijaksana dalam merespon kiasan yang disampaikan oleh mitra tuturnya
KESALAHAN PEMAKAIAN BAHASA INDONESIA MEDIA LUAR RUANG DI KOTA TANGERANG SELATAN
This research is urgent to do considering the use of Indonesian outdoor media which is increasingly complex and uncontrolled. This issue has led to the development of a wide variety of written media in outdoor media whose rules deviate significantly from the Indonesian Spelling General Guidelines. The inconsistency between the rules and the use of various languages ​​will lead to the skepticism of Indonesian people to use Indonesian properly and correctly. Also, the development of the Indonesian language that is not based on good linguistic knowledge will lead to the erosion of the Indonesian language and irregular language growth. Therefore, this research is important to do to see patterns of Indonesian language mistakes in outdoor media. With the hope that the Indonesian Spelling Guidelines are applied in a basic and solid manner in the use of Indonesian outdoor media. This type of research is a descriptive study with a qualitative approach. This research tries to understand and explain the phenomena of misuse of the Indonesian language in outdoor media in South Tangerang City. This research produces descriptive data in the form of sentences in outdoor media in South Tangerang City. Sources of data in this study were obtained from written sources. Sources of written data were obtained from billboards, billboards, banners, billboards, and neon boxes
GHOSTS FROM THE PAST! or, BRAM STOKER'S ARMADA
https://www.euronewsproject.org/2022/07/08/ghosts-from-the-past-or-bram-stokers-armada/
Who has not heard of Dracula, gothic classic of vampire lore par excellence? What about The Mystery of the Sea? The latter book by the same author received far less acclaim. To be sure, books were not this Irish author’s only stock in trade. By the time Bram Stoker published his famous work he was already nearing the end of a long mostly unrelated career in theater promotion and management which had brought him in contact with English as well as American high society. As a writer, his experience also included theater reviews for a Dublin newspaper. Arguably, all these aspects, and much else besides, find their way somehow into the novels; but that is not our concern here
THE FADING OF THE EXISTENCE OF MINANGKABAU LANGUAGE AND FOLKLORE IN THE ERA 4.0
Folklore is a tradition or culture of an ethnic group in Indonesia. The purpose offolklore is to share values, traditions, beliefs and other forms that provide an identity for a community group. Today (technology-based era) the effects of thedevelopment of modern media make Minangkabau folklore begin to fade itsexistence as a medium to share values, traditions, beliefs and other forms thatprovide an identity for a group of Minangkabau people. This is because folklore isnot a popular culture. Folklore is studied informally by interacting with others.Unlike folklore, popular culture is usually created or produced for a large audience and is usually disseminated through mass media, such as television, radio, magazines, internet and others. Therefore, to restore the existence of Minangkabau folklore in the Minangkabau Community, the role and support of all parties is needed. Both from the government, folklore, parents and the young generation of Minangkabau to preserve Minangkabau folklore.Keywords: Language, Folklore, Minangkabau
- …
