1,720,966 research outputs found
PERUBAHAN JENIS LEUKOSIT PADA MENCIT YANG DIIMUNISASI DENGAN PLASMODIUM BERGHEI YANG DIRADIASI
PERUBAHAN JENIS LEUKOSIT PADA MENCIT YANG DIIMUNISASI DENGAN Plasmodium berghei YANG DIRADIASI. Untuk mengidentifikasi mekanisme kekebalan yang bersifat protektif telah dilakukan penelitian pengaruh radiasi terhadap perubahan jenis leukosit pada mencit yang diimunisasi dengan P.berghei yang diradiasi dengan dosis 175 Gy. Perubahan sel yang diidentifikasi meliputi set limfosit, monosit, dan granulosit. Mencit diimunisasi dengan 0,3 mJ vaksin P.berghei stadium eritrositik: yang mengandung ±1 x 107 parasit stadium eritrositik secara intraperitoneal. Pengamatan yang dilakukan pada hari ke-1 hingga 14 meliputi angka parasitemia, jumlah sel limfosit, monosit dan granulosit. Pengambilan sampel darah mencit diamati setiap dua hari sekali dengan mengambil darah perifer dari ujung ekor. Darah yang diperoleh dibuat sediaan apus darah tipis untuk menghitung jenis sel leukosit. Jumlah sel limfosit, monosit dan granulosit dihitung berdasarkan prosentase sel dan jumlah sel leukosit. Hasil penelitian jenis sel leukosit yang berperanan dalam respon imun, menunjukkan hasil sebagai berikut: mencit yang diinfeksi dengan parasit yang diradiasi kadar limfositnya meningkat 2 kali dari kadar normal pada hari ke-6 bahkan 20% lebih tinggi dibandingkan dengan mencit yang tidak diimunisasi. Pada mencit yang diimunisasi jumlah sel monosit meningkat hingga mencapai 8 kalinya pada hari ke-8. Persentase neutrofil tidak mengalami peningkatan bahkan terjadi sedikit penurunan dari jumlah awal. Keadaan tersebut mengesankan jenis leukosit yang berperan dalam mekanisme imunitas protektif selama infeksi malaria adalah limfosit dan monosit
APLIKASI PERUNUT ISOTOP DALAM BIDANG BIOMEDIKA
Mahluk hidup dan segala sesuatu yang ada Mahluk hidup dan segala sesuatu yang ada di alam terdiri dari berbagai macam sel, dan jaringan yang tersusun oleh atom atom yang berbeda. Setiap atom terdiri dari sebuah inti yang mengandung proton dan neutron serta lapisan luar yang terdiri dari elektron yang bergerak mengelilingi inti. Jika jumlah proton sama dengan jumlah elektron maka muatan listrik atom dikatakan neutral. Jumlah proton atau elektron membedakan suatu unsur kimia yang satu dengan yang lainnya. Sebuah unsur yang identik dari sifat materi kimia dapat sedikit berbeda dalam beratnya. Karakteristik ini dapat diterangkan bahwa atom pada unsur yang sama dapat mempunyai jumlah neutron yang berbeda dalam intinya. Perbedaan bentuk ini dikenal dengan nama isotop. Contoh unsur karbon yang mempunyai 3 isotop alamiah yaitu C-12, C-13, C-14. Ketiga isotop ini mempunyai sifat kimia yang sama karena jumlah protonnya sama tetapi jumlah neutronnya berbeda, hal ini mempengaruhi sifat fisik pada tiap atom. Jika jumlah neutron sama atau lebih dari jumlah proton maka inti jadi stabil dan disebut isotop stabil. Bila jumlah neutron lebih sedikit dari jumlah proton inti tidak stabil maka inti akan melepaskan energinya berupa radiasi. Isotop dengan inti tidak stabil ini dikenal dengan nama radioisotop [1]. Awal mula isotop digunakan sebagai perunut dalam bidang biologi adalah George Hevesy’s bekerja sama dengan Hans Geiger dan Ernst Rutherfod bereksperimen meng- gunakan Thorium-B untuk mempelajari absorbsi dan lokalisasi unsur Pb di tanaman pada tahun 1923. Untuk mempelajari fisiologi mahluk hidup diperlukan unsur isotop yang aktif secara biologi dan mempunyai berat molekul yang ringan. Setelah ditemukannya deuterium oleh H.C. Urey pada tahun 1932 kemudian diikuti oleh sejumlah penemuan isotop-isotop radioaktif. Pemakaian perunut radioisotop mulai dikembangkan setelah Ernest O. Lawrence pada tahun 1932 berhasil membuat siklotron yang dapat meng- hasilkan radioisotop’artifisial” (buatan), kemudian diikuti oleh produksi radiosodium yang diperoleh dengan menembak sodium dengan deutron pada tahun 1934, sehingga membuka jalan untuk membuat perunut bernilai secara fisiologi.Pemakaian radioisotop mulai digunakan dalam bidang Biomedika setelah George Hevesy’s, Otto Chiewitz, Hardin Jones, Waldo Cohn dan John Lawrence dengan sukses dalam menggunakan P-32 untuk berbagai penelitian mengenai metabolisme pada tahun 1936 [2]. Kemudian John Lawrence menggunakan P-32 untuk penelitian pada penyakit Leukimia
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TUTOR SEBAYA SISWA KELAS IX.3 SMP NEGERI 42 PALEMBANG
Dalam proses pembelajaran yang menyangkut materi harus juga mengalami perubahan kearah pembaharuan (inonvasi). Dengan adanya inovasi tersebut di atas dituntut seorang guru untuk lebih kreatif dan inovatif.Permasalahan yang ingin dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimanakah peningkatan hasil belajar matematika melalui model pembelajaran kooperatif tipe tutor sebaya siswa kelas IX.3 SMP Negeri 42 Palembang?. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peningkatan hasil belajar matematika melalui model pembelajaran kooperatif tipe tutor sebaya siswa kelas IX.3 SMP Negeri 42 Palembang. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (classroom action research) sebanyak dua putaran. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 42 Palembang, dipilihnya sekolah ini sebagai tempat meneliti karena peneliti adalah sebagai guru matematika di SMP tersebut.Adapun waktu penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai dengan bulan Oktober 2019. Subjek yang dimaksud tindakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX.3 SMP Negeri 42 Palembang yang berjumlah 31 siswa.Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas IX.3 SMP Negeri 42 Palembang. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analisis didapatkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari pra siklus, siklus I sampai siklus II yaitu pra siklus sebesar (35.48%), siklus I sebesar (51.61%) dan siklus II sebesar (90.32%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa model pembelajaran kooperatif tipe tutor sebaya berpengaruh positif terhadap hasil belajar Matematika, serta metode pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran matematika
PARASIT MALARIA RODENSIA SEBAGAI MODEL PENELITIAN VAKSIN DENGAN TEKNIK NUKLIR
Abstrak Tidak ad
HUBUNGAN PEMANFAATAN KOLEKSI ON-RESERVE UPT PERPUSTAKAAN UNSYIAH DENGAN JUMLAH PEMUSTAKA UPT PERPUSTAKAAN UNSYIAH TAHUN 2017 s/d 2020.
Proses penempatan koleksi diperpustakaan merupakan salah kegiatan terpenting karena jika terjadi kesalahan penempatan maka akan berakibat fatal ketika akan melakukan temu kembali informasi. Kebijakan penempatan koleksi tandon di perpustakaan perlu dilakukan mengingat bahwa perbandingan pengadaan koleksi tidak berbanding dengan jumlah pemustaka. UPT perpustakaan unsyiah telah memiliki ruang khusus untuk penempatan buku tandon dan perbandingan pemustaka yang masuk ke perpustakaan setiap tahunnya dengan yang masuk ke bagian on reserve berbanding sama yaitu 1 %. Keberhasilan layanan on reserve UPT perpustakaan unsyiah sangat berhubungan dengan beberapa layanan lainnya yang ada di perpustakaan Unsyiah yaitu layanan teknis, layanan help desk, layanan preservasi serta layanan fotocopy. Key word: Layanan perpustakaan, Koleksi on reserve, foto kopi
ANALISIS FAKTOR YANG MENYEBABKAN RENDAHNYA KUNJUNGAN PASIEN RAWAT JALAN DI RSUD dr. FAUZIAH BIREUEN TAHUN 2021
Hospitals need to improve strategies to be able to increase outpatient satisfaction so that patients will make decisions to make repeat visits and have an impact on increasing the number of outpatient visits.
The type of research used is quantitative research using a cross-sectional approach or research that aims to analyze the factors that cause low outpatient visits at dr. Fauziah Bireuen in 2021. Held at the dr. Fauziah Bireuen, from November 2021 to March 2022. The sample size is calculated by using the minimum sample formula from Lemeshow, from the calculation, the minimum sample size is 60 people. The sampling technique used is consecutive sampling,
The results showed that there was a statistical relationship between registration services, doctor services, pharmacy services and the hospital environment with the low number of outpatient visits at RSUD dr. Fauziah Bireuen and the most dominant variable is the registration service variable and based on the value of Exp(B) on the results of the Multivariate test it is known that the registration service has the largest value of 6.376 so it can be assumed that the registration service has a chance of 6.376 times causing low outpatient visits at RSUD dr. Fauziah Bireuen.
The need for adding politeness and friendliness indicators to the SOP for registration services, optimizing the use of electronic medical records (RME) to improve the performance of registration service officers and shorten registration waiting times, increasing the comfort of the pharmacy service waiting room by adding a TV unit, so that patients queuing and waiting for drugs become more comfortable and less bored.
 
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
- …
