1,721,022 research outputs found

    Penerapan Model Spiritual Leadership terhadap Peningkatan Kinerja Perawat

    Get PDF
    This research aims to see how implementing the spiritual leadership model improves nurse performance. The research method used is a literature review through electronic databases and websites, namely Google Scholar, Science Direct, PubMed, and Semantic Scholar, with inclusion criteria including ten journals with the keywords "Spiritual Leadership" and "Nurse Performance." The research results show that spiritual leadership significantly affects nurse performance, which is mediated by affective commitment and job satisfaction. Spiritual values such as compassion and caring are essential in spiritual leadership and impact nurse performance. In conclusion, spiritual leadership is vital to improving nurse performance through increasing organizational commitment, work involvement, and motivation. Keywords: Nurse Performance, Spiritual Leadershi

    HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PERILAKU PENGENDALIAN HIPERTENSI PADA LANJUT USIA DI DESA LELEMA KECAMATAN TUMPAAN KABUPATEN MINAHASA SELATAN

    Get PDF
    Latar Belakang : Hipertensi merupakan keadaan tekanan darah di atas batas normal yang biasanya dialami seumur hidup oleh seseorang. Seiring dengan peurunan fungsi kognitif pada lansia sehingga lansia sering mengalami hipertensi sehingga di perlukannya perilaku pengendalian hipertensi. Dalam hal ini Peran keluarga sangat berpengaruh dalam memotivasi karena keluarga merupakan support system utama bagi lansia dalam mempertahankan kesehatannya. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan perilaku pengendalian hipertensi pada lanjut usia Metode : Menggunakan desain korelasi dengan uji statistic spearman rho.Responden penelitian ini adalah lansia di Desa Lelema Kecamatan Tumpaan dengan hipertensi berjumlah 30 responden Hasil : Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan perilaku pengendalian hipertensi pada lanjut usia dengan nilai korelasi 0,932 yang berarti arah korelasi positif. nilai p value yaitu 0,000 < 0,05 Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan perilaku pengendalian hipertensi pada lanjut usia Kata Kunci : Dukungan keluarga, Perilaku Pengendalian Hipertensi Kepustakaan : 23 buku (tahun 2009-2018), 7 jurnal (tahun 2014-2018

    PENGARUH TERAPI BERMAIN ORIGAMI TERHADAP TINGKAT KECEMASAN ANAK USIA PRA SEKOLAH YANG MENJALANI HOSPITALISASI DI RUMAH SAKIT GMIM PANCARAN KASIH MANADO

    Get PDF
    Latar Belakang: Kecemasan merupakan masalah psikologis yang di tunjukkan anak karena ketidaknyamanan saat di hospitalisasi sehingga berdampak pada proses penyembuhan anak di rumah sakit. Dalam Child Reported Hospital Fears In 4 to 6 year-Old di dapatkan hasil bahwa perawatan di rumah sakit menyebabkan takut dan kecemasan pada 91% anak. Untuk mengatasi masalah tersebut maka di perlukan suatu intervensi non farmakologi yang dapat lakukan oleh perawat yaitu pemberian terapi bermain, salah satunya yaitu terapi bermain origami. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh terapi bermain origami terhadap tingkat kecemasan anak usia pra sekolah yang menjalani hospitalisasi di RS Gmim Pancaran Kasih Manado. Metode Penelitian : Penelitian kuantitatif, dengan desain Pra Eksperimen, Pre test – post test one group tanpa kelompok kontrol. Sampel dalam penelitian ini bejumlah 16 responden yang di tentukan dengan teknik purposive sampling dengan menggunakan uji paired t-test. Hasil Penelitian : Analisis menggunakan uji t- berpasangan menunjukkan hasil signifikan nilai pvalue=0.000 lebih kecil dari α(0.000≤0.05), sehingga dapat dikatakan bahwa terdapatadanya pengaruh terapi bermain origami terhadap tingkat kecemasan anak usia pra sekolah yang menjalani hospitalisasi di RS Gmim Pancaran Kasih Manado Kesimpulan :Hasil dalam penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Kata Kunci: Terapi Bermain, Kecemasan, Hospitalisasi Kepustakaan:14 Buku (2009-2018), 15 Jurnal (2014-2018

    HUBUNGAN KEBIASAAN SARAPAN PAGI DENGAN KESIAPAN BELAJAR ANAK USIA SEKOLAH DI SD KATOLIK 14 ST. PAULUS MANADO

    Get PDF
    Sarapan pagi adalah makanan yang disantap pada pagi hari, waktu sarapan dimulai dari pukul 06.00 pagi sampai 10.00 pagi. Sarapan pagi merupakan pasokan energi untuk otak yang paling baik agar dapat berkosentrasi di sekolah. Kesiapan belajar adalah sesuatu yang dilakukan dan ditunjukkan oleh warga belajar sebelum terjadinya proses belajar yang diperlukan untuk menunjang terjadinya pembelajaran yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan sarapan pagi dengan kesiapan belajar anak usia sekolah kelas IV dan V SD Katolik 14 St. Paulus Manado. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sebagai populasi adalah siswa-siswi kelas IV dan V yang berjumlah 60 orang sedangkan sampel adalah 52 responden yang dipilih menggunakan Proportional Stratified Random Sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar wawancara dan observasi. Data dianalisa dengan menggunakan uji Korelasi Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diantara 15 responden yang selalu sarapan pagi terdapat 10 (66.7%) responden memiliki kesiapan belajar yang aktif. Sedangkan responden yang tidak pernah sarapan pagi, hanya 2 (20%) responden yang memiliki kesiapan belajar yang aktif. Melalui uji statistik Spearman Rho menunjukkan adanya hubungan kebisaaan sarapan pagi dengan kesiapan belajar dengan hasil analisis ï²=0,022 dan nilai korelasi r=0,317 artinya kekuatan hubungan sedang. Kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat hubungan kebiasaan sarapan pagi dengan kesiapan belajar sehingga kebiasaan sarapan pagi sangat penting bagi kesiapan belajar anak usia sekolah. Kata kunci : Kebiasaan sarapan pagi, kesiapan belajar, anak usia sekolah. Kepustakaan : 16 buku dan 5 literatur interne

    Preceptorship Program and Recruitment Process on Improving the Behavior of Professional Nurses in the Inpatient Room of Hospital C Jakarta

    No full text
    Aims: The unprofessional behavior of nurses makes nursing services not provide positive values, which can be influenced by the absence of preceptorship for nurses. The research conducted in June – August 2022 aims to assess the effect of preceptorship program and recruitment process to improve professional nurse behavior. Design: Quasi-experimental study, with intervention group preceptorship program RS Cinta Kasih Tzu Chi and control group RS Mentari. Samples of intervention and control groups were 35 respondents each, using total sampling technique. Data collection tools are questionnaires and pretest - posttest data collection is carried out 4 days after the questionnaires are distributed. Method: Data analysis using Wilcoxon test, Chi-square test and multivariate logistic regression test. Results: The results showed that the behavior of professional nurses increased. There are differences in the behavior of nurses in the intervention and control groups (p value= 0.000). There is the relationship between the recruitment process and an increase in the behavior of nurses (p value = 0.001). Working period (p value = 0.017) and preceptorship program (p value = 0.006) have an effect on increasing the behavior of professional nurses. Conclusion: It is hoped that RS C will hold a preceptorship program and establish regulations, policies, guidelines and guidelines on the application of the preceptorship method to changes in the behavior of professional nurses. Nurses understand and instill the behavior of professional nurses starting from themselves, colleagues, and patient care

    HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DENGAN KEPATUHAN DIET RENDAH GARAM PADA PASIEN HIPERTENSI DI KELURAHAN KOMBOS TIMUR KECAMATAN SINGKIL KOTA MANADO

    No full text
    Dukungan sosial dalam bentuk dukungan emosional dari anggota keluarga dan teman merupakan bentuk dukungan yang sangat penting dalam kepatuhan terhadap program-program medis. Keluarga dan teman dapat membantu mengurangi ansietas, mereka juga dapat menjadi kelompok pendukung untuk mencapai kepatuhan menjalakan diet rendah garam yang merupakan bagian dari proses penyembuhan hipertensi. Kepatuhan diet adalah suatu aturan perilaku yang disarankan oleh perawat, dokter atau tenaga kesehatan terhadap diet yang dilaksanakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan sosial keluarga dengan kepatuhan diet rendah garam pasien hipertensi di Kelurahan Kombos Timur Kecamatan Singkil Kota Manado. Penelitian ini menggunakan desain penelitian yang bersifat observasional analitik dengan rancangan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang tinggal, menetap dan memiliki riwayat hipertensi di Kelurahan Kombos Timur Kecamatan Singkil Kota Manado. Sampel berjumlah 61 orang. Analisis data dilakukan secara univariat dan Analisa bivariat dengan menggunakan uji statistik Chi-Square (α=≤0,05) untuk melihat ada tidaknya hubungan dukungan sosial keluarga dengan kepatuhan diet rendah garam pada pasien hipertensi. Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan diet rendah garam pada pasien hipertensi (p=0,012). Saran bagi keluarga semakin meningkatkan bentuk dukungan sosial keluarga agar pasien semakin termotivasi untuk sembuh dalam menjalankan diet rendah garam di Kelurahan Kombos Timur Kecamatan Singkil Kota Manado. Kata Kunci : Dukungan Sosial Keluarga , Kepatuhan diet. Kepustakaan : 16 Buku, 7 file interne

    HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN SUAMI DENGAN PENDAMPINGAN SUAMI DALAM ASUHAN KEHAMILAN ISTRI DI RUMAH SAKIT SAM RATULANGI TONDANO

    Get PDF
    Pendampingan suami yang aman dalam asuhan kehamilan akan mendukung kehamilan dan persalinan yang aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingakat pengetahuan suami dengan pendampingan suami dalah asuhan kehamilan di Rs. Sam Ratulangi Tondano. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Rs. Sam Ratulangi Tondano pada tanggal 03-11 Agustus 2009, dengan pengambilan sampel yang digunakan yakni accidental sampling dengan jumlah sampel 34 responden. Berdasarkan hasil analisa bivariat dengan menggunakan uji chi-square, di peroleh X² = 0,492 dan nilai Ï = 0,706 dengan tingkat signifikan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukan tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan suami dengan pendampingan suami dalam asuhan kehamilan. Kata kunci : Pengetahuan, Pendampingan suami, Asuhan Kehamilan Kepustakan : Buku 8(1997-2006) dan Internet 6 (2009

    HUBUNGAN ANTARA POLA HIDUP DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA KELOMPOK USIA 45-60 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARATUNG

    Get PDF
    Hipertensi adalah suatu keadaan dimana terjadi peningkatan tekanan darah seseorang lebih dari 140/90 mmHg. Peningkatan ini menyebabkan jantung harus bekerja lebih kerasa dari biasannya untuk mengedarkan darah melalui pembuluh darah, yang pada akhirnya dapat menyebabkan stroke, gagal jantung, dan bahkan pada akhirnya dapat menyebabkan kematian, Karena pada umumnya hipertensi terjadi tanpa disertai gejala apapun sebagi peringatan bagi penderitannya, hanya saja terdapat faktor-faktor pemicu untuk terjadinya hipertensi, seperti faktor pola hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola hidup dengan kejadian hipertensi pada kelompok usia 45-60 tahun diwilayah kerja puskesmas karatung. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional pada populasi kelompok usia 45-60 tahun yang bertempat tinggal menetap diwilayah kerja puskesmas karatung, dengan sampel 36 orang yang diambil dengan metode sampling jenuh. Metode pengumpulan data melalui kuisioner dan observasi pengukuran tekanan darah yang dilakukan pada tanggal 19-28 Mei 2015. Data dianalisa secara statistic dengan uji analisa chi square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan uji chi square diperoleh nilai Ï = 0,023 untuk pola makan dan Ï = 0,001 untuk pola aktifitas, maka Ha diterima sehingga disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pola makan dengan kejadian hipertensi dan pola aktifitas fisik dengan kejadian hipertensi. Saran dari peneliti, agar para masyarakat kelompok usia 45-60 tahun yang tinggal menetap di wilayah kerja Puskesmas Karatung, untuk dapat mengontrol pola makan dan pola aktifitasnya, agar supaya tidak menyebabkan penyakit hipertensi. Kata Kunci : Pola hidup, hipertensi, kelompok usia Kepustakaan : 19 buku, 22 file internet

    PENGARUH TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM TERHADAP DISMENORE PADA REMAJA PUTRI KELAS VII DAN VIII DI SMP KATOLIK St. HUBERTUS MANADO

    Get PDF
    Hampir semua wanita mengalami nyeri pada perut bagian bawah saat menstruasi sehingga mengganggu aktivitas. Pada remaja dapat menggangu proses belajar di sekolah maupun di rumah. Agar mencapai proses penurunan nyeri maka perlu di lakukan teknik relaksasi nafas dalam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi nafas dalam terhadap dismenore pada remaja putri kelas VII dan VIII di SMP Katolik St. Hubertus Manado. Desain penelitian yang digunakan adalah desain Quasy Eksperimental (eksperimental semu) dalam bentuk rancangan penelitian Pre-postest Design. Penelitian dilakukan sejak 20 Mei – 06 Juni 2015. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi dan lembar isian data demografi, dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang terdiri dari 15 responden pada kelompok kontrol dan 15 responden pada kelompok perlakuan yang diambil secara Purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan ada perbedaan yang signifikan antara intensitas nyeri dismenore sebelum dan sesudah dilakukan teknik relaksasi nafas dalam. Pada kelompok perlakuan nilai p= 0.000, sedangkan untuk kelompok kontrol dimana tidak dilakukan intervensi teknik relaksasi nafas dalam dengan nilai p= 1.000. Kesimpulannya, teknik relaksasi nafas dalam dapat berpengaruh terhadap penurunan dismenore. Melalui penelitian ini, peneliti mengharapkan remaja putri dapat melakukan penanganan menggunakan terapi teknik relaksasi nafas dalam dan bagi peneliti selanjutnya untuk dapat melakukan penelitian kembali tentang pengaruh teknik relaksasi nafas dalam terhadap dismenore dengan pengembangan yang lebih up to date. Kata Kunci: Teknik relaksasi nafas dalam, dismenore dan remaja putri Referensi: 13 buku dan 2 sumber internet

    HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA DENGAN PERSONAL HIGIENE DAN KEBIASAAN JAJAN ANAK SEKOLAH DASAR DI SDN 11 MANADO

    No full text
    Higiene personal atau kebersihan diri adalah upaya seseorang dalam memelihara kebersihan dan kesehatan drinya untuk memperoleh kesejahteraan fisik dan psikologis. Tujuannya ialah untuk memelihara kebersihan diri, menciptakan keindahan, serta meningkatkan deraja kesehatan individu sehingga dapat mencegah timbulnya penyakit pada diri sendiri maupun orang lain, kebiasaan jajan serta kebiasaan makan tidak baik beresiko terhadap cemaran biologis atau kimiawi yang banyak mengganggu kesehatan yang disebabkan kualitas makanan yang kurang bersih, baik jagka pendek maupun jangka panjang anak sekolah. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan orang tua dengan personal higiene dan kebiasaan jajan anak sekolah di SDN 11 Manado. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan menggunakan metode Cross Sectional dengan desain uji menggunakan olah data statistik chi- square dengan nilai kemaknaan α 0,05. Sampel terdiri atas 36 responden dengan personal higiene dan kebiasaan jajan diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Dalam penelitian ini menggunakan 2 variabel yang terdiri dari variabel independen dan dependen Hasil analisa data menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan orang tua dengan personal higiene di tunjukan dengan nilai ï² = 0,013 dan pengetahuan orang tua dengan kebiasaan jajan yang ditunjukan dengan nilai ï²= 0,004 Dari hasil penelitian ini kususnya orang tua, pendidik sangat berperan penting dalam kesehatan anak-anaknya karena makanan dan jajanan sekolah sangat beresiko terhadap cemaran biologis baik jangka pendek maupun panjang. Kata kunci : pengetahuan orang tua, personal higiene, kebiasaan jajan. Kepustakaan : 17 buk
    corecore