159 research outputs found

    TINJAUAN TERHADAP PENGGUNAAN BAURAN PROMOSI (PROMOTIONAL MIX) UNTUK MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PADA PT RAFIKA MULIA INDONESIA

    Get PDF
    The purposes of this final report was to determine the extent of PT Rafika Mulia Indonesia (Rafika Catering) to utilize the promotional mix to improved its sales volume. The data diperoleh authors used several methods, which are interviews, documentation and reference books. Based on the observation that has been done by the author, PT Rafika Mulia Indonesia only uses 2 promotional mix like Advertisement and Publicity. The Promotional mix activities which currently used in PT Rafika Mulia Indonesia was effective, however in reality the sales of PT Rafika Mulia Indonesia was experiencing decrease of the sales volume in 2014. Because of that, it would be better if the entire promotion mix variables was used by PT Rafika Mulia Indonesia because the entire variable iseffective for the promotional mi

    Klausula Eksonerasi dalam Akta Notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah Untuk Menghindari Tanggung Jawab Hukum / oleh Susi Rafika Dewi

    No full text
    Tanah merupakan salah satu modal utama dalam pembangunan. Begitu pentingnya tanah, seringkali membuat orang untuk melakukan pengalihan hak atas tanah, baik melalui Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) di hadapan Notaris atau langsung menandatangani Akta Jual Beli di hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah. (PPAT). Penelitian ini sangat menarik karena di dalam Akta PPJB dan AJB dicantumkan klausula yang membebaskan notaris dan PPAT dari pertanggungjawaban hukum. Permasalahannya adalah apakah pencantuman klausula yang tercantum dalam Akta PPJB dan AJB dapat dipergunakan sebagai alasan untuk menghindari pertanggungjawaban hukum. Berdasarkan asas kebebasan berkontrak klausula yang telah disepakati oleh para pihak mengikat sebagai undang-undang, walaupun tetap memperhatikan sisi keadilan, moral dan kebiasaan yang berlaku. Sebaiknya seorang Notaris dan PPAT tetap bertanggung jawab apabila terjadi permasalahan yang berkaitan dengan akta yang dibuatnya

    PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL, INTELLECTUAL CAPITAL DAN KOMUNIKASI TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PT BANK MUAMALAT INDONESIA Tbk KANTOR CABANG UTAMA KEDIRI

    Get PDF
    ABSTRAK Skripsi dengan judul “Pengaruh Kecerdasan Emosional, Intellectual Capital Dan Komunikasi Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Kantor Cabang Utama Kediri” ditulis oleh Rafika Rahma Dewi, NIM. 17401153177, Pembimbing Lantip Susilowati, S.Pd., M.M. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya sumber daya manusia dalam sebuah organisasi khususnya bidang perbankan syariah karena sumberdaya manusia memberikan kontribusi terhadap keunggulan kompetitif organisasi.Agar perusahaan mampu terus bertahan dan bersaing dibutuhkan karyawan yang berintegritas tinggi dan mampu mencapai tujuan perusahaan.Produktivitas merupakan hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai seorang karyawan dalam melaksanakan pekerjaan sesuai tanggung jawab yang diberikan. Rumusan masalah dalam skripsi ini adalah (1) apakah kecerdasan emosional berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Kantor Cabang Utama Kediri? (2) apakahintellectual capital berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Kantor Cabang Utama Kediri? (3) apakah komunikasi berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Kantor Cabang Utama Kediri? dan (4) apakah kecerdasan emosional, intellectual capital dan komunikasi secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Kantor Cabang Utama Kediri?. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif.Data yang digunakan adalah data primer.Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, kuesioner dan dokumentasi. Adapun teknik analisis yang digunkana adalah regresi berganda, sementara uji hipotesis menggunakan uji parsial (uji T) dan uji simultan (uji F) dengan tingkat signifikan sbesar 0,05 (0,5%). Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan uji T dan uji F diperoleh hasil bahwa : (1) kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Kantor Cabang Utama Kediri. (2) intellectual capital berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Kantor Cabang Utama Kediri. (3) Komunikasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Kantor Cabang Utama Kediri. (4) kecerdasan emosional, intellectual capital dan komunikasi secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Kantor Cabang Utama Kediri. Kata kunci: Kecerdasan Emosional,Intellectual Capital, Komunikasi, Produktivitas Kerja Karyawa

    KEMAMPUAN LITERASI KUANTITATIF SISWA DITINJAU DARI KEMAMPUAN MATEMATIKA SISWA MATERI SPLDV KELAS VIII E DI MTS NEGERI 6 TULUNGAGUNG

    Get PDF
    ABSTRAK Skripsi dengan judul “Kemampuan Literasi Kuantitatif Siswa Ditinjau dari Kemampuan Matematika Siswa Materi SPLDV Kelas VIII E di MTs Negeri 6 Tulungagung” ditulis oleh Sinta Rafika Dewi, NIM. 17204163298, pembimbing Beni Asyhar, S.Si., M.Pd. Kata Kunci: Kemampuan Literasi Kuantitatif, Kemampuan Matematika, Materi SPLDV Literasi kuantitatif adalah kemampuan individu untuk membaca, menulis, menghitung dan mengkomunikasikan data sebagai sumber informasi yang disajikan dalam berbagai konteks. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan literasi kuantitatif jarang diperhatikan pada proses pembelajaran. Dalam menyelesaikan soal, siswa menjawab dengan tidak sistematis dan jarang menuliskan langkah-langkah pengerjaan secara lengkap. Hal inilah yang membuat peneliti ingin mengetahui kemampuan literasi kuantitatif siswa ditinjau dari kemampuan matematika siswa materi SPLDV. Tujuan penelitian ini adalah 1) Mendeskripsikan kemampuan literasi kuantitatif siswa berkemampuan matematika rendah materi SPLDV kelas VIII E MTs Negeri 6 Tulungagung, 2) Mendeskripsikan kemampuan literasi kuantitatif siswa berkemampuan matematika sedang materi SPLDV kelas VIII E MTs Negeri 6 Tulungagung, 3) Mendeskripsikan kemampuan literasi kuantitatif siswa berkemampuan matematika tinggi materi SPLDV kelas VIII E MTs Negeri 6 Tulungagung. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi tes tulis, wawancara, dan dokumentasi. Pengambilan data dimulai dengan memberikan tes tulis berupa tes kemampuan matematika yang diikuti 35 siswa kelas VIII E MTs Negeri 6 Tulungagung untuk mendapatkan 2 subjek berkemampuan matematika rendah, 2 subjek berkemampuan matematika sedang dan 2 subjek berkemampuan matematika tinggi. Selanjutnya 6 subjek tersebut diberikan tes kemampuan literasi kuantitatif siswa. Hasil tes tersebut digunakan untuk menganalisis kemampuan literasi kuantitatif siswa yang didukung dengan wawancara. Teknik analisis data pada penelitian ini dengan langkah-langkah reduksi Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Kemampuan literasi kuantitatif siswa dengan kemampuan matematika rendah masih kurang mampu dalam memenuhi indikator kalkulasi, aplikasi/analisis, komunikasi dan mampu memenuhi indikator interpretasi, asumsi dan representasi. 2) Kemampuan literasi kuantitatif siswa dengan kemampuan matematika sedang mampu memenuhi indikator interpretasi, asumsi, representasi dan kalkulasi, namun tidak mampu memenuhi indikator kemampuan aplikasi/analisis dan komunikasi. 3) Kemampuan literasi kuantitatif siswa dengan kemampuan matematika tinggi mampu memenuhi semuan indikator kemampuan literasi kuantitatif, yaitu indikator kemampuan interpretasi, asumsi, representasi, kalkulasi, aplikasi/analisis, dan komunikasi

    INOVASI PRODUK CRACKERS DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG GARUT

    No full text
    ABSTRAK   Rafika, Dewi. 2011. Inovasi Produk Crackers dengan Substitusi Tepung Garut. Tugas Akhir. Program Studi D3 Tata Boga. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Dra. Mazarina Devi, M. Si (II) Dra. Teti Setiawati, M. Pd.  Kata Kunci: garut, crackers.  Garut merupakan salah satu jenis umbi yang berpotensi untuk menjadi alternatif sumber pangan. Garut juga merupakan umbi yang berpotensi menjadi substituen terigu dalam pembuatan kue kering, mie, dan roti tawar apabila dibuat tepung terlebih dahulu. Salah satu faktor penentu dalam proses pembuatan crackers adalah gluten, yang hanya terdapat pada tepung terigu karena crackers merupakan salah satu jenis kue kering yang memerlukan gluten dalam proses pembuatannya. Gluten yaitu protein yang tidak larut dalam air, mempunyai sifat elastis seperti karet dan merupakan kerangka dari crackers dimana gluten akan menahan gas yang dihasilkan dari pekerjaan yeast. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen pembuatan crackers yang disubstitusi tepung garut sebanyak 20%, 30%, dan 40%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui volume pengembangan, dan sifat organoleptik yang meliputi warna, rasa, dan tekstur melalui uji pembedaan pasangan dan uji hedonik. Pengambilan data menggunakan panelis agak terlatih yaitu mahasiswa Tata Boga angkatan 2007-2008. Analisis menggunakan analisis sidik ragam dan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penghitungan volume pengembangan crackers yang disubstitusi tepung garut sebanyak 20%, 30%, dan 40% menghasilkan volume yang paling tinggi yaitu substitusi garut sebanyak 20%. Hasil uji pembedaan pasangan crackers yang disubstitusi tepung garut sebanyak 40% menghasilkan warna, rasa, dan tekstur sesuai dengan kriteria yang diharapkan. Sedangkan untuk hasil uji hedonik crackers garut menunjukkan semakin tinggi jumlah tepung garut yang digunakan dalam batas maksimal pada pembuatan crackers garut, maka panelis semakin menyukai rasa, warna dan tekstur crackers garut. Crackers garut dengan substitusi tepung garut sebanyak 40% merupakan crackers garut yang menghasilkan rasa (gurih), warna (kuning gading)  dan tekstur (renyah)  yang cenderung disukai oleh panelis. Kesimpulan penelitian ini adalah substitusi tepung garut yang berbeda dalam pembuatan crackers akan menghasilkan volume pengembangan dan sifat organoleptik yang berbeda.. Saran bagi peneliti selanjutnya ialah melakukan penelitian tentang pemanfaatan tepung garut untuk produk yang lain.   ABSTRACT    Rafika, Dewi. 2011. Product Innovation crackers with arrowroot flour subsitute. Final Assigment. Program Study D3 Tata Boga. Faculty of Tecnic. State University of Malang. Advisor (I) Dr. Dra. Mazarina Devi, M. Si (II) Dra. Teti Setiawati, M. Pd.  Keywords: arrowroot, crackers.             Garut is one type of bulb that has the potential to become an alternative source of food. Garut is also a potential tuber substituents in the manufacture of pastry flour, noodles and white bread flour if made in advance. One factor in the process of making crackers are gluten, which is only found in wheat flour because the crackers is one type of cookies that need gluten in the manufacturing process. Gluten is a protein that is insoluble in water, have elastic properties such as rubber and is a framework from which the gluten crackers will hold the gas produced from yeast work.             This research is experimental manufacture crackers substituted arrowroot flour as much as 20%, 30%, and 40%. The purpose of this study was to determine the volume of development, and organoleptic properties, including color, flavor, and texture through the distinctions test pair and hedonic test. Retrieving data using the trained panelists rather force students Catering 2007-2008. Analysis using analysis of variance and Duncan's Multiple Range Test (DMRT). The result of calculating the volume of development crackers substituted arrowroot flour as much as 20%, 30%, and 40% produced the highest volume of substitution of 20% arrowroot. Test Results distinction couples crackers substituted arrowroot flour as much as 40% produce color, taste, and texture in accordance with the criteria expected. As for arrowroot crackers hedonic test results showed the higher amount of arrowroot flour used in the maximum limit on the manufacture of arrowroot crackers, the panelists liked the flavor, color and texture arrowroot crackers. Crackers arrowroot with arrowroot flour substitute as much as 40% of it is that produces a sense of arrowroot crackers (savory), color (amber) and textures (crunchy), which are usually preferred by the panelists.             The conclusion of this study is different arrowroot flour substitute in the manufacture of crackers will produce different volume of development and organoleptic properties . Suggestions for the next researcher is doing research on the utilization of arrowroot flour for another product

    Pojetí německo-arabské literatury v interním německo-syrském kontextu. Dílo Rafika Schamiho.

    No full text
    Tato bakalářská práce se zabývá německo-arabskou literaturou, zvláště pak její součástí, literaturou německo-syrskou, která je detailně popsána na díle Rafika Schamiho, německy píšícího autora syrského původu. Teoretická část práce se věnuje fenoménu migrační literatury, politické situaci v Sýrii i v Německu a biografii Rafika Schamiho. Praktická část pak rozebírá tři jeho díla.This bachelor thesis deals with the German-Arabic literature, especially with its part - German- Syrian literature, which is in detail described on the work of Rafik Schami, the Syrian Author, who writes in German. The theoretically part devote to the phenomenon of migration literature, political situation in Syria and in Germany and the biography of Rafik Schami. The practical part analyses his three works.Institute of Germanic StudiesÚstav germánských studiíFilozofická fakultaFaculty of Art

    Efektivitas Layanan Bimbingan Kelompok Melalui Pendekatan Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) Untuk Peningkatan Optimisme Siswa Kelas XI TKJ SMK Swasta Budhi Darma Indrapura Tahun Ajaran 2019/2020

    No full text
    Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana layanan bimbingan kelompok melalui pendekatan Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) untuk peningkatan optimisme siswa kelas XI TKJ SMK Swasta Budhi Darma Indrapura Tahun Ajaran 2019/2020. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui layanan bimbingan kelompok melalui pendekatan Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) untuk peningkatan optimisme siswa kelas XI TKJ SMK Swasta Budhi Darma Indrapura Tahun Ajaran 2019/2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif. Objek penelitian adalah 6 orang siswa kelas XI yang memiliki ciri-ciri optimisme yang rendah. Sample yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Instrumentasi pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dengan dilakukan nya layanan bimbingan kelompok melalui pendekatan Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) untuk peningkatan optimisme siswa kelas XI TKJ SMK Swasta Budhi Darma Indrapura Tahun Ajaran 2019/2020 ternyata telah berhasil dalam memberikan peningkatan rasa optimisme pada siswa, hal ini dapat dilihat dari cara-cara siswa memberikan saran, masukan-masukan atau dorongan kepada teman sekelompoknya dan juga lebih percaya diri, kemudian juga dilihat dari perubahan pola pikir kearah yang lebih positi

    PROSEDUR ADMINISTRASI PENAGIHAN PIUTANG REKENING AIR PADA PDAM UNIT PELAYANAN JEMBER

    No full text
    Air menjadi kebutuhan primer bagi manusia dari lahir sampai dengan meninggal. Air merupakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui tetapi kualiatas air saat ini semakin memburuk. Air tidak lagi jernih melainkan berwarna kuning dan berbau. Penyebab utamanya adalah pencemaran air melalui limbah pabrik dan limbah rumah tangga yang dihasilkan dari kegiatan sehari-hari. Dalam kondisi seperti ini diperlukan pihak yang memiliki tugas sebagai sarana penyedia air bersih. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang memiliki tugas sebagai sarana penyedia air bersih yang diawasi dan dimonitor oleh aparat eksekutif maupun legislatif daerah. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 14 tahun 1987 tentang desentralisasi dan tanggung jawab pemerintah pusat disebutkan bahwa tanggung jawab untuk menyediakan air bersih sebagai prioritas utama bagi kelangsungan hidup manusia adalah pemerintah daerah. PDAM sebagai perusahaan daerah diberi tanggung jawab untuk mengembangkan dan mengelola sistem penyediaan air bersih serta melayani semua kelompok konsumen dengan harga yang terjangkau. Sebagai perwujudannya, penyedia sebagian besar kebutuhan air bersih dilakukan oleh PDAM yang terdapat di setiap provinsi, kabupaten, dan kotamadya di seluruh Indonesi

    Analisis Corneal Thickness pada Penderita Primary Open Angle Glaucoma yang Mendapat Pengobatan Medikamentosa

    No full text
    Objective: To analyze corneal thickness in patients with Primary Open Angle Glaucoma who received medical treatment. Methods: The research is analytic observational with cross sectional data collection method. The research subjects were patients with primary open-angle glaucoma who had received medical treatment for more than 6 months who came to the University of North Sumatera Hospital and network. Corneal thickness measurements were performed on 60 people using OCT Optovue. Results: In 60 people, the average age characteristic data was 54.60 ± 10.021 years, where the subject was 55.0% female and 45.0% male. It was found that the study subjects with the highest number of treatments used multitherapy, the most type of treatment with beta blockers and prostaglandin analogues and the average duration of treatment was 21.97 ± 13.062 months. A significant difference was found between superior paracentral and superonasal corneal thickness in the study subjects. Conclusion: There was a significant relationship between the type, amount, and duration of treatment on certain corneal thicknesses.157 HalamanTesis Magiste

    Perbandingan Ketebalan Kornea Sentral pada Penderita Hipertensi Okuli, Glaukoma Bertekanan Normal, Glaukoma Sudut Terbuka Primer

    No full text
    Tujuan: Untuk menilai perbandingan ketebalan kornea sentral pada penderita hipertensi okuli, glaukoma bertekanan normal, dan glaukoma sudut terbuka primer Metode: Penelitian bersifat observasional analitik dengan metode pengumpulan data cross sectional. Sampel pada penelitian adalah penderita hipertensi okuli, glaukoma bertekanan normal, dan glaukoma sudut terbuka primer yang datang ke Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara dan Rumah Sakit Jejaring. Pengukuran ketebalan kornea sentral dilakukan pada 106 mata menggunakan OCT Optovue. Hasil: Pada 106 mata diperoleh data karakteristik usia rata-rata 44.98 ± 16.941 tahun, dimana penderita berjenis kelamin perempuan 62.1% dan laki-laki 37.9%. Didapatkan bahwa subjek penelitian yang menderita hipertensi okuli 33.0%, glaukoma bertekanan normal 32.1%, dan glaukoma sudut terbuka primer 34.9%. Dijumpai perbedaan yang signifikan (p 0.0001) antara ketebalan kornea sentral pada subjek penelitian. Kesimpulan: Dijumpai perbedaan ketebalan kornea sentral pada penderita hipertensi okuli, glaukoma bertekanan normal, dan glaukoma sudut terbuka primer.Purpose: To compare the central corneal thickness of ocular hypertension, normal tension glaucoma, and primary open angle glaucoma. Methods: An observational analytic with cross sectional methods were analyzed. The samples in this study were ocular hypertension, normal tension glaucoma, and primary open angle glaucoma at USU Hospital and satellite hospital. Central corneal thickness was measured on 106 eyes with OCT Optovue®. Results: A total of 106 eyes, with characteristic by age 44.98 ± 16.941 years, which female 62.1% and male 37.9%. The subjects of ocular hypertension were found 33.0%, normal tension glaucoma 32.1%, and primary open angle glaucoma 34.9%. The central corneal thickness was significantly differences (p 0.0001) in this study. Conclusion: differences were found between central corneal thickness in ocular hypertension, normal tension glaucoma, and primary open angle glaucoma.72 HalamanTesis Magiste
    corecore