1,720,965 research outputs found
RESPON PEMBERIAN POC KULIT BAWANG MERAH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PRODUKSI PAKCOY PADA TANAH ULTISOL
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian pupuk organik cair (POC) kulit bawang merah terhadap pertumbuhan dan produksi pakcoy (Brassica rapa L.) di tanah Ultisol. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat perlakuan dan enam ulangan: P0 (100% pupuk anorganik), P1 (POC 15% + 50% anorganik), P2 (POC 25% + 50% anorganik), dan P3 (POC 35% + 50% anorganik). Parameter yang diamati meliputi jumlah daun, lebar dan panjang daun, bobot segar tanaman, bobot tajuk atas, bobot basah akar, serta panjang akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC kulit bawang merah tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap semua parameter. Hal ini mengindikasikan bahwa POC kulit bawang merah kombinasi 50% pupuk NPK dapat menggantikan 50% rekomendasi pemakaian pupuk NPK tanpa menurunkan hasil pertumbuhan pakcoy
Penanganan Pascapanen Benih Jagung Hibrida di PT Citra Nusantara Mandiri Kota Solok Provinsi Sumatera Barat: Penanganan Pascapanen Benih Jagung Hibrida di PT Citra Nusantara Mandiri Kota Solok Provinsi Sumatera Barat
PT Citra Nusantara Mandiri (PT. CNM) Solok menjadi satu-satunya produsen benih jagung hibrida di Sumatera Barat. Perusahaan ini juga bekerjasama dengan PT. Pertani (Persero) sebagai pemasar produk dan pemulia sebagai penyedia calon benih jagung hibrida. Tujuan penelitian ini 1) Menganalisis tahapan pascapanen 2) Menganalisis pemanfaatan penanganan pascapanen pada kegiatan sortasi benih jagung hibrida, dan 3) Menghitung dan membandingkan rasio hasil pada kegiatan sortasi benih jagung hibrida. Kegiatan penelitian ini dilakukan di PT CNM Solok, dilakukan selama dua bulan terhitung sejak tanggal 20 Februari hingga 19 April 2021. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Analisis data terkait dalam penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka ditemukan bahwa: 1) Pascapanen jagung hibrida di PT Citra Nusantara Mandiri kota Solok sudah sesuai dengan standar operasional perusahaan. Hal ini dapat dibuktikan dengan kelengkapan tahapan pascapanen yang dilakukan dalam penanganan jagung hibrida di perusahaan; 2) Pemilahan limbah yang digunakan oleh perusahaan untuk dijual sebagai pakan ternak dengan metode tender; 3) dan rendemen benih jagung hibrida di PT CNM Solok mencapai 85 persen, dimana hasil pada beberapa kegiatan meliputi ekstrak 40 persen, dan ayakan 98 persen.PT Citra Nusantara Mandiri (PT. CNM) Solok menjadi satu-satunya produsen benih jagung hibrida di Sumatera Barat. PT. CNM Solok juga bekerjasama dengan PT. Pertani (Persero) sebagai pemasar produk dan pemulia sebagai penyedia calon benih jagung hibrida. Tujuan penelitian ini 1) Menganalisis tahapan pascapanen di PT CNM Solok, 2) Menganalisis pemanfaatan penanganan pascapanen pada kegiatan sortasi benih jagung hibrida di PT CNM Solok, dan 3) Menghitung dan membandingkan rasio hasil pada kegiatan sortasi benih jagung hibrida di PT CNM Solok. Kegiatan penelitian ini dilakukan di PT CNM Solok. Penelitian dilakukan selama dua bulan terhitung sejak tanggal 20 Februari hingga 19 April 2021. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Analisis data terkait dalam penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka disimpulkan sebagai berikut: 1) Pascapanen jagung hibrida di PT Citra Nusantara Mandiri kota Solok sudah sesuai dengan standar operasional. Hal ini dapat dibuktikan dengan kelengkapan tahapan pascapanen yang dilakukan dalam penanganan jagung hibrida di perusahaan; 2) Pemilahan atau pemilahan limbah yang digunakan oleh perusahaan untuk dijual sebagai pakan ternak dengan metode tender; 3) dan rendemen benih jagung hibrida di PT CNM Solok mencapai 85%, dimana hasil pada beberapa kegiatan meliputi ekstrak 40%, dan ayakan 98%
Perbaikan Pengelolaan Usaha Kerajinan Tenun Nagari Kubang Kabupaten Lima Puluh Kota
Menenun sudah dilakukan sejak dulu kala untuk kebutuhan sandang manusia. Orang Minangkabau menyebut diri mereka sebagai orang beradat, kain tenun tidak bisa dipisahkan dari upacara-upacara adat istiadat.Kain tenun ditinjau dari bahan, cara pembuatan, dan harganya, menunjukkan kemuliaan derajat dan martabat pemakainya. Kondisi ini menjadikan kerajinan tenun sebagai salah satu industri rumah tangga dan memunculkan kelompok usaha kecil dan menengah (UKM) di kalangan masyarakat khususnya di Nagari Kubang Kabupaten Limapuluh Kota. Kelompok usaha kecil dan menengah (UKM) Marni Geneng dan CV Rangkiang adalah mitra dari IbPE Kerajinan Tenun Minangkabau di Nagari Kubang Kabupaten Limapuluh Kota. Kedua UKM ini sepakat untuk bermitra dalam kegiatan IbPE yang diselenggarakan oleh Tim Pengabdian Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh dalam rangka menuju pasar ekspor luar negeri. Tujuan dalam program IbPE pada kedua UKM ini adalah memperbaiki pengelolaan usaha berupa perbaikan administrasi, jumlah dan mutu produk serta promosi untuk memperluas pasar produk. Hasil yang dicapai dalam program IbPE tahun I ini adalah perbaikan adminsitrasi pengelolaan UKM berupa penataan buku kas, buku stok, buku penjualan, buku pembelian, buku tamu tersedia dengan rapi. Pelatihan pewarna alami menghasilkan produk tenun yang berwarna natural. Pelatihan pengembangan motif meningkatkan kualitas produk tenun yang dihasilkan lebih menarik. Pemasangan arah penunjukan jalan pada kedua UKM sehingga lokasi UKM mudah ditemui konsumen. Pemberian kemasan pada produk kedua UKM meningkatkan nilai jual produk tenun UKM
Aplikasi POC Kulit Pisang Kepok dan NPK untuk Peningkatan Produksi Sawi Hijau di lahan Ultisol
Peningkatan produksi tanaman hortikutura sawi hijau secara khusus perlu dilakukan perbaikan. Masalah yang muncul dalam budidaya sawi hijau adalah pemakaian pupuk anorganik secara berlebihan, harga pupuk yang mahal, dan lahan suboptimal seperti tanah ultisol dengan kondisi bahan organik yang rendah dan keasaman yang tinggi. Teknologi pemupukan dengan aplikasi POC kulit pisang kepok dan 50% pupuk NPK untuk mengatasi permasalahan lahan. POC dari bahan baku kulit pisang kepok yang melimpah dan upaya mengurangi limbah, serta mendukung pertanian berkelanjutan ramah lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi efek dosis POC terhadap perkembangan dan hasil produksi tanaman sawi hijau. Penelitian telah dilakukan di lahan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh pada bulan Februari sampai bulan Maret tahun 2025. Metode penelitian satu faktor uji menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan yang diuji adalah 100% pupuk anorganik NPK (P0), 300 ml/l/plot POC kulit pisang kepok + 50% NPK (P1), 310 ml/l/plot POC kulit pisang kepok + 50% NPK (P2), 320 ml/l/plot POC kulit pisang kepok + 50% NPK (P3). Tiap taraf perlakuan dikelompokkan sebanyak 6 kelompok sehingga keseluruhan terdapat 24 unit percobaan. Konsentrasi POC 320 ml/plot + 50% NPK merupakan perlakuan terbaik, dalam meningkatkan pertumbuhan, dan produksi pada tanaman sawi hijau. Aplikasi POC 320 ml/plot + 50% NPK sudah bisa menggantikan penggunaan NPK 100%. Peningkatan produksi tanaman hortikutura sawi hijau secara khusus perlu dilakukan perbaikan. Masalah yang muncul dalam budidaya sawi hijau adalah pemakaian pupuk anorganik secara berlebihan, harga pupuk yang mahal, dan lahan suboptimal seperti tanah ultisol dengan kondisi bahan organik yang rendah dan keasaman yang tinggi. Teknologi pemupukan dengan aplikasi POC kulit pisang kepok dan 50% pupuk NPK untuk mengatasi permasalahan lahan. POC dari bahan baku kulit pisang kepok yang melimpah dan upaya mengurangi limbah, serta mendukung pertanian berkelanjutan ramah lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi efek dosis POC terhadap perkembangan dan hasil produksi tanaman sawi hijau. Penelitian telah dilakukan di lahan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh pada bulan Februari sampai bulan Maret tahun 2025. Metode penelitian satu faktor uji menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan yang diuji adalah 100% pupuk anorganik NPK (P0), 300 ml/l/plot POC kulit pisang kepok + 50% NPK (P1), 310 ml/l/plot POC kulit pisang kepok + 50% NPK (P2), 320 ml/l/plot POC kulit pisang kepok + 50% NPK (P3). Tiap taraf perlakuan dikelompokkan sebanyak 6 kelompok sehingga keseluruhan terdapat 24 unit percobaan. Konsentrasi POC 320 ml/plot + 50% NPK merupakan perlakuan terbaik, dalam meningkatkan pertumbuhan, dan produksi pada tanaman sawi hijau. Aplikasi POC 320 ml/plot + 50% NPK sudah bisa menggantikan penggunaan NPK 100%.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penurunan Minat Petani Dalam Budidaya Kentang Varietas Cingkariang Di Kabupaten Agam
Rendahnya minat petani dalam budidaya kentang unggul lokal Varietas Cingkariang di Kabupaten Agam dikhawatirkan akan menyebabkan varietas unggul lokal tersebut langka atau hilang dari daerah asalnya, padahal kentang ini masih menjadi produk yang disukai oleh masyarakat sebagai bahan utama olahan makanan seperti kentang rendang, keripik dan pargedel. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dan menganalisis faktor penyebab turunnya minat petani kentang di Kabupaten Agam untuk membudidayakan kentang Varietas Cingkariang. Penelitian dilakukan pada tiga Kecamatan sentra tanaman kentang Varietas Cingkariang di Kabupaten Agam yaitu Kecamatan Banuhampu, Kecamatan Sungai Puar dan Kecamatan Ampek Koto. Metode pengambilan data dilakukan dengan teknik observasi wawancara dan pengisian kuisioner, penentuan sampel dilakukan dengan metode snowball sampling kemudian data ditabulasikan dan dilanjuktan analisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitattif. Berdasarkan hasil analisis penelitian didapatkan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan turunnya minat petani untuk melakukan budidaya kentang Varietas Cingkariang adalah karena rendahnya produksi tanaman dibandingkan dengan tanaman kentang varietas lain, ketersediaan saprodi yang sangat kurang terutama bibit tanaman kentang yang berkualitas dan, jumlah pedagang pengumpul yang terbatas sebagai penampung utama hasil tanaman kentang petani
Pengaruh Kompensasi dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pemanen di PTPN III Kebun Sei Silau Afdeling III Kabupaten Asahan Provinsi Sumatera Utara
Karyawan pemanen merupakan sumber daya manusia yang dimiliki oleh PT. Perkebunan Nusantara III yang penting dan harus diperhatikan karena berhubungan dengan kuantitas dan kualitas produksi buah kelapa sawit. Penelitian dilakukan di Afdeling 3 kebun Sei Silau terhadap karyawan pemanen yang berjumlah 24 orang. Afdeling 3 merupakan bagian dari PT. Perkebunan Nusantara III Kebun Sei Silau dengan luas 683.26 ha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompensasi dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan secara simultan dan menganalisis pengaruh kompensasi dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan secara parsial di PTPN III kebun Sei Silau. Penelitian dilakukan pada 20 Februari hingga 19 April. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Responden dalam penelitian ini berjumlah 24 yang melakukan pengisian kuesioner. Data kuesioner menggunakan skala Likert. Data yang didapatkan diolah menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis data dan pengujian hipotesis yang telah dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan yaitu secara keseluruhan, terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel kompensasi (X1) dan motivasi kerja (X2) terhadap kinerja karyawan (Y) dengan nilai signifikansi f 0.000 less than 0.005 yang mempunyai nilai adjusted R Square 0.868, artinya kompensasi (X1) dan motivasi kerja (X2) mempengaruhi kinerja karyawan sebesar 86.8percents dan sisanya 13.2percents dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Secara parsial, terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel kompensasi (X1) terhadap kinerja karyawan (Y) dengan nilai koefisien beta 0.951 dengan signifikansi t 0.000 less than =0.005 dan terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel motivasi kerja (X2) terhadap kinerja karyawan (Y) dengan nilai koefisien beta 0.257 dengan signifikansi t 0.031 less than=0.00
Pengaruh Pemberdayaan Kelompok Tani Terhadap Peningkatan Produksi Padi di Nagari Selayo Kabupaten Solok
Kelompok tani berperan penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya komoditas utama seperti padi. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pertanian melalui pemberdayaan kelompok tani dengan pelatihan, penyuluhan, dan pendampingan guna meningkatkan hasil produksi padi. Penelitian dilaksanakan di Nagari Selayo, Kabupaten Solok, dengan pendekatan kuantitatif deskriptif menggunakan data primer dan sekunder. Sampel dipilih secara purposive sampling, yaitu 100 responden dari 925 anggota kelompok tani. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS versi 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan, penyuluhan, dan pendampingan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan produksi padi, dengan nilai signifikansi 0,000 F tabel. Ketiga variabel juga berpengaruh positif secara parsial. Program pemberdayaan yang terstruktur dan berkelanjutan meningkatkan kapasitas petani dalam mengelola usaha tani secara efektif dan efisien
PENINGKATAN USAHA MELALUI DIVERSIFIKASI PRODUK KERAJINAN TENUN KUBANG KABUPATEN LIMA PULUH KOTA
Orang Minangkabau menyebut diri mereka sebagai orang beradat dan menunjukkan kemuliaan derajat serta martabat memakai kain tenun. Kondisi ini menjadikan kerajinan tenun sebagai industri rumah tangga dan memunculkan kelompok Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Nagari Kubang Kabupaten Lima Puluh Kota. Kelompok Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Marni Geneng dan CV Rangkiang adalah mitra dari PPUD Kerajinan Tenun Minangkabau di Nagari Kubang Kabupaten Lima Puluh Kota. Kedua UKM ini sepakat untuk bermitra dalam kegiatan PPUD yang diselenggarakan oleh Tim Pengabdian Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh dalam rangka menuju pasar ekspor luar negeri. Tujuan dalam program PPUD pada kedua UKM ini adalah meningkatkan nilai omset, aset, peningkatan jumlah dan mutu produk serta memperluas pasar produk sehingga peluang untuk ekspor semakin terbuka. Metode pembinaan kepada UKM mitra meliputi ceramah, diskusi, pelatihan, demonstrasi, pendampingan dan evaluasi program. Ceramah, diskusi, demonstrasi dan pelatihan dilakukan untuk diversifikasi produk berbahan dasar tenun. Selanjutnya dilakukan pendampingan untuk semua topik yang sudah diberikan. Keberhasilan program maka tim PPUD melakukan evaluasi. Pendampingan yang dilakukan tim pengabdian PPUD kepada UKM mitra pengrajin tenun Kubang, mampu meningkatkan omset melalui diversifikasi produk yang dihasilkan
STRATEGI RETAIL MIX DALAM MEMPENGARUHI KEPUTUSAN KONSUMEN BERBELANJA PADA PASAR MODEREN DI KOTA PAYAKUMBUH
Perkembangan pasar moderen di Kota Payakumbuh tidak terlepas dari respon konsumen yang tinggi, walaupun demikian peran strategi retail mix yang di laksanakan oleh manajemen masing-masing pasar moderen dapat menentukan keberlangsungan usaha tersebut, maka penelitian ini akan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen untuk berbelanja di pasar moderen dengan variabel bebas yaitu: location (X1), marcandise assortments (X2), pricing (X3), costomer service (X4), store design and display (X5), dan communication mix (X6). Uji instrumen penelitian menggunakan 30 responden, dari uji Validitas didapatkan 1 item tidak valid (LKS-2 pada variabel X1) maka dikeluarkan dan uji realibilitas didapatkan nilai cronbach's alpha sebesar 0,953, maka instrumen penelitian dianggap realib karena nilainya lebih besar dari 0,60. dari hasil uji instrumen ini maka penelitian ini dapat menggunakan instrumen ini pada kondisi yang sebenarnya sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil analisis dari 118 responden didapatkan bahwa koefisien determinasi sebesar 51,4%, sedangkan uji hipotesis didapatkan 4 variabel tidak signifikasn yaitu location (X1), marcandise assortments (X2), pricing (X3), costomer service (X4). kemudian dua variabel signifikan yaitu store design and display (X5), dan communication mix (X6). signifikan. Rekomendasi responden untuk memilih minimarket juga terpengaruhi oleh bentuk dan layout minimatket yang memberikan kenyamanan dan tampilan beserta promisi yang dilakukan oleh minimarket berupa plang merek dan iklan-iklan yang dibuat minimarket
Strategy Management Analysis in Agrotechnopark (Case Limapuluh Kota District, West Sumatera Province, Indonesia)
Agrotechnopark (ATP) is a science and technology area that was built to facilitate the acceleration of technology experts produced by government R & D institutions, universities and the private sector as well as an integrated agricultural pilot with a biological cycle (bio-cycle farming). The purpose of this research is to identify internal factors and external factors from ATP; and analyze and formulate alternative strategies using Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats (SWOT) analysis. This research was carried out in the area of ATP in Guguak Sub District, Limapuluh Kota District, West Sumatra Province, Indonesia with implementation time from March to October 2018. Data obtained from this study are primary data and secondary data. Data analysis method used is quantitative descriptive analysis method based on the concept of strategic management which is then described descriptively based on internal and external analysis owned by ATP. There are two variables that will be measured in this study, including internal factors (IFE matrix / Internal Factor Evaluation) and external factors (EFE matrix / External Factor Evaluation). The combined IFE and EFE matrix are then formulated using a SWOT matrix
- …
