1,721,422 research outputs found
MAKNA SIMBOLIK ARSITEKTUR BANGUNAN MASJID PATHOK NEGORO AD-DAROJAT BABADAN YOGYAKARTA
The Pathok Negoro Mosque is a cultural heritage that needs to be preserved by the people of Yogyakarta. As the heir to the glory of the Muslim Mataram, Yogyakarta today remains an area with strong Javanese beliefs and traditions. However, it must also be acknowledged that the current generation is increasingly detached from the cultural, intellectual and religious heritage of the past, so they may not understand the meaning of the symbols associated with the Pathok Negoro Ad-Darojat Babadan . For this reason, the author tries to explain the symbolic significance of the construction of the Pathok Negoro Ad-Darojat Babadan Mosque, the history of the Pathok Negoro Babadan Mosque. And the icons of the Pathok Negoro Ad-Darojat Babadan Mosque. With this in mind, there are things we will answer in this study. What is the meaning and function of the architectural symbols of the Pathok Negoro Ad-Darojat Babadan Mosque? The research method used is a field study with a qualitative method. The data were collected by observation, interviews and notes, and then analyzed using Roland Barthes' semiotic and descriptive analysis methods.
Research results show that the construction of the Pathok Negoro Ad-Darojat Babadan Mosque has symbolic, connotative and mythological meanings. Architectural elements such as the shape of the roof, guru saka and mustoko symbolize the flow of human life and embody the meaning of the pillars of Islam, faith and Ikhsan. The purpose of writing this thesis is to give an insight into the meaning contained in the Pathok Negoro Ad-Darojat Babadan Mosque, whose architecture is different from the works of other mosques. Islam in general
UPAYA GURU TERHADAP PENDIDIKAN KARAKTER RELIGIUS ANAK USIA DINI DI TAMAN PENDIDIKAN AL-QUR’AN (TPA) AD-DAROJAT KAUMAN BABADAN BANGUNTAPAN BANTUL
Taman pendidikan Al-qur’an (TPA) Ad-Darojat merupakan lembaga pendidikan nonformal yang berlatar belakang pendidikan Al-Qur’an dan agama Islam, awal mula terbentuknya adalah dari perkumpulan belajar kecil di serambi Masjid Pathok Negoro Ad-Darojat. TPA Ad-Darojat memiliki beberapa kelompok belajar, dimana salah satunya adalah kelompok belajar anak usia usia dini dalam rentang usia 4-6 tahun. Penulis tertarik ingin mengetahui lebih lanjut mengenai upaya guru dalam menanamkan karakter religius anak usia dini di TPA Ad-Darojat Kauman Babadan Banguntapan Bantul. Karena dalam pengamatan penulis, penulis menemukan beberapa anak yang belum memiliki karakter religius seperti yang penulis temukan pada karakter anak-anak TPA yang lain.
Tujuan penelitian yang pertama adalah untuk mengetahui upaya guru terhadap pendidikan karakter Religius anak usia dini melalui proses belajar mengajar di Taman pendidikan AL-Qur’an (TPA) Ad-Darojat Kauman Babadan dan yang kedua dalah untuk mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambat terhadap upaya guru dalam menanamkan karkater religius Anak Usia Dini di TPA Ad-Darojat Kauman Babadan.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan mengambil latar Taman pendidikan Al-Qur’an (TPA) Ad-Darojat kauman Babadan. Pengumpulan data di lakukan dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi terhadap bagaimana upaya guru dalam Pendidikan Karakter Religius anak usia dini di TPA Ad-Darojat Kauman Babadan. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik Miles dan Hubberman yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan cara tringulasi sumber yakni dari hasil pengamatan serta wawancara dan dokumentasi yang telah di lakukan penulis dengan subjek penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran di Taman pendidikan AL-Qur’an (TPA) Ad-Darojat kauman Babadan memberikan dampak terhadap sikap dan pola fikir peserta didik sebagaimana peserta didik mulai menunjukkan etika-etika dalam bersikap sesuai dengan nilai-nilia agama Islam seperti yang di ajarkan oleh guru atau ustadz/ustadzah di TPA. Pendidikan Karakter Religius kepada peserta didik selain memberikan materi-materi pembelajaran juga melalui pembiasaan, keteladanan dan juga melalui metode berkisah yang di lakukan oleh guru atau ustadz/ustadzah. Adapun implikasi pengamalan nilai-nilai religius yang di ajakrkan kepada peserta didik atau santri meliputi Syari’at yang mengajarkan ibadah, bersedekah, serta nilai-nilai mengenai akhlak, juga akidah yang mengenalkan kepada santri tentang penciptaan dan ilahiyah. Hasil tersebut dapat tercapai dengan baik karena adanya faktor-faktor pendukung yakni teladan-teladan yang di lakukan oleh tokoh masyarakat, tokoh agama serta guru-guru di TPA Ad-Darojat, kerjasama yang baik antara guru, tokoh masyarakat serta orangtua, kegiatan pendukung pembelajaran yang mengarah kepada pengamalan nilai-nilai dan sikap religius seperti kajian ahad pagi, kegiatan murottal ba’da maghrib, dan pengajian malam juma’at. Selain itu terdapat pula faktor penghambat, yakni faktor pergualan peserta didik di luar TPA, faktor internal peserta didik dan kurangnya media belajar di TPA Ad-Darojat kauman Babadan Banguntapan Bantul
PENERAPAN FUNGSI MANAJEMEN PADA KEGIATAN LUMBUNG PANGAN DI MASJID PATHOK NEGORO AD-DAROJAT KAUMAN BABADAN, BANGUNTAPAN, BANTUL TAHUN 2020
Masjid adalah suatu organisasi dakwah yang mempunyai peranan penting di masyarakat, sebagai sebuah organisasi, masjid juga harus menerapkan fungsi manajemen dalam pengelolaannya, sehingga bisa menjadi suatu organisasi yang efektif dan efisien. Masjid Pathok Negoro Ad-Darojat, Kauman Babadan, Kecamatan Banguntapan ,Yogyakarta menjadi tempat penelitian karena masjid ini merupakan salah satu dari empat masjid Pathok Negoro milik Kesultanan Yogyakarta yang pengelolaannya diserahkan langsung ke masyarakat sekitar. Dalam masa Pandemi Covid-19 ini, masjid ini mempunyai suatu kegiatan yang dinamakan dengan Lumbung Pangan, kegiatan ini bertujuan untuk membantu warga dan masyarakat sekitar yang terkena dampak Covid-19 dengan memberi bantuan berupa sembako dan bantuan lainnya.
Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif kualitatif, sumber data yang dipakai dalam penelitian ini adalah sumber data primer yaitu Ketua Takmir, Ketua Panitia Kegiatan Lumbung Pangan, dan Anggota Panitia Lumbung Pangan Masjid Pathok Negoro Ad-Darojat Kauman Babadan, sedangkan data sekunder bersumber dari dokumen dan foto-foto kegiatan. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data yang digunakan yaitu Credibilitas, Transferability, Confirmability. Analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Penerapan Fungsi Manajemen masjid Pada Kegiatan Lumbung Pangan di Masjid Pathok Negoro Ad-Darojat Kauman Babadan Kecamatan Banguntapan, Bantul Tahun 2020 Sudah menerapkan fungsi manajemen dengan baik mulai dari perencanaan dengan rapat internal panitia melalui rapat langsung dan rapat via online, pengorganisasian dengan membentuk panitia khusus lumbung pangan, penggerakan secara langsung dan online melalui media sosial WhatApp, serta pengawasan dengan membentuk dewan pengawas
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Al-Baqillani’s thoughts on selected theological issues of the Qur’an / Much Hasan Darojat
This present research discusses al-BÉqillÉnÊ’s thoughts on theological issues related to the Qur’Én. It covers three significant problems; the createdness of the Qur’an, the anthropomorphists’ approach to the Qur’ān, and the authenticity of the Uthmanī muÎÍaf. Al-Bāqillānī categorised these issues into three different theological groups; Mu‘tazilites, antrophomorphists, and Shi‘ites. With the Mu‘tazilites, he rejected the problem of the createdness of the Qur’Én, which involves disscussion on the divine speech of God, meaning of speech, its chacacteristics and divisions, and other related topics. Al-BÉqillÉnÊ also disproved some theological doctrines formulated by the anthropomorphists in dealing with the Qur’ān and Íadīth. His criticisms included the extreme (Gulāt) Shi‘ites as well as the Øufis. Al-BÉqillÉnÊ also defended the authenticity of the Uthmānī muÎÍaf of the Qur’ān againts the Early Twelver Shi‘ites’ claim. He proved the validity of the muÎÍaf right from its compilation until it became the perfect codex employed by the authoritative companions. He also delineated their integrity who directly learnt from the Prophet (peace be upon him) on the seven variant readings of the Qur’ān. These readings are valid and approved by the Prophet (peace be upon him). In this study, the approach that was applied is textual analysis, using descriptive and analytical methods to investigate and analyze primary sources related to the issues. It also adopted the historical method to scrutinize several events on the subject. Al-BÉqillÉnÊ attempted to discuss these issues; the createdness of the Qur’Én, the anthropomorphic doctrines, and the authenticity of the Uthmānī muÎÍaf of the Qur’Én by developing its principles in accordance with the theological position of al-Ash‘arīte’ views. He was one of those who initiated the intellectual initiative to deepen the level of intellectual discourse on some of the principal foundations in the theological thoughts of this school. In his intellectual undertaking in tackling those issues, he also provided a number of relevant arguments againts the Orientalists’ critiques regarding the above related subject
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
PENGARUH TERPAAN KONTEN AKUN INSTAGRAM @kulinertulungagung TERHADAP MINAT MEMBELI PRODUK KULINER DI KABUPATEN TULUNGAGUNG
Skripsi dengan judul “Pengaruh Terpaan Konten Akun Instagram @kulinertulungagung Terhadap Minat Membeli Produk Kuliner di Kabupaten Tulungagung”, di tulis oleh Nanda Ulya Darojat, NIM 126304211047, dengan pembimbing Ajeng Fajarwati Sumarna, S.I.Kom,. M.A.
Kata Kunci : Terpaan, Konten, Instagram, Minat Beli, Kultivasi, Kuliner, Tulungagung.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan teknologi yang semakin pesat, khususnya dalam bidang kuliner. Media sosial Instagram menjadi salah satu sarana yang efektif untuk digunakan sebagai media promosi dalam mempengaruhi minat pembelian konsumen. Melalui konten yang diunggah oleh food vlogger, khususnya akun @kulinertulungagung, peneliti ingin melihat tentang seberapa besar pengaruh terpaan konten yang diunggah terhadap minat pembelian produk kuliner yang ada di Kabupaten Tulungagung. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survei, serta kultivasi menjadi dasar teori yang di-gunakan oleh peneliti. Berdasarkan data yang diperoleh peneliti melalui kuisioner yang telah disebarkan, dari 130 orang responden ditemukan data bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Hasil yang diperoleh menunjukkan apabila variabel X yakni konten dari akun Instagram @kulinertulungagung berpengaruh terhadap variabel Y yakni minat membeli produk kuliner yang ada di Kabupaten Tulungagung. Hal ini dibuktikan dengan hasil olahan data yang menunjukkan besarnya pengaruh yang timbul dari konten akun Instagram @kulinertulungagung terhadap minat membeli produk kuliner sebesar 98,5%
- …
