2 research outputs found
Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Pada Ruas Jalan Ponorogo-Biting STA 208+000 s.d 213+500 Kabupaten Ponorogo Provinsi Jawa Timur
ABSTRAK Chablullah,Boy Hold. A. 2014 “Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Pada Ruas Ponorogo – Biting STA 208+000 s,d 213+500 Kabupaten Ponorogo”. Tugas Akhir, Program Studi D3 Teknik Sipil Dan Bangunan, Fakultas Teknik UM. Pembimbing (1) Drs. Boedi Rahardjo, M, Pd, M,T. dan Pembimbing (2) Ir. Titi Rahayuningsih, M.Si. Kata-kata kunci: Perencanaan, Perkerasan Lentur, Metode Analisa Komponen, Ruas Ponorogo – Biting Ruas jalan Ponorogo – Biting terletak pada STA.208+000 s.d STA.213+500 merupakan jalan alternatif yang menghubungkan antara Kabupaten Ponorogo Jawa Timur dari Kabupatean Wongiri Jawa Tengah. Perkembangan wilayah yang cukup pesat sebagai kawasan industri menyebabkan bertambahnya volume lalu lintas. Oleh sebab itu pembangunan fisik khususnya pembangunan jalan perlu ditingkatkan. Kondisi existing ruas jalan Ponorogo – Biting memiliki lebar perkerasan kurang lebih 7 m panjang 4,2 km dan kelandaian 2 %, lebar bahu 0.5 m jalan antara 1 m sampai 1,5 m. Bahan perkerasan yang digunakan pada jalan existing adalah lapis pondasi bawah sirtu, pondasi atas batu pecah dan lapis permukaan Asphalt Concrete. Kepadatan lalu lintas cukup padat. menyebabkan jalan banyak yang berlubang. Agar kelancaran dan kenyamanan dalam berlalu lintas dapat terwujud maka direncanakan proyek pembangunan peningkatan dan pelebaran jalan pada ruas Ponorogo – Biting Kabupaten ponorogo. Permasalahan yang ditinjau dalam tugas akhir ini adalah sebagai berikut: (1) Merencanakan tebal lapisan perkerasan lentur ruas jalan Ponorogo – Biting STA.208+000 s.d STA.213+500 (2) Mengetahui berapa anggaran biaya yang diperlukan untuk pekerjaaan ruas jalan Ponorogo-Biting . Hasil Perhitungan susunan perkerasan dengan menggunakan Petunjuk Tebal Perkerasan Lentur Jalan Raya Metode Analisa Komponen tebal perkerasannya adalah Laston = 7,5 cm, Batu pecah (CBR 60%) = 20 cm, Sirtu (CBR 30%) = 17,7 cm. Total tebal keseluruhan adalah 45,2 cm. Nilai rencana anggaran biayanya adalah sebesar Rp. 27.374.115.300,00 (Terbilang : Dua Puluh Tujuh Milyar Tiga Ratus Tujuh Puluh Empat Juta Seratus Lima Belas Ribu Tiga Ratus Rupiah)
Penggunaan Akrilik Dan Serbuk Kaca Sebagai Pelapis Tulangan Bambu Untuk Meningkatkan Kuat Lekatan Dan Ketahanan Terhadap Panas Hidrasi Semen
ABSTRAK Kemajuan di bidang ilmu teknologi bahan bangunan mengalami peningkatan inovasi terhadap material komponen struktur. Salah satunya dalam mengatasi ketergantungan pemakaian baja tulangan pada beton, dengan memanfaatkan bambu sebagai tulangan beton. Bambu memiliki keunggulan kuat tarik yang dapat disejajarkan dengan baja. Selain memiliki kelebihan bambu juga memiliki kekurangan permukaan yang licin sehingga daya lekatnya relatif rendah, dan bambu memiliki sifat kembang susut. Untuk menutupi atau mengurangi kelemahan bambu tersebut maka dilakukan pelapisan bambu (coating) dengan menggunakan serbuk kaca dan akrilik. Tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah (1) komposisi campuran akrilik dan serbuk kaca yang efektif untuk meningkatkan kuat lekat tulangan bambu ori pada beton normal. (2) nilai kuat lekatan tulangan bambu ori dengan bahan akrilik dan serbuk kaca pada beton normal. (3) nilai kuat daya tahan terhadap panas hidrasi semen tulangan bambu ori. Penelitian ini adalah penelitian experimental laboratories yang bertujuan untuk mengetahui komposisi yang efektif pada, kuat lekatan, dan daya tahan terhadap panas hidrasi semen bambu yang sudah dicoating dengan akrilik dan serbuk kaca, Tulangan bambu Pengujian kuat lekat digunakan 4 variasi benda uji bambu yang berdimensi 10 mm x 10 mm dengan panjang 30 cm, untuk tulangan bambu yang terlapisi akrilik dan kaca mengalami penambahan tebal antara 2-3 ml dengan tiga kali pelapisan, yang masuk kedalam beton 10 cm dan 10 cm diluar beton. Beton yang digunakan adalah beton silinder dengan diameter 7.5 cm dan tinggi 15 cm bermutu 30 MPa dengan luas selimut tulangan 40 cm2 yang tertanam pada beton. Pengujian ketahan terhadap panas hidrasi semen dengan menggunakan benda uji bambu yang digunakan berdimensi 10 mm x 10 mm dengan panjang 10 cm diuji pada suhu 60°C. Untuk pengujian sampel A tanpa lapisan akrilik dan serbuk kaca mendapatkan nilai lekatan pada beton sebesar 0.5569 MPa. Sampel B yang dilapisi 33% akrilik dan 67% serbuk kaca mendapatkan nilai lekatan pada beton sebesar 0.6588 MPa. Sampel C yang dilapisi 50% akrilik dan 50% serbuk kaca mendapatkan nilai lekatan pada beton sebesar 0.8451 MPa. Sampel D yang dilapisi 66% akrilik dan 34% serbuk kaca mendapatkan nilai lekatan pada beton sebesar 0.8373 MPa. Dan untuk uji ketahanan terhadap panas hidrasi semen pada sampel A, B, C, dan D didapatkan sampel A tidak tahan terhadap panas hidrasi semen, sedangkan pada sampel B, C, dan D tahan terhadap panas hidrasi semen
