35,895 research outputs found
Maker Hub, Allison Bryan (2017)
This video titled, Maker Hub with Allison Bryan, occurred on October 17, 2017. Bryan discussed how students can practice creativity and critical thinking in their educational classes. Bryan was the Director of the Curriculum Resource Center in the School of Education. Bryan spoke about how she used the Maker Hub space. People seen in the video included: Dan Reis and Elon students.
A Godly Hero: The Life of William Jennings Bryan
Review of: "A Godly Hero: The Life of William Jennings Bryan," by Michael Kazin
Alaskan Author and Historian Dan O'Neill
Dan O'Neill has become a living legend in Alaska. He is the author of The Firecracker Boys: H-Bombs, Inupiat Eskimos, and the Roots of the Environmental Movement; A Land Gone Lonesome: An Inland Voyage Along the Yukon River; The Last Giant of Beringia: The Mystery of the Bering Land Bridge, and recently Stubborn Gal: The True Story of an Undefeated Sled Dog Racer, a children's book published by the University of Alaska Press. Dan came to Alaska in 1975 and has done a variety of things including dog mushing, trapping, hunting, working in construction, and on the pipeline. As research associate at the UAF Oral History program, he produced radio and television documentaries for public broadcasting, and for several years he wrote a column of political opinion for the Fairbanks Daily News-Miner
Colonel Dan Bryan and the evolution of Irish Military Intelligence, 1919 -1945.
In the context of contemporary Irish History Colonel Dan Bryan has played a
significant, but controversial role in a period which has been well documented but where
he has largely gone unnoticed. The aim of this thesis is twofold; to examine the life and
career of Colonel Dan Bryan and in the process to give the reader an accurate depiction
of the Irish Military Intelligence organisation from it’s foundation up to 1945. The aims
are compatible and lend themselves to each other. An in depth analysis of Dan Bryan’s
character and the role he played within the intelligence organisation serves to illuminate
much about the organisation itself
Bryan, Fong Ying atlit terbaik MASUM : atlit lelaki, wanita terima RM3,000 dan trofi penghargaan di Sabah.
BERAKSI cemerlang pada Sukan Asia 2010 di Guangzhou, penerjun, Bryan Nickson Lomas dan atlit wushu, Chai Fong Ying dinobatkan selaku Olahragawan dan Olahragawati pada Anugerah Sukan Malaysia (MASUM) 2010 di Kota Kinabalu, semalam
Logan Cave, Front row: Lee Sutton, Charlie Ferris, Dan Lynch, Karl Dunn and Don Bryan.
Photo showing Alpine Mountain Club members in Logan Cave, Cache County, Utah; including: Lee Sutton, Charlie Ferris, Dan Lynch, Karl Dunn and Don Bryan
Budaya konstruktif dalam meningkatkan pelayanan KBIH Bryan Makkah Surabaya
Adapun focus persoalan yang dijadikan riset penelitian skripsi ini adalah bagaimana terbentuknya dan mempertahankan Budaya Konstruktif Dalam Meningkatkan Pelayanan KBIH Bryan Makkah Surabaya. Untuk menjawab persoalan tersebut penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang bertujuan untuk memberikan fakta dan data tentang Budaya Konstruktif Dalam Meningkatkan Pelayanan KBIH Bryan Makkah Surabaya.Teknik pengumpulan data menggunakan beberap acara dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik validitas data menggunakan triangulasi. Sedangkan untuk analisis data menggunakan teori John W. Creswell dengan 4 pendekatan yaitu Pengumpulan Data, Reduksi Data, Menyusun Data dan menyimpulkan data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa di KBIH Bryan Makkah Surabaya mempunyai beberapa budaya yang bertujuan untuk meningkatkan nilai spiritual dan intelektual.Adapun Faktor yang memperngaruhi terbentuknya budaya konstruktif ada 3 yaitu Pahlawan, Lingkungan, Nilai-nilai, Ritual dan jaringan budaya atau Komunikasi. Sedangkan untuk mempertahankan budaya konstruktif ada 3 yaitu seleksi, Manajemen Puncak, Sosialisasi.Budaya konstruktif yang sering diterapkan ada 3 yaitu Budaya Kebersamaan, Budaya Kerja sama dan Budaya Komunikatif
Agama dan Teori Sosial : Rangka pikir sosiologi dalam membaca eksistensi Tuhan di antara gelegar ideologi-ideologi kontemporer / Bryan S. Turner
Jauh berbeda dengan perspektif filosofis yang mengelaborasi agama dalam keluasan ontologisnya (dari yang organized hingga yang paling privat-personal), perspektif sosiologis tidak bisa memaknai agama hanya semata sebagai ?keyakinan metafisis, transenden atau spiritual? tanpa adanya pengejawantahan dan praksis dalam wilayah sosialnya. Sosiologi tidak mungkin bertutur apa pun tentang relevansi agama dalam kehidupan manusia jika tidak disertai dengan bukti-bukti empiris akan imbas atau ekses keyakinan agama itu. Walhasil, sekilas, sosiologi merupakan disiplin yang mereduksi keluasan semesta agama dan spiritual.Persoalannya kini adalah mungkinkah Tuhan sebagai ?rujukan spiritual manusia? senantiasa diuraikan dengan kacamata sosiologis? Atau, ekstremnya lagi, apakah keyakinan spiritual yang tidak terpetakan dalam konteks ?perilaku sosial? ?lantaran hanya ditanamkan di kedalaman privasi jiwa? tidak layak dijustifikasi sebagai agama, pencarian Tuhan dan kesadaran transendental manusia? Dari sinilah kemudian sosiologi acapkali disinyalir sebagai ?penyempitan? ontologi dan epistemologi agama ke sudut aksiologi an sich.Akan tetapi, dalam banyak hal, harus jantan diakui bahwa agama sebagai ?pengalaman Yang Suci? (kata Rudolf Otto) meniscayakan serpihan-serpihan aksiologis. Agama sangat sering diyakini sebagai ?nyawa? bagi perilaku manusia, lantaran dengan semangat ajaran (nilai) agama itulah manusia merasakan esensi keyakinannya. Di sinilah sosiologi memperlihatkan diri sebagai disiplin yang sangat fundamental dalam studi agama. Dualistik memang, toh tetap saja semua itu hanyalah persepsi jutaan kepala yang tak sama. Ada yang lurus dan ada pula yang kriting. Namun yang jelas, dalam buku serius yang tatak meneteli kerangka filosofis Nietzsche, Hume, Buber, Borges, Freud hingga Foucault ini, Bryan S. Turner yang sangat gencar mempromosikan urgensi kesadaran egaliterisme antar khazanah sosio-kultural, Barat atau Timur, menegaskan satu mainstream bahwa agama sebagai ?karya Tuhan? akan senantiasa dibedah dan disimbiosiskan dengan beragam teori sosial sebagai ?karya manusia?. Sebab, dari situlah memang selalu terserpih pemaknaan-pemaknaan besar tentang relasi Tuhan-manusia, seperti Marxisme, Freudisme, Durkheimisme dan (termasuk) Sosiologi Agama, yang akan terus menjenterah dalam jantung peradaban manusia. Inilah letak pentingnya buku besar sosiologi ini
Pintar Eksposur : Panduan Lengkap membuat Foto Hebat dengan Kamera Apa Saja
Pintar Eksposur telah menghilangkan kerumitan konsep eksposur yang dirasakan banyak fotografer selama ini. Dengan gayanya yang mudah dimengerti yang terkenal, Bryan Peterson menjelaskan hubungan antara bukaan diafragma (aperture) dan kecepatan rana, bagaimana meraih eksposure yang berhasil dalam kondisi yang sulit sekalipun, dan bagaimana memanfaatkan cahaya untuk menciptakan drama pada hasil jepretan Anda.Anda akan belajar, antara lain:Aperture mana yang akan memberikan kontras dan ketajaman tertinggi, dan kapan menggunakannya;Aperture mana yang menjadikan background tampak buram;Di mana meletakkan titik fokus saat mengambil gambar pemandangan;Bagaimana memilih kecepatan rana untuk membekukan gerakan ataupun menampilkan gerak;Di mana mengambil pembacaan meter saat memotret matahari terbenam, salju, atau pemandangan kota saat senja;Apa bedanya kamera digital SLR dan kamera berlensa tetap.Dilengkapi dengan seratusan foto yang memikat, juga ulasan tentang teknologi fotografi terbaru, termasuk penjelasan tentang lampu kilat, white balance, dan HRD, buku klasik ini akan mengilhami Anda untuk bertransformasi dari 'fotografer auto" ke fotografer kreatif. Bacalah buku ini dengan seksama, praktikan prinsip-prinsip dan aneka tips yang diajarkan, dan Anada pun akan mampu menciptakan gambar yang benar-benar Anda dambakan-kapan saja, dengan kamera apa saja.BRYAN PETERSON adalah fotografer profesional, instruktur yang dikenal secara internasional, dan penulis buku-buku laris Understanding Shutter Speed, Understanding Close-Up Photography, Understanding Photography Field Guide, Learning to See Creatively, Understanding Digital Photography, dan Beyond Portraiture. Dia adalah pendiri sekolah fotografi online The Perfect Picture School of Photography (www.ppsop.com)184hlm.;17x25c
PERANCANGAN APLIKASI ELECTRONIC MEDICAL RECORD (EMR) PADA INSTALASI RAWAT INAP BERBASIS WEB
Pelayanan medik dewasa ini membutuhkan sistem yang lebih efektif dan efisien, baik dalam
penggunaan waktu, tenaga maupun sarana. Dalam pengelolaan rekam medik, kenyataan masih
umumnya penggunaan rekam medik manual yang dinilai tak lagi andal menangani data medik
melahirkan ide konversi rekam medik manual kertas ke rekam medik elektronik karena efektivitas dan
efisiensinya.
Penelitian ini bertujuan menciptakan aplikasi rekam medik elektronik yang lebih dikenal
sebagai EMR (Electronic Medical Record) dari rekam medik kertas di Instalasi Rawat Inap Rumah
Sakit Umum Ananda Salatiga. Rekam medik elektronik dirancang dengan membuat form-form isian
catatan-catatan medik dalam proses perawatan pasien selama dirawat. Data-data medik ini kemudian
disimpan dalam basis data sistem dan dikelola secara digital. Setiap kali pengisian data medik pada
form-form tertentu, sistem akan menghasilkan kode yang membawa informasi khusus.
Pada akhirnya, sistem akan menghasilkan deret kode ICD (International Statistical
Classification of Diseases and Related Health Problems) dari kode-kode yang dihasilkan pada
pengisian form-form catatan medik. Deretan kode-kode ini mampu menggambarkan perkembangan
kondisi pasien dan penanganan medik yang diberikan selama perawatan. Data-data medik yang
tersimpan dapat ditampilkan kembali dalam bentuk catatan medik digital.
Kata kunci: rekam medik, rawat inap, EMR, IC
- …
