1,720,981 research outputs found
Bisnis Properti : Nalar Bisnis dalam Tafsir Kesemestaan
Motivator mengajarkan pentingnya memiliki impian tetapi sedikit yang memberi ruang untuk bermimpi. Mimpi dan interaksinya dengan realitas alam membuat manusia berimajinasi dan berkreasi. Begitu pun dalam dunia bisnis. Ia hadir bersama mereka yang memiliki imajinasi atas kemampuannya dalam mengindra alam.
Tidak akan ada pendidikan bisnis--sebetapa pun hebatnya sebuah kampus didirikan--tanpa kerja keras dan inovasi. Bisnis hanya mungkin ditransformasi oleh mereka yang memiliki ruang impian. Menjadi pebisnis dapat diwujudkan oleh mereka yang sanggup lupa dan rela menunda kebahagiaan dirinya meski untuk sementara.
Buku ini hadir untuk menginspirasi bagaimana hidup yang dikonstruksi dalam nalar imajinasi. Imajinasi sebagai ruang untuk bermimpi dan tentu saja cara mewujudkannya. Buku ini membuka langkah untuk mewujudkan mimpi dengan bisnis properti. Bisnis properti itu indah, tetapi tidak mudah. Bisnis properti itu mudah, tetapi perlu imajinasi kreatif. Bisnis properti itu butuh banyak aransemen dan keberanian untuk melompat, tanpanya tidak mungkin dapat berkembang
Filsafat pengetahuan
Buku ini ditulis dalam keakuannya sendiri sebagai sebuah novel filsafat yang berhasrat menemukan sesuatu dalam balutan tulisan sederhana meski membacanya dituntut pelan dan penuh kehati-hatian. Buku ini, hadir dengan semangat menunjukkan bahwa memang setiap fase dan setiap komunitas umat manusia, selalu memberi warna atas tumbuh dan berkembangnya ilmu pengetahuan.viii, 255 hlm, 20,5 x 13,5 c
Filsafat Ilmu : mencari makna tanpa kata dan mentasbihkan Tuhan dalam nalar
Pengakuan bahwa ada Tuhan yang harus disembah bukanlah kepentingan Tuhan, tetapi melembaga menjadi suatu kesadaran kolektif manusia. Pengakuan akan eksistensi Tuhan di balik semua realitas materiil. "lahir" atau malah dilahirkan dalam narasi filosofis. Dalam nalar ini, hampir tidak ada satu entitas manusia pun yang merasa tidak perlu Tuhan. Setiap manusia selalu harus meyakini bahwa Tuhan mereka ada dan keberadaan-Nya harus dianggap benar-benar nyata. NAmun karena nalar manusia-termasuk dalam merumuskan Tuhan-satu sama lain berbeda, maka rumusan dan wujud Tuhan pun pasti berbeda. Jadi, meskipun manusia sama-sama mengakui bahwa Tuhan itu ada dan Tunggal, tetapi bagaimana yanga dan Tunggal itu dipersepsi, satu sama lain ternyata berbeda. Isi didalamnya memaksa kita merenungkan sesuatu yang dalam banyak kasus terkesan antah berantah, semisal menganalisis apa yang menjadi penyebab alam ini ada atau merenungkan turunnya Adamke bumi, dan sejumlah pertanyaan lain yang secara perlahan akan menyadarkan akal kita bahwa kehadiran Tuhan dalam kehidupan ini adalah kepentingan kita, bukan kepentingan Tuhan
"Penerapan Media Pembelajaran LKS Model Inkuiri untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPS"
- …
