519 research outputs found

    'Resting' and 'Fremantle Terzinas' Poems by author Hersri Setiawan (Translation into English by David T. Hill)

    No full text
    In late February 1993, Indonesian author Hersri Setiawan arrived for a brief visit to Australia to participate in the Perth Writers' Festival at the Fremantle Arts Centre. A former political prisoner held for nine years in detention without trial, he managed to leave Indonesia several years ago and now lives in the Netherlands as a political exile. These poems have been translated by David T. Hill

    OPTIMALISASI PERAWATAN MAIN ENGINE FRESH WATER COOLING DENGAN METODE HAZOP DI MV. DK01

    No full text
    ABSTRAKSI Danny Arif Setiawan, 2017, NIT: 49124654.T, “optimalisasi perawatan main engine fresh water cooling di MV. DK01 dengan metode hazop”, skripsi Program Studi Teknika, Program Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: F. Pambudi Widiatmaka, St, Mt Pembimbing II: Capt. Samsul Huda, MM, M.Mar. Dalam dunia maritim saat ini, persaingan didalam penggunaan jasa transportasi angkutan laut sangatlah ketat sehingga perusahaan pelayaran sangat mengutamakan pelayaran yang baik dan memuaskan. Upaya yang dapat dilakukan diantaranya adalah dengan menjaga keamanan, ketepatan dan penghematan dalam pelayaran. Pada umumnya kapal-kapal sekarang menggunakan mesin diesel, baik untuk penggerak utamanya ataupun sebagai mesin bantu, dikarenakan mesin diesel sangat efisien. Guna memenuhi kebutuhan armada pelayaran, maka kapal harus dalam kondisi baik. Sebagai bahan pendingin pada mesin diesel dapat digunakan seperti udara, air dan minyak. Ketiga bahan pendingin ini air merupakan bahan pendingin yang sangat baik untuk menyerap panas. Dalam melakukan proses pendinginan, temperatur air pendingin yang ideal yaitu 700C-800C dan sebagai media pendingin adalah air tawar dan air laut. Air laut biasa digunakan dalam sistem pendingin tetapi dapat mengakibatkan timbulnya korosi pada permukaan yang dikenai air pendingin dan juga akan terjadi pembentukan kerak keras pada bagian permukaan yang didinginkan sehingga mengganggu perpindahan panas dan membuat saluran pendingin yang sempit dan menjadi tersumbat. Terganggunya perpindahan panas yang disebabkan oleh air laut, digunakanlah sistem pendinginan dengan air tawar, air tawar memiliki keuntungan yaitu semua permukaan logam yang dikenai air pendingin terhindar dari karat (korosi) material tersebut mempunyai daya tahan lebih lama dan korosi yang ditimbulkan jauh lebih baik dan juga tidak mengakibatkan pengendapan kerak pada suatu permukaan logam. Sistem pendingin yang ada di kapal tempat penulis melaksanakan praktek laut menggunakan air tawar dan air laut sebagai bahan pendingin mesin induk. Air laut digunakan sebagai pendingin untuk menyerap panas yang ada pada fresh water cooler. Mengingat pentingnya sistem pendingin air tawar dalam pengoperasian mesin induk di kapal perlu diperhatikan untuk menjaga temperatur air pendingin agar tetap normal. Kata kunci: Optimalisasi, Main Engine Fresh Water Cooling, Hazop, MV. DK0

    Operasional Yogyakarta International Airport, akankah Bandar Udara Adisutjipto Digunakan?

    No full text
    Telah beroperasinya Yogyakarta International Airport (YIA) menggantikan Bandar Udara Adisutjipto (JOG) sejak tahun 2019, menjadi pertanyaan bagi masyarakat akan digunakan untuk apakah Bandar Udara Adisutjipto? dengan menggunakan metode analisis review kebijakan, maka akan dilihat aspek regulasi dan tata ruang terhadap Bandar Udara Adisutjipto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bandar Udara Adisutjipto yang terdiri dari 2 Terminal akan direncanakan untuk: Terminal A sebagai heritage kuliner dan Terminal B dioperasikan sebagai aktivitas penerbangan pesawat jenis propeller, sementara itu lahan parkir bandar udara akan digunakan sebagai kawasan peruntukan permukiman, hal ini sesuai dengan struktur Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Derah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang mengamanatkan pengembangan Kawasn Berorientasi Transit (TOD). The operation of Yogyakarta International Airport (YIA) has replaced Adisutjipto Airport since 2019, so the question for the community will be used for what is Adisutjipto Airport? by using the policy review analysis method, the aspects of regulation and spatial planning on Adisutjipto Airport will be seen. The results showed that Adisutjipto Airport consisting of 2 terminals would be planned for Terminal A as culinary heritage and Terminal B being operated as a propeller-type aircraft flight activity, while the airport parking lot would be used as a residential designation area, this was in accordance with the structure Regional Spatial Planning (RTRW) of the Special Region of Yogyakarta (DIY) which mandates the development of Transit-Oriented Development (TOD)

    Analisis Kapasitas Apron dan Ruang Tunggu Keberangkatan Penumpang Pesawat pada New Yogyakarta International Airport

    No full text
    AbstrakDalam mengantisipasi terjadinya keterbatasan lahan dan kapasitas penumpang seperti pada Bandar Udara Adisutjipto, maka perlu dilakukan analisis kebutuhan luas lahan ditahun yang akan datang, terutama aktivitas penerbangan di apron (sisi udara) dan ruang tunggu keberangkatan penumpang bandara (sisi darat) pada New Yogyakarta International Airport (NYIA). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah ICAO (International Civil Aviation Organization) dan metode forecasting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas apron yang direncanakan pada tahun 2046 dapat mengakomodasi 37 pesawat, dengan langkah optimalisasi melalui penerapan Gate Occupancy Time (GOT) yaitu sebesar 30-40 menit. Kebutuhan luas ruang tunggu keberangkatan NYIA pada tahun 2046 dengan kapasitas sebesar 24.163.371 penumpang adalah 10.706 m², jumlah kursi yang dibutuhkan sebesar 2.212 unit, kebutuhan gate hold room sebesar 13.272 m², dengan jumlah gate mencapai 39 unit. AbstractIn anticipating the occurrence of limited land area and passenger capacity such as at Adisutjipto Airport, it is necessary to analyze land area requirements in the coming year, especially the flight activities at the apron (airside) and airport passenger departure lounge (landside) for the New Yogyakarta International Airport (NYIA). The method used in this research is ICAO (International Civil Aviation Organization) and forecasting methods. The results of the study show that the apron capacity is planned to accommodate 37 aircraft by 2046, with optimization steps through the application of Gate Occupancy Time (GOT) of 30-40 minutes. The need for NYIA departure lounge area in 2046 with a capacity of 24,163,371 passengers is 10,706 m², the number of seats needed is 2,212 units, the needs of the gate hold room area required area is 13,272 m² with the number of gates reaching 39 units

    Analisis Preferensi Penggunaan Moda Kereta Api Bandara Menuju New Yogyakarta International Airport

    No full text
    Relocation Adisutjipto Airport to New Yogyakarta International Airport (NYIA) within ±45 km from Yogyakarta city center by airport train as a liaison transportation modal, it is needed the research of passenger preferences in transportation modal choice analyze to NYIA. Data collection methods used by stated preference (SP) and analyzed by ordered probit model. The results showed ideal distance of air passengers which willing to use the airport train when the airport distance to the city about 37 km. The airplane passenger willingness to pay (WTP) that state “definite use” airport train is about 56.00% for alternative 8. The WTP of airport train NYIA is IDR 50.067 with priority level of service is punctuality. The congestion condition from Yogyakarta city to NYIA airport will decrease 46.75% because the passenger using airport train

    Slank, Musik, dan Kepentingan

    No full text
    Selama ini kita salah memandang musik hanya sebagai sebuah peristiwa seni yang netral dan tanpa bias. Musik sejak awal harus diklasifikasikan dalam dua kategoriberbeda. Pertama, ia adalah sebentuk karya seni bunyi yang dinikmati sisi estetisnya. Ide penciptaan bisa berasal dari mana saja, tapi tujuannya tetaplah memberi kenikmatan estetis pada pendengar. Kedua, karena kodratnya yang demikian, musik seringkali digunakan sebagai katalisator dalam menyampaikan pesan-pesan tertentu. Artinya musik tidak lagi netral, tapi berpihak. Hal itulah yang membedakan musik dengan kicauan burung. Sama-sama indah, tapi yang satu tak bisa disebut musik. Musik itu dilandasi dengan aspek kesengajaan, tidak hadir secara spasial. Kesengajaan maksud inilah yangdiperdebatkan, menempatkan musik “dalam bingkai kepentingan”. Tapi mari, walaupun sulit, kita lepaskan keterkaitan musik dengan penciptanya. Lepaskan musik dari beban-beban kepentingan musisinya. Biarkan bunyi musik itu mengalun, dinyanyikan, dan disenandungkan dalam peluh perjuangan mencari keadilan. Death of the author, adagium lawas bilang demikian. Tak ada salahnya kita tetap menyanyikan lagu-lagu Slank bertema sosial, kritikan, bahkan kebencian pada korupsi dengan lantang. Barangkali kini, yang menyanyikan itu semua bukan lagi Slank, tapi kita

    Hubungan Antara Kebiasaan Belajar Dan Disiplin Belajar Dengan Prestasi Belajar Siswa Kelas Xi Smk Pgri Salatiga Tahun Ajaran 2024/2025

    No full text
    Daniel Eksadana Novendi:132019019 Hubungan antara disiplin belajar dengan prestasi belajar peserta didik kelas XI SMK PGRI 2 Salatiga Tahun Ajaran 2024/2025. Talenta unggul:Tugas akhir: program studi:bimbingan konseling:pembimbing utama:Drs.Tritjahjo Dany S, M.Si pembimbing ke dua: Yustinus windrawanto, S.pd, M. Pd Penelitianini dilaksanakan dengan tujuan Untuk menganalisis hubungan antara kebiasaan belajar dengan prestasi belajar peserta didik kelas XI SMK PGRI 2 Salatiga Tahun Ajaran 2024/2025. Untuk menganalisis hubungan antara disiplin belajar dengan prestasi belajar peserta didik kelas XI SMK PGRI 2 Salatiga Tahun Ajaran 2024/2025. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi data empiris mengenai Hubungan antara Kebiasaan Belajar dan Disiplin Belajar dengan Prestasi Belajar Siswa XI SMK PGRI 2 Salatiga. Jika hasil penelitian ini terbukti terdapat hubungan yang signifikan maka akan sejalan dengan penelitian yang dilakukanoleh Navia dan Yulia (2017) dan Setiawan dan Agil (2020). Kata kunci:hubungan antara disiplin belajar terhadap prestasi belajar, hubungan antara kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar

    Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Kemampuan Berfikir Divergen pada Siswa Kelas 4 – 5 Sekolah Dasar di SDK Girisonta Karangjati Kab. Semarang

    No full text
    Penelitian jenis korelasional dilaksanakan dari tanggal 16 September 2011 sampai 24 September 2011 ini bertujuan untuk mengetahui signifikansi hubungan pola asuh orang tua dengan kemampuan berfikir divergen siswa kelas IV dan V SDK Girisonta Karangjati, Kabupaten Semarang. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV dan kelas V yang berjumlah 60 siswa. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah daftar inventori yang disusun berdasarkan teori Hurlock (1999) yang diadaptasi dari Dukapare (2004). Analisis penelitian hubungan pola asuh orang tua dengan kemampuan berfikir divergen menggunakan korlasi Kendall's-tau_b. Dari hasil analisis didapatkan nilai koefisien korelasi masing-masing pola asuh dengan tingkat kemampuan berpikir divergen. Untuk pola asuh otoriter koefisien korelasi -0,485 dengan sig = 0,003 (p < 0,05) untuk pola asuh otoriter, koefisien korelasi –0,500 dengan sig= 0,240 untuk pola asuh permisif dan koefisien korelasi 0,240 dengan sig= 0,020 (p < 0,05) untuk pola asuh demokratis. Ini berarti bahwa hubungan antara pola asuh otoriter dengan kemampuan berpikir divergen ada hubungan yang negatif dan signifikan, sedangkan untuk pola asuh demokratis dengan kemampuan berfikir divergen ada hubungan yang signifikan. Artinya, semakin ketat orang tua menerapkan pola asuh otoriter, maka semakin rendah kemampuan anak untuk berpikir divergen. Sebaliknya semakin tinggi orang tua menerapkan pola asuh demokratis maka semakin tinggi pula kemampuan berpikir divergen anak. Keeratan hubungan antara variabel pola asuh dan kemampuan berpikir divergen ditunjukkan oleh nilai rx1y –0,485 dan rx2y = 0,240 yang keduanya masuk pada kategori tinggi
    corecore