1,720,983 research outputs found

    Multimedia Interaktif Dalam Pembelajaran Tata Cara Beribadah Di Tk Bunga Dewi

    No full text
    TK Bunga Dewi berdiri diatas naungan Yayasan Bismillah sejak tahun 1997, TK Bunga Dewi ini berbasis umum yang sudah berbadan hukum dan memiliki akreditasi B. Terdapat 2 kelas yaitu kelas A untuk siswa berusia 4-5 tahun dan kelas B untuk siswa berusia 5-6 tahun. TK Bunga Dewi sudah menggunakan media digital untuk pembelajarannya namun, kurangnya media pembelajaran tentang islam dirasa memerlukan penambahan media pembelajaran tentang islam. Salah satu metode pembelajaran yang disenangi para siswa adalah mengunakan monitor touch screen yang sudah difasilitasi oleh pemerintah. Media pembelajarn ini dirasa efektif oleh para guru karena selain mendapatkan pembelajaran media ini dapat memunculkan kreativitas anak. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk menambahkan konten pembelajaran para siswa mengenai Pendidikan Agama Islam dalam bentuk multimedia interaktif. Metode yang digunakaan oleh penulis di dalam penelitan ini adalah metode deskriptif, dan dengan metode object oriented dan dalam pengembangan penulis menggunakan prototype didalam membangun aplikasi multimedia pendidikan agama Islam khususnya mengenai pembelajaran tentang tatacara beribadah dan dibantu dengan menggunakan perangkat lunak adobe animate cc, adobe photoshop dan adobe flash. Hasil penelitian dengan media pembelajaran yang menarik dengan menggunakan visualisasi gambar, suara, dan animasi akan dapat meningkatkan kretivitas, sistem motorik siswa dan minat anak dalam belajar dan membantu guru dalam menyampaikan materi pembelajaran. Untuk pengembangan selanjutnya disarankan agar menambahkan lebih banyak lagi animasi-animasi maupun materi agar aplikasi multimedia ini lebih interakti

    PENINGKATAN KOMPETENSI BILANGAN PADA ANAK TK MELALUI PERMAINAN MATEMATIKA : Penelitian Tindakan Kelas di TK Bunga Dewi Perum Tanjungsari Permai Blok O No. 6 Desa Raharja Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Sumedang

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan pembelajaran matematika dalam kompetensi bilangan yang dilakukan di TK Bunga Dewi yang hanya ditekankan pada penulisan lambang bilangan melalui lembar kerja siswa. Sehingga anak mampu menghitung deretan angka 1-20, namun tidak bisa menunjukkan jumlah benda yang sesuai dengan lambang bilangan tersebut. Selain itu persepsi anak yang menganggap bahwa kegiatan belajar matematika hanya sebatas menulis angka. Atas kondisi tersebut maka secara umum permasalahan yang muncul dalam penelitian ini adalah "apakah permainan matematika dapat meningkatkan kompetensi bilangan anak di Taman Kanak-kanak?". Permasalahan tersebut dirumuskan dalam pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut: (1) bagaimanakondisi awal proses pembelajaran matematika pada kompetensi bilangan di TK Bunga Dewi; (2) permasalahan apa yang dihadapi dalam pembelajaran matematika pada kompetensi bilangan anak di TK Bunga Dewi; (3) apakah permainan matematika dapat digunakan untuk meningkatkan kompetensi bilangan di TK Bunga Dewi; dan (4) perubahan apa yang terjadi pada kompetensi bilangan anak setelah dilakukan tindakan kelas melalui permainan matematika di TK Bunga Dewi. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperbaiki pembelajaran matematika dalam kompetensi bilangan anak melalui permainan matematika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan sebanyak tiga siklus dengan lima tindakan, subjek penelitian dilakukan pada anak-anak kelompok B di TK Bunga Dewi yang berjumlah sembilan anak. Dari hasil tindakan dan observasi yang dilaksanakan terdapat peningkatan pada setiap anak. Peningkatan terlihat pada indikator mengenal konsep bilangan dengan benda-benda 1-10, karena kompetensi ini dapat dicapai oleh semua anak yang diobservasi pada saat itu. Sedangkan peningkatan hasil yang optimal dicapai oleh empat anak. Hal ini terjadi karena anak sudah mulai terbiasa melakukan pembelajaran kompetensi bilangan melalui permainan matematika. Rekomendasi bagi guru agar dapat merancang dan menerapkan permainan secara terpadu dalam pembelajaran, tidak terfokus pada satu aspek perkembangan saja. Bagi peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian tentang pembelajaran matematika dengan kompetensi dan tempat penelitian yang berbeda

    MODEL MEDIA PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MENYIMAK BAHASA ARAB BERBASIS AUGMENTED REALITY

    Full text link
    Indah Bunga Dewi. Model Media Pembelajaran Keterampilan Menyimak Bahasa Arab Berbasis Augmented Reality (Penelitian Pengembangan di MTs Negeri 25 Jakarta). Skripsi. Jakarta: Prodi Pendidikan Bahasa Arab, Fakultas Bahasa dan Seni, Unversitas Negeri Jakarta. 2023. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran keterampilan menyimak bahasa Arab berbasis augmented reality. Penelitian ini dilakukan guna membantu guru untuk menyajikan materi dan menciptakan lingkungan belajar yang aktif, inovatif, dan meningkatkan motivasi belajar. Metode penelitian ini adalah pengembangan. Model penelitian yang digunakan adalah model 4-D terdiri dari empat langkah di antaranya: tahap pendefinisian memperoleh data hasil wawancara dan hasil analisis siswa (kebutuhan, kekurangan, dan keinginan siswa), tahap perancangan menghasilkan draft pertama augmented reality, tahap pengembangan mendapatkan media pembelajaran yang telah divalidasi dari validator, dan tahap penyebaran mampu menyebarkan media pembelajaran kepada guru bahasa Arab. Hasil penelitian ini mendapatkan kriteria “Sangat Layak” dengan persentase 87% dari ahli media, kemudian mendapatkan kriteria “Sangat Layak” dengan persentase 90% dari ahli materi, dan mendapatkan kriteria “Sangat Layak” dengan persentase 92% dari ahli pembelajaran. Serta, respon siswa mendapatkan kriteria “Layak” dengan persentase 78,74%. Berdasarkan penilaian di atas, model media pembelajaran keterampilan menyimak bahasa Arab berbasis augmented reality layak digunakan sebagai media pembelajaran khususnya keterampilan menyimak bahasa Arab di kelas 7 MTs Negeri 25 Jakarta. Kata Kunci: Media Pembelajaran, Keterampilan Menyimak, Augmented Reality ***** Indah Bunga Dewi. Augmented Reality-Based Arabic Listening Skill Learning Media Model (Development Research at MTs Negeri 25 Jakarta). Thesis. Jakarta: Arabic Language Education Study Program, Faculty of Languages and Arts, Jakarta State University. 2023. This research aims to produce learning media for Arabic listening skills based on augmented reality. This research was conducted to help teachers present material and create an active, innovative learning environment and increase learning motivation. This research method is development. The research model used is a 4-D model consisting of four steps including: the defining stage obtaining data from interviews and the results of student analysis (student needs, deficiencies, and desires), the design stage producing the first draft of augmented reality, the development stage obtaining learning media that has been validated from the validator, and the deployment stage is able to disseminate learning media to Arabic teachers. The results of this study get the criteria of "Very Eligible" with a percentage of 87% from media experts, then get the criteria of "Very Eligible" with a percentage of 90% from material experts, and get the criteria of "Very Eligible" with a percentage of 92% from learning experts. Also, student responses get the criteria of "Decent" with a percentage of 78.74%. Based on the assessment above, the augmented reality-based Arabic listening skills learning media model is suitable for use as a learning medium, especially Arabic listening skills in grade 7 MTs Negeri 25 Jakarta. Keywords: Learning Media, Listening Skills, Augmented Realit

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    PENINGKATAN KOMPETENSI BILANGAN PADA ANAK TK MELALUI PERMAINAN MATEMATIKA

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pennasalahan pembelajaran matematika dalam kompetensi bilangan yang dilakukan di TK Bunga Dewi yang hanya ditekankan pada penulisan lambang bilangan melalui lembar kerja siswa. Sehingga anak mampu menghitung deretan angka 1-20, namun tidak bisa menunjukkan jumlah benda yang sesuai dengan lambang bilangan tersebut. Selain itu persepsi anak yang menganggap bahwa kegiatan belajar matematika hanya sebatas menulis angka. Atas kondisi tersebut maka secara umum pennasalahan yang muncul dalam penelitian ini adalah "apakah pennainan matematika dapat meningkatkan kompetensi bilangan anak di Taman Kanak-kanak?". Pennasalahan tersebut dirumuskan dalam pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut: ( 1) bagaimana kondisi awal proses pembelajaran matematika pada kompetensi bilangan di TK Bunga Dewi; (2) permasalahan apa yang dihadapi dalam pembelajaran matematika pada kompetensi bilangan anak di TK Bunga Dewi; (3) apakah pennainan matematika dapat digunakan untuk meningkatkan kompetensi bilangan di TK Bunga Dewi; dan (4) perubahan apa yang terjadi pada kompetensi bilangan anak setelah dilakukan tindakan kelas melalui pennainan matematika di TK Bunga Dewi. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperbaiki pembelajaran matematika dalam kompetensi bilangan anak melalui pennainan matematika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan sebanyak tiga siklus dengan Hrna tindakan, subjek penelitian dilakukan pada anak-anak kelompok B di TK Bunga Dewi yang berjumlah sembilan anak. Dari hasil tindakan dan observasi yang dilaksanakan terdapat peningkatan pada setiap anak. Peningkatan terlihat pada indikator mengenal konsep bilangan dengan benda-benda 1-10, karena kompetensi ini dapat dicapai oleh semua anak yang diobservasi pada saat itu. Sedangkan peningkatan hasil yang optimal dicapai oleh empat anak. Hal ini terjadi karena anak sudah mulai terbiasa melakukan pembelajaran kompetensi bilangan melalui pennainan matematika Rekomendasi bagi guru agar dapat merancang dan menerapkan permainan secara terpadu dalam pembelajaran, tidak terfokus pada satu aspek perkembangan saja. Bagi peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian tentang pembelajaran matematika dengan kompetensi dan tempat penelitian yang berbeda
    corecore