1,720,961 research outputs found

    KERANGKA KERJA EVALUASI BERBASIS MEASURE TERINTEGRASI POP BK UNTUK MENINGKATKAN AKUNTABILITAS GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH MENENGAH ATAS KOTA SEMARANG

    Get PDF
    Akuntabilitas guru Bimbingan dan Konseling (BK) mencerminkan komitmen profesional dalam memastikan layanan yang efektif, terukur, dan berdampak positif pada perkembangan siswa di berbagai aspek, seperti akademik, sosial, pribadi, dan karir. Penelitian bertujuan mengeksplorasi profil akuntabilitas guru BK di SMA seKota Semarang, mengembangkan Kerangka Kerja Evaluasi berbasis MEASURE (KKEBMEASURE), serta menguji efektivitasnya. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) Borg and Gall dalam pengembangan kerangka kerja, serta pendekatan Participatory Action Research (PAR) dalam implementasinya. Hasil penelitian menunjukkan profil akuntabilitas guru bimbingan dan konseling bervariasi di berbagai aspek. Aspek misi menjadi kekuatan utama dalam menyelaraskan layanan dengan misi sekolah, sedangkan aspek hasil menjadi tantangan terbesar karena kesulitan dalam mengevaluasi dampak layanan dan pemanfaatan data untuk perbaikan berkelanjutan. Aspek elemen dan analisis berada pada tingkat sedang dengan potensi peningkatan, sementara aspek stakeholder dan edukasi menghadapi tantangan dalam kolaborasi serta pelaporan yang relevan dan berkualitas. Implementasi KKEBMEASURE menunjukkan peningkatan akuntabilitas guru BK di seluruh aspek, dengan peningkatan tertinggi pada aspek Mendidik/Educate sedangkan aspek Analisis mengalami peningkatan terkecil. Penelitian berkontribusi dalam penyediaan kerangka kerja sistematis yang terintegrasi dengan POP BK untuk meningkatkan akuntabilitas guru BK dan memperkaya literatur evaluasi berbasis data dalam layanan BK di Indonesia. Rekomendasi mencakup integrasi KKEBMEASURE dalam kurikulum perguruan tinggi, penguatan literasi data guru BK melalui pelatihan intensif, serta pengembangan platform digital untuk mendukung dokumentasi layanan berbasis data. Kata Kunci: Akuntabilitas Guru BK, MEASURE, POP BK, Bimbingan dan Konselin

    Penerapan Teknik Peer Group Discussion untuk Meningkatkan Konsep Diri Siswa Kelas XII S1 Di MAN Malang I

    No full text
    ABSTRAKIsrofin, Binti. 2009. Penerapan Teknik Peer Group Discussion untukMeningkatkan Konsep Diri Positif Siswa XII S1 di MAN Malang I. Skripsi,Program Studi Bimbingan dan Konseling, Jurusan Bimbingan Konselingdan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang.Pembimbing (I) Dr. M. Ramli, M.A. (II) Drs. M. Bisri, M.Si.Kata Kunci: Teknik Peer Group Disscussion, Konsep  DiriPenelitian ini didasarkan atas fenomena yang terjadi di lapangan yangmengindikasikan adanya pelayanan Bimbingan dan Konseling yang belummaksimal serta adanya sikap dan perilaku yang mengarah pada gejala-gejalakonsep diri yang negatif pada siswa kelas XII S1 MAN Malang I tahun ajaran2009/2010. Tujuan dari penelitian ini adalah menerapkan teknik peer groupdiscussion untuk meningkatkan konsep diri positif siswa kelas XII S1 di MANMalang I. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitiantindakan dalam Bimbingan dan Konseling. Subjek penelitian ini sebanyak sebelassiswa kelas XII  S1 di MAN Malang I yang memiliki konsep diri yang rendah diantara teman-teman sekelasnya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus-September 2009 dalam 2 tahap, yaitu (1) tahap pratindakan dan (2) tahaptindakan. Tahap tindakan terdiri dari tindakan I dan tindakan II. Teknikpengumpulan data yang digunakan adalah observasi, inventori konsep diri yangterdiri dari 38 item, wawancara, dokumentasi dan cacatan lapangan.Berdasarkan observasi yang telah dilakukan peneliti, aktivitas anggotakelompok yang mengarah pada perilaku konsep diri positif siswa pada observasi awal sebesar  21.33% (Kurang), pada tindakan I sebesar 32.45% (Sedang) danpada tindakan II  sebesar 58.74 % (Baik).  Dengan demikian peningkatan aktivitasanggota kelompok yang mengarah pada perilaku konsep diri positif dari observasiawal ke tindakan II sebesar 37,41%. Berdasarkan inventori konsep diri yang telahdilancarkan dapat diketahui bahwa rata-rata konsep diri positif anggota kelompoksebelum tindakan adalah 51.32% berada pada kategori “ Sedang”, sedangkan rata-rata konsep diri positif anggota kelompok pada tindakan I adalah 57. 89% beradapada kategori “sedang” dan rata-rata konsep diri positif siswa pada tindakan IIadalah 68. 42% berada pada kategori “tinggi”. Dengan demikian peningkatankonsep diri positif siswa dari sebelum tindakan  ke tindakan II sebesar 17.10%.Simpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah bahwa teknik peergroup discussion dapat meningkatkan konsep diri positif siswa kelas XII S1 MANMalang I Tahun Pelajaran 2009/2010. Dari hasil penelitian tersebut mengarahkanrekomendasi agar konselor MAN Malang I hendaknya bisa memberikanpelayanan yang efektif terhadap siswa terutama yang berkaitan dengan konsep dirisiswa, salah satunya melalui teknik peer group discussion

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Penerapan Teknik Peer Group Discussion untuk Meningkatkan Konsep Diri Positif Siswa XII S1 di MAN Malang I

    No full text
    ABSTRAKIsrofin, Binti. 2009. Penerapan Teknik Peer Group Discussion untuk Meningkatkan Konsep Diri Positif Siswa XII S1 di MAN Malang I. Skripsi, Program Studi Bimbingan dan Konseling, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. M. Ramli, M.A. (II) Drs. M. Bisri, M.Si.Kata Kunci: Teknik Peer Group Disscussion, Konsep Diri    Penelitian ini didasarkan atas fenomena yang terjadi di lapangan yang mengindikasikan adanya pelayanan Bimbingan dan Konseling yang belum maksimal serta adanya sikap dan perilaku yang mengarah pada gejala-gejala konsep diri yang negatif pada siswa kelas XII S1 MAN Malang I tahun ajaran 2009/2010. Tujuan dari penelitian ini adalah menerapkan teknik peer group discussion untuk meningkatkan konsep diri positif siswa kelas XII S1 di MAN Malang I.    Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan dalam Bimbingan dan Konseling. Subjek penelitian ini sebanyak sebelas siswa kelas XII S1 di MAN Malang I yang memiliki konsep diri yang rendah di antara teman-teman sekelasnya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus-September 2009 dalam 2 tahap, yaitu (1) tahap pratindakan dan (2) tahap tindakan. Tahap tindakan terdiri dari tindakan I dan tindakan II. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, inventori konsep diri yang terdiri dari 38 item, wawancara, dokumentasi dan cacatan lapangan.    Berdasarkan observasi yang telah dilakukan peneliti, aktivitas anggota kelompok yang mengarah pada perilaku konsep diri positif siswa pada observasi awal sebesar 21.33% (Kurang), pada tindakan I sebesar 32.45% (Sedang) dan pada tindakan II sebesar 58.74 % (Baik). Dengan demikian peningkatan aktivitas anggota kelompok yang mengarah pada perilaku konsep diri positif dari observasi awal ke tindakan II sebesar 37,41%. Berdasarkan inventori konsep diri yang telah dilancarkan dapat diketahui bahwa rata-rata konsep diri positif anggota kelompok sebelum tindakan adalah 51.32% berada pada kategori " Sedang", sedangkan ratarata konsep diri positif anggota kelompok pada tindakan I adalah 57. 89% berada pada kategori "sedang" dan rata-rata konsep diri positif siswa pada tindakan II adalah 68. 42% berada pada kategori "tinggi". Dengan demikian peningkatan konsep diri positif siswa dari sebelum tindakan ke tindakan II sebesar 17.10%.    Simpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah bahwa teknik peer group discussion dapat meningkatkan konsep diri positif siswa kelas XII S1 MAN Malang I Tahun Pelajaran 2009/2010. Dari hasil penelitian tersebut mengarahkan rekomendasi agar konselor MAN Malang I hendaknya bisa memberikan pelayanan yang efektif terhadap siswa terutama yang berkaitan dengan konsep diri siswa, salah satunya melalui teknik peer group discussion

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Get PDF
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist

    No full text
    We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
    corecore