628 research outputs found

    MOTIVASI MAHASISWA PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR (PGSD) PADA PEMBELAJARAN MATA KULIAH PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK MELALUI QUANTUM TEACHING BERBASIS PROJEK

    Full text link
    Pengembangan potensi diri mahasiswa perlu dioptimalkan melalui pendidikan ataupembelajaran sebagai upaya strategis dalam mewujudkan sumber daya manusia. Keberhasilanstudi mahasiswa dipengaruhi oleh banyak faktor yang berasal dari dalam dan luar mahasiswa.Faktor dari luar misalnya fasilitas belajar, cara mengajar dosen, sistem pemberian umpanbalik dan lain sebagainya, sedangkan faktor dari dalam meliputi kecerdasan, strategi belajarmahasiswa, motivasi, kemandirian belajar, dan lain sebagainya. Motivasi merupakan salahsatu prasyarat yang sangat penting dalam proses pembelajaran, selain kelengkapan fasilitasbelajar, serta dosen yang tersedia. Dengan motivasi ada harapan supaya mahasiswa dalammengikuti perkuliahan mempunyai semangat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengujipeningkatan motivasi belajar mahasiswa pendidikan guru sekolah dasar yang mengikutiperkuliahan perkembangan peserta didik. Metode penelitian ini menggunakan action researchmelaui quantum teaching berbasis proyek yaitu dengan memberi tugas kepada mahasiswasecara langsung ―real work project‖ dengan menggunakan dua langkah yaitu merancangproyek dan mengumpulkan data (mengukur motivasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa:(1) mahasiswa termotivasi dengan penerapan metode berbasis proyek, (2) level motivasimahasiswa meningkat dalam mengikuti mata kuliah perkembangan peserta didik.Kata Kunci: motivasi, quantum teaching, metode proye

    Artikel ADM Muhamad Rido

    No full text
    Students are a very important element in educational and teaching activities in schools. Educational institutions are established for the benefit of students. Therefore it needs to get enough attention from the implementation of education in order to achieve the objectives of national education as a whole.Therefore, as a prospective educator later, in order to be able to administer for students so that the learning process runs well it is necessary to understand about the administration of students / students. Therefore, the author tries to make a paper that discusses the administration of students

    PENERAPAN MODEL RESEARCH BASED LEARNING (RBL) UNTUK MENINGKATKAN PROSES DAn HASIL BELAJAR MATA KULIAH BIMBINGAN DAN KONSELING MAHASISWA PROGRAM S1 PGSD

    Full text link
    The aims of this resoarch are (1) to descibe the aplication of rcsearch based leaming model to increase process teaching leaming on subject guidance and counceling for sfudents 51 PGSD (2) to desr;nrr. the aplicatioan of research based leaming mMelto increase rcsuft leaming on subject guidance and counseling for student 51 PGSD (3/ to assisf on student 51 PGSD on training of seff competent on research prcject. The method in this research used classroom action researcfi (C;/.R). Acoording to CAR principles therc are research cycles, wherc the number of research cycles conslsf of fours s/epg /iere are: planning, actionn, obseruation and reflertion. The rcsuft of the research can be cnnclude that (1) the using of research based leaming model in process leaming and teading can rcach acliv$ leaming, independent leaming and dudent achievement (2) the using of research based leaming model ln prooe&s leamlng and teaching on sublect guldance and counseling to increase succes rh sludy and studenfs of result leaming can increase in finally, fhis rs can 6e see, in average of class frcm quiz one 69,A0, quiz two 77,00, and quiz thrce Tg,N. Keywords: maeasg p/ocess and resuft leaming, research based leaming model

    UPAYA PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATA KULIAH STRATEGI BELAJAR MENGAJAR MENGGUNAKAN ACTIVE LEARNING MODEL (QUANTUM LEARNING) MAHASISWA PROGRAM S1 PGSD

    Full text link
    The aim of This research Is to improve the quantity teaching learning process on subject strategi,belajar mengajar,with quantum learning model of student S1 PGSD. method used in this research is classroom action research (CAR) According to CAR cnnaptes there are research cycles.,where the number of research :cycles consist of fours steps tnere are : planning' action execution, observatorv and reflextion the result of the research shows that (1) the using methd o'f quantum leaming in process to learn teaching can reach activity leaming independent and student achievement (2) the using method quantum learning in process to learn and teaching on subject strategi belaiar mengaiar -to ^reach,succes in study and students can learn in finally this is can be see in avenge of class from quiz one 67'00, quiz two 75.00' and quiz three 77,00

    PENGEMBANGAN KINERJA GURU DALAM IMPLEMENTASI PROGRAM MAGANG 3 MAHASISWA PGSD

    Full text link
    Abstrak. Penelitian ini bertujuan: (1) mengoptimalkan kinerja guru sekolah dasar dalam implementasi kurikulum tahun 2013, (2) mengoptimalkan pembimbingan mahasiswa program magang 3 pendidikan guru sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan model siklus. Penelitian diawali dengan pra tindakan, tindakan 1, dan tindakan 2 dan seterusnya. Subjek penelitian adalah guru pamong yang bertugas di SD-SD tempat program magang 3 atau PPL mahasiswa PGSD yang berjumlah 12 SD. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi kinerja, dan angket. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan data hasil penelitian pengembangan kinerja guru dalam implementasi kurikulum 2013 dari pratindakan 76.86%, meningkat menjadi tindakan siklus 1 84,4% dan tindakan siklus 2 meningkat menjadi 91,96%. Berdasar tindakan mahasiswa calon guru dalam melaksanakan kurikulum 2013 mencapai capaian angka persentase sebesar 76,95% dalam kategori baik. Dari data tersebut dapat simpulkan (1) Pengembangan kinerja guru dalam implementasi kurikulum tahun 2013 dapat meningkat (2) pengembangan program magang 3 mahasiswa PGSD dalam implementasi kurikulum 2013 dapat dioptimalkan.Kata Kunci: Kinerja Guru, Program Magang, Implementasi Kurikulu

    UPAYA PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATA KULIAH STRATEGI BELAJAR MENGAJAR MENGGUNAKAN ACTIVE LEARNING MODEL (QUANTUM LEARNING) MAHASISWA PROGRAM S1-PGSD

    Full text link
    The aim of this research is to improve the quality teaching learning process on subject strategi belajar mengajar with quantum leaming model of students 81 PGSD. Method used in this research is classroom action research (CAR). According to CAR principles there are research cycles, where the number of research cycles consist of fours steps, there are : planning, action execution, observation and reflextion The result of the research shows that (1) the using method of quantum Ieamlng in process to learn and teaching can reach activity teaming, independent Ieamlng and student achievement (2) the using method quantum learning in process to team and teaching on subject strategi belajar mengajar to reach succes in study and students can learn in finally, this is can be see in average of class from quiz one 67,00, quiz two 75,00, and quiz three 77,00, Keywords: improve, teaching Ieamlng process, quantum learning model

    PENGELOLAAN KELAS YANG BAIK DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI KELAS INKLUSI

    Full text link
    Abstrak.Artikel ini bertujuan untuk mengetahui tata cara pengelolaan kelas bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) yang baik yang dapat dilakukan oleh guru yang erat kaitannya dengan pendidikan inklusif. Metode penelitian yang digunakan yakni dengan studi kepustakaan. Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan studi penelaahan terhadap buku-buku, litertur-literatur, catatan-catatan, dan laporan-laporan yang ada hubungannya dengan masalah yang dipecahkan. Sumber-sumber kepustakaan dalam penelitian ini diperoleh dari buku, jurnal dan hasil-hasil penelitian (skripsi, tesis dan disertasi). Sehingga dalam artikel ini meliputi proses umum seperti: mengidentifikasikan teori secara sistematis, penemuan pustaka, dan analisis dokumen yang memuat informasi yang berkaitan dengan topik penelitian. Hasil penelitian ini yaitu berupa cara-cara yang dapat dilakukan oleh guru untuk dapat mengelola kelas bagi anak berkebutuhan khusus dengan baik.Kata kunci: ABK, pendidikan inklusi, pengelolaan kela

    THE P5 AND PPRA MODEL IN INCLUSIVE SCHOOLS

    Full text link
    Abstract This study aims to determine the P5 and PPRA models (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila and Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin) as a Project of Strengthening Pancasila Student Profiles and Student Profile of Rahmatan Lil' Alamin in Inclusive Schools and their supporting and inhibiting factors. The subjects in this study were inclusive elementary schools in Kebumen, namely SD Negeri 2 Pejagoan and MI Maarif Sidomulyo. This study used a qualitative approach with a type of phenomenology. Data collection was through observation, interviews, and documentation. Analysis techniques used were the Miles and Huberman model, namely condensation, display, and conclusion/verification data. The results of the analysis indicated that the P5 and PPRA model in inclusive schools had been outlined in the annual program and school semester program, which were then developed in the flow of learning objectives and teaching modules, making them flexible according to the characteristics of students with special needs. The existence of good partnerships between schools, families, and the community was the dominant factor supporting P5 and PPRA, and the lack of learning facilities and media was an inhibiting factor in strengthening P5 and PPRA.Abstract This study aims to determine the P5 and PPRA models (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila and Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin) as a Project of Strengthening Pancasila Student Profiles and Student Profile of Rahmatan Lil' Alamin in Inclusive Schools and their supporting and inhibiting factors. The subjects in this study were inclusive elementary schools in Kebumen, namely SD Negeri 2 Pejagoan and MI Maarif Sidomulyo. This study used a qualitative approach with a type of phenomenology. Data collection was through observation, interviews, and documentation. Analysis techniques used were the Miles and Huberman model, namely condensation, display, and conclusion/verification data. The results of the analysis indicated that the P5 and PPRA model in inclusive schools had been outlined in the annual program and school semester program, which were then developed in the flow of learning objectives and teaching modules, making them flexible according to the characteristics of students with special needs. The existence of good partnerships between schools, families, and the community was the dominant factor supporting P5 and PPRA, and the lack of learning facilities and media was an inhibiting factor in strengthening P5 and PPRA

    MPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DI SEKOLAH DASAR MASALAH DAN SOLUSINYA (STUDI KASUS DI KABUPATEN KEBUMEN)

    No full text
    &lt;p&gt;Tujuan penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan secara mendalam tentang  implementasi kurikulum 2013 pada jenjang sekolah dasar di Kabupaten Kebumen, (2) mendeskripsikan secara rinci permasalahan dan alternatif solusinya dalam  implementasi kurikulum 2013 pada jenjang sekolah dasar di Kabupaten Kebumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus di wilayah Kabupaten Kebumen pada tahun 2017. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 40 sekolah dasar yang telah melaksanakan kurikulum 2013. Teknik Pengumpulan datanya menggunakan observasi, wawancara mendalam, dan forum grup diskusi. Sumber data meliputi siswa, guru, dan kepala sekolah. Analisis datanya menggunakan analisis kualitatif, yaitu pengumpulan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Implementasi kurikulum 2013 pada jenjang sekolah dasar di Kabupaten Kebumen menapai 68,3%. (2) permasalahan yang dihadapi adalah: (a) kelengkapan, keterbacaan, kegrafikan, dan ketepatan waktu pengadaan buku siswa, (b) kesesuaian, kelengkapan, keterbacaan, dan ketepatan pengadaan buku guru, (c) materi pelatihan, kompetensi instruktur, dan alokasi waktu pelatihan guru, (d) pemahaman buku teks, pencapaian Kompetensi Inti, dan pendekatan Saintifik pada proses pembelajaran, (e) pemahaman tentang konsep dan prosedur penilaian, (f) manajemen sekolah, (g) layanan bantuan kesulitan belajar, peminatan, konseling, dan administrasi kesiswaan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut telah direkomendasikan alternatif solusi sesuai dengan jenis permasalahannya.&lt;/p&gt;</jats:p
    corecore