1,720,962 research outputs found
PENGEMBANGAN DAN PENGGUNAAN KONSEP ANIMASI KOMPUTER MENGGUNAKAN MACROMEDIA DIRECTOR UNTUK PEMBELAJARAN KIMIA
Teknologi multimedia telah berkembang dengan cepat yang memungkinkan pengajar untuk
mengembangkan dan menggunakan animasi komputer. Konsep animasi komputer didisain untuk
membantu mahasiswa memahami konsep dasar proses kimia dinamis. Artikel ini membahas tentang
pengembangan dan penggunaan konsep animasi komputer dalam pembelajaran reaksi redoks khususnya
deret aktivitas logam. Deretan animasi mencakup tiga tingkat sajian, yaitu makroskopik, mikroskopik dan
simbolik.Penyajian kuliah dalam bentuk multimedia melalui WWW adalah mungkin. Staf pengajar dan
perancang pembelajaran, programer harus bekerja sama dalam pembuatan media pembelajaran.
Penggunaan animasi komputer memakan waktu ekstra dalam kuliah
PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN DENGAN PEMBELAJARAN BERBASIS INTERNET SEBAGAI PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA MATA KULIAH KIMIA DASAR 2
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) peningkatan kualitas
pembelajaran mahasiswa dengan pembelajaran berbasis internet sebagai penerapan
problem based learning (PBL) pada mata kuliah kimia dasar 2 ditinjau dari motivasi,
kemampuan berfikir kompleks dan pemrosesan informasi, 2) tanggapan mahasiswa
pada pembelajaran berbasis internet sebagai penerapan problem based learning
(PBL) pada mata kuliah kimia dasar 2.
Sejalan dengan tujuan di atas, penelitian ini didesain sebagai penelitian
tindakan kelas yang dikenakan pada mahasiswa peserta perkuliahan Kimia Dasar 2.
Data berupa nilai pemahaman konsep kimia, kemampuan berfikir kompleks dan
pemrosesan informasi serta tanggapan siswa terhadap pembelajaran. Data motivasi
dan kemampuan berfikir kompleks dan pemrosesan informasi dikumpulkan melalui
observasi objek, dan pemberian angket. Data sikap mahasiswa diambil dengan
menggunakan angket. Semua data dianalisis secara deskriptip
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) kualitas pembelajaran Kimia dengan
menggunakan pembelajaran berbasis internet sebagai penerapan PBL dapat dilihat
dari dua hal. Kemampuan berfikir kompleks dan pemrosesan informasi mahasiswa
dengan mengguakan metode ini termasuk dalam criteria baik. Motivasi belajar Kimia
secara umum dapat ditingkatkan, 2) ada 23 (46,94%) mahasiswa yang dengan tegas
menyatakan menyukai metode ini dan 2 (4,08%)mahasiswa menyatakan tidak
menyukai model ini, meskipun tidak memberi pernyataan tegas, ada 16 (32,65%)
orang yang memberi pernyataan positip dan 8 (16,33%) orang memberi pernyataan
negatif
EFEKTIVITAS PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA MATA PELAJARAN KIMIA DI SMA
Salah satu metode pembelajaran yang saat ini sedang dikembangkan di negaranegara
maju adalah metode pembelajaran kooperatif, yaitu suatu metode yang
mendesain peserta didik bekerja dalam kelompok secara kooperatif untuk
menyelesaikan materi belajarnya. Ada lima tipe metode pembelajaran kooperatif
yaitu: 1) Student Teams Achievement Division (STAD), 2) Teams Game Tournament
(TGT), 3) Jigsaw, 4) Team Accelerated Instruction (TA), dan 5). Cooperative
Integrated Reading and Composition (CIRC). Salah satu tipe metode ini, yaitu tipe
STAD akan dilihat efektivitasnya pada pembelajaran kimia di SMA
Efektivitas metode kooperatif diuji coba dengan menerapkan metode kooperatif
tipe STAD pada mata pelajaranKimia di SMA untuk Kelas X dan Kelas XI. Metode
Kooperatif tersebt diterapkan pada dua Sekolah yag berbeda. Kelas X di SMAN Sewon
Bantul, sedangkan Kelas XI di SMAN 9 Yogyakarta. Masing-masing sekolah diambil
dua kelas, satu sebagai kelas eksperimen yang satu sebagai kelas kontrol.
Hasil uji coba setelah dibandingkan dengan kelas kontrol menunjukkan bahwa
metode Kooperatitif tipe STAD memberikan hasil cukup efektif jika diterapkan pada
mata pelajaran Kimia baik untuk peserta didik kelas X maupun kelas XI SMA
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN ASAM BASA BERBASIS ANDROID TERHADAP EFIKASI DIRI PESERTA DIDIK
Penelitian mengenai penerapan media pembelajaran android ini bertujuan untuk mengetahui dampak media pembelajaran android terhadap efikasi diri peserta didik pada materi asam dan basa. Jenis penelitian ini merupakan penelitian quasi-eksperimen dengan desain post-test only. Populasi penelitian terdiri dari peserta didik SMAN 5 Yogyakarta kelas XI. Teknik pengambilan sampel adalah random sampling. Sampel terdiri dari dua kelompok yaitu kelas eksperimen dan kontrol. Peserta didik pada kelas eksperimen mengikuti proses pembelajaran menggunakan media pembelajaran berbasis android sedangkan peserta didik pada kelas kontrol melakukan pembelajaran konvensional. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini adalah angket efikasi diri yang terdiri dari 28 butir pernyataan. Data skor efikasi diri peserta didik dianalisis menggunakan ANOVA dengan SPSS versi 24.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri peserta didik yang mengikuti proses pembelajaran menggunakan media pembelajaran berbasis android lebih baik daripada peserta didik yang melakukan pembelajaran konvensional. Penerapan media pembelajaran android dapat meningkatkan efikasi diri peserta didik pada materi asam dan basa
SINTESIS DIBENZIL TEREFTALAT MELALUI DEPOLIMERISASI PLASTIK POLI(ETILENA TEREFTALATE) SEBAGAI ALTERNATIF DAUR ULANG PLASTIK BEKAS
Synthesis Dibenzyl Terephthalate Through Depolimerization of Poly(ethylene terephthalate) as Alternative ofWaste Plastics Recycling. Synthesis dibenzyl terephathalate were done through PET degradation by refluxing inbenzyl alcohol at 145oC temperature for 20, 24, and 28 hours in the presence of zinc acetate catalyst. The result ofdegradation was purified by recristalization in methanol and then melting point (mp), FTIR, 1H NMR spectra, and TLCspot were determined. The melting point of product degradation for 28 hours was 98-99 oC. Based FTIR spectra knownthat compunds of product degradation have OH, C=O, C-O, CH, monosubstituted benzene, disubstituted benzenegroups, while on 1H NMR spectra showed chemical shift at 8.2 ppm (s, 10 H of monosubtituted benzene), 7.5 ppm (s, 9H consist of 4 H disubstituted benzene and 5 H of aromatic benzyl alcohol), 5.4 ppm (s, 1 H from OH benzyl alcohol),4.8 ppm (s, 4 H of methylene), and 2.9 ppm (s, 7 H of other traces). The single spot of TLC plate indicated that productdegradation for 28 hours might be a single compund. Based these characterization concluded that compound of productdegradation was dibenzyl terephthalate contains benzyl alcohol and other traces.Keywords: degradation, poly(ethylene terephthalate), dibenzyl terephthalate, softdrink bottle
MONTE CARLO SIMULATION OF CO2+ IN AQUEOUS AMMONIA SOLUTION INCLUDING THREE-BODY CORRECTION TERMS
Monte Carlo simulation have been performed in order to study the preferential Co2+ solvation in water-ammonia mixture. The simulation was done for a system consisting one Co2+ in 4.76%, 10%, 18.6 % and 30% aqueous ammonia solution at temperature of 293.16 K, using ab initio three-body potentials for Co&ndas
MONTE CARLO SIMULATIONS OF Co (II) IN WATER INCLUDING THREE-BODY CORRECTION
In order to describe the cobalt-water interaction correctly, a new ab initio potential was developed consisting of pair interaction terms as well as three-body contributions. Within this approach, it was possible to correct for the well-known failures of pair potentials in describing solvation phenomena of such ions. A first-shell coordination number of 6 in agreement with experimental data were obtained from Monte Carlo simulations of a single cobalt (II) ion in water. The structure of hydrated ion is discussed in terms of radial density functions and coordination number, energy and angular distributions.
Keywords: MC Simulations, cobalt(II), hydration, three-body correctio
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
- …
