75,515 research outputs found
Muslim Tionghoa : Cheng Ho
Buku ini membahas catatan perjalanan muhibah Cheng Ho untuk bahan kajian ataupun renungan bagi generasi yang akan datang bahwa pada abad ke-14 telah ada seorang bahariwan asal tiongkok yang telah berlayar ke Asia Afrika.Buku ini terdiri dari Bagian:1. Mengembalikan sejarah yang tenggelam2. Cheng Ho di Indonesia - Apa dan Siapa3. Apa dan siapa Cheng Ho dalam Sejarah Indonesia4. Menggali sejarah Cheng Ho di Indonesia5. Cheng Ho dan Sejarah Indonesiaxiiv, 299 hlm.: ilus.; 22 c
Laksamana Cheng Ho (kedatangan ke Nusantara dan pengaruhnya terhadap diplomatik Cina-Nusantara tahun 1405-1433)
Skripsi ini menunjukkan bahwa kedatangan Cheng Ho ke Nusantara merupakan misi diplomatik yang diembannya dari Kekaisaran Ming. Dalam rentang waktu kurang lebih 27 tahun, Cheng Ho melakukan tujuh kali pelayaran ke Nusantara dengan armada yang besar. Kedatangan yang membawa misi diplomatik turut berimbas pada hubungan perniagaan dan kebudayaan Nusantara waktu itu.x, 66 hlm.; 29 c
Alienigena Cheng, Ho & Dai, 2016, gen. nov.
Alienigena gen. nov. Diagnosis. Body elongate and slender. Segmentation of body indistinct. Cephalosome triangular, with prominent posterolateral expansions in dorsal view. Urosome 4-segmented in female and 5-segmented in male. Caudal ramus with six setae. Antennule 7-segmented. Antenna 4-segmented; third segment with three setae; fourth segment tipped with one well developed terminal claw. Mandible weakly bilobate along inner margin and with large process on convex side. Maxillule with four setae. Maxilla 2-segmented; second segment terminating in distal lash. Maxilliped 3-segmented in female; 4-segmented in male. Legs 1–4 biramous with 3-segmented exopods and 1- (leg 4) or 2-segmented endopods (legs 1–3). Leg 5 reduced, represented by three setae. Leg 6 represented by two setae. No sexual dimorphism in legs 1–4. Type species. Alienigena triangula gen. et sp. nov. (by original designation). Etymology. The generic name is derived from the Latin “ Alienigena ”, meaning stranger. It refers to the most remarkable and unique features such as the body shape and armature of legs 1–4 in the type species. Gender feminine.Published as part of Cheng, Yu-Rong, Ho, Ming-Jay & Dai, Chang-Feng, 2016, Four anchimolgid copepods (Poecilostomatoida: Anchimolgidae) associated with the scleractinian coral Pavona explanulata (Lamarck, 1816) in Taiwan, pp. 274-290 in Zootaxa 4174 (1) on page 275, DOI: 10.11646/zootaxa.4174.1.19, http://zenodo.org/record/26074
Cheng Ho : Penyebar Islam dari China ke Nusantara
Ditulis berdasarkan peninggalan sejarah serta naskah kuno, buku ini mengajak Anda menelusuri lebih dalam lagi jejak perjalanan Cheng Ho dalam menyebarkan agama Islam di Indonesia. Cheng Ho adalah pejuang muslim China yang hidup di masa Dinasti Ming (1403-1424 M). Pada abad ke 15, Cheng Ho memulai pelayarannya yang panjang menuju Malaka.Dalam pelayarannya ini, ia banyak belajar tentang agama Islam mulai dari daratan China, Yunnan, Champa, Jawa, Melayu, Arab, hingga India.Di Indonesia sendiri, kala itu Islam telah masuk lewat pedagang dari Gujarat (India) dan Timur Tengah. Tapi, Cheng Ho membawa gelombang China masuk ke Asia Tenggara diikuti arus penyebaran agama Islam yang damai
PERANAN CHENG HO DALAM PERKEMBANGAN AGAMA ISLAM DI INDONESIA TAHUN 1405-1433
Skripsi ini berjudul “Peranan Cheng Ho dalam Perkembangan Agama Islam di Indonesia Tahun 1405-1433”. Permasalahan yang dibahas dalam skripsi ini adalah mengenai latar belakang kehidupan Cheng Ho, peran Cheng Ho dalam perkembangan agama Islam di Indonesia Tahun 1405-1433 dan dampak peran Cheng Ho dalam perkembangan agama Islam di Indonesia Tahun 1405-1433. Metode penelitian yang digunakan adalah metode historis yaitu dimulai dengan mengumpulkan berbagai sumber tulisan maupun lisan, kritik sumber secara internal dan eksternal, interpretasi dan historiografi. Dalam melakukan penelitian penulis banyak menggunakan teknik studi litelatur yaitu mengumpulkan berbagai sumber tulisan yang relevan dengan kajian skripsi, dan teknik wawancara untuk melengkapi sumber tulisan.
Cheng Ho merupakan seorang laksamana yang berasal dari China, lahir pada tahun 1371 M dari sebuah keluarga Muslim Cheng Ho kecil belajar mengenai ajaran Islam dan juga dunia kelautan dari Ayahnya yang sudah melaksanakan ibadah haji ke Mekkah, bernama Ma Haji yang merupakan seorang pelaut dan hal tersebut menginspirasi Cheng Ho untuk melakukan pelayaran. Ketika masih anak-anak berusia belasan tahun Cheng Ho ditangkap tentara Ming dan bekerja di istana dengan mengabdi terhadap putra kaisar yang keempat, Zhu Di (Yong Le). Ketika naik tahta menjadi kaisar, Yong Le memperintahkan Cheng Ho untuk memimpin misi pelayaran akbar Dinasti Ming ke Samudera Barat dengan tujuan perdagangan dan persahabatan.
Pelayaran muhibah Dinasti Ming yang dipimpin oleh Cheng Ho dengan misi perdagangan dan persahabatan dilakukan dengan berkunjung ke berbagai negara termasuk Indonesia dilakukan selama 7 kali, dari tahun 1405-1433. Ketika berada di Indonesia, Cheng Ho dipercaya tidak hanya melaksanakan misi Dinasti Ming, tetapi juga mempunyai misi pribadi yaitu menyebarkan agama Islam. Peran Cheng Ho dalam perkembangan agama Islam di Indonesia diantaranya adalah melakukan syiar Islam, memberikan fasilitas kepada komunitas Muslim China bermazhab hanafi, membangun masjid-masjid, membantu dalam proses Islamisasi yang kebanyakan masyarakat China perantauan dan mengamalkan perbuatan yang sesuai dengan ajaran agama Islam.
Peran Cheng dalam kegiatan agama Islam di berbagai negara, termasuk Indonesia tersebut hanya sedikit yang tercatat dalam catatan-catatan Dinasti Ming. Ada beberapa hal kenapa peran Cheng Ho dalam agama Islam tidak tercatat, seperti misi Cheng Ho dalam penyebaran agama Islam bukan merupakan misi Dinasti Ming dan Islam bukan agama mayoritas masyarakat China maupun Kaisar Dinasti Ming dan pejabat di kalangan istana. Kapan Cheng Ho wafat masih diperdebatkan oleh para sejarawan, antara tahun 1433, 1434 atau 1435. Dampak peran Cheng Ho dalam perkembangan agama Islam di Nusantara, diantaranya muncul beberapa komunitas Muslim China, pembangunan masjid-masjid, komunitas Muslim China mazhab Hanafi yang ada di Indonesia lebih terorganisir keberadaannya setelah dibimbing serta diarahkan oleh Cheng Ho, sedangkan kehidupan bersama secara rukun dan damai hidup berdampingan menjadi warisan terbesar Cheng Ho di Asia Tenggara.
The study is based on the author's concerns of theory the arrival of Islam to Indonesia contained in textbooks of history in schools. The entry of Islam into Indonesia mentioning mostly origin of Indian, Arabic and Persian, but the theory of China was never mentioned in textbooks. Therefor, the authors wanted to examine the role of one of China's Muslim leaders and never stepped foot on the archipelago, which Admiral Zheng He in the development of Islam in the archipelago in 1405-1433. The problems discussed are the background of the life of Zheng, Zheng role in the development of Islam in Indonesia in 1405-1433 and the impact of Cheng Ho's role in the development of Islam in Indonesia in 1405-1433. Zheng He was an admiral from China, was born in the year 1371 AD from a Muslim family and a sailor. Zheng He had served the emperor's fourth son, Zhu Di (Yong Le). When ascended the throne as emperor, Zheng Yong Le gave an order of mission to lead a grand voyage of the Ming Dynasty to the Western Ocean with the purpose of trade and friendship. The shipping is done by visiting various countries including Indonesia conducted over 7 times, from the years 1405 to 1433. When in Indonesia, Zheng He believed that a personal mission to spread Islam. Impact Zheng role in the development of Islam in the archipelago, of which emerged some Muslim communities of China, the construction of mosques, while living together in harmony and peaceful coexistence be the greatest legacy of Zheng He in Southeast Asia.
Keyword: Cheng Ho, Islamisasi, Dakwah, Pelayaran Muhibah
Two new species of Digamasellidae from Taiwan (Acari: Mesostigmata)
Ma, Li-Ming, Ho, Chyi-Chen, Wang, Shun-Cheng (2014): Two new species of Digamasellidae from Taiwan (Acari: Mesostigmata). Zootaxa 3768 (1): 43-58, DOI: 10.11646/zootaxa.3768.1.
Peran Cheng Ho dalam pelayaran Cina ke nusantara tahun 1405-1433
Sudah sejak lama hubungan antara daratan China terjalin dengan Nusantara. Para pelaut China yang hendak berlayar ke India biasanya mendarat sejenak di pulau Jawa dan Sumatera. Saat China dibawah kepemimpinan Zhu Di, diutuslah seorang pelaut bernama Laksamana Cheng Ho dalam misi mempropagandakan kebesaran China ke beberapa negara, salah satunya Nusantara. Cheng Ho sendiri terlahir dari keluarga Muslim yang berasal dari bangsa Hui. Dalam kunjungan diplomatiknya untuk mempengaruhi politik luar negeri Dinasti Ming tetap kuat dengan Nusantara, ia juga secara tidak langsung memberi dampak dalam proses Islamisasi di Nusantara.
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui: Pertama, Bagaimana Biografi Cheng Ho? Kedua, Bagaimana Peran Cheng Ho dalam Pelayaran ke Nusantara Tahun 1405-1433? Ketiga, Bagaimana Peran Cheng Ho dalam Islamisasi Tahun 1405-1433?
Adapun metode penelitian yang digunakan pada proses penelitian ini ialah metode penelitian sejarah yang terdiri dari empat tahap, terdiri dari: Heuristik (pengumpulan sumber), kritik (menganalisis keaslian sumber), interpretasi (penafsiran data), dan historiografi (penulisan sejarah).
Berdasarkan hasil penelitian ditemukan beberapa kesimpulan: Pertama, Dinasti Ming merupakan era bangkitnya Islam di Tiongkok. Kesenian, pendidikan, serta kebudayaan Tiongkok dan Islam mengalami banyak percampuran. Guna mengokohkan kekuasaan Dinasti Ming, maka pada masa kekaisaran Zhu Di, diutuslah beberapa panglima angkatan laut untuk melegitimasikan kekuasaan Tiongkok. Wilayah Nusantara sendiri disinggahi oleh Laksamana Cheng Ho, seorang kasim istana yang juga menjadi sahabat karib Kaisar Zhu Di. Kedua, dalam tujuh pelayaran yang dilakukan Cheng Ho, terdapat kesan mendalam yang mengisyaratkan bahwa ia merupakan seorang pemimpin yang berbakat dan selalu bisa membawa hawa damai di berbagai penjuru dunia, terutama di wilayah-wilayah yang di kunjunginya termasuk Nusantara. Pelayaran Cheng Ho ke Nusantara membawa misi yang bersifat politik, diplomasi, memajukan perdagangan luar negeri, pertukaran budaya, serta mempelajari dunia maritim, sangat membatu raja-raja di Nusantara serta saling menguntungkan satu sama lain seperti dengan Kerajaan Malaka, Kerajaan Lambri, Kerajaan Sriwijaya, bahkan Kerajaan Majapahit. Ketiga, Cheng Ho secara tidak langsung memberikan dampak besar dalam proses Islamisasi Malaka ke Islam serta penduduk Cina perantau di Nusantara. Pertukaran serta akulturasi budaya dan arsitektur yang dibawa Cheng Ho di Nusantara pun masih dapat ditemui hingga saat ini
Sejarah pelayaran Cheng Ho di Indonesia pada abad ke-15 dan jejak peradabannya
Penelitian skripsi ini fokus penelitian yang dilakukan penulis dalam penelitian ini adalah, 1. Bagaimana latar belakang pelayaran Cheng Ho di Indonesia?, 2. Bagaimana sejarah pelayaran Cheng Ho di Indonesia pada abad ke- 15?, 3. Bagaimana jejak peradaban Cheng Ho di Indonesia? Skripsi ini disusun berdasarkan metode penelitian sejarah dengan tahapan heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Dalam menjawab permasalahan tersebut, peneliti menggunakan pendekatan sejarah dan teori peran sosial yang dikemukakan oleh Peter Burke, yang mendefinisikan peranan sosial sebagai pola- pola atau norma- norma perilaku yang diharapkan dari orang yang menduduki suatu posisi tertentu dalam struktur sosial dan dalam kaitannya dengan penelitian ini, memiliki hubungan dengan peran seorang kasim Cheng Ho yang memiliki fungsi jelas bahwa melayani masyarakat istana namun karena loyalitasnya, Cheng Ho diberi kepercayaan dari bangsawan, pejabat-pejabat, bahkan langsung dari maha raja untuk menjadi penasehat maha raja yang sangat dipercaya mengatur berbagai urusan birokrasi di istana hingga Cheng Ho diletakkan sebagai kepala urusan China perantauan dan hubungan luar negeri kawasan Asia Tenggara. Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, 1. Latar belakang pelayaran Cheng Ho di Indonesia dipengaruhi oleh hubungan diplomatik, perniagaan (perdagangan rempah-rempah), dan Islamisasi (menyebarkan agama Islam), 2. Titah kaisar Dinasti Ming kepada Cheng Ho untuk memimpin pelayaran besar ke Asia- Afrika dan salah satunya Indonesia, negara yang sering dikunjungi Cheng Ho bersama juru mudinya selama tahun 1405 hingga 1433, dan 3. Jejak peradaban Cheng Ho di Indonesia yang merupakan hasil dari kerja kerasnya dalam melakukan beberapa pelayaran, perjumpaan, dan interaksi dengan daerah-daerah di Indonesia
Laksamana Cheng Ho panglima islam penakluk dunia : Kisah ekspedisi Tionghoa muslim terbesar sepanjang sejarah
Siapa yang tak kenal Laksamana Cheng Ho?Cheng Ho, seorang panglima Islam penakluk lautan dan daratan dari negeri Cina di bawah dinasti Ming (1368-1644). Cheng menjelajahi lebih dari 30 negara. Buku biografi dengan judul Laksamana Cheng Ho ini menarasikan sejarah emas Cheng Ho selama di Nusantara dan Asia Tenggara lainnya. Cheng Ho disebut-sebut sebagai seorang Laksamana yang mampu memimpin pelayaran terbesar dalam sejarah umat manusia. Cheng Ho hampir menghabiskan sebagian hidupnya memimpin armada besarnya. Ia memimpin lebih daria 200 awak kapal beserta 30.000 orang di dalamnya.Sosok Cheng Ho tidak hanya dikenal sebagai diplomat ulung yang mampu membangun hubungan multilatelral dengan beberapa kerajaan di dunia. Ia juga dikenal seabagai penyebar agama islam yang memiliki sifat dan kepribadian yang arif dan bijaksana.Pengaruhnya dalam menyebarkan Islam telah merambah hingga ke Asia Tenggara, khususnya Nusantara. Wajar, jika Cheng Ho kemudian mempunyai hubungan historikal yang kuat, khususnya dalam menyebarkan budaya dan Islam dari China ke Indonesia. Ekspedisi pelayaran Laksamana Cheng Ho tidak hanya meninggalkan kesan mendalam kepada penduduk Nusantara, melainkan juga kepada masyarakat yang pernah disinggahinya.239 hlm.; illus. 14 x 20,5 c
Shang han ming li lun
張仲景述 ; 王叔和撰次 ; 成無己注解.綫裝.框17.6x12.8公分, 10行20字, 小字雙行同. 白口, 左右雙邊, 單黑魚尾. 版心上鐫題名, 中鐫卷次, 下鐫葉次.書名頁刻"傷寒論, 張仲景先生著, 成無己先生註解, 光緖庚辰重鐫, 附明理論, 埽葉山房藏板"《中國中醫古籍總目》(00671)著錄.附: 傷寒明理論 : 四卷 / 成無己撰 ; 卷前附"論圖"鈐"莊兆祥印", "莊兆祥"Xian zhuang.Kuang 17.6 x 12.8 gong fen, 10 hang 20 zi, xiao zi shuang hang tong. Bai kou, zuo you shuang bian, dan hei yu wei. Ban xin shang juan ti ming, zhong juan juan ci, xia juan ye ci.Detailed notes in vernacular field only.Detailed notes in vernacular field only.Zhang Zhongjing shu ; Wang Shuhe zhuan ci ; Cheng Wuji zhu jie.Fu: Shang han ming li lun : si juan / Cheng Wuji zhuan ; juan qian fu "Lun tu"Qian "Zhuang Zhaoxiang yin", "Zhuang Zhaoxiang
- …
