1,734,425 research outputs found
KASETYAN JATI DEWI DAMAYANTI
The key to harmony in domestic life is loyalty. When someone says
marriage vows, he will take responsibility for that promise before God and
humans. Because what is united by God cannot be divorced by humans. Whatever
the conditions, a husband and wife must always be faithful and strengthen one
another. This story is an expression of the loyalty of a wife to her husband. Wives
who usually become "kanca wingking" turned out to have a stake in maintaining
the family.
This story takes Damayanti as the main character. How Damayanti loyal
to her husband in a state of joy and sorrow. Damayanti is a reflection of a woman
who is strong and steadfast. Not only obeying the husband but also has the
determination and brilliant ideas to always provide support so that the husband
wakes up from his downturn. The presentation of "Kasetyan Jati Dewi
Damayanti" is a work of art that goes through the process of thinking and
cultivation by reviewing existing sources, so that this work has originality and is
far from plagiarism. The stage of the process of creating an artwork contains
creative steps related to the process of the artwork. This process consists of two
stages, namely the preparation stage and the cultivation stage. The preparation
phase includes orientation and observation; while the cultivation stage includes
exploration, improvisation, and evaluation. Through this work it is hoped to be
one of the reflections in navigating the ark of household life.
Keywords: Damayanti, loyalty, and gara
Damayanti - Fantaisie pour Moleskine
A very short collection of poems around the figure of Damayanti and the cream-coloured paper of a small Moleskin
Pengungkapan isi dan latar belakang nilai budaya naskah kuno Damayanti
Geguritan Nala Damayanti (disingkat GND) adalah produk
sastra Daerah Bali, dan merupakan warisan budaya yang· tidak
ternilai harganya. Oleh karena itu ia (GND) juga sebagai unsur kebudayaan Bali, yang ikut memperkaya khazanah budaya
Nasional. Sebagai unsur kebudayaan, GND merupakan pernyataan gagasan dan perasaan seorang seniman. Sungguhpun merupakan pernyataan gagasan dan perasaan seorang seniman, tetapi ia tidak dapat bebas dari dominasi kebudayaan tempat ia dibesarkan (Santoso, 1982: 27). Oleh karena itu, GND ikut berperan sebagai media tidak langsung melestarikan nilai-nilai gagasan vital, serta keyakinan yang berlaku dalam masyarakat bersangkutan yang masih perlu diungkapkan ke dalam bahasa Indonesia, sehingga terjalin hubungan antar daerah yang lebih erat lagi. Dalam hubungan ini, pengungkapan nilai-nilai sastra daerah (termasuk GND) ke dalam bahasa Indonesia, dirasakan turut menunjang dalam usaha mengisi kebutuhan akan warisan nilai-nilai tradisional bangsa Indonesia
Reeder School production of Nala & Damayanti
Nala and Damayanti , all actors and actresses on stage in their custumeshttps://mavmatrix.uta.edu/specialcollections_floraanddicksonreederpapers/1049/thumbnail.jp
Reeder School production of Nala & Damayanti
Nala and Damayanti , posed actors and actresses in their costumes, Reeder Schoolhttps://mavmatrix.uta.edu/specialcollections_floraanddicksonreederpapers/1051/thumbnail.jp
Reeder School production of Nala & Damayanti
Actress in costume and pose for Nala & Damayanti productionhttps://mavmatrix.uta.edu/specialcollections_floraanddicksonreederpapers/1128/thumbnail.jp
Reeder School production of Nala & Damayanti
Nala and Damayanti , portrait of an actor in an eagle-like customehttps://mavmatrix.uta.edu/specialcollections_floraanddicksonreederpapers/1050/thumbnail.jp
TRANSFORMASI SERAT PRABU NALA DALAM PERTUNJUKAN WAYANG KULIT LAKON NALA-DAMAYANTI SAJIAN SRI JOKO RAHARJO
Penelitian yang berjudul “Transformasi Serat Prabu Nala Dalam
Pertunjukan Wayang Kulit Lakon Nala, Damayanti Sajian Sri Joko
Raharjo”.bertujuan untuk mencari jawaban atas dua pertanyaan pokok.
[1] Bagaimana struktur adegan pertunjukan wayang kulit lakon Nala-
Damayanti sajian Sri Joko Raharjo? [2] Bagaimana bentuk transformasi
Serat Damayanti ke dalam pertunjukan wayang lakon Damayanti sajian Sri
Joko Raharjo?
Penelitian ini menggunakan landasan Teori resepsi dan intertekstual
dan serta konsep setruktur dramatic lakon wayang oleh Sumanto. yang di
gunakan selama proses penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif
kualitatif , lalu untuk keabsahan data, penulis menggunakan metode
Observasi, Transkripsi, Studi Pustaka, Wawancara dan Analisis Data.
Hasil Penelitian Transformasi Serat Prabu Nala dalam Pertunjukan
Wayang Kulit Lakon Nala-Damayanti adalah [1] pendeskripsian Serat
Prabu Nala yang tertuang dalam pupuh-pupuh macapat [2] Struktur
adegan dan setruktur dramatik pertunjukan wayang kulit lakon Nala,
Damayanti. Meliputi penggambaran adegan Pathet Nem, Sanga, Manyura
dalam unsur Garap Catur, Sabet Dan Iringan. [3] bentuk transformasi Serat
Prabu Nala dalam wayang kulit Lakon Nala-Damayanti yang meliputi
Pola Alur, Penokohan, Latar atau Setting
- …
