1,721,108 research outputs found

    PENDEKATAN BERMAIN KATA UNTUK MENGEMBANGKAN KOSA KATA PADA ANAK KELOMPOK B PAUD HARAPAN KITA KOTA MANNA BENGKULU SELATAN

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan apakah melalui pendekatan bermain kata dapat mengembangkan kosa kata pada anak kelompok B PAUD Harapan Kita. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini yaitu anak kelompok B PAUD Harapan Kita yang berjumlah 9 orang yang terdiri dari 4 orang perempuan dan 5 orang laki-laki. Pengumpulan data diambil dengan cara melakukan observasi dan hasil pembelajaran. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dilaksanakan dengan model statistik deskriptif. Data dikumpulkan untuk melihat keberhasilan pada hasil pembelajaran. Pada siklus I hasil pembelajarannya sebesar 66,66%, sedangkan pada siklus Il hasil pembelajarannya sebesar 86,41%.Kesimpulan akhir dari penelitian ini pendekatan bermain kata dapat mengembangkan kosa kata pada anak kelompok B PAUD Harapan Kita Kota Manna Bengkulu Selatan

    STUDI KOMPARATIF KEMAMPUAN MEMBACA ANAK KELOMPOK B DITINJAU DARI IBU BEKERJA DAN IBU TIDAK BEKERJA DI TKIT BAITUL IZZAH

    No full text
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya anggapan bahwa ibu yang tidak bekerja memiliki waktu lebih banyak dalam mendampingi anak, namun ibu bekerja pun bisa memiliki strategi yang berbeda dalam memberikan stimulasi membaca. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kemampuan membaca anak kelompok B yang memiliki ibu bekerja dan ibu tidak bekerja. Metode yang digunakan adalah kuantitatif komparatif. Populasi dalam penelitian ini yaitu anak kelompok B di TKIT Baitul Izzah, dengan total populasi berjumlah 166 anak. Sampel penelitian ini sebanyak 50 anak yang diambil dengan menggunakan teknik proportionat stratified random sampling. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu menggunakan tes dan kuesioner. Teknik pengolahan data menggunakan Software SPSS. Hasil pengujian hipotesis didapatkan nilai signifikan sebesar 0,000 < taraf signifikan (α) = 0,05 maka H0 ditolak. Jadi, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang siginifikan antara kemampuan membaca anak yang memiliki ibu bekerja dan ibu tidak bekerja kelompok B di TKIT Baitul Izzah. Disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk pengembangan instrumen harus disesuaikan dengan perkembangan anak yang semakin modern, dan bias mengembangkan dengan ekspresif keaksaraan. Kata Kunci: Kemampuan membaca, ibu bekerja, ibu tidak bekerja, anak usia din

    TINGKAT KREATIVITAS ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK SE-GUGUS SEDAP MALAM KECAMATAN MUARA BANGKAHULU KOTA BENGKULU

    No full text
    Permasalahan dalam penelitian ini yaitu di dalam tingkat kreativitas AUD. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tingkat kreativitas anak usia 5-6 tahun di TK Se-Gugus Sedap Malam Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu. Kreativitas dalam penelitian ini meliputi kelancaran, keluwesan, keterperincian dan orisinilitas. Jenis penelitian yang digunakan adalah survey dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Penelitian menggunakan teknik random sampling dengan total sebanyak 46 orang anak. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes. Data hasil penelitian di analisis dengan menggunakan uji statistik dengan rumus rata-rata dan persentase. Kemudian di uji validitas dan realibilitasnya menggunakan Cronbach’s Alpha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kreativitas anak usia 5-6 tahun di TK Se-Gugus Sedap Malam Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu berada pada kriteria kurang. Karena kreativitas pada anak yang meiputi kelancaran, keluwesan, keterperincian dan orisinilitas belum berkembang dengan baik, implikasi dari data penelitian ini adalah kreativitas dapat mengembangkan intelegensi anak. Pendidik diharapkan dapat memperhatikan pengembangan untuk anak usia dini perlu dirancang agar dapat memberikan stimulus yang bermakna. Kata Kunci: Kreativitas, Anak Usia Dini, Media Bangun Datar Geometr

    UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL ANAK USIA DINI MELALUI METODE BERMAIN PERAN DI RAUDHATUL ATHFAL RABBI RADHIYYA KECAMATAN CURUP

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan sosial anak usia dini melalui metode bermain peran. Dilaksanakan di Raudhatul Athfal Rabbi Radhiyya kecamatan Curup pada Kelompok B di kelas Aisyah yang berusia rata-rata 5 tahun. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana langkah-langkah penerapan metode bermain peran untuk meningkatkan keterampilan sosial anak usia dini di Raudhatul Athfal Rabbi Radhiyya di kecamatan Curup tahun ajaran 2012/2013 dan bagaimana peningkatan keterampilan sosial di Raudhatul Athfal tahun ajaran 2012/2013 setelah diterapkannya metode bermain peran. Penelitian ini dilaksanakan dengan dua siklus diman setiap siklusnya dilaksanakan tiga kali pertemuan. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah lembar observasi yang diolah dengan menggunakan persentase, hasil penelitian menunjukkan bahwa metode bermain peran dapat meningkatkan keterampilan sosial anak yang meliputi dapat bekerja sama, melaksanakan tugas kelompok, senang berbagi dengan teman, menghargai hasil karya teman/orang lain, mau bermain dengan teman. Kesimpulan dari penelitian tindakan kelas ini bahwa penerapan metode bermain peran dapat meningkatkan keterampilan sosial anak kelompok B kelas Aisyah di Raudhatul Athfal Rabbi Radhiyya kecamatan Curup

    UPAYA MENINGKATKAN KREATIVITAS KOLASE ANAK MELALUI PEMANFAATAN SISIK IKAN DI KELOMPOK B PAUD MUSTIKA PERUMNAS KAYUKUNYIT MANNA

    No full text
    Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas anak kelompok B Paud Mustika Perumnas Kayukunyit Kecamatan Manna Kabupaten Bengkulu Selatan.Subyek penelitian ini adalah anak kelompok B Paud Mustika Perumnas Kayukunyit Kecamatan Manna Kabupaten Bengkulu Selatan, yang berjumlah 10 anak.Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus, yaitu siklus I dan siklus II, dengan masing-masing tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi.Tehnik pengumpulan data yang dipakai adalah observasi yang berupa lembar pengamatan, dokumentasi, hasil karya kolase anak. Metode analisis data yang digunakan analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian Tindakan Kelas dilaksanakan secara kolaboratif dengan teman sejawat, peneliti di sini bertindak sebagai guru dan teman sejawat bertindak sebagai observer/pengamat. Berdasarkan hasil pembahasan yang telah diuraikan dapat disimpulkan memanfaatkan sisikikan dapat meningkatkan kreativitas kolase anak Paud Mustika kelompok B Perumnas Kayukunyit Kecamatan Manna Kabupaten Bengkulu selatan. Hal ini dapat dilihat pada kenaikan frekuensi dan persentase yang terjadi pada kondisi awal dari 10 siswa yang kreatif hanya 0 anak (0%), pada siklus I meningkat jadi siswa (60%) dan pada siklus II meningkat lagi menjadi 9 siswa (90%). Tindak lanjut untuk satu anak yang belum berhasil, peneliti lebih optimal dalam membimbing, peneliti mengadakan home visit kerumah siswa, peneliti menyarankan kepada orang tua siswa untuk lebih memperhatikan anak dengan kasih sayang

    UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF (BERHITUNG ) ANAK MELALUI PROGRAM PAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIIKAN UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF (BERHITUNG ) ANAK MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL CONGKLAK PADA PAUD CEMPAKA PUTIH

    No full text
    Permasalahan penelitian ini apakah dengan permainan congklak dapat meningkatkan kemampuan berhitung pada anak ,tujuan penelitian untuk meningkatkan kemampuan berhitung pada anak melalui bermain congklak. Subjek dalam penelitian ini ada 20 orang terdiri dari 8 laki-laki dan 12 perempuan pada kelompok B paud cempaka putih desa lubuk tapi. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus setiap siklus terdiri dari 3 pertemuan dengan langka-langka perencanaan, pelaksanaan, observasi dan reflesi. Pengumpulan data dilakukan dengan obsevasi dan analisis data dengan menggunakan teknik presentase dengan indikator keberhasilan adalah 75 % .Hasil penelitian menunjukkan pada siklus 1 ,kemampuan berhitung anak bermain congklak 61% dengan katagori cukup, pada siklus 2 mengalami peningkatan menjadi 86% dengan katagori sangat baik . Kesimpulan bahwa bemain tradisonal bermain congklak dapat meningkatkan kemampuan berhitung anak. Saran kepada guru dapat meningkatkan kemampuan berhitung anak dapat dilakukan bermain congkla

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL LAMBANG BILANGAN MELALUI PENGGUNAAN MEDIA KARTU ANGKA DAN KARTU GAMBAR DI KELOMPOK B TK NURUL KAMAL SELUPU REJANG KABUPATEN REJANG LEBONG

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan melalui penggunaan media kartu angka dan kartu bergambar pada anak kelompok B TK. Nurul Kamal. Subyek yang diteliti anak-anak kelompok B TK. Nurul Kamal yang berjumlah 17 anak. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Clasroom Action Research) yang dilakukan dalam 2 siklus dan setiap siklus terdiri dari 2 kali pertemuan. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pegamatan dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan dari prasiklus, siklus 1 dan siklus 2. Pada prasiklus 20% dari siklus I ke siklus II. Ketuntasan klasikal pada penelitian ini dikatakan berhasil jika dalam penggunaan kartu angka dan kartu gambar dapat meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan mencapai 75%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan kartu angka dan kartu gambar dapat meningkatkan kemampuan dalam mengurutkan, menunjukkan, dan menghubungkan jumlah dengan lambang bilangan. Disarankan kepada guru dapat memberikan stimulasi yang lebih baik untuk merangsang dan meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan terutama anak usia 5-6 tahun. Kata Kunci : Anak Kelompok B, Kemampuan Mengenal Lambang Bilangan, Media Kartu Angka dan Kartu Bergambar

    MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR LOGIS ANAK MELALUI KEGIATAN MENYUSUN BALOK GEOMETRI KELOMPOK 5 - 6 TAHUN TK HARAPAN BANGSA DESA TEPI LAUT

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kegiatan mengenal pola, mengenal perbedaan besar kecil, dan mengklasifikasikan bentuk. Anak melalui kegiatan menyusun balok geometri dapat meningkatkan kemampuan berpikir logis. Subyek dalam penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun di Kelas B TK Harapan Bangsa Desa Tepi Laut.Metode penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan kelas (Classroom action Research) yang dilakukan dalam 2 siklus dan setiap siklus terdiri dari 2 kali pertemuan. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan dokumentasi. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan dari prasiklus, siklus I dan siklus II. Dari pra siklus ke siklus I peningkatan sebesar 11,3% dan semakin meningkat dengan baik yaitu dengaan selisih 35% dari siklus I ke siklus II. Ketuntasan klasikal pada penelitian ini dikatakan berhasil jika kegiatan mengenal pola, mengenal perbedaan besar kecilnya dan mengklasifikasikan bentuk geometri mencapai 83%. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kegiatan di atas dapat meningkatkan kemampuan berpikir logis anak terutama anak usia 5-6 tahun. Disarankan kepada guru agar dapat memberikan stimulus yang lebih baik untuk merangsang dan meningkatkan kemampuan bahasa anak dengan penggunaan alat peraga yang lebih menarik. Kata Kunci : Berpikir Logis, Kegiatan Menyusun Balok Geometri, Anak Usia Din
    corecore