3 research outputs found
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA KELAS XI SMAN 1 DARUSSHOLAH SINGOJURUH KABUPATEN BANYUWANGI
ABSTRAK Immaniar, Bunga Dwi. 2017. Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Kelas XI SMAN 1 Darussholah Singojuruh Kabupaten Banyuwangi. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Yusuf Suharto, M.Pd, (2) Drs. Sudarno Herlambang, M.Si. Kata Kunci: Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL), Kemampuan Berpikir Kreatif. Pembelajaran yang terancang dengan baik dapat mengembangkan kemampuan berpikir kreatif. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan dalam mengukur kemampuan berpikir kreatif ialah Problem Based Learning (PBL). Penerapan model pembelajaran ini di dalam kelas memiliki kelebihan, yaitu: adanya suatu permasalahan yang harus dipecahkan, pembelajaran yang berpusat pada siswa, dan belajar secara individu maupun kelompok.Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa kelas XI pada mata pelajaran geografi. Jenis penelitian termasuk Quasi Experiment with Post test Control Group Design. Subjek penelitian menggunakan siswa kelas XI IPS1 sebagai kelas eksperimen dansiswa kelas XI IPS 3 sebagai kelas kontrol di SMAN 1 Darussholah Singojuruh Kabupaten Banyuwangi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini ialah tes dengan menggunakan lima soal essai yang sebelumnya telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan Independent sample t-testdengan bantuan SPSS 16.0 for windows.Berdasarkan hasil analisis data didapatkan bahwa nilai signifikansi adalah 0,02
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA KELAS XI SMAN 1 DARUSSHOLAH SINGOJURUH KABUPATEN BANYUWANGI
ABSTRAK Immaniar, Bunga Dwi. 2017. Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Kelas XI SMAN 1 Darussholah Singojuruh Kabupaten Banyuwangi. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Yusuf Suharto, M.Pd, (2) Drs. Sudarno Herlambang, M.Si. Kata Kunci: Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL), Kemampuan Berpikir Kreatif.Pembelajaran yang terancang dengan baik dapat mengembangkan kemampuan berpikir kreatif. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan dalam mengukur kemampuan berpikir kreatif ialah Problem Based Learning (PBL). Penerapan model pembelajaran ini di dalam kelas memiliki kelebihan, yaitu: adanya suatu permasalahan yang harus dipecahkan, pembelajaran yang berpusat pada siswa, dan belajar secara individu maupun kelompok.Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa kelas XI pada mata pelajaran geografi. Jenis penelitian termasuk Quasi Experiment with Post test Control Group Design. Subjek penelitian menggunakan siswa kelas XI IPS1 sebagai kelas eksperimen dansiswa kelas XI IPS 3 sebagai kelas kontrol di SMAN 1 Darussholah Singojuruh Kabupaten Banyuwangi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini ialah tes dengan menggunakan lima soal essai yang sebelumnya telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan Independent sample t-testdengan bantuan SPSS 16.0 for windows.Berdasarkan hasil analisis data didapatkan bahwa nilai signifikansi adalah 0,02
Pembelajaran Lingkungan Berbasis Kearifan Lokal dengan Model Experiential Learning
Abstract: Environmental damage that occurs on earth is caused by human activities. Human activities that use the environment excessively cause the environment to be damaged. These activities describe human attitudes and behavior that are low in environmental preservation. Low human behavior towards the environment can be improved through education through environmental learning. Environmental learning takes the form of real learning activities to gain knowledge through everyday life. Environmental learning in everyday life is obtained through local wisdom to improve environmental care behavior. The purpose of this study was to determine the participation of students using local wisdom-based environmental learning through the Experiential Learning model. The study design included the participation of students using local wisdom-based environmental learning through the Experiential Learning model.
Abstrak: Kerusakan lingkungan yang terjadi di bumi disebabkan oleh aktivitas manusia. Aktivitas manusia yang memanfaatkan lingkungan secara berlebihan menyebabkan lingkungan menjadi rusak. Aktivitas tersebut menggambarkan sikap dan perilaku manusia yang rendah dalam pelestarian lingkungan. Perilaku manusia yang rendah terhadap lingkungan dapat diperbaiki melalui pendidikan melalui pembelajaran lingkungan. Pembelajaran lingkungan berupa kegiatan belajar secara nyata untuk memperoleh pengetahuan melalui kehidupan sehari-hari. Pembelajaran lingkungan dalam kehidupan sehari-hari didapatkan melalui kearifan lokal untuk meningkatkan perilaku peduli lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui partisipasi peserta didik menggunakan pembelajaran lingkungan berbasis kearifan lokal melalui model Experiential Learning. Desain penelitian terdapat partisipasi peserta didik yang menggunakan pembelajaran lingkungan berbasis kearifan lokal melalui model Experiential Learning
