1,721,068 research outputs found
DEFRIZAL (2017), PENGELOLAAN OBYEK WISATA ISTANA BASA PAGARUYUNG 2007-2016
ABSTRAK
Skripsi ini berjudul “ PENGELOLAAN OBJEK WISATA ISTANA BASA PAGARUYUNG 2007-2016”. Lokasi objek wisata ini terletak di Nagari Pagaruyung, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar. Istana Basa Pagaruyung merupakan objek wisata primadona Kabupaten Tanah Datar, sebagai daerah tujuan wisata di Sumatera Barat membuat Kabupaten Tanah Datar semakin giat meningkatkan potensi wisatanya. Walaupun hanya bangunan replika dari kerajaan Minangkabau pada masa dahulu tetapi bangunan sekarang merupakan kebanggaan dan jati diri orang Minangkabau.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode sejarah yang terdiri dari empat tahap, pertama heuristik (pengumpulan data), kedua kritik, baik kritik ekstern maupun kritik intern, ketiga interpretasi (penafsiran sumber) dan keempat historiografi (penulisan hasil penelitian). Kajian mengenai objek wisata Istana Basa Pagaruyung ini dapat dikategorikan ke dalam kajian sejarah pariwisata. Meneliti pariwisata secara total atau global yang menjadikan pariwisata sebagai bahan kajian pada masa lampau. Sejarah pariwisata dikategorikan ke dalam kajian sejarah sosial karena mengkaji dampak sosial ekonomi dari aktifitas pariwisata.
Setelah melakukan penelitian ini dapat dikatakan bahwa keberadaan objek wisata Istana Basa Pagaruyung sangat berpengaruh bagi masyarakat Pagaruyung karena dapat menjadi tempat mencari mata pencaharian bagi masyarakat, objek wisata ini patut untuk dikembangkan menjadi lebih baik lagi karena sebagai obyek wisata ungulan di Kabupaten Tanah Datar. Pengelolaan obyek wisata sepenuhnya belum dikelola dengan baik. Namun dampak obyek wisata ini memberi manfaat terhadap pendapatan, daerah, nagari dan masyarakat sekitarnya
KEBIJAKAN PEMERINTAH KOTA PADANG DALAM PENGEMBANGAN WISATA BAHARI DI KOTA PADANG
KEBIJAKAN PEMERINTAH KOTA PADANG DALAM PENGEMBANGAN WISATA BAHARI DI KOTA PADANG
(Ari Defrizal, 1110113096, Fakultas Hukum Universitas Andalas, 66 halaman, Tahun 2016)
ABSTRAK
Pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata dan di dukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, pemerintah, dan pemerintahan daerah. Dengan dilatar belakangi oleh keinginan untuk mewujudkan pengembangan pariwisata yang baik maka Pemrintah Kota Padang (Pemko Padang) harus ikut serta dalam pengembangan dan pembangunan setiap pariwisata yang berada di wilayah Kota Padang. Penulis merumuskan antara lain : 1. Bagaimana kebijakan Pemrintah Kota Padang dalam pengembangan wisata bahari di kota padang, dan 2. Kendala apa saja yang di temui dalam pelaksanaan kebijakan Pemerintah Kota Padang sehubungan dengan pengembangan wisata bahari di kota padang. Penulis menggunakan metode penelitian yuridis empiris/sisiologis, yakni dengan melihat langsung kenyataan yang terjadi di lapangan tentang kebijakan Pemerintah Kota Padang dalam pengembangan wisata bahari di kota padang. Penulis melakukan penelitian di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang dan melakukan wawancara dengan Bapak Trisna Putra, ss. M.Sc selaku kepala Dinas pemasaran di Dina
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
Klausa yang Digunakan dalam Media Siber Infoindonesia.id
ABSTRAK
Defrizal Ahmad Nugraha. 1910722017. “Klausa yang Digunakan dalam Media Siber InfoIndonesia.id”. Skripsi. Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas, 2023. Pembimbing I: Prof. Dr. Nadra, M.S. Pembimibing II. Dra Noviatri, M.Hum.
Klausa adalah satuan sintaksis yang di bawah satuan frasa dan di atas satuan kalimat berpa runtunan kata-kata berkonstruksi predikatif. Pada penelitian ini, penulis mengkaji jenis-jenis klausa yang digunakan dalam media siber Infoindonesia.id.
Ada tiga tahapan dalam penelitian ini, yaitu tahap penyediaan data, tahap analisis data, dan tahap penyajian analsis data. Pada tahap penyediaan data digunakan metode dan teknik yang dikemukakan oleh Sudaryanto, yaitu metode simak dilanjutkan dengan teknik dasarnya teknik sadap dan teknik lanjutannya ialah teknik Simak Bebas Libat Cakap (SBLC). Pada tahap analisis data digunakan metode dan teknik yang dikemukakan oleh Sudaryanto, yaitu metode padan referensial dengan teknik dasarnya teknik pilah unsur penentu (PUP) dan teknik lanjutannya ialah teknik hubung banding membedakan (HBB). Pada tahap penyajian hasil analisis data digunakan metode penyajian informal.
Berdasarkan hasil data terhadap klausa yang digunakan dalam media siber Infoindonesia.id, terdapat berbagai jenis klausa. Jenis-jenis klausa tersebut, yaitu klausa berdasarkan struktur internnya, klausa berdasarkan ada tidaknya kata negatif yang secara gramatikal menegatifkan P, dan klausa berdasarkan kategori kata yang menduduki fungsi P. Klausa berdasarkan struktur internnya, klausa terdiri atas klausa lengkap dan klausa tidak lengkap. Berdasarkan ada tidaknya kata negatif yang secara gramatikal menegatifkan P, klausa terdiri atas klausa positif dan negatif. Berdasarkan kategori kata yang menduduki fungsi P, klausa terdiri atas klausa nomina, klausa verba, klausa numeralia, dan klausa preposisi. Klausa verba sendiri memiliki beberapa jenis, yaitu klausa verba aktif, klausa verba intransitif, klausa verba pasif, klausa verba, klausa verba ajektif, klausa verba refleksif, dan klausa verba resiprokal.
Kata Kunci: predikat, klausa, kalimat, media sibe
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
- …
