9 research outputs found

    PENDIDIKAN AKHLAK DENGAN PENDEKATAN TASAWUF DI PONDOK PESANTREN AL-MUNAWWIRUSSHOLEH

    No full text
    ABSTRAK Pendidikan akhlak tidak terlepas dari ilmu tasawuf, tasawuf melekat untuk membimbing manusia menuju keharmonisan dan keseimbangan secara total, mengajarkan toleransi, modernisasi, hidup berdampingan secara damai dan nilai�nilai kemanusiaan. Saat melakukan observasi penulis mendapati santri-santri sangat rajin beribadah lima waktu secara berjamaah di masjid, memiliki akhlak atau sopan santun yang baik kepada guru, sesama santri dan di masyarakat, dtambah santri-santri istiqomah dalam menjalanakan amalan-amalan tasawuf yang mereka dapatkan dipondok pesantren. Oleh karenanya penulis perlu mendalami lebih jauh bagaimana pendidikan akhlak dengan pendekatan tasawuf ini sehingga berhasil membentuk santri yang berakhlakul karimah. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun sumber data dalam penelitian ini yaitu kiyai, ustadz dan santri. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Kemudian aktivitas dalam analisis data meliputi reduksi data, penajian data penarikan kesimpulan dan verifikasi. Sedang uji keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan tringulasi sumber dan tringulasi tekhnik. Berdasarkan hasil penelitian pendidikan akhlak dengan pendekatan tasawuf, Kiyai dan ustadz memiliki kualifikasi mumpuni dalam bidang pendidikan akhlak dengan pendekatan tasawuf. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pendidikan akhlak dengan pendekatan tasawuf dapat dikatakan sudah baik, dengan kiayi dan ustadz yang profesional, tujuan pendidikan yang sudah memeperhatikan lingkungan serta keadaan para santri, penggunaan bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan, metode yang digunakan sangat variatif dan penilaian yang tidak monoton. Kata Kunci : Pendidikan Akhlak, Pendekatan Tasawuf iv ABSTRAC Moral education is inseparable from the science of Sufism, Sufism is attached to guide humans towards total harmony and balance, teaches tolerance, modernization, peaceful coexistence and human values. When conducting observations, the author found that the students were very diligent in worshiping five times in congregation in the mosque, had good morals or manners to teachers, fellow students and in the community, plus the students were istiqomah in carrying out the practices of Sufism that they got at the Islamic boarding school. . Therefore, the author needs to explore further how moral education with this Sufism approach is so successful in forming students who have good morals. This type of research is descriptive with a qualitative approach. The sources of data in this study are clerics, ustadz and students. Data collection methods used are interviews, observation and documentation. Then the activities in data analysis include data reduction, data presentation, conclusion drawing and verification. While testing the validity of the data in this study using triangulation of sources and triangulation of techniques. Based on the results of research on moral education with a Sufism approach, Kyai and Ustadz have qualified qualifications in the field of moral education with a Sufism approach. Thus it can be concluded that moral education with the Sufism approach can be said to be good, with professional clerics and clerics, educational goals that have paid attention to the environment and the condition of the students, the use of teaching materials that are in accordance with the needs, the methods used are very varied and the assessment is not appropriate. monotonous. Keywords: Moral Education, Sufism Approac

    IMPLEMENTASI PENGGUNAAN MAKRO MEDIA FLASH DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN LITERASI (MEMBACA) ANAK USIA DINI DI TK RHADATUL ANELI BANDAR LAMPUNG

    No full text
    ABSTRAK Bagaimana dengan penerapan media pembelajaran berbasis macro media flash dapat meningkatkan kemampuan literasi (membaca) anak usia dini. Bagaiman kualitas media dalam kelayakan pembelajaran terhadap pemahaman konsep tersebut jika diterapkan dalam pembelajaran dikelas. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian adalah guru. Alat pengumpulan data yang penulis gunakan dalam penelitian ini yaitu Observasi, Wawancara serta Dokumentasi. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: “Bagaimanakah kualitas media dalam kelayakan pembelajaran terhadap pemahaman konsep tersebut jika diterapkan dalam pembelajaran dikelas.” Tujuan penelitian ini adalah “untuk memperoleh informasi peningkatan kemampuan membaca anak usia dini dengan menggunkan media pembelajaran makro media flash” Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian adalah guru. Alat pengumpulan data yang penulis gunakan dalam penelitian ini yaitu Observasi, Wawancara serta Dokumentasi. Dari hasil data analisis dan pembahasan yang telah peneliti lakukan dalam hasil penelitian ini, maka peneliti menyimpulkan dari Penggunaan Makro Media Flash Dalam Mengembangkan Kemampuan Literasi (Membaca) Anak Di TK Rhadatul Aneli Bandar Lampung, bahwa kemampuan literasi (membaca) anak melalui makro media flash telah dilaksanakan dengan kurang lengkap karena hanya menggunakan laptop dengan layar yang kecil sehingga gambar video kurang jelas bila dilihat dari jarak jauh, guru juga kurang komunikatif kepada anak. Tetapi dalam semua indikator pencapaian perkembangan literasi (Membaca) anak di TK Rhadatul Aneli Bandar Lampung sudah berkembang sesuai harapan. Kata Kunci: Macro Media Flash, Kemampuan Literasi (Membaca)iii ABSTRACT What about the application of macro-based learning media flash media can improve literacy (reading) abilities of early childhood. How is the quality of the media in the feasibility of learning to understand the concept if applied in classroom learning. This type of research is descriptive qualitative with the research subjects are parents. The data collection tools that the author uses in this study are Observation, Interview and Documentation. The formulation of the problem in this study is: "How is the quality of the media in the feasibility of learning to understand the concept if it is applied in classroom learning." The purpose of this study was "to obtain information on improving early childhood reading skills by using macro learning media flash media." This type of research is descriptive qualitative with the research subjects being parents. Data collection tools that the author uses in this study are Observation, Interview and Documentation. From the results of the data analysis and discussion that the researchers carried out in the results of this study, the researchers concluded from the use of Macro Media Flash in Developing Children's Literacy (Reading) Ability in Kindergarten Rhadatul Aneli Bandar Lampung, that the literacy (reading) ability of children through macro flash media has implemented incompletely because it only uses a laptop with a small screen so that the video image is not clear when viewed from a distance, the teacher is also less communicative to children. But in all indicators of achievement of literacy development (reading) children in TK Rhadatul Aneli Bandar Lampung have developed as expected. Keywords: Macro Media Flash, Literacy (Reading) Abilit

    PERENCANAAN PENGADAAN SARANA PRASARANA DI MADRASAH IBTIDAIYAH HIDAYATUL ISLAMIYAH BANDAR LAMPUNG

    No full text
    ABSTRAK Perencanaan merupakan salah satu fungsi manajemen yang paling mendasar serta langkah awal yang sangat penting dilakukan sebelum memulai kegiatan dalam mencapai tujuan. Perencanaan pengadaan sarana prasarana di Madrasah Ibtidaiyah Hidayatul Islamiyah dilakukan oleh kepala madrasah, wakil kepala madrasah, guru, wali murid maupun stakeholders dengan langkah perencanaan. Tujuannya adalah untuk menghindari terjadinya kesalahan dan kegagalan yang tidak diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana perencanaan pengadaan sarana prasarana di Madrasah Ibtidaiyah Hidayatul Islamiyah Bandar Lampung. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Sumber data dalam penelitian ini menggunakan data primer yakni sumber data yang dikumpulkan langsung dari informan yaitu kepala madrasah, wakil kepala madrasah, dan guru yang menjadi subjek penelitian. Sumber data sekunder yakni sumber data yang diperoleh secara tidak langsung seperti catatan, laporan dan arsip. Teknik analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan penulis, yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian yang dilakukan penulis tentang perencanaan pengadaan sarana prasarana di Madrasah Ibtidaiyah Hidayatul Islamiyah Bandar Lampung yaitu perencanaan sarana prasarana sudah dilakukan berdasarkan langkah perencanaan pengadaan, yaitu dengan menampung semua usulan pengadaan perlengkapan yang dilakukan oleh semua pihak yang ada di madrasah, menyusun rencana kebutuhan, memadukan rencana kebutuhan dengan perlengkapan yang tersedia, memadukan rencana kebutuhan dengan anggaran yang tersedia dan menetapkan rencana pengadaan akhir berdasarkan langkah yang telah dilakukan sebelumnya. Adapun hambatan dalam rencana pengadaan sarana prasarana adalah kurangnya dana atau anggaran yang dimiliki madrasah. Kata Kunci:Madrasah, Perencanaan, Sarana prasarana iii ABSTRACT Planning is one of the most basic management functions and a very important first step before starting activities in achieving goals. Procurement planning of infrastructure facilities in Madrasah Ibtidaiyah Hidayatul Islamiyah is carried out by the head of the madrasah, deputy head of the madrasah, teachers, parents and stakeholders with planning steps. The goal is to avoid the occurrence of unwanted mistakes and failures. This study aims to describe how to procurement plan infrastructure in Madrasah Ibtidaiyah Hidayatul Islamiyah Bandar Lampung. The research method used is descriptive qualitative with the type of field research (field research). The data source in this study used primary data, namely data sources collected directly from informants, namely the head of the madrasah, the deputy head of the madrasah, and the teacher who was the subject of the study. Secondary data sources are indirectly obtained data sources such as notes, reports and archives. Data analysis techniques consist of data reduction, data presentation, and conclusions. Data collection techniques carried out by the author, namely interviews, observations and documentation. The results of the research conducted by the author on infrastructure procurement planning at madrasah Ibtidaiyah Hidayatul Islamiyah Bandar Lampung, namely infrastructure planning has been carried out based on planning steps, namely by accommodating all proposals for equipment procurement carried out by all the parties in madrasah, compiling needs plans, combining needs plans with available equipment, combining needs plans with available budgets and establishing The final procurement plan is based on previous steps. The obstacle in the procurement plan for infrastructure is the lack of funds or budget owned by the madrasah. Keywords: Planning, Infrastructure, Madrasa

    AKSES, FUNGSI, DAN POLA PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) OLEH PETANI PADA KAWASAN PERTANIAN KOMERSIAL DI KABUPATEN BANTUL: ACCESS, FUNCTIONS, AND USE PATTERN OF INFORMATION AND COMMUNICATION TECHNOLOGY (ICT) IN COMMERCIAL AREA IN BANTUL REGENCY

    No full text
    Information and Communication Technologies (ICTs) has been considered play an important role for supporting the need of new information and innovation for farmers. Extension and communication based ICTs in developing countries can be used for wider scope of activities including information related to various farming operations. This research discusses a new trend of emergence of ICTs in Bantul Regency for supporting daily life activities of farmer including agricultural activities. Research method of study was descriptive method. In general, farmers have been using television and radio with function for getting information, entertaining, and education. However, hand phone and smart phone to some extent have emerged as additional and important alternative media for farmer. The use of internet via smartphone has newly started to be utilized among farmer in Bantul Regency. Information on agriculture which accessed by farmers was still dominated by production aspect and marketing

    PENGGUNAAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF BOWLINGANGKA DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP BILANGAN PADA ANAK USIA DINI DI TK CAHAYA PEKON GUNUNG MEGANG TANGGAMUS

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini di latar belakangi yang diduga adanya gejala-gelaja rendahnya kemampuan mengenal konsep bilangan pada kelompok B TK Cahaya Pekon Gunung Megang Tanggamus. Masalah yang akan diteliti yakni, tentang Penggunaan Alat Permainan Edukatif BowlingAngka dan Perkembangan Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan, setelah menggunakan Alat Permainan Edukatif BowlingAngka. Metode yang digunakan yakni Clasroom Action Research atau Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dengan model Kemmis dan Mc Tanggart yang terdiri dari empat tahapan yakni perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini terdiri dari dua siklus, siklus I, siklus II. Penelitian ini terdapat empat tahapan yakni, perencanaan, pelaksanan, observasi, dan refleksi dan setiap siklus dilakukan tiga pertemuan. Teknik pengumpulan data observasi, wawancara, penilaian unjuk kerja, dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa penggunaan alat permainan edukatif bowlingangka dapat mengembangkan kemampuan mengenal konsep bilangan pada anak usia dini di TK Cahaya Pekon Gunung Megang Tanggamus. Dari hasil observasi pada pra tindakan menunjukkan bahwa sudah ada anak yang berkriteria sesuai harapan tetapi masih dibawah persentase 75% sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan penulis. Setelah adanya tindakan pada siklus I kemampuan mengenal konsep bilangan anak meningkat berada dalam kategori mulai berkembang (MB) dengan persentase 47% atau 7 orang peserta didik dari 15 peserta didik, pada siklus II kemampuan mengenal konsep bilangan anak meningkat berada dalam kategori berkembang sesuai harapan (BSH) dan berkembang sangat baik (BSB) dengan persentase 87% atau 13 orang peserta didik dari 15 orang peserta didik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwasanya penggunaan alat permainan edukatif bowlingangka dapat mengembangkan kemampuan mengenal konsep bilangan pada anak usia dini di TK Cahaya Pekon Gunung Megang Tanggamus Kata Kunci : Alat Permainan Edukatif BowlingAngka, Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan Anak iii ABSTRACT This research in the rest of the allegendly the symptoms of lowness of the ability to know the the concept of numbers in group B TK Cahaya Pekon Gunung Megang Tanggamus. The problem to be carefully, about the use of the educational game of the use of bowlingnumbers educational game and the development of the familiarity of the concept of the number, after using the educational game of the bowlingnumbers. The methods used is the Classroom Action Research, with Kemmis and Mc Tanggart consisting of four stages of planning, implementation, observation and reflection. This study cosists of the to cycles, cycle I and cycle II. This research there are fours stages namely planning, implementation, observation, and reflection and each cycle is done three times the meeting. Technique of observation data collection, interview, assessment, documentation. Based on the results of the study found that the use of educational game bowlingnumbers can develop the ability to know the concept of the number in early childhood at TK Cahaya Pekon Gunung Megang Tanggamus. From the observation result on pre action show that already the child who is fit the expectation but it still below the percentage of 75% according to the criteria that the author has set. After the action of cycle I the ability to know the concept of the number of children increased MB persentase 47% or 7 students from 15 students, in the cycle II of the ability to recognize the number of child numbers increased BSH and BSB persentase 87% or 13 students from 15 students. Thus it can be concluded that the use of educational game bowlingnumbers can develop ability to know the concept of the numbers in early childhood at TK Cahaya Pekon Gunung Megang Tanggamus. Keywords: The Educational BowlingNumbers, Ability to Know The Concept of Child Number

    ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN SEBELUM DAN SESUDAH MELAKUKAN AKUISISI (Studi Pada Perusahaan yang Terdaftar di Jakarta Islamic Index Tahun 2011-2014)

    No full text
    ABSTRAK Kegiatan akuisisi dianggap akan menciptakan sinergi yang cukup derastis yakni kinerja keuangan perusahaan akan lebih meningkat setelah melakukan akuisisi dibandingakan dengan sebelum perusahaan melakukan akuisisi. Selain anggapan tersebut “kegiatan akuisisi juga mampu memberikan beberapa keuntungan bagi perusahaan seperti peningkatan kemampuan dalam pemasaran, riset skill manajerial, transfer tekhnologi dan efesiensi berupa penurunan biaya produksi”. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan secara signifikan pada return on equity, debt to asset ratio, fixed asset turnover serta quick ratio baik sebelum dan sesudah akuisisi. Jenis penelitian yang penulis lakukan adalah penelitian deskriptif. Adapun penelitian ini bersifat komparatif. Sumber data menggunakan data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi. Populasi pada penelitianini adalh semua perusaahan yang akuasisi dan terdaftar di Jakarta Islamic Index. Dalam pengambilan sampel peneliti menggunakan metode Quota Samplling. Analisis data menggunakan uji parametrik Paired Sample T Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pada profitabilitas perusahaan yang diukur menggunakan indikator return on equity, debt to asset ratio, fixed asset turnover serta quick ratio. Oleh karena itu, hipotesis yang menyatakan terdapat perbedaan pada profitabilitas perusahaan antara sebelum dan sesudah melakukan akuisisi diterima. Hal ini disebabkan oleh jika modal perusahaan bertambah kemudian ditambah dengan sinergi yang didapatkan melalui penggabungan usaha, maka akan menyebabkan laba perusahaan meningkat sehingga profitabilitas perusahaan mengalami perbedaan. Akuisisi di dalam Islam disebut juga dengan syirkah. Syirkah atau kerjasama adalah suatu bentuk tolong-menolong yang dianjurkan dalam agama Islam selama kerjasama tersebut tidak bertentangan dengan syariat islam sehingga tidak menimbulkan dosa dan permusuhan. Kata Kunci: Perbandingan, Kinerja Keuangan, Akuisisi, Jakarta Islamic Index. ABSTRACT Acquisition activities are considered to create quite drastic synergies, namely that the company's financial performance will improve more after making the acquisition compared to before the company made the acquisition. Apart from this assumption, "acquisition activities are also able to provide several benefits for companies such as increasing capabilities in marketing, managerial skills research, technology transfer and efficiency in the form of reducing production costs". The aim of this research is to find out whether there are significant differences in return on equity, debt to asset ratio, fixed asset turnover as well as quick ratio both before and after the acquisition. The type of research the author conducted was descriptive research. This research is comparative in nature, namely research that is comparative in nature. The data source uses secondary data. Data collection techniques use documentation. The populations in this study are all companies that were acquired and registered with Jakarta Islamic Index. In taking samples, researchers used the method Quota Sampling. Data analysis uses parametric testsPaired Sample T Test. The research results show that there are differences in company profitability as measured using the return on equity, debt to asset ratio, fixed asset turnover and quick ratio indicator. Therefore, the hypothesis which states that there is a difference in company profitability between before and after the acquisition is accepted. This is because if the company's capital increases and then the synergies obtained through business mergers are added, it will cause the company's profits to increase so that the company's profitability experiences a difference. Acquisition in Islam is also calledShirkah. Shirkahor cooperation is a form of helping each other that is recommended in the Islamic religion as long as the cooperation does not conflict with the Islamic Shari'a so as not to cause sin and enmity. Keywords: Comparison, Financial Performance, Acquisition, Jakarta Islamic Index

    STRATEGI RUMAH BACA JENDELA LAMPUNG DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA ANAK DI TELUK BETUNG BANDAR LAMPUNG

    No full text
    ABSTRAK Membaca merupakan salah satu kegiatan yang penting bagi setiap manusia. Dengan membaca kita dapat mengetahui banyak informasi. Kondisi minat baca di Indonesia masih tergolong sangat rendah, fakta yang di ungkapkan UNESCO, Indonesia merupakan urutan kedua dari bawah tentang literasi dunia. Taman Baca Masyarakat merupakan salah satu upaya yang dapat meningkatkan minat baca masyarakat terhadap literasi. Bandar Lampung memiliki Taman Baca Masyarakat, salah satunya yaitu Rumah Baca Jendela Lampung, Rumah Baca tersebut memiliki rata-rata pengunjung anak yang setiap tahunnya mengalami peningkatan. Penulis melakukan penelitian mengenai Strategi Rumah Baca Jendela Lampung dalam meningkatkan minat baca anak di Teluk Betung Bandar Lampung. Dengan tujuan untuk mendeskripsikan Strategi yang dilakukan Rumah Baca jendela lampung dalam meningkatkan minat baca anak dan Faktor pendukung serta faktor penghambat Rumah Baca Jendela Lampung dalam meningkatkan minat membaca pada anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan dengan mereduksi data, setelah itu disajikan dalam bentuk deskripsi, dan diverifikasi dengan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa: Strategi yang dilakukan Rumah Baca Jendela Lampung terdiri dari melakukan program kegiatan yang menarik dengan melakukan pembelajaran mingguan dan melakukan kegiatan kolaborasi, menyediakan perpustakaan mini dengan buku yang menarik, Pemberian hadiah atau penghargaan, Kampanye literasi yaitu berkolaborasi dengan organisasi, keterbukaan terhadap pengunjung, memanfaatkan teknologi serta menyediakan ruangan dan fasilitas yang nyaman. Adapula Faktor Pendukung Rumah Baca Jendela lampung dalam meningkatkan minat membaca pada anak. meliputi kerjasama antar tim yang baik, kepercayaan dari masyarakat yang tinggi, volunteer sudah terlatih dengan tugasnya, hubungan antar komunitas atau organisasi yang baik, dan fasilitas yang cukup iii memadai. Faktor Penghambat Rumah Baca Jendela lampung dalam meningkatkan minat membaca pada anak yaitu banyaknya adik-adik yang datang di kegiatan mingguan sedangkan para volunteer yang datang tidak sampai setengahnya dari jumlah adik-adik, kendala dalam pemanfaatan teknologi, koleksi buku yang belum di-upgrade, dan pencatatan administrasi buku yang masih terbilang manual. Kata kunci: Taman Baca Masyarakat, Strategi, Membaca. iv ABSTRACT Reading is one of the important activities for every human being. By reading we can find out a lot of information. The condition of reading interest in Indonesia is still very low, the fact revealed by UNESCO, Indonesia is second from the bottom regarding world literacy. Community Reading Parks are one of the efforts that can increase public interest in reading literacy. Bandar Lampung has a Community Reading Park, one of which is the Lampung Window Reading House, the Reading House has an average of child visitors that increases every year. The author conducted a study on the Strategy of the Lampung Window Reading House in increasing children's reading interest in Teluk Betung Bandar Lampung. With the aim of describing the Strategy carried out by the Lampung Window Reading House in increasing children's reading interest and the supporting factors and inhibiting factors of the Lampung Window Reading House in increasing children's reading interest. This study uses a qualitative descriptive approach. Data collection was carried out by conducting interviews, observations, and documentation. Data analysis used in this study was carried out by reducing the data, after which it was presented in the form of a description, and verified by drawing conclusions. The results of this study indicate that: The strategies carried out by the Jendela Lampung Reading House consist of carrying out interesting activity programs by conducting weekly learning and conducting collaborative activities, providing a mini library with interesting books, giving gifts or awards, literacy campaigns, namely collaborating with organizations, openness to visitors, utilizing technology and providing comfortable rooms and facilities. There are also Supporting Factors for the Jendela Lampung Reading House in increasing children's interest in reading. including good teamwork, high public trust, volunteers who have been trained with their duties, good relationships between communities or organizations, and adequate facilities. Inhibiting Factors for the Jendela Lampung Reading House in increasing children's interest in reading are the large number of children who come to weekly activities while the volunteers who come are less than half of the number of children, v obstacles in utilizing technology, book collections that have not been upgraded, and book administration records that are still relatively manual. Keywords: Community Reading Park, Strategy, Reading

    FEKTIVITAS PROGRAM PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT (Studi Kemiskinan Di Kelurahan Tanjung Aman Kecamatan Kotabumi Selatan Kabupaten Lampung Utara)

    No full text
    ABSTRAK Kemiskinan merupakan permasalahan yang sering terjadi di Negara berkembang khusunya Indonesia. Kemiskinan juga merupakan salah satu fokus yang menjadi ketertarikan bagi Indonesia dan kemiskinan juga dapat di lihat dari segi kekurangan atas kebutuhan manusia untuk layak hidup, seperti makanan, air bersih, sanitasi, sandang, papan, Kesehatan serta pendidkan. Sebab terjadinya kemiskinan karena ketidakberdayaan masyarakat untuk tidak berhenti dalam membahas persoalan kemiskinan yang terjadi terus menerus di kalangan masyarakat. Peningkatan Kesejahteraan oleh karena itu pemberdayaan dan peningkatan Kesejahteraan masyrakat di daerah sangat penting dikemukakan dari berbagai strategi Program dalam peningkatan Kesejahteraan masyarakat. Kemiskinan harus ditangani secara serius agar masyarakat mandiri, Sehingga masyarakat tidak terlalu ketergantungan bisa dikurangi. Dalam meningkatkan Kesejahteraan masyarakat maka Pemerintah sebagai Fasilitator, Regulator, dan Katasilator. Dimana tugas Pemerintah sebagai pembuat Program memiliki peran dalam memfasilitasi masyarkatnya agar mampu mencapai sebuah tujuan dari Program tersebut yaitu meningkatkan Kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan Permasalahn yang ditulis di atas penulis merumuskan beberapa rumusan masalah. 1. Bagaimana Proses Pemberian Bantuan Dari Pemerintah Daerah Lampung Utara Dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Di Kelurahan Tanjung Aman? 2. Bagaimana Efektivitas Pelaksanaan Program Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Di Kelurahan Tanjung Aman Kecamatan Kotabumi Selatan Kabupaten Lampung Utara? Metode Penelitian dalam skripsi ini adalah metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Adapun sifat dari penelitian ini adalah Kualitatif Deskriptif yaitu penulis akan mendeskripsikan dan memberikan gambaran data temuan yang ada di lapangan. Metode pengumpulan data berupa observasi yang dimana peneliti mengamati secara langsung dilapangan. Wawancara yang dimana peneliti berkomunikasi langsung secara verbal dalam bentuk percakapan untuk memperoleh informasi dan dokumentasi yang bertujuan untuk memperoleh gambaran umum deskripsi lokasi penelitian. Dalam wawancara yang digunakan kepada informan menggunakan teknik Snowball Sampling dan dokumentasi yang didapatkan dari kegiatan yang dilakukan oleh Kelurahan Tanjung Aman. Teori yang digunakan untuk menganalisis penelitian ini adalah Teori Kemiskinan Robert John Haylock Chambers dan Ade Cahyat yang didalamnya terdapat konsep intergrated concept. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya faktor-faktor internal dan faktor-foktor eksternal yang berpengaruh terhadap aspek�aspek sosial, budaya, agama, pendidikan, kesehatan, politik, ekonomi, dan sebagainya. Di satu pihak faktor-faktor internal sebagai potensi�potensi,atau kekuatan-kekuatan,dan kesempatan-kesempatan untuk mengembangkan sumber daya manusia dan sumber daya alam. Dipihak lain faktor-faktor eksternal sebagai tantangan-tantangan dalam perwujudan kesejahteraan sosial masyarakat Kelurahan Tanjung Aman. Hasil penelitian terhadap kualitas pelayanan secara umum pada aspek-aspek kehidupan masyarakat masih rendah. Struktur organisasi pemerintahan masih terlalu besar dalam personalia. Hal ini terlihat dari prosedur hubungan antar bidang dalam kepemerintahan dan urusan administrasi yang harus dilalui, sehingga memerlukan waktu yang terlalu lama. Kata Kunci: Kemiskinan, Kesejahteraan Sosial ABSTRACT Poverty is a problem that often occurs in developing countries, especially Indonesia. Poverty is also one of the focuses of interest for Indonesia and poverty can also be seen in terms of the lack of human needs for a decent life, such as food, clean water, sanitation, clothing, shelter, health and education. The cause of poverty is due to the powerlessness of the community not to stop discussing the problem of poverty that occurs continuously among the community. Increasing Welfare Therefore, empowering and increasing the Welfare of the people in the regions is very important to put forward from various Program strategies in increasing the Welfare of the community. Poverty must be taken seriously so that the community is self�sufficient, so that people who are not too dependent can be reduced. In improving people's welfare, the Government acts as a Facilitator, Regulator and Catalyst. Where the Government's task as a program maker has a role in facilitating the community so that they are able to achieve a goal of the program, namely increasing people's welfare. Based on the problems written above the authors formulate several problem formulations. First, what is the effectiveness of the Community Welfare Improvement Program in Tanjung Aman Village, Kotabumi Selatan District, North Lampung Regency? And secondly, what is the effectiveness of the process of providing assistance from the North Lampung Regional Government in Improving Community Welfare in Tanjung Aman Village? The research method in this thesis is a type of qualitative research with a type of field research (field research). The nature of this research is qualitative-descriptive, namely the author will describe and provide an overview of the data found in the field. The data collection method is in the form of observation in which the researcher observes directly in the field. Interviews where researchers communicate directly verbally in the form of conversations to obtain information and documentation that aims to obtain an overview of the description of the research location. In the interviews used with informants using the Snowball Sampling technique. and documentation obtained from the activities carried out by the Tanjung Aman Village. The theory used to analyze in this study is the Poverty Theory of Robert John Haylock Chambers and Ade Cahyat in which there is an integrated concept. The results of this study indicate that there are internal factors and external factors that influence social, cultural, religious, educational, health, political, economic, and so on aspects. On the one hand internal factors as potentials, or strengths, and opportunities to develop human and natural resources. On the other hand external factors as challenges in the realization of social welfare for the people of Tanjung Aman Village. The results of research on the quality of service in general on aspects of people's lives are still low. The organizational structure of government is still too large in terms of personnel. This can be seen from the procedures for relations between fields in governance and administrative affairs that must be passed, so that it takes too long. Keywords: Poorness, social welfar
    corecore