1,720,954 research outputs found
POLA INTERAKSI ANTARA PENGURUS DAN ANGGOTA KARANG TARUNA PURONISME DI DUSUN PURON, KELURAHAN TRIMURTI, KECAMATAN SRANDAKAN, KABUPATEN BANTUL
Penelitian ini bertujuan untuk mengamati dan mengeksplorasi bagaimana pola interaksi yang terjadi dan dampaknya antara pengurus dan anggota Karang Taruna Puronisme di Dusun Puron, Kelurahan Trimurti Kecamatan Srandakan Kabupaten Bantul. Sebagai sebuah wadah kegiatan sosial remaja dan pemuda dalam Karang Taruna terdiri dari pengurus dan anggota yang menjalankan program kerja dalam satu masa kepengurusan. Selama masa kepengurusan itu akan terjadi interaksi yang terus-menerus terjadi dan berulang. Interaksi yang berulang ini terjadi karena intensitas kegiatan untuk bertemu dan berkomunikasi tinggi dikarenakan tempat tinggal yang berdekatan. Dari interaksi yang terjadi akan menimbulkan keakraban diantara pengurus dan anggota. Interaksi tersebut akan membentuk sebuah pola interaksi. Terdapat dua jenis pola interkasi yang terjadi yaitu simetris dan komplementer antara pengurus dan anggota Karang Taruna. Kedua pola ini memiliki dampak yang berbeda terhadap kepengurusan dan kegiatan Karang Taruna Puronisme.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Informan berjumlah 8 orang dengan 2 kategori yaitu pengurus dan anggota Karang Taruna. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara semi terstruktur, dokumentasi, dan kajian kepustakan. Validitas data menggunakan teknik triangulasi, yaitu triangulasi sumber. Analisis data menggunakan model analisis Miles dan Huberman, yaitu pengumpukan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi data.
Hasil penelitian memperlihatkan beberapa temuan bahwa interaksi yang terjadi antara pengurus dan anggota Karang Taruna Puronisme tidak lepas dari hubungan akrab antara pengurus dan anggota yang sudah lama terjalin. Hubungan akrab dalam Karang Taruna ditandai dengan keramahtamahan dan kasih sayang, kepercayaan, pengungkapan diri , dan tanggung jawab. Dari keakraban ini kemudian memunculkan pola interaksi simetris dan komplementer. Pola simetris dilihat dari anggota yang mengelak atau memberontak ketika ditunjuk menjadi panitia atau ketua panitia. Dampak pola simetris ini adalah terhambatnya kegiatan yang dilakukan. Pola interaksi komplementer dilihat dari kepatuhan anggota terhadap arahan pengurus. dampak dari pola komplementer ini adalah kegiatan Karang Taruna berjalan lancara dan sesuai dengan perencanaan.
Kata kunci : Karang Taruna, Keakraban, Pola interaks
LAPORAN INDIVIDU KEGIATAN PPL
Praktik Pengalaman Lapangan merupakan salah satu mata kuliah wajib lulus
bagi mahasiswa Strata 1 program studi kependidikan Universitas Negeri Yogyakarta.
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) ini menjadi sarana mahasiswa untuk menerapkan
ilmu dan teori yang sudah dipelajar di bangku perkuliahan secara nyata sebagai
seorang pendidik. Kegiatan PPL menempatkan mahasiswa untuk melakukan interaksi
langsung kepada siswa, guru, dan juga kultur sekolah. Interaksi yang dilakukan tidak
hanya sekedar ketika jam pelajaran tetapi dilakukan selama kegiatan PPL untuk
memberikan pengalaman kepada mahasiswa PPL. Kegiatan PPL pada tahun akademik
2015/2016 berlangsung selama dua bulan terhitung dari tangga 15 Juli 2016 sampai
dengan 15 September 2016. PPL dilaksanakan di SMA Negeri 1 Srandakan. Sebelum
pelaksanaan PPL terlebih dahulu dilakukan kegiatan observasi di bulan Februari dan
Maret 2016 untuk mengetahui tentang kondisi sekolah dan kegiatan pembelajaran
yang berlangsung. . Kegiatan PPL berlokasi di SMA Negeri 1 Srandakan. Sebelum
melakukan kegiatan belajar mengajar, kegiatan PPL diawali dengan kegiatan observasi
pra PPL di bulan Juni 2015. Kegiatan PPL tahun ini meliputi : observasi, pembuatan
perangkat pembelajaran, kegiatan belajar mengajar, hingga evaluasi pembelajaran.
Seluruh kegiatan tersebut dikoordinasi dan dikonsultasikan dengan guru pembimbing
di sekolah serta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL)
Dalam pelaksanaan PPL ini, mahasiswa (penulis) berkesempatan untuk
melakukan kegiatan belajar mengajar di kelas X.5 dan XI IPS 2. kurikulum yang
digunakan di sekolah ini adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP),
sehingga penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) disesuaikan dengan
Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar pada KTSP. Metode pembelajaran yang
digunakan adalah ceramah, diskusi kelompok dan presentasi. Sedangkan media
pembelajaran yang digunakan adalah berupa film media pembelajaran. Peralatan yang
digunakan antara lain white board, dan spidol. Dalam ketentuan PPL mahasiswa
praktikan diwajibkan mengajar selama minimal 8 kali tatap muka untuk,. Alokasi
waktu setiap pertemuan adalah 2 jam pelajaran untuk kelas X dan 3 jam pelajaran
untuk kelas XI. Jadi dalam satu minggu mahasiswa praktikan mengajar 5 jam
pelajaran.
Hasil yang diperoleh dari kegiatan PPL yaitu mahasiswa mendapatkan
pengalaman nyata berkaitan dengan perencanaan, penyusunan perangkat
pembelajaran, proses pembelajaran dan pengelolaan kelas, serta evaluasi
pembelajaran. Selain itu mahasiswa juga mendapatkan ilmu tentang bagaimana cara
berinteraksi dan mengelola siswa di luar kelas. Karena guru tidak hanya memberikan
ilmu dikelas namun juga mendidik siswa di luar kelas
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
Author-wise bibliometric analysis based on entropy.
Author-wise bibliometric analysis based on entropy.</p
- …
