3 research outputs found

    EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) DAN THINK PAIR SHARE (TPS) DITINJAU DARI KREATIVITAS BELAJAR SISWA KELAS VII SMP NEGERI DI KABUPATEN PACITAN

    No full text
    Dalud Daeka, S851108010. Eksperimentasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) dan Think Pair Share (TPS) ditinjau dari Kreativitas Belajar Siswa Kelas VII SMP Negeri di Kabupaten Pacitan. Pembimbing I: Prof. Dr. Budiyono, M.Sc. Pembimbing II: Dr. Imam Sujadi, M.Si. Tesis. Program Studi Pendidikan Matematika Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta. 2013. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) diantara model pembelajaran tipe NHT, TPS dan Konvensional manakah yang dapat memberikan prestasi belajar matematika yang lebih baik, (2) diantara tingkat kreativitas, siswa yang mempunyai prestasi belajar matematika lebih baik, siswa dengan kreativitas tinggi, sedang atau rendah, (3a) pada masing-masing model pembelajaran (NHT, TPS dan Konvensional) manakah di antara tingkat kreativitas, siswa yang mempunyai prestasi belajar matematika lebih baik, kreativitas tinggi, sedang atau rendah, (3b) pada masing-masing tingkat kreativitas siswa (tinggi, sedang, dan rendah), manakah di antara model pembelajaran yang dapat memberikan prestasi belajar matematika lebih baik, model pembelajaran kooperatif tipe NHT, TPS atau konvensional. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimental semu. Rancangan penelitian ini menggunakan desain faktorial 3 x 3. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri se-Kabupaten Pacitan pada tahun ajaran 2012/2013. Sedangkan untuk sampel dipilih dengan cara stratified cluster random sampling. Banyak sampel 275 siswa dengan 92 siswa untuk kelas eksperimen I, 92 siswa untuk kelas eksperimen II dan 91 siswa untuk kelas kontrol. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah angket kreativitas belajar dan tes prestasi belajar matematika. Uji coba instrumen angket meliputi validitas isi, konsistensi internal dan reliabilitas. Uji coba tes meliputi validitas isi, tingkat kesukaran, daya beda dan reliabilitas. Untuk uji normalitas menggunakan uji Liliefors, uji homogenitas menggunakan uji Bartlett. Tes keseimbangan yang digunakan yaitu anava satu jalan dengan sel tak sama untuk mengetahui kemampuan awal matematika yang sama. Uji tes matematika menggunakan analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama. Hasil penelitian menyimpulkan sebagai berikut: (1) Pembelajaran dengan model pembelajaran NHT menghasilkan prestasi belajar matematika yang sama baiknya dengan model pembelajaran TPS dan lebih baik daripada model pembelajaran konvensional, sedang model pembelajaran TPS sama baik dengan model pembelajaran konvensional. (2) Prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai kreativitas tinggi lebih baik dibanding dengan siswa yang mempunyai kreativitas sedang, prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai kreativitas tinggi lebih baik dibanding dengan siswa yang mempunyai kreativitas rendah, dan prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai kreativitas sedang sama baik dengan siswa yang mempunyai kreativitas rendah. (3a) Berdasarkan model pembelajaran, prestasi belajar matematika siswa dengan kreativitas tinggi lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa dengan kreativitas sedang dan rendah, sedangkan prestasi belajar matematika siswa dengan kreativitas sedang sama baik dengan prestasi belajar matematika siswa dengan kreativitas rendah. (3b) Berdasarkan tingkat kreativitas, baik tinggi, sedang maupun rendah prestasi belajar matematika siswa dengan model pembelajaran NHT sama baik dengan model pembelajaran TPS tetapi lebih baik daripada prestasi belajar matematika dengan model konvensional dan prestasi belajar siswa dengan model pembelajaran TPS sama baik dengan model konvensional. Kata Kunci: NHT, TPS, Konvensional, Kreativitas Belaja

    Prediksi Besar Gempa di sekitar Pulau Jawa Menggunakan Pemodelan Fuzzy

    No full text
    Gempa merupakan kejadian alam yang sampai saat ini belum bisa diprediksi secara pasti, Tetapi beberapa ahli kesulitan dan memprediksi besar gempa. Berapa penelitian telah dilakukan dengan menggunakan model matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan model matematika menggunakan system logika fuzzy. Model fuzzy pada penelitian ini menggunakan kombinasi dari fuzzyfikasi singleton, mesin inferensi pergandaan, defuzifikasi rata-rata pusat, dan fungsi keanggotaan Gaussian. Metode untuk mengkontruksi aturan basis fuzzy menggunakan tabel look up scheme yang dikembangkan oleh wang. Beberapa model fuzzy yang terbentuk dibandingkan satu sama lain, dan diperoleh model fuzzy terbaik. Banyak model yang dikonstruksi dalam penelitian ini yaitu model dengan 3 input-1output, 5 input-1 output, dan 7 input – 1 output. Masing-masing model menggunakan 36 himpunan fuzzy dalam mengkonstruksi aturan basis fuzzy. Mape dan galat dari masing-masing model berturut-turut yaitu 4,34% dan 10,72%, 1,29% dan 1,19%, 0,67% dan 0,14%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa model yang terbaik yaitu model yang menggunakan 7 input-1output

    EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) DAN THINK PAIR SHARE (TPS) DITINJAU DARI KREATIVITAS BELAJAR SISWA KELAS VII SMP NEGERI DI KABUPATEN PACITAN

    No full text
    Abstract: The objectives of research were to find out: (1) which one providing better mathematics learning achievement, NHT or TPS or conventional learning model, (2) in the student creativity level, which one having better mathematics learning achievement, high or medium or low creativity, (3a) in each learning model (NHT, TPS and Conventional) which one providing better mathematics learning achievement, high or medium or low student learning creativity, (3b) in each student creativity level (high, medium, and low) which one providing better mathematics learning achievement, NHT or TPS or conventional learning model.This study was a quasi-experimental research. The research design used was a 3x3 factorial design. The population of research was all VII graders of Junior High Schools throughout Pacitan Regency in the school year of 2012/2013. Meanwhile the sample was taken using stratified random sampling. The sample consisted of 275 students: 92 students for experiment I class, 92 for experiment II class and 91 for control class. The instruments used to collect the data were learning creativity questionnaire and mathematics learning achievement test. From the result of research, it could be concluded that: (1) NHT learning model provided mathematics learning achievement as good as the TPS learning model did and better than the conventional learning model did, while TPS learning model provided mathematics learning achievement as good as the conventional learning model did. (2) The learning achievement of the students with high creativity was better than that of those with medium creativity, the learning achievement of the students with high creativity was better than that of those with low creativity, and the learning achievement of the students with medium creativity was as good as that of those with low creativity. (3a) On each learning model, the learning achievement of the students with high creativity was better than that of those with medium and low creativity, while the learning achievement of the students with medium creativity was as good as that of those with low creativity. (3b) On each creativity level whether high, medium or low, the mathematics learning achievement of the students taught with NHT learning model was as good as that of those taught with TPS learning model but was better than that of those taught with conventional model. And the learning achievement of the students taught with TPS learning model was as good as that of those taught with conventional model.Keywords: NHT, TPS, Conventional, Learning Creativity
    corecore