1,510 research outputs found
Manajemen Bimbingan Manasik Haji di Kementerian Agama Kabupaten Barito Kuala Tahun 2018
Siti Bulkis, 2018. “Manajemen Bimbingan Manasik Haji di Kementerian Agama Kabupaten Barito Kuala Tahun 2018.” Skripsi Jurusan Manajemen Dakwah, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi. Pembimbing: (I) Drs. H. Ahmad Gazali HB, M. Hum dan Pembimbing (II) Syaipul Hadi, S. IP, MA.
Kata Kunci: Manajemen, Bimbingan Manasik Haji, Kementerian Agama Kabupaten Barito Kuala.
Penelitian ini membahas tentang diadakannya kegiatan manasik haji tersebut dikarenakan keadaan calon jemaah haji yang sangat majemuk diantaranya perbedaan suku, budaya bahasa, pendidikan, usia dan tingkat pemahaman terhadap ilmu manasik. salah satu upaya yang dilakukan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Kuala untuk memperluas wawasan dan pengetahuan masyarakat dalam penguasaan manasik haji adalah dengan mengadakan kegiatan Bimbingan Manasik Haji sampai ketingkat Kecamatan di Kabupaten Barito Kuala.
Penelitian difokuskan pada perencanaan pelaksanaan, penerapan manajemen, dan materi bimbingan manasik haji di Kementerian Agama Kabupaten Barito Kuala.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Dalam mengumpulkan data, penulis menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian diolah dan dianalisis. Analisis data menggunakan analisis deskriptif, yaitu menyajikan data dengan cara menggambarkan kenyataan sesuai dengan data yang diperoleh dari hasil penelitian, sedangkan teknik menguji keabsahan data menggunakan triangualasi sumber data, membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda.
Hasil penelitian menunjukan bahwa Kementerian Agama Kabupaten Barito Kuala menunjukan bahwa: 1.Perencanaan pelaksanaan bimbingan manasik haji dari segi waktu pada tanggal 2 -10 juli 2018 dimulai pukul 09.00 s/d 12.45 Wita, ditempatkan di KUA Kecamatan, yang dibagi menjadi tiga (3) kelompok yaitu kelompok pertama Marabahan kedua Handil Bakti dan ketiga Anjir Muara, jumlah peserta 212 orang dengan biaya sebesar Rp. 38.157.884. 2. Penerapan manajemen bimbingan manasik haji di Kemenag Batola, diantaranya Secara keseluruhan manajemen bimbingan manasik haji yang diterapkan oleh Kementerian Agama Kabupaten Barito Kuala telah terlaksana sebagaimana prosedur, yaitu seperti: perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan
Kemampuan Menyelesaikan Operasi Aljabar Bilangan Berpangkat Pecahan Pada Siswa Kelas X MAN Negara
Siti Bulkis. 2009. Kemampuan Menyelesaikan Operasi Aljabar Bilangan Berpangkat Pecahan Pada Siswa Kelas X MAN Negara. Skripsi, Jurusan Tadris Matematika, Fakultas Tarbiyah. Pembimbing: (I) Drs. H. Ridhahani Fidzi, M.Pd. (II) Dra. Hj. Sessi Rewetty Rivilla, M. M.Pd.
Salah satu disiplin ilmu yang diberikan di SMA/MA adalah matematika. Matematika memiliki peranan penting dalam berbagai aspek kehidupan. Banyak permasalahan dan kegiatan dalam hidup kita yang harus diselesaikan dengan menggunakan ilmu matematika seperti menghitung, mengukur dan lain-lain, selain itu matematika juga dapat memajukan daya pikir serta analisa manusia. Salah satu materi yang di ajaran MA adalah bilangan berpangkat pecahan, materi inilah yang menjadi pembahasan dalam penelitian.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan siswa kelas X MAN Negara dalam menyelesaikan operasi aljabar bilangan berpangkat pecahan dengan menggunakan sifat-sifat umum yang berlaku pada bilangan berpangkat pecahan.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif sedangkan populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MAN Negara tahun ajaran 2008/2009 yang berjumlah 190 orang dengan sampel sebesar 60% atau 114 orang siswa. Adapun objek dalam penelitian ini adalah kemampuan siswa kelas X dalam menyelesaikan operasi aljabar bilangan berpangkat pecahan. Sebelum tes di laksanakan terlebih dahulu instrumen tes di ujicobakan. Tempat uji coba instrumen tes adalah di MA Islam Parigi dengan jumlah peserta uji coba sebanyak 50 orang.
Pengumpulan data tentang kemampuan menyelesaikan operasi aljabar bilangan berpangkat pecahan adalah dengan menggunakan instrumen tes yang berbentuk essai dengan jumlah instrumen tes sebanyak 10 butir soal. Setelah data terkumpul dan diolah, kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik presentase dengan pengukuran yang mengacu pada kriteria standar ketuntasan belajar.
Dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa dari 114 orang siswa yang mengikuti tes sebanyak 98 orang atau 85,965% yang mampu menyelesaikan soal dengan kualifikasi baik sekali, baik, dan cukup. Sedangkan yang berada dalam kualifikasi kurang dan gagal sebanyak 16 orang atau 14,035%. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa sebagian besar siswa mampu mengerjakan soal-soal yang diberikan dengan nilai ≥ 60 dengan persentasi 85,965% dari jumlah keseluruhan. Selain hal tersebut faktor-faktor guru juga mempengaruhi hasil belajar siswa
Penanaman Nilai-nilai Ibadah di Keluarga yang Melakukan Pernikahan Dini di Kelayan Kecil RT. 20 Kelurahan Kelayan Timur Kecamatan Banjarmasin Selatan
Siti Bulkis, 2017. Penanaman Nilai-nilai Ibadah di Keluarga yang Melakukan Pernikahan
Dini di Kelayan Kecil RT. 20 Kelurahan Kelayan Timur Kecamatan Banjarmasin
Selatan. Pembimbing Drs.H. Alfian Khairani, M.Pd.I
Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya peran orang tua dalam penanaman
nilai-nilai ibadah kepada anak , hal ini menyebabkan banyak dari anak-anak mereka tidak
mengetahui apa saja nilai-nilai yang terkandung dalam ibadah. Rumusan masalah dalam
penelitian ini adalah 1) Apa saja nilai-nilai ibadah yang ditanamkan kepada anak dalam
keluarga yang melakukan pernikahan dini di Kelayan Kecil RT 20 Kelurahan Kelayan
Timur? 2) Bagaimana penanaman nilai-nilai ibadah kepada anak pada keluarga yang
melakukan pernikahan dini di Kelayan Kecil RT 20 Kelurahan Kelayan Timur? 3) Faktor apa
saja yang mempengaruhi penanaman nilai-nilai ibadah kepada anak pada keluarga yang
melakukan pernikahan dini di Kelayan Kecil RT 20 Kelurahan Kelayan Timur.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan
kualitatif dengan memakai metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 5
keluarga yang melakukan pernikahan dini yang memiliki anak yang berusia 6-12 tahun.
Objek dalam penelitian ini adalah penanaman nilai-nilai ibadah kepada anak pada keluarga
yang melakukan pernikahan dini di Kelayan Kecil RT 20 Kelurahan Kelayan Timur dan
faktor yang mempengaruhi penanaman nilai-nilai ibadah kepada anak.
Untuk memperoleh data yang diperlukan, penulis menggunakan teknik wawancara,
observasi, dan dokumentasi. Setelah data terkumpul, selanjutnya penulis menggunakan teknik
pengolahan data dengan teknik editing, klafikasi data dan interprestasi data. Kemudian di
analisis dan di tarik kesimpulan secara deskriptif.
Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penanaman nilai-nilai ibadah yang akan
di tanamkan kepada anak yaitu di antaranya 1) menanamkan nilai-nilai shalat, 2)
menanamkan nilai-nilai puasa, dan 3) menanamkan nilai-nilai zakat. Adapun dari hasil
penelitian penanaman nilai-nilai ibadah kepada anak di keluarga yang melakukan pernikahan
dini dapat dikatakan cukup, hal ini dapat di lihat dari penanaman nilai ibadah yang diberikan
oleh 5 keluarga yang melaukan pernikahan dini ada yang tidak menanamkan penenaman nilai
ibadah itu karena tidak ada pengetahuan sama sekali mengenai hal itu dan ada yang hanya
mengetahui sedikit. Hal ini juga ditunjang oleh faktor-faktor yang mempengaruhinya, yaitu;
dari latar belakang pendidikan orang tua yang kebanyakan berlatar belakang sekolah dasar
(SD/sederajat), dan dari keletaladan orang tua yang kurang memberikan teladan yang baik
untuk anak-anaknya, serta faktor waktu yang tersedia untuk anak sangat minim karena
kebanyakan mereka sibuk dengan pekerjaan masing-masing, juga kesadaran orang tua akan
kewajibannya, dari kelima keluarga ini rata-rata diantara mereka kurang memiliki kesadaran
akan tanggung jawab mereka terutama terhadap anak
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Aqidah Akhlak dengan Materi Membiasakan Akhlak Terpuji Melalui Metode Cerita Pada Siswa Kelas I MIN Muara Durian Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar
Siti Bulkis. 2013. Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Aqidah Akhlak dengan Materi Membiasakan Akhlak Terpuji Melalui Metode Cerita Pada Siswa Kelas I MIN Muara Durian Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar. Skripsi, Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Pembimbing: Drs. H. Imran Sarman, M. Ag.
Kata kunci: Hasil Belajar, Metode Cerita.
Sesuai dengan rumusan masalah yang ada bahwa tujuan dari penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan adalah ingin mengetahui pelaksanaan pembelajaran melalui metode cerita dan ingin mengetahui apakah dengan menggunakan metode cerita dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran akidah akhlak khususnya materi membiasakan akhlak terpuji siswa kelas I MIN Muara Durian Kecamatan Gambut.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus penelitian. Pada setiap siklus yakni siklus 1 dan siklus 2 terdiri atas dua kali pertemuan. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas I MIN Muara Durian pada semester genap tahun ajaran 2012/2013, dengan jumlah siswa 27 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh melalui teknik observasi dan tes tertulis, sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah rata-rata dan persentasi.
Penerapan metode cerita yang dilakukan oleh guru dalam proses belajar mengajar untuk meningkatkan hasul belajar siswa dapat berjalan dengan efektif dan optimal. Hal ini dapat dilihat dari: (1) Aktivitas guru pada kegiatan pembelajaran Akidah akhlak melalui penerapan metode cerita berjalan dengan sangat baik dan sesuai dengan rencana, karena setiap akhir pembelajaran selalu diadakan refleksi untuk diadakan perbaikan. Aktivitas tersebut mengalami peningkatan sebesar 38,46%, yaitu dari 57,69% pada pertemuan pertama siklus I menjadi 96,15% pada pertemuan kedua siklus II dan Aktivitas siswa juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan sebesar 40,00% yaitu dari skor rata-rata 58,00% (cukup aktif) pada pertemuan pertama siklus I, meningkat menjadi 98,00% (sangat aktif) pada pertemuan kedua siklus II.(3)Tindakan kelas untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui metode cerita pada mata pelajaran Akidah akhlak khususnya di kelas I MIN Muara Durian Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar, dinyatakan berhasil dan tujuan pembelajaran tercapai. Hal ini dibuktikan dari hasil belajar siswa menjadi lebih baik dari sebelumnya, yang ditunjukkan dari hasil penelitian pada pertemuan pertama siklus I terhadap hasil belajar siswa, yaitu 6,11 telah meningkat menjadi 7,33 pada pertemuan kedua siklus II. Metode cerita yang diterapkan pada mata pelajaran Aqidah-Akhlak merupakan salah satu langkah yang sangat efektif dan tepat dalam kegiatan belajar mengajar yang diambil oleh guru dalam meningkatkan hasil belajar siswa
Sociological Aspects in Siti Nurbaya\u27s Novel by Marah Rusli
There is a close relationship between literature and life because the social function of literature is how it involves itself in people\u27s lives. The purpose of this research is to find out the sociology of literature, which examines it through three contexts, first, the social context of the author; second, literature as a mirror of society; third, the social function of literature in the novel Siti Nurbaya by Marah Rusli. The method in this research uses descriptive qualitative. In this case, the writer first describes the social context of Marah Rusli\u27s novel Siti Nurbaya, then analyzes the content of the novel and then looks at the relationship between the problems in the novel, and then adjusts it to socio-cultural conditions. The results of the analysis show that Siti Nurbaya\u27s novel, in terms of the author\u27s social context, that in Siti Nurbaya\u27s novel, is based on the bad experience of the author, Marah Rusli. Siti Nurbaya\u27s novel reflects the many problems of society in Siti Nurbaya\u27s era, such as polygamy, pride in nobility, customs in Padang, child sacrifices for their parents, and so on. Meanwhile, there is a social function of literature in the novel, which includes rebellion, literary works as entertainment, and entertainingly teaching something
PEMBELAJARAN TEMATIK BERBASIS DARING DI MASA PANDEMI COVID-19 DI SDN 1 SUNGAI CUKA KABUPATEN TANAH BUMBU
Pembelajaran daring merupakan alternative pilihan terbaik untuk pendidikan
pada masa Covid ini, karena pembelajaran tidak bisa dilakukan secara langsung
dan tatap muka. Dengan adanya pembelajaran daring sebagai pilihan kedua
diharapkan dapat membantu guru dan siswa dalam melaksanakan kegiatan
pembelajaran baik untuk guru tetap berhadir di sekolah untuk memberikan materi
secara online maupun siswa yang belajar dari rumah. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui: 1) Bagaiamana pelaksanaan pembelajaran Tematik berbasis
daring di SDN 1 Sungai Cuka kab. Tanah Bumbu, 2) Apakah faktor pendukung
dan penghambat pembelajaran berbasis daring di SDN 1 Sungai Cuka kab Tanah
Bumbu.
Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah
suatu pendekatan yang berorientasi pada fenomena dan gejala yang bersifat alami
penelitian ini menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari
orang-orang dan perilaku yang diamati. Penelitian ini termasuk kualitatif
deskriptif, karena penelitian ini berusaha mencari dan menggambarkan fakta efek,
pengaruh, akibat atau memberikan hasil dari Pembelajaran Tematik dengan
berbasis daring di masa pendemi Covid-19.
Pembelajaran tematik berbasis daring di masa pandemi covid-19 di SDN 1
Sungai Cuka Kabupaten Tanah Bumbu yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan
dan evaluasi. Pada perencanaan guru berpedoman pada RPP dan silabus untuk
memberi guru pemahaman yang lebih luas tentang tujuan pendidikan sekolah,
Pelaksanaan yaitu mencakup kegiatan pendahuluan seperti mengucapkan salam,
apersepsi. Kegiatan inti bagaimana pelaksanaanya pembelajaran, kemudian
penutup seperti evaluasi serta guru memberikan penguatan serta kesimpulan pada
pembelajaran. Faktor pendukung: Mempunyai kualitas jaringan yang baik,
mempunyai kuota internet dan motivasi orang tua. Faktor penghambat:
Sebaliknya tidak mempunyai kuota internet, ada juga yang tidak mempunyai
handphone yang tidak memadai, siswa dan orang tua mengalami kesulitan dalam
memahami pelajaran, kurangnya motivasi orang tua yang tidak dapat
mendampingi anaknya karena sibuk bekerja
CORAK PEMIKIRAN DAN GERAKAN AKTIVIS PEREMPUAN (Melacak Pandangan Keagamaan Aisyiyah Periode 1917–1945)
This paper discusses the patterns of religious thought of the women activists
in the early period of Aisyiyah. The women activists are Siti Walidah, Siti Bariyah, Siti
Aisyah, Siti Badilah, Siti Munjiyah, Siti Badilah, Siti Hayyinah, dan Siti Umniyah.
Through ahistorical approach, the author founds a link between colonialism that occur
in Muslim countries and the revival of the spirit of women activists in mobilizing the
Muslims society. The author also asserts that the thought of Aisyiyah leaders including
in the Islamic modernism that mean are Islamists a progresive religion, Islam is a
religion of liberation, enlighten and advance. This understanding is very influential in
the development of Aisyiyah recently. The formers of Aisyiyah aware of the importance
of women’s participation and role in Islamic Da’wah join with men to accelerate the
realization of a prosperous society.
Key words: Thought, women activists, Aisyiyah
Makalah ini membahas tentang corak pemikiran keagamaan perempuan aktivis
gerakan Aisyiyah pada periode awal. Mereka adalah Siti Walidah, Siti Bariyah, Siti
Aisyah, Siti Badilah, Siti Munjiyah, Siti Badilah, Siti Hayyinah, dan Siti Umniyah.
Melalui pendekatan historis, penulis menemukan kaitan antara gelombang kolonialisme
yang terjadi di negara-negara muslim dengan semangat kebangkitan kaum perempuan
dalam menggerakkan kaum muslim khususnya kaum perempuan. Penulis juga
menegaskan bahwa pemikiran para tokoh Aisyiyah termasuk paham modernisme Islam
yaitu Islam sebagai agama yang berkemajuan, agama dengan ajaran yang membebaskan,
mencerahkan dan memajukan. Pemahaman ini sangat berpengaruh dalam
perkembangan dakwah ‘Aisyiyah ke depan. Para tokoh Aisyiyah menyadari akan
pentingnya perempuan berpartisipasi dan berperan dalam Dakwah Islam bersamasama
dengan laki-laki untuk mempercepat terwujudnya masyarakat sejahtera.
Kata kunci: Pemikiran, aktivis perempuan, Aisyiya
Siti Walidah Dahlan Pelita Pemberdayaan Perempuan Yogyakarta 1917-1946
ABSTRAK Melihat realitas pada awal abad ke-20 di Yogyakarta kaum perempuan hanya berada pada posisi pasif di ranah domestik, dan laki-laki dianggap lebih superior dari perempuan. Upaya peningkatan peran perempuan sebagai mitra sejajar dengan laki-laki tentunya tidak terlepas dari peran para tokoh, termasuk Siti Walidah. Tentunya dari permasalahan umum di atas, dapat dirinci ke dalam beberapa permasalahan, pertama, apa pengaruh gerakan Siti Walidah terhadap kaum perempuan Yogyakarta? Kedua, bagaimana bentuk partisipasi dan kontribusi Siti Walidah dalam organisai Aisyiyah? Ketiga, bagaimana reaksi masyarakat mengenai pergerakan Siti Walidah yang menjunjung hak-hak perempuan? Pada penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian sejarah yang meliputi empat tahap, yaitu: heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Terdapat 3 (tiga) hasil temuan dalam kajian ini, pertama, Siti Walidah membawa perubahan baru dan memberikan pengetahuan dengan mendirikan Sapa Tresno sebagai bentuk upaya Siti Walidah dalam memberdayakan kaum perempuan. Kedua, Siti Walidah dalam perjalanannya membersamai Aisyiyah selalu memberikan dukungan juga teladan kepada anggota Aisyiyah, selain itu Siti Walidah juga turut berkontribusi dalam beberapa kegiatan di Aisyiyah. Ketiga, perjungannya dalam melepaskan belenggu kaum perempuan dari adat istiadat yang sudah mapan menuai pro-kontra. Siti Walidah harus berhadapan dengan masyarakat yang konservatif dan memegang prinsip bahwa perempuan hanya merupakan “konco wingking”. ABSTRACT Seeing the reality at the beginning of the 20th century in Yogyakarta, women were only in a passive position in the domestic sphere, and men were considered superior to women. Efforts to increase the role of women as equal partners with men certainly cannot be separated from the role of figures, including Siti Walidah. Of course, from the general problems above, it can be broken down into several problems, first, what was the influence of the Siti Walidah movement on the women of Yogyakarta? Second, what is the form of Siti Walidah's participation and contribution in the Aisyiyah organization? Third, how is the public's reaction to the Siti Walidah movement which upholds women's rights? In this study, the author uses historical research methods which include four stages, namely: heuristics, verification, interpretation, and historiography. There are 3 (three) findings in this study, first, Siti Walidah brought new changes and provided knowledge by establishing Sapa Tresno as a form of Siti Walidah's efforts in empowering women. Second, Siti Walidah in her journey with Aisyiyah always provides support as well as role model to Aisyiyah members, besides that Siti Walidah also contributes to several activities in Aisyiyah. Third, her struggle to release women's shackles from established customs has brought pros and cons. Siti Walidah has to deal with a conservative society and holds the principle that women are only "konco wingking"
Pluralisme Agama dalam Pemikiran Syekh Siti Jenar
This article discusses the roots of religious pluralism of Sheikh Siti Jenar. As one of theprosecution of Islam in the land of Java, he had a thought of religious pluralism, which is themeeting point of religions on the esoteric landscape (the transcendent unity of religions), in termsof Islamic mysticism known as Wahdat al-Adyan. The author deliberately used pluralism touncover the thoughts of Sheikh Siti Jenar based on his teachings. The theory of religiouspluralism classification, which includes secular humanism, global theology, syncretism, andlasting wisdom, is used to determine the pattern of religious pluralism found in the thought ofSheikh Siti Jenar. The problems discussed in this paper are the thoughts and patterns of religiouspluralism Sheikh Siti Jenar. For that purpose, the relevant data, obtained through the literaturestudy, is analyzed using a method of content analysis and descriptive-analytic. Based on thestudy conducted, it can be suggested that the concept of religious pluralism Sheikh Siti Jenar isthe implications of the plurality of scientific networks that accumulate in the developedteachings, Manunggaling Kawulo Gusti. The pluralism in the thought of Sheikh Siti Jenarcovered the meeting point of various religions at the esoteric level, because the difference forhim only occurred at the level of exoscorers alone. This view when associated with religiouspluralism classification belongs to the category of eternal wisdom. The thought of Sheik SitiJenar about the mystical maqamat in the process of discovering identity, the three elements thatbuild human beings, heaven and hell, and his views on nature, all of which are intertwined withthe teachings of Islamic mysticism, Hinduism, Buddhism and Javanese philosophy. The thoughtof Sheikh Siti Jenar took the pattern of religious pluralism, syncretism
Efektivitas Penggunaan QRIS Oleh Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah Nasabah Bank BRI Unit Teluk Tiram Banjarmasin
Penelitian ini yang dilatar belakangi berkaitan dengan penggunaan QRIS yang
dilakukan oleh Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah yang hanya melakukan
pemasangan QRIS sebagai formalitas saja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
bagaimana Efektivitas penggunaan QRIS oleh Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah
Nasabah Bank BRI Unit Teluk Tiram Banjarmasin.
Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan
menggunakan metode kualitatif, berdasarkan data yang diperoleh dari hasil observasi,
wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis pada penelitian ini menggunakan pengumpulan
data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Berdasarkan hasil penelitian ini kesimpulannya adalah penggunaan QRIS yang dipasang
oleh 15 Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah nasabah Bank BRI Unit Teluk Tiram.
Tolak ukur efektivitas dengan menggunakan teori dari Wiliam h. Delone dan Ephairm R.
McLean, ada 6 tolak ukur yaitu Kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas pelayanan,
pengguna, kepuasan pengguna, dan keuntungan bersih. Dari tolak ukur hasil yang didapatkan
dari 15 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah 12 efektif, 3 belum efektif, dan terdapat 3
kendala dalam penggunaan QRIS
- …
