1,721,037 research outputs found

    Pengaruh Pesan Visual Manga dan Infografis Terhadap Pemahaman Informasi, Persepsi dan Sikap Sismantik di Kabupaten Bogor

    No full text
    Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah endemik di daerah tropis seperti di Indonesia dan berisiko kematian. Wilayah penyebarannya semakin luas dan kasusnya meningkat pada musim penghujan. Fogging (pengasapan) dianggap tindakan yang paling efektif untuk mengatasi penyakit DBD, padahal hal tersebut tidak efektif jika tanpa disertai PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) dengan tindakan 3M Plus. Siswa Sekolah Dasar sebagai Sismantik (Siswa Pemantau Jentik) menjadi sasaran strategis promosi kesehatan dalam pencegahan penyakit DBD. Oleh karena itu, petugas kesehatan perlu mempertimbangkan media yang tepat bagi Sismantik dalam menunjang keberhasilan komunikasi risiko kesehatan. Fakta di lapangan menunjukkan promosi kesehatan yang dilakukan tidak memperhatikan kesesuaian media dengan usia sasaran. Tujuan penelitian ini: (1) menganalisis pengaruh media visual terhadap pemahaman informasi, persepsi risiko dan sikap pencegahan penyakit DBD; (2) menganalisis perbandingan efektivitas manga dan infografis bagi Sismantik serta; (3) menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap ketiga efek media visual pada Sismantik. Penelitian dilakukan dengan metode true experiment dengan desain faktorial 2 x 2 berdasarkan jenis media (manga dan infografis) dan pesan (pesan positif manfaat Gerakan 3M dan pesan negatif risiko penyakit) yang membagi 234 siswa secara acak ke dalam empat kelompok perlakuan dan 57 siswa sebagai kelompok kontrol. Uji t berpasangan untuk menganalisa perbedaan pengaruh media visual terhadap efek media visual. Berdasarkan hasil ANOVA maka dilakukan uji wilayah berganda Duncan untuk mengetahui perbedaan antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol serta media yang lebih efektif dari keempat tipe media visual. Analisis regresi berganda untuk mengetahui pengaruh faktor internal dan eksternal terhadap ketiga efek media visual. Hasil penelitian ini: (1) perlakuan media visual terbukti mampu memberikan peningkatan terhadap ketiga efek media visual dibanding kelompok kontrol. Namun, perlakuan media visual dalam meningkatkan persepsi risiko negatif Sismantik masih relatif rendah; (2) media visual yang paling efektif meningkatkan persepsi risiko adalah manga (kedua jenis tipe pesan) dan manga Gerakan 3M Plus untuk pembentukan sikap positif. Namun, kedua media memiliki tingkat efektivitas yang sama dalam meningkatkan pemahaman informasi. Perbedaan lokasi sekolah juga ikut mempengaruhi pemahaman informasi dan persepsi risiko tentang penyakit DBD; (3) hasil analisis regresi berganda menujukkan bahwa kemampuan berhitung paling berpengaruh terhadap pemahaman informasi. Selanjutnya, minat paling berpengaruh terhadap persepsi risiko dan lingkungan keluarga paling berpengaruh terhadap sikap pencegahan penyakit DBD. Kesimpulan penelitian adalah manga sebagai media yang tepat bagi Sismantik dalam meningkatkan persepsi dan sikap pencegahan penyakit DBD, sedangkan infografis merupakan media yang paling efektif dalam menyebarluaskan informasi dalam keadaan risiko dan segera

    Pemanfaatan Media Sosial untuk Mendukung Kegiatan Penyuluhan Pertanian di Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara

    No full text
    Perkembangan teknologi komunikasi yang begitu pesat menghasilkan banyak media komunikasi yang dapat digunakan untuk mendiseminasikan informasi. Salah satu media komunikasi yang dapat digunakan adalah media sosial. Media sosial merupakan salah satu bentuk pemanfaatan teknologi komunikasi dalam menyebarluaskan informasi pertanian. Penyuluh sebagai agen perubahan sekaligus diseminator informasi pertanian dituntut mampu memanfaatkan perkembangan teknologi komunikasi dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan media sosial, menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat pemanfaatan media sosial, serta menganalisis pengelolaan informasi pertanian dan hubungannya dengan tingkat pemanfaatan media sosial oleh penyuluh pertanian. Penelitian ini didesain dengan pendekatan deskriptif korelasional menggunakan data kuantitatif dan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan selama bulan Februari sampai dengan Maret 2020. Responden penelitian adalah penyuluh pertanian yang memanfaatkan media sosial dan bertugas di Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara, diambil secara sensus sebanyak 125 orang. Data dikumpulkan dengan observasi, mengajukan kuesioner dan teknik wawancara. Analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis uji korelasi rank Spearman dengan aplikasi SPSS versi 19. Tingkat pemanfaatan media sosial oleh penyuluh diukur dari frekuensi dan durasi pemanfaatan media sosial. Pemanfaatan media sosial oleh penyuluh tergolong tinggi pada media sosial Facebook dan WhatsApp yaitu lebih dari separuh penyuluh memanfaatkannya lebih dari lima kali dalam seminggu. Pemanfaatan media sosial Youtube tergolong sedang yaitu antara tiga sampai lima kali dalam seminggu. Pemanfaatan media sosial Instagram tergolong rendah yaitu kurang dari tiga kali dalam seminggu. Sebagian besar penyuluh pertanian mengakses masingmasing media sosial Facebook, Youtube, WhatsApp atau Instagram kurang dari tiga jam dalam sehari. Faktor-faktor yang memiliki hubungan nyata dengan pemanfaatan media sosial adalah karakteristik penyuluh berupa tingkat pendidikan dan ketersediaan alat teknologi komunikasi, persepsi penyuluh terhadap kemudahan mengakses informasi melalui media sosial, kebutuhan informasi penyuluh tentang iklim dan permodalan serta motivasi penyuluh dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan wawasan. Pengelolaan informasi oleh penyuluh pertanian berupa disimpan untuk dimanfaatkan pribadi, dibagikan ke sesama penyuluh sebagai bahan diskusi dan disebarkan ke petani sebagai materi penyuluhan. Hampir semua penyuluh mengelola informasi yang diperoleh dari media sosial untuk disebarkan kepada petani

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Get PDF
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist

    No full text
    We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
    corecore