1,720,978 research outputs found

    FAKTOR RISIKO STUNTING PADA ANAK 1-2 TAHUN DI PERKOTAAN

    No full text
    Pendahuluan Stunting adalah perawakan pendek yang timbul akibat malnutrisi yang lama. Prevalensi stunting pada balita di Jawa Tengah tinggi, yaitu lebih dari 33%. Kota Semarang merupakan ibukota Jawa Tengah yang memiliki prevalensi malnutrisi cukup tinggi sehingga diperlukan studi untuk mengetahui faktor-faktor risiko stunting di Kota Semarang. Metode Penelitian ini merupakan studi kasus kontrol, dilengkapi kajian kualitatif mengenai stunting pada status ekonomi kurang dan status ekonomi cukup. Jumlah sampel 58 kasus dan 58 kontrol. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan chi square test, multivariat dengan metode regresi logistik ganda. Kajian kualitatif dengan metode indepth interview dan disajikan dalam bentuk narasi. Hasil Hasil analisis multivariat menunjukkan faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian stunting pada anak 1-2 th di Kota Semarang adalah tinggi badan ayah <162 cm (p=0,03; OR=2,77; CI:1,13-6,76), status ekonomi kurang (anggaran belanja sehari <Rp 25.000-/hr) (p=0,045; OR=2,43; CI=1,02-6,29), ada riwayat BBLR (p=0,018; OR=3,05; CI=1,2-7,7), jarak kelahiran dekat (<2 th)(p=0,013; OR=18; CI=1,83-176,6). Keempat variabel tersebut memberikan kontribusi terhadap stunting sebesar 33%. Faktor risiko yang tidak terbukti mempengaruhi kejadian stunting adalah faktor agen yaitu tinggi badan ibu, usia ibu pada waktu hamil, riwayat ASI eksklusif, dan riwayat makanan pendamping ASI; faktor pejamu yaitu jenis kelamin, riwayat infeksi, dan riwayat imunisasi; faktor lingkungan yaitu tingkat pendidikan ibu, tingkat pendidikan ayah, dan riwayat merokok ayah. Kesimpulan Faktor risiko yang mempengaruhi kejadian stunting pada anak 1-2 th adalah tinggi badan ayah <162 cm, jarak kelahiran <2 th, ada riwayat BBLR, dan anggaran belanja <Rp 25.000,-/hr. Kata kunci: stunting, malnutrisi, anak, pertumbuhan, faktor risik

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    PERBEDAAN KADAR KOLESTEROL TOTAL DAN TRIGLISERIDA SEBELUM DAN SETELAH PEMBERIAN SARI DAUN CINCAU HIJAU (PREMNA OBLONGIFOLIA MERR) PADA TIKUS DISLIPIDEMIA

    Full text link
    Latar Belakang : Dislipidemia merupakan faktor risiko terjadinya penyakit kardiovaskuler. Tingginya kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah berhubungan erat dengan meningkatnya kejadian penyakit tersebut. Cincau hijau (Premna oblongifolia Merr) merupakan tanaman yang mengandung serat dan klorofil yang berpotensi menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida. Perlu dilakukan analisis untuk mengetahui perbedaan kadar kolesterol total dan trigliserida sebelum dan setelah pemberian sari daun cincau hijau. Metode : Penelitian ini adalah penelitian experimental labolatory dengan randomized control groups pre-post design. Subjek dalam penelitian ini adalah tikus jantan galur Sprague Dawley umur 7-8 minggu yang diinduksi dislipidemia, diberi sari daun cincau hijau sebanyak 2,7 ml dan 5,4 ml selama 28 hari. Kadar kolesterol total dan trigliserida diukur dengan menggunakan metode CHOD-PAP (Cholesterol Oxidase - Para Aminophenazone) dan GPO-PAP (Glycerol Phosphate Oxidase – Para Aminophenazone). Normalitas data diuji dengan Shapiro Wilks, kemudian dianalisis dengan menggunakan uji t berpasangan dan dianalisis menggunakan uji statistik parametrik Anova dan non parametrik Kruskal Wallis dilanjutkan dengan analisis Post Hoc. Hasil : Pemberian sari daun cincau hijau (Premna oblogifolia Merr) dengan dosis 5,4 ml pada tikus mampu menurunkan kadar trigliserida secara bermakna dari 102,86±20,07 mg/dl menjadi 84,14±23,75 mg/dl (p <0,05). Terjadi peningkatan kadar kolesterol total secara bermakna (p <0,05) pada kelompok dengan pemberian sari daun cincau hijau (Premna oblogifolia Merr) dengan dosis 2,7 ml dan 5,4 ml, yang masing-masing mengalami peningkatan 13,14±6,41 mg/dl dan 20,29±10,84 mg/dl. Kesimpulan : Sari daun cincau hijau 5,4 ml/hari mampu menurunkan kadar trigliserida tikus Sprague dawley dislipidemia secara bermakna ±18%

    PENGARUH ASUPAN PURIN DAN CAIRAN TERHADAP KADAR ASAM URAT PADA WANITA USIA 50-60 TAHUN DI KECAMATAN GAJAH MUNGKUR, SEMARANG

    Full text link
    Latar Belakang : Salah satu penyakit degeneratif yang sering dialami oleh golongan pralansia yaitu penyakit gout. Gout merupakan gangguan metabolik yang ditandai dengan meningkatnya kadar asam urat (hiperurisemia). Meningkatnya kadar asam urat dipengaruhi oleh asupan makanan tinggi purin. Sementara, konsumsi cairan yang tinggi dapat menurunkan kadar asam urat, karena cairan berfungsi sebagai pelarut dan sebagai media pembuangan hasil metabolisme. Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh asupan purin dan cairan terhadap kadar asam urat wanita usia 50-60 tahun. Metode : Jenis penelitian adalah observasional dengan rancangan cross-sectional. Jumlah subjek penelitian adalah 40 orang wanita usia 50-60 tahun . Asupan purin dihitung menggunakan tabel pengelompokan bahan makanan menurut kadar purin, sedangkan cairan menggunakan software nutrisurvey. Metode enzimatik digunakan untuk menganalisis kadar asam urat dalam darah. Data diolah menggunakan uji regresi linier. Hasil : Kadar asam urat sebagian besar subjek (95%) termasuk dalam kategori normal. Sebanyak 82,5% asupan purin subjek rendah, yaitu 1500 ml per hari. Hasil uji statistik menunjukkan tidak ada pengaruh antara cairan dengan kadar asam urat (p>0,05) dan ada pengaruh positif asupan purin terhadap kadar asam urat (p<0,05). Kesimpulan : Asupan purin berpengaruh terhadap kadar asam urat, sedangkan cairan tidak berpengaruh terhadap kadar asam urat pada wanita usia 50-60 tahun

    HUBUNGAN ANTARA BODY IMAGE DAN PERILAKU MAKAN DENGAN STATUS GIZI REMAJA PUTRI DI SMA THERESIANA SEMARANG

    Full text link
    Latar Belakang : Ketidakpuasan terhadap bentuk tubuh semakin sering dijumpai pada remaja putri. Hal ini membuat remaja putri menerapkan perilaku yang tidak tepat dalam mencapai tubuh ideal dengan melakukan diet yang terlalu ketat, sehingga akan berdampak negatif pada status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara body image dan perilaku makan dengan status gizi remaja putri. Metode: Studi cross-sectional pada 72 siswi kelas X, XI, dan XII SMA Theresiana Semarang. Pemilihan sampel dengan menggunakan simple random sampling yang memenuhi kriteria inklusi. Data body image dan perilaku makan diperoleh dengan menggunakan kuesioner. Data status gizi diperoleh dari pengukuran TB dan BB, selanjutnya dihitung nilai z-score berdasarkan BMI/U menggunakan program WHO Anthro Plus 2007. Hasil: Sebanyak 29 subyek (40.3%) merasa tidak puas tehadap bentuk tubuhnya dan 43 subyek (59.7%) merasa puas terhadap bentuk tubuhnya. Sebagian besar (56.9%) subyek belum menjalankan perilaku makan yang baik dan 31 subyek (43.1%) sudah menjalankan perilaku makan yang baik. Terdapat hubungan yang bermakna antara body image dengan status gizi ( r = 0.482 p = 0.001) dan perilaku makan dengan status gizi ( r = 0.507 p = 0.001) Simpulan: Ada hubungan antara body image dan perilaku makan dengan status gizi remaja putri

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado
    corecore