34,564 research outputs found
De operis novi nunciatione
quam ... pro doctoralibus in utroq[ue] iure insignibus ac privilegiis ritè ac solenniter consequendis, publico examini submittit Dan[i]el Brunner ad 17. diem iuliiEnthält 17 ThesenDiss. iur. Basel, 165
Historie der Stadt Bern
Vorlageform des Erscheinungsvermerks: Bern, Gedrukt bey Dan. Brunner und Albr. Haller. 1765
PENINGKATAN AKTIVITAS SISWA DENGAN MENERAPKAN TEORI BRUNNER DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS III
Abstrak : Peningkatan Aktivitas Siswa dengan menerapkan Teori belajar Brunner dalam pembelajaran Matematika kelas III SDN. 12 Nanga Tayap, tujuan dari penelitian ini untuk mendiskripsipkan penerapan teori belajar Brunner untuk meningkatkan aktivitas siswa baik secara fisik, mental dan emosional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sifat penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Hasil penelitian setelah dilaksanakannya pembelajaran dengan menerapkan teori belajar Brunner pada pembelajaran Matematika Kelas III SDN. 12 Nanga Tayap Ketapang. dengan hasil observasi siswa : 1.) Aktivitas fisik siswa dari base line awal sebesar 38 %, ke siklus 3 sebesar 84 %. Meningkat sebesar 50 %. 2). Aktivitas Mental siswa base line awal sebesar 18 %, ke siklus 3 sebesar 78 %. Meningkat sebesar 60 %. 3.) Aktivitas Emosional Base Line Awal 31 %, ke siklus 3 sebesar 80 %. Meningkat sebesar 49 %. Kata Kunci : Aktivitas , Teori Belajar Brunner, Pembelajaran Matematika Abstract : Increasing Student Activities by applying learning theory in teaching Mathematics Brunner Elementary School third grade . 12 Nanga Tayap , the goal of this study for the application of learning theory Brunner mendiskripsipkan to increase student activity both physically , mentally and emotionally . The method used in this research is descriptive qualitative method . The nature of this research is Classroom Action Research ( CAR ) The results after the implementation of learning by applying the learning theory on learning Brunner Elementary School Math Class III . 12 Nanga Tayap Ketapang . with the observation of students : 1 . ) Physical activity of student initial base line by 38 % , to 3 cycles by 84 % . Increased by 50 % . 2 ) . Mental activity students initial base line by 18 % , to 3 cycles by 78 % . Increased by 60 % . 3 . ) Emotional Activity Base Line Beginning 31 % , to 3 cycles by 80 % . Increased by 49 % . Keywords : Activities , Brunner Learning Theory , Mathematics Learnin
Pengaruh model pembelajaran discovery brunner terhadap hasil belajar fisika : quasi eksperiment di sma negeri 1 kemiri kab. tangerang
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Discovery Brunner terhadap hasil belajar fisika siswa pada konsep optik. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri I Kemiri tahun pelajaran 2010-2011. Metode penelitian yang digunakan adalah metode quasi eksperimen. Pada penelitian ini sampel diambil dua kelas dengan menggunakan tehnik Purposive Sampling dan dibagi menjadi dua kelompok, Kelas X-1 sebagai kelompok eksperimen dengan model pembelajaran Discovery Brunner dan siswa kelas X-3 sebagai kelompok kontrol dengan metode konvensional. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes objektif tipe pilihan ganda (multiple choice) dengan lima pilihan (option) yang digunakan untuk mengukur pengaruh hasil belajar fisika siswa pada konsep optik. Untuk hasil uji kesamaan dua ratarata posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol diperoleh harga t hitung sebesar 4,03 dan t tabel sebesar 1,99. Hasil pengujian diperoleh menunjukkan bahwa t tabel < t hitung. Dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima pada taraf kepercayaan 95%, hal. ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara rata-rata skor posttest kelompok eksperimen dengan rata-rata skor posttest kelompok kontrol, dapat diartikan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan penerapan model pembelajaran Discovery Brunner terhadap hasil belajar fisika siswa. Kata kunci: Hasil belajar, model pembelajaran Discovery Brunner, model pembelajaran konvensional
Alaskan Author and Historian Dan O'Neill
Dan O'Neill has become a living legend in Alaska. He is the author of The Firecracker Boys: H-Bombs, Inupiat Eskimos, and the Roots of the Environmental Movement; A Land Gone Lonesome: An Inland Voyage Along the Yukon River; The Last Giant of Beringia: The Mystery of the Bering Land Bridge, and recently Stubborn Gal: The True Story of an Undefeated Sled Dog Racer, a children's book published by the University of Alaska Press. Dan came to Alaska in 1975 and has done a variety of things including dog mushing, trapping, hunting, working in construction, and on the pipeline. As research associate at the UAF Oral History program, he produced radio and television documentaries for public broadcasting, and for several years he wrote a column of political opinion for the Fairbanks Daily News-Miner
PENERAPAN TEORI BRUNNER PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA SUB POKOK BAHASAN KELILING DAN LUAS PERSEGI PANJANG KELAS VII D SEMESTER GENAP SMP NEGERI 10 JEMBER TAHUN AJARAN 2007/2008
Pembelajaran matematika dengan Teori Brunner adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menggunakan kehidupan nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk menemukan suatu konsep dengan tahapan-tahapan Brunner, sehingga dapat
memotivasi siswa untuk aktif belajar dan meningkatkan hasil belajar siswa. Adapun tahapan-tahapan Brunner yaitu meliputi tahap enaktif, tahap ikonik dan tahap simbolik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses dan kendala-kendala yang dijumpai pada saat penerapan model pembelajaran matematika dengan Teori Brunner, aktivitas siswa pada saat pembelajaran berlangsung serta ketuntasan belajar siswa.
Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 10 Jember pada tanggal 4 sampai dengan 12 Juni 2008. Subyek penelitian adalah siswa kelas VII D. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, dan jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Sedangkan metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan tes.
Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa pembelajaran dengan Teori Brunner dapat memotivasi siswa untuk belajar dan membantu siswa menemukan suatu konsep sendiri terhadap materi yang dipelajari. Adanya tahapan-tahapan pada teori Brunner membuat cara belajar siswa menjadi terstruktur sesuai dengan urutannya sehingga siswa membuat lebih akif dalam pembelajaran. Kendala-kendala yang dialami dalam pembelajaran ini yaitu siswa masih mengalami kesulitan pada tahap enaktif sehingga guru perlu memberikan bimbingan yang lebih pada siswa yang masih kurang mengerti.
Penerapan pembelajaran ini berdampak positif terhadap aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini terbukti dengan adanya peningkatan aktivitas siswa
pada setiap pertemuan. Rata-rata persentase aktivitas siswa untuk visual activities, mental activities, listening activities dan oral activities masing-masing sebesar 86,3 %; 91,67 %; 90,35 %; 76,76 %. Dari rata-rata tersebut dapat diketahui bahwa aktivitas yang sering muncul selama pembelajaran berlangsung adalah mental
activities (menyelesaikan permasalahan) dan listening activities (berdiskusi). Dan dari hasil tes siswa diperoleh pesentase ketuntasan belajar siswa secara klasikal sebesar 94,74 %
PENERAPAN TEORI BRUNNER PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA SUB POKOK BAHASAN KELILING DAN LUAS PERSEGI PANJANG KELAS VII D SEMESTER GENAP SMP NEGERI 10 JEMBER TAHUN AJARAN 2007/2008
Pembelajaran matematika dengan Teori Brunner adalah suatu pendekatan
pembelajaran yang menggunakan kehidupan nyata sebagai suatu konteks bagi siswa
untuk menemukan suatu konsep dengan tahapan – tahapan Brunner, sehingga dapat
memotivasi siswa untuk aktif belajar dan meningkatkan hasil belajar siswa . Adapun
tahapan – tahapan Brunner yaitu meliputi tahap enaktif, tahap ikonik dan tahap
simbolik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses dan kendala –
kendala yang dijumpai pada saat penerapan model pembelajaran matematika dengan
Teori Brunner, aktivitas siswa pada saat pembelajaran berlangsung serta ketuntasan
belajar siswa.
Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 10 Jember pada tanggal 4 sampai
dengan 12 Juni 2008. Subyek penelitian adalah siswa kelas VII D. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, dan jenis penelitian ini adalah
penelitian tindakan kelas. Sedangkan metode pengumpulan data yang digunakan
adalah observasi, wawancara dan tes.
Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa pembelajaran dengan Teori
Brunner dapat memotivasi siswa untuk belajar dan membantu siswa menemukan
suatu konsep sendiri terhadap materi yang dipelajari. Adanya tahapan – tahapan pada
teori Brunner membuat cara belajar siswa menjadi terstruktur sesuai dengan
urutannya sehingga siswa membuat lebih akif dalam pembelajaran. Kendala –
kendala yang dialami dalam pembelajaran ini yaitu siswa masih mengalami kesulitan pada tahap enaktif sehingga guru perlu memberikan bimbingan yang lebih pada
siswa yang masih kurang mengerti.
Penerapan pembelajaran ini berdampak positif terhadap aktivitas siswa dalam
kegiatan pembelajaran. Hal ini terbukti dengan adanya peningkatan aktivitas siswa
pada setiap pertemuan. Rata – rata persentase aktivitas siswa untuk visual activities,
mental activities, listening activities dan oral activities masing – masing sebesar 86,3
%; 91,67 %; 90,35 %; 76,76 %. Dari rata – rata tersebut dapat diketahui bahwa
aktivitas yang sering muncul selama pembelajaran berlangsung adalah mental
activities (menyelesaikan permasalahan) dan listening activities (berdiskusi). Dan
dari hasil tes siswa diperoleh pesentase ketuntasan belajar siswa secara klasikal
sebesar 94,74 %
PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN MENERAPKAN TEORI BRUNNER POKOK BAHASAN KELILING DAN LUAS BANGUN DATAR KELAS IVA SD NEGERI TAMANAN 2 TAHUN AJARAN 2009/2010
Pembelajaran kooperatif dengan menerapkan teori Brunner yaitu pembelajaran dengan cara mengajar yang lebih menekankan pada kegiatan siswa
melalui proses mental (pengetahuan yang diterapkan melalui pengalaman siswa
secara langsung dalam tahapan teori Brunner) dan guru bertindak sebagai fasilitator.
Siswa memperoleh tugas, aktif mencari serta meneliti sendiri pemecahan suatu
masalah dengan menggunakan metode diskusi kelompok. Penerapan pembelajaran
kooperatif dengan menerapkan teori Brunner dirancang untuk memotivasi siswa
dalam pembelajaran sebaik mungkin dan bekerja keras dalam kelompoknya Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Tamanan 2 Kecamatan Tamanan
Kabupaten Bondowoso pada tanggal 27 Pebruari 2010 sampai dengan 27 Maret 2010.
Subyek penelitian adalah siswa kelas IVA dengan jumlah siswa 37 (laki-laki 24 dan
perempuan 13), pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Metode pengumpulan
data yang digunakan adalah observasi, wawancara, tes dan dokumentasi.
Pembelajaran kooperatif dengan menerapkan teori Brunner berdampak
posistif terhadap aktivitas guru dan siswa. Berdasarkan hasil observasi dan
wawancara dengan guru kelas IVA yang dilakukan mulai dari siklus I kesiklus II,
secara umum sudah mengalami peningkatan aktivitas guru dan siswa. Pada siklus
pertama guru masih merasa malu-malu dalam menyampaikan metari pembelajaran,
tetapi pada siklus dua guru sudah lebih santai dan tidak merasa malu-malu lagibegitu pula dengan adanya peningkatan aktivitas siswa yang ditandai dengan adanya
kemajuan siswa dalam berpartisipasi menyelesaikan permasalahan diskusi kelompok.
Berdasarkan analisis hasil ulangan harian I, siswa yang tuntas dalam belajar adalah
62%. Analisis hasil ulangan harian II, siswa yang tuntas 81%. Penelitian ini
dihentikan pada siklus II
- …
