1,720,975 research outputs found

    Analisis Debit Banjir Sungai Cijangkelok Di Desa Cibingbin Kecamatan Cibingbin Kabupaten Kuningan

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis data hidrologi dan menganalisis debit banjir rencana pada Sungai Cijangkelok di Desa Cibingbin Kecamatan Cibingbin Kabupaten Kuningan. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif deskriftif. Penelitian kuantitatif sesuai dengan namanya banyak dituntut menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dan hasilnya. Demikian juga pemahaman akan kesimpulan penelitian disertai tabel, grafik, bagan, gambar atau tampilan lain. Analisis Hidrologi pada Sungai Cijangkelok dilakukan dengan analisis frekuensi mulai dari perhitungan curah hujan wilayah cara Poligon Thiessen sehingga diperoleh harga parameter statistik untuk perhitungan hujan rancangan yang dilakukan terhadap data curah hujan harian maksimum tahunan selama 15 tahun (tahun 2005 s.d. tahun 2019) dengan kala ulang 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun, 25 tahun, 50 tahun, dan 100 tahun. Hasil perhitungan curah hujan rancangan kala ulang 5 tahun distribusi Gumbel sebesar 136,76 mm dan hasil distribusi Log Pearson Type III sebesar 127,83 mm. Dari hasil analisa frekuensi jenis distribusi yang memenuhi syarat yaitu distribusi Log Pearson Type III dengan nilai Cs = 0,753 selanjutnya dari hasil Uji keselarasan Smirnov-Kolmogorov dengan derajat signifikasi 5 % dan nilai ∆maks < ∆cr =  0,134 < 0,338., maka Metode Log Pearson Type III dapat digunakan untuk menghitung curah hujan periode ulang tertentu. Debit banjir rancangan kala ulang 5 tahun Metode Hidrograf Satuan Sintetik (HSS) Nakayasu sebesar 742,248 m3/det dengan intensitas curah hujan jam jaman metode Mononobe durasi 4 jam sebesar 17,587 mm/jam. Dengan kapasitas sungai yang didapat dari hasil perhitungan debit menggunakan metode mid section 239,30 m3/dt maka dapat disimpulkan bahwa Sungai Cijangkelok sudah tidak dapat menampung dan berpotensi banjir, dan perlu adanya normalisasi atau peninggian bangunan air dan atau tanggul pada Sungai Cijangkelok

    Identifikasi dan Penanganan Banjir pada Bangunan Sungai di Sungai Cisanggarung Wilayah Kecamatan Ciledug Kabupaten Cirebon

    Full text link
    Banjir yang melanda di Kecamatan Ciledug Kabupaten Cirebon disebabkan oleh intensitas curah hujan yang tinggi, sehingga membuat Sungai Cisanggarung meluap dan menggenangi daerah sekitarnya. Akibat dari banjir tersebut berdampak pada tempat tinggal yang terendam air, serta berdampak pada kondisi sungai dan infrastruktur sungai yang mengalami kerusakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kerusakan apa saja yang ada di sungai dan bangunan sungai Cisanggarung serta penanganan yang dilakukan untuk mengatasi kerusakan tersebut. Metode yang digunakan dalam penanganan kerusakan sungai dan bangunan sungai akibat banjir ini menggunakan metode struktur yaitu metode perkuatan tebing (revetment), pembangunan TPT dan bronjong pasangan batu. Analisis dan pembahasan pada tugas akhir ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi kerusakan sungai dan bangunan sungai serta melakukan rencana penanganan kerusakan tersebut yang diakibatkan oleh banjir. Hasil analisis menunjukkan bahwa : (1) Di lokasi Desa Ciledug Wetan Blok Cihoe Kecamatan Ciledug terdapat kerusakan bangunan sungai yaitu tanggul banjir dan tebing sungai yang mengalami kelongsoran cukup berat sepanjang + 40 m. (2) Di lokasi Desa Ciledug Kulon Blok Surahbrama Kecamatan Ciledug terdapat kerusakan bangunan sungai yaitu tebing sungai yang mengalami kerusakan sedang sepanjang + 30 m. (3) Penanganan kerusakan Sungai Cisanggarung yaitu dengan pembangunan TPT, perkuatan tebing sungai dan pekerjaan bronjong pasangan batuBanjir yang melanda di Kecamatan Ciledug Kabupaten Cirebon disebabkan oleh intensitas curah hujan yang tinggi, sehingga membuat Sungai Cisanggarung meluap dan menggenangi daerah sekitarnya. Akibat dari banjir tersebut berdampak pada tempat tinggal yang terendam air, serta berdampak pada kondisi sungai dan infrastruktur sungai yang mengalami kerusakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kerusakan apa saja yang ada di sungai dan bangunan sungai Cisanggarung serta penanganan yang dilakukan untuk mengatasi kerusakan tersebut. Metode yang digunakan dalam penanganan kerusakan sungai dan bangunan sungai akibat banjir ini menggunakan metode struktur yaitu metode perkuatan tebing (revetment), pembangunan TPT dan bronjong pasangan batu. Analisis dan pembahasan pada tugas akhir ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi kerusakan sungai dan bangunan sungai serta melakukan rencana penanganan kerusakan tersebut yang diakibatkan oleh banjir. Hasil analisis menunjukkan bahwa : (1) Di lokasi Desa Ciledug Wetan Blok Cihoe Kecamatan Ciledug terdapat kerusakan bangunan sungai yaitu tanggul banjir dan tebing sungai yang mengalami kelongsoran cukup berat sepanjang + 40 m. (2) Di lokasi Desa Ciledug Kulon Blok Surahbrama Kecamatan Ciledug terdapat kerusakan bangunan sungai yaitu tebing sungai yang mengalami kerusakan sedang sepanjang + 30 m. (3) Penanganan kerusakan Sungai Cisanggarung yaitu dengan pembangunan TPT, perkuatan tebing sungai dan pekerjaan bronjong pasangan batu

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado
    corecore