62 research outputs found

    PENGARUH EKSTRAKURIKULER BELA DIRI PENCAK SILAT TERHADAP PENDIDIKAN KARAKTER SISWA DI MTS DARUL FALAH BENDIL JATI KULON SUMBERGEMPOL KABUPATEN TULUNGAGUNG

    No full text
    Skripsi dengan judul “Pengaruh Ekstrakurikuler Bela Diri Pencak Silat Terhadap Pendidikan Karakter Siswa di MTsDarul Falah Bendiljati Kulon Sumbergempol Kabupaten Tulungagung” ini ditulis oleh Dedy Firman Maulana, NIM. 129209201023, pembimbing Anggoro Putranto, S.Pd.,M.Sc. Kata kunci : pendidikan karakter, ekstrakurikuler bela diri pencak silat Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya kasus kriminal yang dilakukan oleh anggota perguruan silat di Indonesia, khususnya di Jawa Timur. Fenomena ini mencakup tawuran antar perguruan silat, dengan pelaku yang mayoritas masih berstatus pelajar. Tindakan kriminal ini mencerminkan perilaku tercela dan tidak mencerminkan sikap seorang pelajar yang berpendidikan. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu (1) Bagaimana pendidikan karakter siswa di MTs Darul Falah Bendiljati Kulon Sumbergempol Kabupaten Tulungagung? (2) Bagaimana pengaruh ekstrakurikuler bela diri pencak silat terhadap pendidikan karakter siswa di MTs Darul Falah Bendiljati Kulon Sumbergempol Kabupaten Tulungagung ? Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui pendidikan karakter siswa dan pengaruh ekstrakurikuler bela diri pencak silat terhadap pendidikan karakter siswa di MTs Darul Falah Bendiljati Kulon Sumbergempol Kabupaten Tulungagung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey dengan variabel bebas dan variabel terikat. Objek penelitian ini adalah siswa MTs Darul Falah Bendiljati Kulon Sumbergempol yang mengikuti ekstrakurikuler bela diri pencak silat. Pengumpulan data didapatkan melalui angket dan dokumentasi. Pengujian hipotesis pada penelitian ini menggunakan uji – t. Hasil dari penelitian yang dilaksanakan di MTs Darul Falah Bendiljati Kulon Sumbergempol pada tanggal 27 maret sampai 25 mei 2024 sebagai berikut : (1) Pendidikan karakter siswa di MTs Darul Falah Bendiljati Kulon Sumbergempol Tulungagung menunjukkan bahwa dari 65 sampel, 64 siswa masuk kategori cukup dengan nilai interval 47-73, dan hanya 1 siswa masuk kategori rendah dengan nilai interval 20-46. Rata-rata nilai angket karakter siswa adalah 58,78, yang termasuk dalam kategori cukup. (2) Hasil pengujian nilai t menunjukkan bahwa variabel ekstrakurikuler bela diri pencak silat memiliki t_hitung sebesar 5,901, sementara t_tabel adalah 1,998. Karena t_hitung > t_tabel, H_1 diterima dan H_0 ditolak. Ini menunjukkan adanya pengaruh signifikan antara ekstrakurikuler bela diri pencak silat terhadap pendidikan karakter siswa di MTs Darul Falah Bendiljati Kulon Sumbergempol Tulungagung

    ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI JUMLAH IMPOR KEDELAI PADA TAHUN 1998-2007

    No full text
    Ketidakseimbangan antara produksi dan konsumsi kedelai nasional menjadi pemicu ketergantungan Indonesia terhadap kedelai impor. Kedelai di pasar dunia terkonsentrasi di beberapa negara maju yang memberi bantuan kepada petaninya. Struktur pasar internasional kedelai yang oligopolistik menyebabkan negara importir seperti Indonesia berisiko tinggi terhadap instabilitas pasokan dan harga kedelai impor. Penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis produktivitas lahan, harga impor, dan pendapatan nasional yang mempengaruhi jumlah impor kedelai selama tahun 1998-2007, dimana selama penelitian terdapat dua masa keadaan perekonomian yang berbeda yaitu pada saat tahun 1998 perekonomian indonesia dilanda krisis dan pada akhir periode penelitian keadaan perekonomian indonesia semakin membaik. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode regresi linier berganda Berdasarkan hasil metode analisis regresi linier berganda, dapat diketahui bahwa variabel produktivitas lahan, harga, dan pendapatan nasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap jumlah impor kedelai

    Pengembangan Model Training of trainer pada Pelajaran Tematik untuk Anak Inklusi

    No full text
    This study aims to: (1) develop TOT learning module for inclusive elementary schozols and (2) find out the feasibility of the learning module for developed inclusive elementary schools. The trial of this research subject was the sports teacher of SD N 33 Pangkalpinang. The research is carried out using a research and development model which included several stages: (1) planning; (2) design; (3) product development and (4) evaluation. The planning stage includes initial preparation. The design phase includes the preparation of the program structure, the making of story boards, the design of interfaces, the preparation of the systematic presentation of material, illustrations, visualization. The product development stage consists of writing text, installing an evaluation model development image. The evaluation phase is carried out in the form of an alpha test in the form of expert material validation, and beta test by elementary school teachers. The result of the study produce a learning module that is in accordance with its function. The result of the average rating in the percentage of validators by material experts is 82.5% with the category "Very Good". The feasibily of develop TOT learning module for inclusive children with the score obtained of 82,5% and the average score is 4,125 with the category of very good, view aspect evaluation is 41 and the average is of 4,1 with very good category. Content aspect is of 41,5 with very good category. To conclude the learning module is worth using.Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengembangkan modul pembelajaran TOT untuk Sekolah Dasar inklusi  dan (2) mengetahui kelayakan modul pembelajaran untuk Sekolah Dasar inklusi yang dikembangkan. Subyek penelitian ini adalah guru olahraga SD N 33 Pangkalpinang. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan model penelitian dan pengembangan yang meliputi beberapa tahap: (1) perencanaan; (2) desain; (3) pengembangan produk dan (4) evaluasi. Tahap perencanaan mencakup persiapan awal. Tahap desain meliputi penyusunan struktur program, pembuatan story board, perancangan antar-muka, penyusunan sistematika penyajian materi, ilustrasi, visualisasi. Tahap pengembangan produk terdiri dari penulisan teks, pemasangan gambar pengembangan model evaluasi. Tahap evaluasi dilakukan dalam bentuk tes alpha berupa validasi ahli materi, dan tes beta oleh guru sekolah dasar. Hasil penelitian menghasilkan modul pembelajaran yang telah sesuai fungsinya. Hasil rata-rata penilaian dalam prosentase oleh validator ahli materi sebesar 82,5% dengan kategori “Sangat Baik”. Kelayakan modul pembelajaran TOT untuk anak inklusi yang telah dikembangkan pada aspek materi memperoleh skor 82,5 dan rerata skor 4,125 dengan kategori “Sangat Baik”, penilaian aspek tampilan sebesar 41 dan rerata 4,1 dengan kategori “Sangat baik”, aspek Isi sebesar 41,5 dan rerata 4,15 dengan kategori “Sangat Baik”. Sehingga dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran yang dikembangkan layak digunakan dalam pembelajaran

    ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI JUMLAH IMPOR KEDELAI PADA TAHUN 1998-2007

    No full text
    Ketidakseimbangan antara produksi dan konsumsi kedelai nasional menjadi pemicu ketergantungan Indonesia terhadap kedelai impor. Kedelai di pasar dunia terkonsentrasi di beberapa negara maju yang memberi bantuan kepada petaninya. Struktur pasar internasional kedelai yang oligopolistik menyebabkan negara importir seperti Indonesia berisiko tinggi terhadap instabilitas pasokan dan harga kedelai impor. Penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis produktivitas lahan, harga impor, dan pendapatan nasional yang mempengaruhi jumlah impor kedelai selama tahun 1998-2007, dimana selama penelitian terdapat dua masa keadaan perekonomian yang berbeda yaitu pada saat tahun 1998 perekonomian indonesia dilanda krisis dan pada akhir periode penelitian keadaan perekonomian indonesia semakin membaik. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode regresi linier berganda Berdasarkan hasil metode analisis regresi linier berganda, dapat diketahui bahwa variabel produktivitas lahan, harga, dan pe

    PEMBERDAYAAN PEMUDA KARANG TARUNA MELALUI MANAJEMEN DAN ORGANISASI OLAHRAGA DI DESA JADA BAHRIN KABUPATEN BANGKA

    No full text
    Berdasarkan dari hasil pengamatan awal diketahui bahwa pemuda karang taruna desa Jada Bahrin tidak melakukan kegiatan kepemudaan dalam bidang olahraga dikarenakan keterbatasan tingkat pemahaman terhadap keolahragaan itu sendiri. Selanjutnya para pemuda karang taruna tidak memahami bagaimana cara mengorganisasikan serta manajemen yang baik untuk mengadakan suatu pertandingan olahraga. Oleh karena itu, kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan pemahaman kepada pemuda karang taruna desa Jada melalui pelatihan manajemen dan organisasi olahraga, serta memberikan pengetahuan agar pemuda karang taruna mampu menyelenggarakan pertandingan olahraga dengan manajemen yang baik. Sasaran dari kegiatan pelatihan ini yaitu pemuda karang taruna desa Jada Bahrin, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu dengan memberikan materi organisasi dan manajemen olahraga serta pemuda karang taruna diajari bagaimana cara membuat proposal kegiatan yang baik. Hasil yang dicapai pada pengabdian ini yakni pemuda karang taruna desa Jada mendapatkan pengetahuan mengenai organisasi dan manajemen olahraga sehingga kedepannya para pemuda mampu menyelenggarakan pertandingan-pertandingan olahraga, baik di tingkat daerah maupun nasional

    PENGEMBANGAN AKTIFITAS GERAK LOKOMOTOR BERBASIS MEDIA AUDIO VISUAL PADA SISWA SEKOLAH DASAR KELAS RENDAH SE KECAMATAN GABEK PANGKALPINANG

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model aktivitas gerak lokomotor berbasis media audio visual pada siswa sekolahdasar kelas rendah. Penelitian pengembangan ini dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) Melakukan analisis kebutuhan pada peserta didik, (2) Pembuatan produk awal, (3) Tinjauan para ahli, (4) Revisi produk, (5) Uji coba kelompok kecil, (6) Revisi produk, (7) uji coba skala besar, (8) revisi produk, Uji coba skala kecil dilakukan di SD N 62 Pangkalpinang  yang berjumlah 20 anak. Uji coba skala besar dilakukan di SD N 39  Pangkalpinang berjumlah 22 anak dan SD N 6 Pangkalpinang  yang berjumlah 23 anak. Teknik analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Penelitian ini menghasilkan model pembelajaran, yaitu: (1) lompat kangguru, (2) estapet jalan kepiting , (3) berjalan ular cepat, (4) Lempar Monyet , (5) lompatan kodok kebelakang. Dari hasil analisis data penilaian para ahli materi dan guru SD, ditarik kesimpulan bahwa pengembangan model pembelajaran ini sangat baik dan efekti
    corecore