262,256 research outputs found

    Optimalisasi Pelestarian Curik Bali (Leucopsar rothschildi) di Pusat Pembinaan Populasi Curik Bali Tegal Bunder Taman Nasional Bali Barat (TNBB)

    No full text
    Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif. Data dikumpulkan dengan metode observasi dan Hasil penelitian menunjukan bahwa teknik konservasi yang diterapkan dalam melestarikan Curik Bali di Pusat Pembinaan Populasi Curik Bali Tegal Bunder yaitu (1) Dilakukan pemilihan pasangan indukan oleh penangkar untuk mendapat calon indukan generasi baru. Hal ini dapat dilakukan dengan memilih induk yang relatif masih muda/masa usia produktif, dipilih indukan yang sehat, tidak cacat tubuh dan tidak kurus. (2) Dilakukan tukar menukar indukan oleh penangkar untuk menghindari terjadinya perkawinan sedarah (inbreeding). (3) Dilakukan pemeliharaan pasangan induk diantaranya pembersihan kandang (sanitasi), pemberian pakan Curik Bali, dan perlindungan terhadap gangguan hewan liar seperti moyet pada saat mengeram atau merawat piyik. Penangkaran oleh masyarakat merupakan upaya dalam rangka mengembangkan konservasi Curik Bali secara ex situ melalui program penangkaran Curik Bali berbasis masyarakat. Kegiatan penangkaran oleh masyarakat desa yakni Desa Sumberklampok sudah dirintis sejak bulan November 2010 yang dikenal dengan kelompok penangkar Manuk Jegeg. Kelompok Penangkar Curik Bali Sumberklampok (KPCBS) Kendalakendala pelestarian Curik Bali disebabkan dari dua faktor yaitu faktor internal yang berasal dari dalam tubuh Curik Bali berupa gen yang kurang atau tidak bagus akan menurun pada anaknya yang menyebabkan cacat tubuh/tidak sehat dan faktor eksternal yang disebabkan karena pengaruh luar berupa iklim yang tidak menentu antara musim panas dan musim penghujan menyebabkan Curik Bali sangat sulit untuk beraktivitas. Upaya penanggulangan yang dilakukan dengan mengganti indukan yang kualitas gennya baik. Berdasarkan data perkembangan populasi Curik Bali di penangkaran, Pusat pembinaan populasi Curik Bali Tegal Bunder dari tahun ketahun yakni tahun 2012-2016 diketahui persentase tingkat keberhasilan dalam meningkatkan populasi Curik Bali tiap tahunnya, yaitu tahun 2012 sebesar 19,35%, tahun 2013 sebesar 15,97%, tahun 2014 sebesar 19,04%, tahun 2015 sebesar 22,27% dan tahun 2016 sampai 30 April 2016 sebesar 23,38% dan dengan hasil ini, usaha pelestarian populasi Curik Bali di pusat pembinaan populasi Curik Bali Tegal Bunder TNBB dapat dinyatakan berhasil dari kualitas usaha penangkaran

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI BERORIENTASI PADA PERMAINAN CURIK- CURIK TERHADAP MINAT BELAJAR IPAS DI SD NEGERI 2 BANYUNING

    No full text
    Kajian penelitian dilakukan guna mengetahui pengaruh yang signifikan pembelajaran inkuiri berorientasi pada Permainan Curik- curik terhadap minat belajar IPAS siswa. Penelitian menggunakan jenis perlakuan semu data dikumpulkan dengan pengambilan tes dan telaah dokumen, data diolah dengan melakukan uji validitas butir, reliabilitas butir, normalitas, homogenitas, dan uji paired sampel t-test. Sebanyak 72 siswa menjadi populasi penelitian. Sampel menggunakan 22 orang siswa yaitu kelas IV B. Pengkajian data yang digunakan berdasarkan hipotesis penelitian menggunakan uji paired sampel t-test, hasil diperoleh menunjukkan jumlah responden pada kelompok percobaan adalah df = 22 – 1 = 21 pada taraf signifikan 5% didapatkan nilai ttabel yaitu 1,721. Dari perhitungan tersebut diketahui bahwa thitung > ttabel yakni 23,517 > 1,721 dan 0,00 < 0,05. Inilah yang menunjukkan ditemukannya perbedaan pengaruh yang signifikan minat belajar IPAS siswa pada kelompok perlakuan sebelum maupun setelah diberikan perlakuan Model Inkuiri berorientasi pada Permainan Curik- curik terhadap minat belajar IPAS siswa kelompok IV SD N 2 Banyuning

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) BERBANTUAN PERMAINAN CURIK-CURIK TERHADAP HASIL BELAJAR IPAS PADA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR GUGUS VI YUDISTIRA KECAMATAN NEGARA

    No full text
    Penelitian Eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar pada mata pelajaran IPAS antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Team Games Tournament (TGT) berbantuan permainan curik-curik dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada mata pelajaran IPAS kelas IV Sekolah Dasar Gugus VI Yudistira Kecamatan Negara Tahun Pelajaran 2022/2023. Penelitian eksperimen ini termasuk jenis quasi eksperimen yang didesain dengan konsep Post Test Only Control Group. Populasi pada penelitian adalah seluruh siswa kelas IV di Gugus VI Yudistira Kecamatan Negara dengan jumlah populasi 238 orang. Sampel penelitian ini adalah Kelas Eksperimen yaitu kelas IV B dengan jumlah siswa 23 orang dan Kelas Kontrol yaitu kelas IV A dengan jumlah siswa 24 orang di SD Negeri 2 Kaliakah. Hasil tersebut diperoleh dari penentuan sampel melalui simple random sampling. Data dikumpulkan dengan metode tes dan instrumen berbentuk pilihan ganda dengan jumlah soal sebanyak 25 soal. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada kelas IV SD Negeri 2 Kaliakah Kecamatan Negara, menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dari penerapan model pembelajaran Team Games Tournament (TGT) berbantuan permainan curik-curik terhadap hasil belajar IPAS. Hal ini dapat dilihat berdasarkan rata-rata hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Team Games Tournament (TGT) berbantuan permainan curik-curik yaitu 85,7 dengan standar deviasi 6,80, sedangkan rata-rata hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional yaitu 76,8 dengan standar deviasi 6,34. Taraf signifikan t (tabel) dengan jumlah responden 45= 0,2876, sehingga dapat dilihat dari signifikansi yang dihasilkan pada uji-t dinyatakan bahwa 12,36 > 0,2876. Jadi, dengan demikian model pembelajaran Team Games Tournament (TGT) berbantuan permainan curik-curik mempunyai pengaruh yang signifikan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS kelas IV Sekolah Dasar Gugus VI Yudistira Kecamatan Negara Kabupaten Jembrana Tahun Pelajaran 2022/2023

    Studi Populasi dan Produktivitas Curik Bali (Leucopsar rothschildi) Di Taman Nasional Bali Barat

    No full text
    INDONESIA Penelitian mengenai jumlah populasi burung Curik Bali telah ditelititi pada tahun 2013 dan tidak diketahui publikasi hasil penelitian yang terbaru dan dikhawatirkan populasi burung yang langka ini berkurang. Disamping itu produktivitas Curik Bali belum diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah populasi Curik Bali di Taman Nasional Bali Barat, dan produktivitas Curik Bali di Taman Nasional Bali Barat. Penelitian ini dilaksanakan di Taman Nasional Bali Barat selama 2 bulan yaitu pada bulan April - Mei 2019. Lokasi pengambilan data dalam penelitian ini dari 3 SPTN Taman Nasional Bali Barat yaitu SPTN Wilayah I (Cekik), SPTN Wilayah II (Tegal Bunder), dan SPTN Wilayah III (Teluk Terima dan Ambyarsari). Penghitungan populasi Curik Bali dilakukan dengan menggunakan metode survey ke lokasi penelitian selama 5 tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi Curik Bali pada kandang pembiakan di Pusat Penangkaran Jalak Bali TNBB pada saat pengamatan yang terhitung dari tanggal 9 Juli 2018 hingga 26 Juli 2018 adalah sebanyak 335 ekor burung. Produktivitas Curik Bali di UPKPJB (Unit Pengelolaan Khusus Pelestarian Jalak Bali) di Tegal Bunder sebanyak 5 ekor anakan dan 8 telur dari 45 kandang pembiakan. INGGRIS Research on the population of the Bali Curik bird was investigated in 2013. There is no known publication of the latest research results. That is feared that the population of this rare bird is decreasing. Besides, the productivity of Curik Bali is unknown. This study aims to determine the total population of Bali Curik in West Bali National Park, and the productivity of Bali Curik in West Bali National Park. This research was carried out in West Bali National Park for 2 months, from April to May 2019. The location of data collection in this study was from 3 SPTNs in West Bali National Park, namely SPTN Region I (Cekik), SPTN Region II (Tegal Bunder), and SPTN Region III (Teluk Accept and Ambyarsari). Calculation of the population of Curik Bali was carried out using a survey method to the research location for the last 5 years. The results showed that the population of Bali curd in breeding cages at the Bali Starling Breeding Center TNBB at the time of observation from 9 July 2018 to 26 July 2018 was 335 birds. The productivity of Curik Bali in UPKPJB (Special Management Unit for Conservation of Bali Starling) in Tegal Bunder is 5 chicks and 8 eggs from 45 breeding cages. ARAB تمالتحقيقفيالبحثعنطائرباليكوريكفيعام 2013 ولايوجدنشرمعروفلآخرنتائجالبحثويخشىأنعددهذاالطائرالنادرآخذفيالتناقص. إلىجانبذلك،فإنإنتاجيةكوريكباليغيرمعروفة. تهدفهذهالدراسةإلى:تحديدإجماليعددسكانباليكوريكفيحديقةباليالغربيةالوطنية،وتحديدإنتاجيةباليكوريكفيحديقةباليالغربيةالوطنية. تمإجراءهذاالبحثفيمنتزهويستباليالوطنيلمدةشهرين،منأبريلإلىمايو 2019. وكانموقعجمعالبياناتفيهذهالدراسةمن 3 شبكات SPTN فيحديقةغربباليالوطنية،وهي SPTN Wil I (Cekik) ،SPTN Wil.II (Tegal Bunder) و SPTN Wil.III (TelukTerimaوAmbyarsari). تمإجراءحسابسكانكوريكباليباستخدامطريقةمسحلموقعالبحثعلىمدىالسنواتالخمسالماضية. أظهرتالنتائجأنتعدادخثارةباليفيأقفاصالتكاثرفيمركزباليستارلينجللتربية TNBB فيوقتالمراقبةمن 9 يوليو 2018 إلى 26 يوليو 2018 كان 335 طائرًا. إنتاجيةCurik Bali في UPKPJB (وحدةالإدارةالخاصةللحفاظعلى Bali Starling) في Tegal Bunder هي 5 فراخو 8 بيضاتمن 45 قفصتكاثر

    Conservation Genomic Analysis of the Croatian Indigenous Black Slavonian and Turopolje Pig Breeds

    No full text
    The majority of the nearly 400 existing local pig breeds are adapted to specific environments and human needs. The demand for large production quantities and the industrialized pig production have caused a rapid decline of many local pig breeds in recent decades. Black Slavonian pig and Turopolje pig, the latter highly threatened, are the two Croatian local indigenous breeds typically grown in extensive or semi-intensive systems. In order to guide a long-term breeding program to prevent the disappearance of these breeds, we analyzed their genetic diversity, inbreeding level and relationship with other local breeds across the world, as well as modern breeds and several wild populations, using high throughput genomic data obtained using the Illumina Infinium PorcineSNP60 v2 BeadChip. Multidimensional scaling analysis positioned Black Slavonian pigs close to the UK/North American breeds, while the Turopolje pig clustered within the Mediterranean breeds. Turopolje pig showed a very high inbreeding level (FROH&gt;4Mb = 0.400 and FROH&gt;8Mb = 0.332) that considerably exceeded the level of full-sib mating, while Black Slavonian pig showed much lower inbreeding (FROH&gt;4Mb = 0.098 and FROH&gt;8Mb = 0.074), indicating a planned mating strategy. In Croatian local breeds we identified several genome regions showing adaptive selection signals that were not present in commercial breeds. The results obtained in this study reflect the current genetic status and breeding management of the two Croatian indigenous local breeds. Given the small populations of both breeds, a controlled management activity has been implemented in Black Slavonian pigs since their commercial value has been recognized. In contrast, the extremely high inbreeding level observed in Turopolje pig argues for an urgent conservation plan with a long-term, diversity-oriented breeding program

    Hierarchical structure of the Sicilian goats revealed by Bayesian analyses of microsatellite information

    No full text
    Genetic structure and relationship amongst the main goat populations in Sicily (Girgentana, Derivata di Siria, Maltese and Messinese) were analysed using information from 19 microsatellite markers genotyped on 173 individuals. A posterior Bayesian approach implemented in the program STRUCTURE revealed a hierarchical structure with two clusters at the first level (Girgentana vs. Messinese, Derivata di Siria and Maltese), explaining 4.8% of variation (AMOVA ФST estimate). Seven clusters nested within these first two clusters (further differentiations of Girgentana, Derivata di Siria and Maltese), explaining 8.5% of variation (AMOVA ФSC estimate). The analyses and methods applied in this study indicate their power to detect subtle population structure
    corecore