27 research outputs found
MWMOTE optimization for imbalanced data using complete linkage
Data yang tidak seimbang dapat menyebabkan kesalahan klasifikasi, menurunkan kinerja dan akurasi. Pengelompokan pada MWMOTE dapat dioptimalkan untuk meningkatkan kinerja pembangkitan data sintetis menjadi representatif serta meningkatkan kinerja MWMOTE. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan kinerja algoritme MWMOTE pada proses klasterisasi dalam pembuatan data sintetik dengan complete linkage (CL). Dataset yang digunakan memiliki beragam rasio data dengan tujuan menangangani data yang tidak seimbang. Decision tree digunakan untuk mengetahui kinerja dari oversampling MWMOTE dan CL-MWMOTE. Hasil evaluasi CL-MWMOTE memberikan kinerja yang lebih baik dan optimal daripada MWMOTE serta meningkatkan presisi sebesar 0,53 %, sensitivitas 0,67 %, f-measure 0,66 %, dan akurasi 0,67 %.Imbalanced data can result in classification errors, such as in WMMOTE, and can decrease its performance and accuracy. Clustering in MWMOTE can be optimized to improve synthetic data generation and improve MWMOTE performance. This study aims to optimize the MWMOTE algorithm's performance in the clustering process in making synthetic data with complete linkage (CL). The dataset used a variety of data ratios to handle imbalanced data. The decision tree was used to determine the performance of MWMOTE and CL-MWMOTE oversampling. CL-MWMOTE evaluation results provide better and optimal performance than MWMOTE and increase the precision, recall, f-measure, and accuracy of 0.53 %, 0.67 %, 0.66 %, and 0.67 %, respectively
Evaluasi Metode Hierarchical Clustering Berbasis Linkage pada MWMOTE : Studi Kasus Data Akademik Universitas XYZ dan Data UCI
Ketidakseimbangan (Imbalanced) data terjadi pada berbagai macam data termasuk data akademik Universitas XYZ dan data UCI. Kasus tersebut menyebabkan adanya misclassified dikarenakan data mayoritas dominan terhadap data minoritas yang berakibat pada menurunnya nilai akurasi. Metode MWMOTE dapat menjadi pilihan dalam menyelesaikan kasus imbalanced melalui pembobotan dan clustering.
Penelitian ini bertujuan menangani permasalahan imbalanced dataset akademik di Universitas XYZ angkatan 2014 dan 2015 dan data UCI dengan mengevaluasi hierarchical clustering. Tujuan tersebut dicapai dengan mengevaluasi tiga metoda hierarchical cluster sebagai salah satu sub proses pada MWMOTE untuk menghasilkan data sintetik yang lebih representatif.
Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah ketiga metoda AHC tersebut tidak memberikan perbedaan yang signifikan dalam perbaikan akurasi MWMOTE pada data akademik dan 7 data UCI yang diuji dengan one-way ANOVA dengan nilai sig/alpha > 0.0
User Interface Aplikasi Datangin Customer Berbasis Mobile Dengan Metode Design Thinking
The development of technology today has greatly helped and facilitated human work. Almost everything can be associated with internet technology, especially in terms of business, such as on-demand services and marketplaces. PT. Come Solusi Bersama is a technology start-up company engaged in this business. So to simplify and expand the reach of its business, a mobile-based application is needed. With the Datangin Customer application, it will be easier for customers to order services/services that exist on Datangin. In making this mobile-based Datangin Customer application, of course, you have to go through the design stage. Both in terms of system and appearance design. Design thinking is especially useful when dealing with unclear or unknown problems, reframing problems in a human-centered way, brainstorming, using a hands-on approach to prototyping and testing, and trying different concepts and ideas. In this study, the author uses the Design Thinking method and tools in the form of Figma in solving existing problems. It is easier for customers to access the services available on Datangin, unlike before this application, and the interface is user-friendly, attractive, and interactive. Usability testing that the designed user interface can be accepted with a value of 83.33
ANGKA LEMPENG TOTAL BAKPIA KACANG HIJAU DI KECAMATAN MOJOROTO, KEDIRI
Bakpia kacang hijau merupakan salah satu pangan yang mudah terkontaminasi mikroba. Tingkat kontaminasi dapat diketahui dengan menghitung jumlah mikroba pada sampel, salah satunya dengan ALT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah mikroba pada bakpia kacang hijau dengan pemeriksaan ALT 1x104 koloni/gram sampel. Accidental sampling merupakan teknik sampling yang digunakan sehingga diperoleh sebanyak 30 sampel bakpia kacang hijau. Pemeriksaan ALT dilakukan dengan inkubasi secara aerob pada suhu 30°C selama 72 jam. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 2 sampel bakpia kacang hijau yang tidak memenuhi standar nilai ALT 1x104 koloni/gram sampel. Hal tersebut dikarenakan proses pengolahan, penyimpanan, ataupun lingkungan eksternal (udara) yang menyebabkan terjadinya kontaminas
IoT-Based Hydroponic Plant Monitoring and Control System to Maintain Plant Fertility
Hydroponics is a method of cultivating plants by utilizing a small amount of land without using soil media. Hydroponic cultivation is still done conventionally in monitoring and controlling nutrients and pH of the air. Hydroponics is already with Internet of Things (IoT) technology in the cultivation process. The research aims to use IoT technology by developing control devices and monitoring hydroponic plants remotely, to make it easier for cultivators to control and monitor plant color, temperature, nutrients and the pH value of hydroponic plant water. Control and monitoring can be done through a smartphone application. The data from testing the condition of hydroponic plants obtained an average error of 1.8% for air temperature, 4.8% for water pH, 6.6% for plant color and 7% for water nutrients. Hydroponic plants with the TCS3200 sensor get a monitoring opportunity of 53.3%. Testing of tool control related to nutritional improvement has been carried out using the fuzzy Mamdani method with an increase in the probability of 88.75% for adding nutritional value and 0% for decreasing nutritional value. Tool control for improving the pH value of hydroponic plant water has been successfully carried out
Penanganan imbalance class data laboratorium kesehatan dengan Majority Weighted Minority Oversampling Technique
Diagnosis suatu penyakit akan menjadi tepat jika didukung dengan berbagai proses mulai pengecekan awal (amannesa) sampai pengecekan laboratorium. Hasil dari proses laboratorium mempunyai informasi berbagai penyakit, akan tetapi beberapa jenis penyakit memiliki prevalensi rendah. Penyakit bervalensi rendah memiliki pengaruh dalam penanganan pasien lebih lanjut. Dengan rasio yang tidak seimbang data laboratorium akan menyebabkan nilai akurasi menjadi rendah dalam pengklasifikasian dan penanganan penyakit. Majority Weighted Minority Oversampling Technique (MWMOTE) adalah saalah satu cara untuk menyelesaikan imbalanced. Penelitian ini bertujuan menangani permasalahan ketidakseimbangan data laboratorium kesehatan sehingga diperoleh hasil pengklasifikasian penyakit dengan tingkat akurasi lebih tinggi. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa MWMOTE dapat meningkatkan akurasi untuk permasalahan ketidakseimbangan data sebesar 3,13%. Diagnosis of a disease will be appropriate if supported by various processes ranging from initial checks (amannesa) to laboratory checks. Results from the laboratory process have information on various diseases, but some types of diseases have a low prevalence. Low-valvature disease has an effect in the treatment of the patient further. With an unbalanced ratio the laboratory data will cause the accuracy value to be low in the classification and handling of the disease. Majority Weighted Minority Oversampling Technique (MWMOTE) is one way to complete imbalanced. This study aims to address the problem of imbalance of health laboratory data to obtain the results of the classification of disease with a higher degree of accuracy. The results of this study indicate that MWMOTE can improve accuracy for data imbalance problems by 3.13%
Perancangan User Interface Sistem Informasi Luas Areal dan Produksi Perkebunan Rakyat Bidang Produksi
Perancangan user interface system informasi untuk pendataan luas areal dan produksi pertanian pada fitur admin berbasis website di kantor Dinas Perkebunan Provinsi Lampung ini merupakan solusi bagi instansi karena dengan adanya sistem informasi ini dapat mempermudah pegawai/staf yang bertugas melakukan pendataan luas areal dan produksi perkebunan. Dikatakan mempermudah pekerjaan dalam pendataan karena sebelumnya proses pendataan masih dilakukan secara manual menggunakan excel. Dengan adanya system informasi luas areal dan produksi perkebunan rakyat dapat membantu memperkecil terjadinya kesalahan dalam proses pendataan. Dalam tahap pembuatan desain system informasi luas areal dan produksi perkebunan rakyat menggunakan aplikasi Figm
Perencanaan Kebutuhan Petugas Rekam Medis Bagian Penerimaan Pasien di Puskesmas dengan Metode ABK
Latar Belakang: Puskesmas merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan pada upaya kesehatan promotif dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerja Puskesmas. Penyelenggaraan pelayanan kesehatan di Puskesmas harus didukung oleh tenaga kesehatan yang memadai. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk perencanaan kebutuhan sumber daya manusia pada petugas rekam medis di Puskesmas. Metode: Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini adalah menggunakan deskriptif dengan observasi dan wawancara dengan pendekatan cross sectional. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan bahwa diperlukan penambahan jumlah petugas rekam medis untuk pelayanan kesehatan bagian pendaftaran di Puskesmas sebanyak 2 orang. Kesimpulan: Dari kegiatan ini menunjukkan bahwa puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama di wilayah kerjanya membutuhkan penambahan petugas rekam medis agar pelayanan kesehatan di Puskesmas berjalan lebih optima
Reusability ontology in business processes with similarity matching
The working technology will provide information and knowledge. Information and technology can be developed in various ways, by reusing the technologies. In this study modeled the ontology of SOPs using protégé. Ontology will be matched between ontology A and B to obtain similarity and reuse ontology to create a more optimal ontology. Matching is a matching process between both ontologies to get the same value from both ontologies. Jaro-Winkler distance is used to find commonality between ontology. The result of the Jaro-Winkler distance has a value of 0 and 1, in matching will be obtained value close to 0 or 1. On matching ontology obtained two tests using 40% SPARQL query. In the test it uses Jaro-Winkler distance with a value of 0.67. This research yields matching value between ontology A and ontology B which is the same so that reuse ontology can be done for better ontolog
